ff | Can u be mine? (part. 11/ End)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran

sebelumnya….

Sungmin menggenggam tangan rae “namanya Choi rae-ae, adik dari Choi siwon” “hey cepat membungkuk” sungmin menyuruh rae

“o..oh ndee” raepun membungkuk

“eomma masih ingat siwon kan? Chinguku, yang eomma selalu bilang bocah tampan, naah dongsaeng dari bocah tampan itu sekarang milikku, kkeke” sungmin terkekeh “eomma, walaupun aku sudah menemukan yeoja yg kucinta, tapi aku tetap mencintai eomma! Tenanglah disana eomma!! Aku berjanji akan membawa keturunan-mu kesini bersama yeoja yang sama” rae memeluknya… aaah indah, ini benar-benar indah, aku benar-benar mencintaimu lee sungmin!

“ahjumma, aku akan menjaga sungminmu…istirahatlah dengan tenang” rae membungkuk disusul sungmin

“hey, aku akan melakukan hal yg pertama kali kita lakukan bersama”

“mwo? Apa itu?”

“mencicipi bibirmu”

———-

16 agustus 2012

 

“dimana saja kau?”

“perlukah kau tau?” yesung menatap keluar jendela

“apa yang ingin kau bicarakan?”

“banyak” hyeri melipat tangannya dimeja dan menatap mata yesung, yang ditatap hanya menghindar “jangan menghindar, bodoh”

“mwo, kau bilang aku apa?” yesung diam “kau ingin menatapku? Tataplah” yesung mendekatkan wajahnya ke hyeri, sampai jarak mereka hanya 5jari, sekarang giliran hyeri yg tersipu malu, ia menjauhkan dirinya agar tdk dilihat oleh yesung “kenapa menjauh?”

“sudah cukup”

“apa yg kau lihat?”

“aku mencari sesuatu dimatamu”

“mwo? Nuguya?” alis kirinya naik

“jongwoon” yesung bersandar

“ini yg ingin kau bicarakan? Kau tak yakin?”

“tidak hanya itu” hyeri mengeluarkan sweater “aku ingin mengembalikan ini, gamsahamnida”

“nde”

“ternyata kau benar-benar jongwoon” yesung tersenyum

“maafkan aku, karna membuatmu cemas 12 tahun terakhir, membuatmu selalu menunduk, dan aku tidak menepati janjiku”

“janji? Kau ingat janjimu?”

“tentu, beberapa bulan ini aku terus berusaha mengingat tentang 12 tahun lalu, dan berhasil”

“jinja?” hyeri menunduk “aku senang jongwoonku kembali”

“jongwoonku?”

“wae? Kau tak suka? Baik akan kupanggil yesung”

“hey, lupakan 12 tahun yang lalu”

“aniyo” hyeri menggeleng

“kau boleh mengingatnya sesekali”

“ok, eemm jika aku melupakan 12 tahun yg lalu itu artinya aku harus melupakan jongwoon? Jongwoon itukan kau!” hyeri terkekeh, disusul yesung

“kau juga boleh memanggilku jongwoon sesekali”

“baiklah, hey..kapan ulangtahunmu?”

“24 agustus”

“aaah, bagus…”

“wae?”

“jongwoon juga 24 agustus” hyeri tertawa kecil

“hey, aku kan jongwoon”

“oke..oke, maksudku, orangtuamu tak ingin benar-benar ‘mengubahmu’ benarkan?” yesung mengangguk

“Hya! Bolehkah aku memanggilmu jongwoon?” yesung menyipitkan mata “menganggapmu jongwoon kecilku yang dulu, boleh?”

“tentu”

“jongwoon-aah” yesung mendengar isakan hyeri

“aiish…jangan menangis”

“diamlah” ucap hyeri “Kim Jongwoon-ssi hiks..hhh.. aku begitu menyukaimu”

“mwo?” yesung mengucapkannya dengan berbisik

“aku menyukaimu sampai saat ini jongwoon-aah, mianhae aku tak pernah mengakuinya secara jujur padamu sampai akhirnya kau pindah ke seoul dan mengalami..” hyeri tak mampu menyelesaikannya

 

Yesung POV

Ini aneh, aku merasa aneh, aku merasa bingung apa yg harus kurasakan..kau mengerti maksudku? Disatu sisi aku senang karena hyeri ternyata sudah menyukaiku sejak kecil sampai saat ini, tapi aku merasa aku adalah yesung yang dirasuki oleh jongwoon, oleh karna itu aku merasa kesal karena hyeri menyukai jongwoon bukan yesung. Aneh? Bingung? Tuh salahin author yg bikin yesung galau sepanjang 11 episot *PLAK!!

“lalu yesung? Bagaimana dengannya?” cih, ini pertanyaan bodoh, hyeri mendongak “aku tak akan memaksamu. Baikllaaah, sudah cukupkah aku menjadi jongwoon?”

“hey, kau menyakitiku! Aku baru saja bertemu jongwoonku, kau malah bicara seperti itu” hyeri kembali menunduk

“Ya!” aku memukul meja dihadapannya “jongwoonmu sudah ada dihadapanmu sekarang, kau masih saja menunduk”

“kau berbeda”

“mwo? Ini lah aku! Jongwoon!!aniyo! yesung!!” hyeri terkekeh melihatku bingung “aaah terserah kau sajalah mau menganggapku apa dan siapa”

“hihi… aku belum selesai tadi,”

“baik, lanjutkan”

“jongwoon-a terima kasih kalungmu, aku merasa selalu memilikimu selama 12 tahun ini, kau benar-benar menjagaku, dan yg terakhir kau memukul orang yg menumpahkan teh ke bajuku ingat?” aku menatapnya kaget, hyeri juga menatapku senyumnya nakal aiisshhhh…

“aku ingat, aku hebatkan bisa menjagamu selama 12 tahun?” hyeri mengangguk

“sebenranya aku kurang suka dengan kalung ini, aku merasa aneh ketika kau memberikannya..dan ternyata benar, kalung ini hal terakhir yg kau berikan lalu kau menghilang selama 12 tahun lamanya..huuft”

“hey, tapi aku kembali kan?” hyeri kembali tertawa kecil

“terima kasih, karna kau sudah mendonorkan darahmu.. saat itu aku malu mengatakannya, untung ada kau..”

“nde. Cheonma” aku ingat, saat itu memang hanya aku yg mempunyai darah AB, eommanya A dan appanya AB, tapi karna appanya mempunyai kanker darah jadinya tidak bisa mendonorkan darah, dan kau tau aku senang akhirnya hyeri mengucapkan terima kasih yg aku tunggu-tunggu saat itu

“aku benar-benar menyukaimu jongwoon-aah, taukah kau aku terus menangis berhari-hari begitu tau keluargamu kecelakaan apalagi begitu tau kau meninggal” yeoja ini kembali menangis, aku tak tahan aku berdiri dan menghampirinya dan memeluknya

“cukup, cukup sampai disitu ceritanya, kau membuatku semakin merasa bersalah” aku memeluk yeoja yg kusayang ini, memeluknya erat aku benar-benar merasa kalau aku tidak bertemu dengannya 12 tahun. Crazy!

“aku tak ingin kembali merasakan itu jongwoon-aaah”

“nde, kau tidak akan merasakannya lagi” ucaapku menenangkannya, ponsel hyeri berbunyi dan aku melepas pelukannya, hyeri menjauh lalu beberapa saat kemudian dia kembali “nugu?”

“eomma”

“gajja, kita pulang”

“aku akan naik bis”

“hey.. ta…” aku belum menyelesaikan perkataanku, hyeri sudah keluar dari café, aku menyusulnya tidak memaksanya agar aku antar, tapi membuntutinya. Hyeri sudah naik bis, dan aku terus berada di samping bis, aku melihat yeoja yg kusayang ini bersandar di kaca tatapannya kosong, aku terus mengikutinya sampai ia benar-benar menutup pintu rumahnya. Hanya memastikan hyeri sampai kerumah dengan aman, itu yang ingin jongwoon rasakan mungkin ketika jongwoon ini dewasa.

 

***

 

Author POV

 

24 agustus 2012

 

“whooaaaa…kenapa jadi hujan begini? Beberapa menit yg lalu terik”

“hyeri-yaaaa” rae menghampirinya menggunakan payung “gajja” dan mereka masuk ke dalam kampus bersama

“hey, aku ingin ke aula”

“melihat pameran forografi?”

“yup!”

“aah, baiklaah”

“kau tak ikut?”

“aku sudah kesana tadi pagi” hyeri dan rae berpisah

 

Sesampainya di aula, ia berdecak kagum melihat hasil karya chingunya yang bergabung di kegiatan fotografi

“ini hebat”

“hya!”

“mwo?” hyeri menoleh “sungmin-aah, mana hasil karyamu?”

“disana, mau lihat?” hyeri mengangguk

“whooaaaa, daebbaaakk ini keren!” hyeri benar-benar berdecak kagum ketika melihat foto milik Sungmin

“foto itu menjadi keren karena yg memotret adalah orang keren..hahaha”

“cih..”hyeri menyikut perut sungmin

“hey, kau tak ingin melihat jepretan yesung?”

Degh! Jantung hyeri berdegup benar sudah beberapa hari ini sejak aku dan yesung bertemu dicafe aku tak menghubunginya bahkan ketika ia telfon aku tak angkat “Ya! Kau mau?” hyeri mengangguk “ini dia”

“waaaw…” hyeri berbisik “luar biasa”

“mwo?”

“haha.. foto ini menjadi luar biasa karena org yg memotret adalh orang yg luar biasa, begitu kan katamu?”

“ha! Kau memujinya”

tak lama, rae datang, hyeri melihat sungmin yg tersenyum girang

“jagiyaa!” teriak sungmin

“hey, aku lapar” ucap rae sambil memegang perut

“oke, gajja kita makan” rae dan sungmin pergi

“Hya! Min-Rae couple pabbo!”hyeri teriak, yg merasa dipanggil segera menengok

“mwoya?” sungmin menunjukkan rasa tak bersalah

“oooh, hyeri-yaaa… kami llupa, kami pergi dullu, kau ingin gabung?” ucap rae, hyeri menggeleng

“pergilah” hyeri tersenyum

“Ha! Jika kau tersenyum kau lebih manis dari rae”

“HYAAAAA! LEE SUNGMIIIN!!!” rae menyeret leher sungmin keluar dari aula “kami pergi hyerii!!” rae teriak, diiringi pekikan dr sungmin.. hyeri kembali melihat hasil foto milik yesung, tiba-tiba ponselnya berbunyi

“yeobseyo?—hyorim? wae?—pabbo!sekarang masih tanggal 23 agustus!—mwo?” sepertinya hyorim menanyakan tanggal, hyeri membuka selembar kalender yg ada di bukunya “aaaahhh…eotteohkkeee?sekarang tgl 24—mianhae hyorim-aah—nde, aku akan segera kesanaa—nee!” hyeri segera ngacir(?) ke rumah untuk mengambil kue yg ia buat untuk anniversary jadian hyorim dengan heechul besok

 

@on the road

“pabboo-yaaaa! Kenapa aku bisa lupa, dan kenapa penanda di kalenderku tidak berfungsi?” hyeri ngoceh di taxi dengan kue tart di sampingnya, ia mengambil ponselnya dan memeriksa kalendernya, “pantas ajaaaa, alarmnya tidak ku pasaaang…aiish” hyeri memukul kepalanya “mwo? Aaah, sekarang tgl 24 agustus! Jongwoon, aah maksudku yesung, aaah siapalah dia, ulang tahun hari ini”

 

@hyorim’s house

“ish…ckckck” hyorim berdecak

“mianhae rim-aah” hyeri terus membungkuk

“sudahlaaah” hyorim menepuk punggung hyeri “kau sudah berusaha” hyeri menatap hyorim dengan raut wajah memangnya-aku-berusaha-apa? hyorim berdiri “dasar! Kim Heechul, entah apa yg kusuka dari namja ini! Selalu terlambat…seperti semua waktuku hanya untuknya saja”

“memang begitu kan?” hyorim nyengir

“jam berapa?”

“8”

“MWOYAAA?” hyeri berdiri, lalu mengambil tasnya

“wae?”

“hari ini ulangtahun jongwoon…”

“yesung?”

“terserah kau mw panggil dya apa” hyeri ke pintu

“whooa, benar hari ini tanggal 24 agustus! Ppali hyeri-yaaa” hyeri mengangguk lalu berlari “hyaaaaa!!! Fightiiiiing!!!! Aku mendukungmuuu! Kau pasti bisaaa” <-*apasih ini? Brasa mw lomba balap karung-.-* hyeri trus berlari

 

——-

 

Yesung sedang duduk di ayunan, dan mengoyangnya dengan kakinya sesekali, ia menggunakan hoodie dan celana pendek selutunya berwarna putih kakinya dibalut sepatu besar untuk kakinya yg besar *eh bukannya kepalanya yg besar?* sesekali melihat arlojinya dan ngoceh ‘lama sekali’ lalu berdiri dan kembali duduk di ayunan lalu mulai kembali berbisik ‘baiklah, tunggu sebentar lagi’ terus seperti itu sampai waktu tepat pukul 10

“HYAAAAAA!!!!” dia teriak “nae pabooo imnidaaa*nyontek ucapan heechul di SS3D :D*! kenapa aku mau saja disuruh datang oleh yeoja itu! Padahal selama ini aku telfonpun tak diangkat”

 

Yesung POV

Aku kembali melihat arlojiku, awas kau song hyeri! akan kubuat kau tak bisa menjauh dariku lagi setelah malam ini! Aku mendengar suara kendaraan dr arah belakang dan benar, taxi itu berhenti disebrang pantai ini. Dan itu hyeri, dy menggunakan celana jeans dan coat serta sepatu boot semua senada berwana merah, dya datang mendekat lalu tersenyum cih apa itu? Kenapa begitu manis? Ah salaah, dy tersenyum sebagai permintaan maaf karna datang terlambat? Tak berguna, dia tepat didepanku skg, lalu membungkuk

“aku kira kau baru besok malam datang kesini” dia tertawa “jangan tertawa” dia menutup mulutnya

“mianhamnidaaa” membungkuk lagi, aku menepuk kursi ayunan disampingku

“aku memaafkanmu” hyeri mengangguk “ada apa menyuruhku datang kesini?” dia menunduk semenit? Dua menit? 15 menit? Aku menatapnya masih menunduk sesekali melihat deburan ombak dan 30 menit, baiklaaah 30 menit lagi dia sukses membuatku gila

“aku bosan! Aku pulang, pulanglah ini sudah malam” aku kembali pergi

“yesung-ssi!” dia menahanku

“cepat katakan sekarang, aku kedinginan hyeri-yaaa, ini sudah malam.. dan kita di pantai!” jujur aku kesal sekarang, dia malah mendekat kearah ombak dan duduk dipinggir pantai dia memeluk kakinya “mau apa sh?” aku menghampirinya “Ya!” aku menunjuk kepalanya dengan jari telunjukku, dia menengok “ada apa? ada masalah?” sekarang aku jadi ikutan duduk dipinggir pantai -.-

“aku hampir lupa hari ini ulang tahunmu” aku tertegun dan tertawa

“kau ingin mengatakan itu saja lama sekali, lalu?”

“mianhae yesung-ssi, seharusnya setelah 12 tahun tdk bertemu, aku memberikanmu hadiah”

“gwencanhaa” aku mengusap puncak kepalanya

“sebagai gantinya kau boleh meminta hadiah dariku” dia kembali sumringah “tapi jangan terlalu mahal” aku berfikir “apa yg sedang kau inginkan?”

“hmm…huaaahhhh…jika aku katakan kau tak mungkin bisa membelinya hyeri-yaa! Barang-barang yg ingin aku inginkan sangat mahal!”

“jinja?” dia cemberut “huaa, baiklaah kalau begitu apa yg sekarang ingin kau miliki?” binggo! Ini pertanyaan yg kusuka

“hmmm” aku menggaruk-garuk kepalaku yg tdk gatal berpura-pura untuk berfikir, raut wajah hyeri menujukkan cemas “yang aku inginkan dan yang ingin aku miliki adalah” aku diam sejenak membiarkan deburan ombak mengisi backsound musik malam itu *maklumLeadVocal,ngmongnya musikmulu XD* “kau!” fiiuh akhirnyaa

“mwo?” ia bingung

“aku ingin sesuatu bernama Song Hyeri!”

“….” Dia terdiam, kkekeke llucu sekali

“bisakah kau menjadi hadiah yang paling istimewa?”

“…” dia masih diam terus menatapku

“heeeyyy!!! Kau masih menyukai jongwoon kan?” ini pertanyaan konyol, dia mengangguk haha! “oke, would you be mine? Hu’ hh?” nadaku mengancam “ooh maaf salah, bukan would you be mine, tapi kau harus menjadi milikku hyeri-yaa”

“yesung-ssi” ucapnya lirih

“aish” aku mengalihkan pandanganku karena tau dia menangis “ku mohon… berhentilah menangis” aku mengusap air matanya “jebaall”

“terima kasih kau sudah ingin menjadi jongwoonku lagi”

“hahaha… aku akan terus menjadi jongwoonmuu hyeri-yaaaa” dia tersenyum

“jeongmal?” aku mengangguk “gamsahamnidaaaaaa” dia menjatuhkan badannya di tubuhku

“hiaaaaaa, kau ini…jadi ini artinya”

“saranghae jongwoon-aaaa!!”

“hya! Jongwoon hanya untuk selingan” dia melepaskan pelukannya

“oke, saranghae yesung-ssi!” kembali memelukku, dan aku balas memeluknya

“aku tak akan melepaskanmu! Dan aku tak akan menghilangkan diriku lagi, maaf karena sudah membuatmu menangis selama 12 tahun hmm?” aku merasakan kepalanya mengangguk “aku akan membuatmu bahagia”

“janji?” dia melepaskannya, aku mengangguk dan kembali memeluknya

 

Author POV

 

Di menit selanjutnya hyeri dan yesung tiduran di atas hamparan pasir, melepas sepatu mereka dan membiarkan air laut membasahi kakinya, mereka memandang bintang yg terus berkedip ke arah mereka, tangan mereka saling berpegangan erat, yesung sesekali mengecup puncak kepala hyeri…

 

——

 

Hyorim dan heechul sedang mempersiapkan anniversary mereka nanti ketika tepat pukul 12 malam di atas apartemen milik heechul yg beratapkan transparan, ribuan bintang sedang iri memandang mereka

“hya! Awas kau!!” hyorim kesal karena cream tart di peperkan(?) ke wajahnya dan ingin membalasnya

“o-waaeeee?” heechul mengindar

“kau curang chullie!”

“hyaaaa, panggil akku oppa!”

“aniyooo” hyorim ikut memeperkan creamnya

“hya! Hya! Asisten pabo! Lihat kuenya jadi rusak karna kau” heechul memukul hyorim dengan sendok

 

——

 

“cepat tidurlaaah, bidadari tanpa sayapku”

“hya! Kau ini picisan sekali sih”

“haha..mwo?”  rae menutup gerbangnya agar sungmin tidak bisa mengejarnya lalu menjulurkan lidah, sungmin mengirim rae pesan singkat ketika rae sudah masuk rumah

 

From: nae minpink

Saranghamnida~

 

Rae tersenyum dan kembali keluar rumah, lalu melihat sungmin yg masih berdiri didepan gerbangnya, mendekati gerbang dan membentuk sign love dengan menyatukan ujung jari kanan dan kirinya dan bertemu dipuncak kepala.

Sungmin hanya tertawa…

 

 

FINISH!

TAMAT!!

SELESAI!!!

THE END!!!! kkkkkk~~

 

Terima kasih atas kesabarannya…. kesabaran menunggu ff ini, dan kesabaran membaca ff ini wkwk.. enjoy another ff neeee? wkwk

Iklan

FF | Photograph

ff-photograph

Author: Hyesungiie

Cast: Kim Jongwoon, Choi Siwon, Jung Saeri

Length: One Shot

Genre: romantic, family, angst

Disclaimer: Kim Jongwoon dan Choi Siwon milik Tuhan, orangtuanya dan SME.  BUT,THIS FF BELONGS TO @hyerikimelf arra? And typoo is spreading in this ff

Author POV

“kau harus tetap disini, sampai aku menjemputmu arrasheo?” Saeri hanya diam, Jongwoon pergi menjauh

“oppaa!! Kau tak perlu menjemputku” Saeri menghampiri Jongwoon “aku sudah SMA, dan aku bisa menggerakkan kakiku dengan baik agar bisa sampai ke rumah dengan selamat”

“aku sama sekali tidak meragukan kemampuan kakimu”

“kheunde?”

“aku hanya mengkhawatirkanmu”

“uwaaaaaaaa” Saeri chingudeul berteriak histeris di balik punggung Saeri

“lihat? Oppa membuatku malu”

“kau malu? Untuk apa? mereka kan mengidolakanku bukan dirimu” Jongwoon pergi, dan Saeri masuk ke sekolah

“beruntungnya kaaauuu, itu namjachingumu kaaaan? Tampannyaaaa” ucap teman Saeri

“nae namjachingu? aniya! Dia kakakku bodoh!”

“oppa? kau takut aku mengambil oppamu? Huhh?”

“nde! Lagi pula margamu dengannya kan berbeda, aku tahu Saeri, jangan menyembunyikannya dari kami” akhirnya mereka meninggalkan Saeri

—.—

“ini…hanya 5000 won”

“hei, anak muda! Kenapa kau tak bilang bahwa kami harus membayar?”

“tap.. seharusnya anda sudah tau, untuk membayar fotoku”

“membayar foto yang berisi diriku sendiri? Itu bodoh, aku sudah 38 tahun melihat wajahku sendiri”

“lalu? Anda tidak bisa, pergi begitu saja setelah berfoto selama 5 kali! Dan anda seharusnya tau ditaman ini tidak ada yang gratis tuan”

“ada” jawaban ahjussi itu membuat Jongwoon mengerutkan dahinya “duduk di kursi taman”

“huhh?” Jongwoon tertawa meremehkan “Mwo? kau tidak akan duduk sepanjang hari ditaman ini kan?”

“ya, benar! Aku akan duduk sepanjang hari ditaman ini. Dan tidak akan mengeluarkan uangku sepeserpun!” ahjussi itu pergi

“tapi, tuan…” Jongwoon mengejarnya

“YA!!”

BUKK!!! Hantamannya mendarat sempurna di pipi kanan Jongwoon.

“bocah tengik, jangan coba- coba meremasku ya!” orang itu pergi, Segala aktivitas di taman itu diam sejenak, pria muda lain yang seprofesi sama dengannya membantu Jongwoon untuk bangun

  —.—

“Terkadang, memang ada ahjussi sejenis tadi yang tidak mau membayar”

“arrasheo” ucap Jongwoon sambil meringis, karna pria tadi sedang mengobati luka Jongwoon

“lalu, kenapa kau tetap memaksanya?”

“aku hanya butuh uang”

Pria itu tersenyum kecil “tak ada yg tidak membutuhkan uang”

“tp aku sangat membutuhkannya”

“mwo?”

“perlu kau tau, aku tidak memiliki apapun kecuali seorang yeoja”

“yeojachingumu?”

“mollaa… dia seperti masa depanku” Namja itu kembali tersenyum kecil “siapa tadi namamu?”

“Siwon”

“ah, ya Siwon! Dengar, aku membiayai semua kehidupan kami. Aku menyekolahkannya, aku menyawa apartemen yang agak mewah, untuk tempat tinggalku bersamanya, aku memiliki tanggungan hutang di beberapa warung kecil di pinggir jalan untuk makan”

“mwo?”

“aneh? Benar! Aku…” Jongwoon menghentikkan ucapannya karena dirasa tatapan Siwon sudah cukup tajam, setajam silet *eh “heiishhh!!” Jongwoon menghentakkan kaki lalu berdiri dan dapat dipastikan tatapan tajam milik Siwon sirna “intinya seperti itu! Aku membutuhkan uang untuk keluarga yang amat sangat kecil milikku! Arrasheo? Bukan sepertimu yang bekerja paruh waktu sebagai fotografer hanya karena untuk mengisi waktu luang”

“arrageseumnida” Siwon berdiri

“baik, terima kasih untuk obatnya, dan maaf aku tidak akan mengeluarkan uang untuk itu” Siwon tertawa kecil untuk kesekian kalinya dan menyusul Jongwoon yg bejalan didepannya

*****

“untung ada, namja itu..huuhh, kalau tidak, wajah tampanmu akan berubah menjadi buruk rupa”

“arrasheo”

“siapa tadi kau bilang? Siwon? Huaahhh… pasti dia keren sekali”

“HYAA!!” Jongwoon memukul kecil kepala Saeri “dia hanya memakaikan obat luka dan plester, hanya itu! Kenapa kau sampai memujinya seperti itu? Berlebihan”

“berterima kasihlah pada Siwon, jika tanpanya wajahmu akan menjadi bu…”

“stop..stop..stop! dengar, wajahku akan tetap tampan dengan atau tanpanya luka ini” Jongwoon pergi, membawa jaket kulitnya dan kamera

“oppaaaa!! Kau marah lagi padaku? Huhh?” teriaknya, Jongwoon masih bisa mendengarnya dengan jelas dari balik pintu

“aku tak akan bisa marah padamu, bodoh” lalu pergi

-Three days later in Jongwoon’s apartement-

“Dasar penipu, kau bilang kau sangat membutuhkan uang. Tapi kenapa tinggal di apartemen mewah seperti ini?”

“itu urusanku”

“dan dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli kamera-kamera ini?”

“bukan urusanmu” Siwon menatap tajam ke arah Jongwoon

“annyeoong!! Aku pulaang” dua namja berwajah tampan yg sedang ada diruangan Jongwoon menghentikkan aktivitasnya ketika mendengar suara yeoja, Siwon menatap Jongwoon

“itukah?” tanya Siwon, Jongwoon mengangguk, Siwon berlarian kecil untuk melihat yeoja yg dimaksud Jongwoon, Saeri sedang menenggak air putih “annyeong”

“nde? Nuguya?” Saeri memicingkan mata

“aahh.. Siwon, choi Siwon”

“aiiggoooo… ternyata benar! Kau Siwon? Aku sudah menduga!”

“huh? Apa yg kau duga?” ucap Jongwoon yg duduk disofa

“Aku sudah menduga, kalau Siwon adalah namja baikhati yang rupawan. Ternyata aku benaaar” raut Saeri sumringah

“ya! Jung Saeri! Jangan berlebihan! Jaga sikapmu!”

“ahhaha! Arrasheo! Kim Jongwoon-ssi!”

“ohh..marga kalian berbeda?” pertanyaan Siwon membuat Jongwoon dan Saeri canggung. Saeri dan Jongwoon menyibukkan diri

****

One week latter in park-

 “ooo…oppaa! Ceritakan padakuu” Saeri menggelayut di lengan Jongwoon, berkali-kali Jongwoon melepasnya, tapi tangannya semakin kuat “opppaa!! Aku hampir tidak bisa tidur semalaman, karena memikirkan wajah sempurnanyaa” Jongwoon menatap Saeri

“kau menjijikan nona jung”

“oppaa!” Saeri kesal

“mworagoooo? Kau jauh-jauh dari sekolah datang kesini hanya untuk menanyakan Siwon? Percuma! Kau tidak akan mendapat apa-apa”

“oppaaaa~” ucap manja

“kembali ke sekolah, belajar dengan baik. Dan kelak, jangan menjadi fotografer murahan seperti Jongwoon ini” Saeri memandang oppanya miris, lalu Jongwoon berlari kecil menyebrangi jalan raya untuk menghindari Saeri, Saeri mengejar dan…

*****

2 months later…

“Ya, jung Saeri?” Siwon menyapa Saeri

“mwo? aku tak salah dengar? Siwon oppa?” senyum bahagia, tergaris jelas diwajah Saeri

“kau semakin cantik”

“jinja?” Saeri menyisir rambutnya dengan jari-jarinya, Siwon menatap lekat

“kau sudah menemui Jongwoon?” Saeri menggeleng

“aku hanya ingin kau” Siwon tersenyum kecut

“hey, itu ucapan paling bodoh yang pernah aku dengar. Ingatlah, dia oppamu”

“oppa? Oppa macam apa? bahkan marga kami berbeda. Dia saja yang mendaulat dirinya sendiri sebagai oppaku”

“ya, Jung Saeri! Dengar, sebelum aku kenal baik dengannya, aku sering melihatnya menjadi fotografer sewaan disekitar taman dan kampusku. Dia mengumpulkan uang, demi menghidupi kau. Bahkan aku pernah mengamatinya seharian penuh, dan pada hari itu, aku tidak melihat ia makan. Ia hanya memakan roti dari pelanggan yang puas karena hasil jepretannya yang profesional”

“huhhh? Kau membelanya?”

“aku tidak membelanya, aku banyak belajar dari oppamu, bahwa hidup tak semanis yang kau bayangkan. Oppamu sungguh hebat. Kau! Jangan pernah membuatnya kecewa, dia sangat murung, karena sudah lebih dari seminggu ini tidak bertemu denganmu” Siwon berdiri

“oppa? Kau pergi?”

“aniya, boleh ku ajak Jongwoon kesini?”

“ANDWAEEEE!!!!” Saeri teriak “aku akan sangat membencimu, kalau kau biarkan si pembunuh itu masuk! Dan membiarkan semua nyawa yg ada diruangan ini terancam?”

“Jung Saeri!” Siwon ikut teriak “bukannya aku membela Jongwoon, tapi kumohon jangan panggil dia seperti itu!”

“mwooyaa? Apa aku salah? Huhh? Aku benarkan? Kenyataannya memang, Jongwoon yang membunuh eomma dan appaku!”

“SAERI! Aku tak mau kau berbicara seperti itu di depan Jongwoon!”

“LALU AKU HARUS BAGAIMANA? HUHH? APA KAU KIRA AKU SUKA DENGAN KENYATAAN INI? AKU MENYAYANGINYA!! AKU BAHKAN TAK BISA MELUPAKAN SETIAP DETIK KEBAIKANNYA UNTUKKU! AKU TAHU SEMUANYA! AKU TAHU KALAU DIA MENJADI FOTOGRAFER SEWAAN HANYA UNTUK MENGHIDUPIKU! AKU TAHU!! BAHKAN AKU LEBIH MENGERTI INI SEMUA DARI PADA KAU! AKU MENGENALNYA DENGAN SANGAT BAIK! CHOI SIWON!! BAGAIMANA TIDAK, AKU HIDUP DENGANNYA SEJAK AKU BARU BISA MEMBEDAKAN WARNA HITAM DAN PUTIH!!” Saeri diam sejenak, menahan isaknya “KAU HANYA SEGELINTIR ORANG YANG MEMBUATKU SEMAKIN YAKIN KALAU JONGWOON ADALAH ORANG YANG BENAR-BENAR BAIK! LALU APA DENGAN MERAWATKU DAN MEMBERIKAN SEMUANYA UNTUKKU, AKU HARUS MELUPAKAN KENYATAAN BAHWA DIA ADALAH PEMBUNUH EOMMA DAN APPAKU? HUHH? AKU HARUS MELUPAKAN SEMUA KENYATAAN BAHWA DIA MENHANCURKAN KELUARGAKU HUHHH!!!” ucap Saeri tanpa henti, Siwon tak bergeming “sebaik apapun dia, sebesar apapun yang Jongwoon berikan untukku tak bisa menghapus kenyataan dan tak bisa menebus apa yang dia lakukan!” Saeri menangis ditempat tidurnya, Siwon menghampirinya dan memeluknya “dan dia tak bisa menebus kedua bola mataku yang sudah tak berfungsi lagikan? Aku bukannya ingin berbohong, kalau aku tidak menyayanginya, tapi dengan semua yg ia lakukan, membuatku…” ucapan Saeri teredam dengan airmatanya, Siwon semakin memeluknya

“paling tidak, biarkan ia menemuimu sebelum ia masuk sel”

“biar! Biarkan ia mati membeku di dalam sel! Orang yang telah membuatku buta, dan membunuh orangtuaku memang harus mati kan? Bahkan mati didalam sel merupakan hal yang masih terlalu bagus kurasa!”

“ssstt!! Hentikan” ucap Siwon lembut “istirahatlah” Siwon menghapus air mata Saeri lembut

“kau? Ingin pergi?”

“aku ada sedikit urusan”

“kau akan kembali lagi kan?”

“tentu” Siwon mengusap rambut Saeri

“kau harus ingat choi Siwon, aku hanya memilikimu”

“tak akan pernah kulupa” Siwon mengecup kening Saeri

****

“dia semakin cantik?” Siwon mengangguk

“serahkan dia padaku”

“aku percaya padamu” Jongwoon mengangguk

“bagaimana denganmu?”

“aku sudah memberikan kesaksian, tapi tetap saja, semua bukti mengarah padaku” Siwon menunduk

“aku percaya, kau tak pernah melakukan hal itu kan?” Jongwoon mengangguk “tapi siapa?” Siwon tertawa kecil, Jongwoon diam “lalu bagaimana jika kau tetap dimasukkan ke sel tahanan?”

“huhh? Apa bedanya dunia luar kalau aku tak bisa bertemu dengan Saeri?”

“iya, tak lebih indah” Siwon menunduk

“bisakah kau menjaganya untukku?”

“nde” Siwon masih menunduk

“dia benar-benar buta?”

“nde” Siwon mengangguk lemah

“aaahhh…eohtteohkke? Aku ini benar-benar bodoh”

“aniyaa, ini bukan salahmu hyung! Hanya terjadi diwaktu yang benar-benar tepat”

“apa sudah ada donor mata untukknya?” Siwon menggeleng

“jinja? Aiishhh…jangan membuatku semakin merasa bersalah” mereka tak bergeming “Saeri juga ingin menjadi fotografer, bagaimana ia bisa memfoto jika tanpa mata?” Jongwoon menunduk

—.—

Busan, South korean

“kau yakin ingin pergi sekarang?” seseorang mengangguk “ini terlalu kejam! Kau membiarkan dia menanggung semuanya”

“Kim!” pria lain membuka topinya “dia memPHK ayahku sampai akhirnya kami mati kelaparan! Jung! Membeli kontrakan keluargaku lalu dijadikan toko roti! Sampai akhirnya keluargaku menjadi gelandangan. Sudah cukupkah penjelasanku?”

“ini salah! Aku tau semuanya, ayahmu yg salah, kenapa menyelundupkan gas beracun!”

“itu taktik untuk bertahan hidup Kim kibum!”

“baik jika itu menurutmu, lalu apa kau harus membalasnya dengan seperti ini? mereka tidak tau”

“huhh!! Aku rasa Tuhan memberi jalan untukku balas dendam! Buktinya, kim Jongwoon itu ternyata yg menjaga Jung Saeri. Jung Saeri tertabrak dan Jongwoon dipanggil kepolisian, indah bukan?”

“aku tak sependapat denganmu!”

“terserah!” pria itu membalikkan badannya “gamsahamnida telah membantuku menjebloskan Jongwoon” pria itu meninggalkan kibum

“hyukjae! Kau gila! Ini sudah terlalu gila!”

—.—

“Hei! Bocah ingusan!”

“nde?”

“kau dibebaskan secara bersyarat!”

****

@hospital

“apa kau benar-benar membenciku huhh?”

“NDE! JEONGMAL!!! PERGIII KAUU!!!” Saeri mendorong Jongwoon

“mianhamnida Saeri-yaa, semua ini…sungguh, bukan salahku!”

“jelaskan kepada hakim dan orangtuaku! Aku muak denganmu Jongwoon-ssi!!”

“jebaall…percayallah!!”

“ANDWAEEEE!! ANDWAEEE!” Saeri menutup telinganya, Jongwoon berusaha melepasnya “pergi kau, pembunuh amatir PERGII! SIWON OPPAAAA! OPPAAA! BAWA PERGI NAMJA INI OPPAAA!!” Saeri teriak sejadinya, tp Siwon tidak menggubris

“JUNG SAERI DENGARKAN AKU!!” Jongwoon membentaknya, membuat Saeri meringkuk di ujung ruangan meremas selimut rumah sakit

“oppaaa” Saeri merintih

“ini menyakitkan! Kau tau rasanya? Difitnah, dibenci olehmu, dituduh olehmu” Saeri menutup kupingnya, Jongwoon melepasnya dengan perlahan “kumohon..aku janji hanya untuk kali ini” Jongwoon mengelus rambut Saeri, pipi, leher dan berhenti di bahu “aku menyayangimu, hidup selama 13 tahun membuatku benar-benar mengetahui dirimu. Aku mencintaimu, ingin menikah denganmu. Apa kau tau sejak umur berapa aku merawatmu? 9 tahun benar saat itu kau masih 7 tahun, aku membawa kamera kerja milik ayahku, karena hanya itu yang tersisa. Dan perlu kau tau, kisah keluargaku juga tidak indah. kau tak pernah bertanya kemana eomma dan appaku kan? Rumahku dibom, appa, eomma, hyung semua mati, saat itu aku sedang bermain ditaman, dan aku melihat sendiri semuanya, sangat miris Saeri” Jongwoon berhenti untuk melepas pegangannya di bahu Saeri “sejak saat itu aku tinggal bersama paman, karena tak tahan selalu di cemooh oleh teman, aku pergi di usia 9 tahun, dan aku melihat gadis kecil sedang menangis di dalam mobil yg terbalik, aku membawamu hanya untuk teman bermain, terus bersama dan aku mulai merasa kau adalah tanggung jawabku, dari situ sampai 3 bulan yg lalu aku dengan tulus bekerja menjadi fotografi sewaan, aku berusaha menanggung semuanya, aku rela berhenti sekolah hanya karena kau, aku bisa memakan sepotong roti dan uangnya untukmu. Sadarkah kau aku selalu memberikan apapun yg kau mau? Apartemen mewah, gadget, semua, dan semua butuh pengorbanan kau harus tau”

“lalu? Apa kau ingin aku membalasnya? Ya! Nanti! Aku juga akan menjadi fotografer sewaan dan mengganti semuanya! SEMUA!!”

“ya, jika kau mampu. Maksudku adalah, untuk apa aku memberikan semuanya padahal aku telah membunuh orangtuamu? Apakah kau pernah berfikir, kenapa aku membunuh orangtuamu? Dan mungkinkah anak berumur 9 tahun mampu membunuh 1 keluarga sekaligus? Bagaimana? Orangtuamu kecelakaan mobil, kau hanya beruntung karena selamat” mereka diam Jongwoon memegang tangan Saeri

“oppa, jika aku bisa melihat aku akan melihatnya sendiri apa kau salah atau tidak! Tapi… ini gelap, aku buta! Aku…akuu…. tak bisa melihat apapun”

“apapun?”

“apapun” Saeri terisak, Jongwoon mengangguk

“arrasheo” Jongwoon menggenggam tangan Saeri erat lalu menciumnya dengan lembut lalu mengusapnya “cukup kurasa” Jongwoon melepas tangan Saeri perlahan

“mwo?” Saeri seperti tak rela tangannya dilepas Jongwoon, tangan seari mencari-cari Jongwoon, Jongwoon menghapus air matanya

“aku akan pergi, itu yg kau inginkan tadi kan? Aku akan melakukannya jika itu membuatmu bahagia” Jongwoon mengelus puncak kepala Saeri “dengar, mata siapapun nanti tolong berterima kasihlah untuknya. Dan, kau boleh menggunakan semua kameraku tapi ingat, semuanya harus dibersihkan sebulan sekali. Kau harus hidup bahagia dengan Siwon, saranghae jung Saeri!” Jongwoon membiarkan air matanya mengalir “dan yg terakhir, kau boleh makan ramyeon sesuka hatimu” Jongwoon melepas tangannya dari Saeri

“oppaa! Oppaaa~” Saeri meraba-raba udara mencari Jongwoon “Jongwoon oppaa….eodiseo? oppaa” Saeri menangis terus meraba sampai menabrak kasur “oppaa!! Tinggalkan satu fotomu, selama ini aku tidak punya fotomu, kau dengar aku?” Saeri terus mencari “JONGWOON OPPAAAA!! MIANHAE OPPAA! OPPAA! BOGOSHIPPOO!! OPPAAA! GAJIMAAA!! OPPAAA!!”

“lalu kau ingin pergi kemana?”

“aku ingin mengurus masalah ini dulu, lalu pergi”

“kemana?”

“nanti kuberitahu” Jongwoon menepuk pundak Siwon

“kau akan mengunjungi kamikan?”

“anieyo! Tapi aku akan terus melihat kalian, jaga Saeri arrasheo?”

*****

5 month later…

“anyeonghaseo!” Siwon mendongak

“anyeonghaseo, Nuguseyo?”

“kim kibum!”

“choi Siwon, apa yg anda inginkan?”

“hmm…bisakah saya duduk di sofa yg menurut saya nyaman?” Siwon mengangguk “maaf mengganggu anda, tuan choi” ucap kibum, Siwon duduk di depan kibum. Kibum mengeluarkan klip plastik dari kantong jasnya

“apa ini?”

“bukti kecil yg menyelesaikan semuannya”

“maksudmu?”

“sebelumnya aku meminta maaf karena baru keluar sekarang, karena mengumpulkan bukti otentik sangat sulit”

“kau bicara apa?”

“kim Jongwoon!” Siwon membisu, seketika itu juga tubuhnya membeku

“aku adalah kim kibum, tangan kanan Lee hyuk jae. Tapi kurasa…” Siwon mengambil klip plastik “lee hyukjae adalah dalang dari semua ini. keluarga kim, keluarga jung semua yg membunuhnya adalah kakak dari hyukjae, untuk balas dendam. Lalu hyukjae melaporkan bahwa kim Jongwoon adalah pembunuhnya karena Jongwoon adalah anak dari keluarga yg kakak hyukjae bunuh, hyuk dan kakakknya ingin keluarga kim mati secara permanen”

“mworago? Kau tangan kanan hyukjae, lalu kenapa kau memberi tau semuanya kepadaku?”

“karena tuduhan hyuk kepada Jongwoon sudah kelewat batas, dia memfitnah. Menyalahkan Jongwoon yang tidak tau masalahnya. Aku benci ini, dan aku memutuskan untuk beralih dari hyuk”

“kemana dia sekarang?”

“mollaseyo”

“mwo?”

“ada fotokopi passport disana, kau bisa melacaknya” kibum berdiri “tugasku selesai, mianhae aku tidak bisa membantumu tuan choi, karena sekali lagi aku tegaskan bahwa mengumpulkan bukti sangat sulit” kibum menggeleng, lalu pergi setelah membungkuk. Siwon masih tidak percaya apa yg didengarnya…

*****

1 year later….

“cepat katakan!” Siwon hanya tersenyum

“ini sudah setahun yg lalu kan? Kenapa kau ini?”

“aku berjanji dengan… untuk berterima kasih kepada siapapun yg memberikan matanya untukku”

“arrasheo..arrasheo, tunggu disini nona choi” Siwon memberikan Saeri surat “kita baca bersama, aku belum membukannya sejak surat ini diberikan suster padaku. Saeri membukanya perlahan, lalu terjatuh sesuatu dr dalam surat itu, foto namja sedang bermain komputer mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih memakai kacamata

“mwo? Jongwoon oppa?” ucap Saeri gemetar, lalu melihat Siwon. “ini dirumah, ketika dia ingin mencetak hasil fotonya” Saeri membaca suratnya

‘Ta-daa!! Ini aku, kim Jongwoon!! Kau membaca surat ini dengan mataku sekarang! Terasa sangat nyaman menjadi bagian dari dirimu jung Saeri! Ahh tenang, aku tidak menuntutmu untuk berterima kasih seperti yg kusuruh kan? Mengingat kejadian saat ini, mana mungkin kau melakukannya. Hei! Dengar, Siwon telah berhasil membersihkan namaku, jadi sekarang aku mati dengan bebas, bukan sebagai tahanan. Ucapkan terima kasihku untuknya..

 

Jung Saeri, kau tahu? Ketika aku berumur 18 tahun aku baru menyadari bahwa marga kita yang berbeda berarti kita tidak mempunyai hubungan darah. Lalu setahun kemudian aku berfikir, bagaimana jika aku menikahimu. Aku rasa Kim Saeri tidak terlalu buruk, tapi… ahh..jika kau membaca ini masih dengan rasa bencimu, aku..minta maaf… jeongmal mianhae Saeri.. tak tahukah kau betapa sedihnya aku ketika kau menginginkan aku pergi menjauh darimu, dan sangat menyakitkan ketika kau memanggilku pembunuh. Ku kulangi, jangan ucapkan kata itu lagi. Atau, kau akan ku terror sepanjang hidupmu!!

 

Ingat!  gunakan mata ini dengan baik. Kau ingin menjadi fotografer kan? Hasil fotomu pasti bagus!sekali lagi ku Ingatkan! gunakan mata ini dengan baik!! jangan dipakai untuk menangis! Arrasheo? Berbahagialah seperti cinderella. Aku menyayangimu…

 

Kim Jongwoon’

“apa yg dilakukan namja ini? apa dia bercanda?” Saeri menangis, Siwon memeluk Saeri

“ingat, jangan gunakan mata ini untuk menangis”

“kau tau dimana ia dimakamkan?” Siwon menggeleng. Saeri kembali melihat foto Jongwoon “oppaaaa~ bogoshippo ooppaaa! Jeongmal bogishippo Jongwoon oppaa” Saeri meraung sejadinya, Siwon kembali memeluk Saeri erat…

FIN-

ff | Can u be mine? (part. 9)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran -,-

Sebelumnya…

“akhirnya kami memutuskan ingin mengadopsinya menjadi anak kami dann…” appa tdk melanjutkan, eomma memejamkan matanya 

“dan?” aku bertanya

“dan kami mengganti namanya menjadi…” aaah appa, aku menantikan siapa itu “Yesung, Park yesung”

CUBM Part 9 start here^^

Yesung POV

“Yesung, Park yesung” MWO? Hatiku mencelos, jadi… aku tak habis fikir. Bahkan aku tak kuat duduk dikursi, aku terjatuh

“m..mwo? a..aku…” jadi aku jongwoon? “j..jadii a..aku? aniyoo! Ani” aku menutup mulutku dgn tangan, tak percaya, dan benar-benar diluar kepala. Aku memandang kalung itu, ja..jadi aku… aiggoo, sulit dipercaya. Suasana sedingin es, kami semua terdiam hanya terdengar suara tangis eomma.

“nde.. yesung-aah! Dan baju itu, adalah..” … “milikmu, sewaktu kami menemukanmu” ucap appa lirih

“dan aku berniat membuangnya karena aku ingin rahasia ini terus terkubur sampai aku dn appa mati, aku ingin membuang semua tentang jongwoon dan menganggapmu yesung”

Aku tak lagi mendengar suara eomma, kuluruskan otot kakiku yg lemas dn mencoba berdiri, kuraih box ungu dan segera pergi

“yesung!” panggil eomma penuh tangis

“yesung-aah” panggil appa, seakan otakku tak mengenal siapa yesung dan apa yg mereka katakan, aku terus keluar

“yesung-aah, bukankah kau janji tdk akan meninggalkan kami? Yesuuung” tangisan eomma semakin keras, aku masuk ke kamarku dan bersandar di balik pintu

“aigooo” ucapku lirih, aku membanting box ungu, kalungnya keluar aku tak ingin menatapnya “aku yg selama ini hyeri tangisi, bukan! Aku yg selama ini membuatnya menangis, membuatnya menunduk memikirkan jongwoon. Dan semua ingatan ketika aku sakit, dan itu semua adalah aku! Aiisshhh” aku memegang keningku, bukan karena sakit tp karena menganggap ini semua gila! Aku jongwoon! Aku kenangan hyeri! Aku yg ada di foto itu! Aku adalah namja kecil yg berfoto bersama hyeri kecil, itu aku! Aiishhh… sulit dipercaya!! Yang kutemui dikampus, yg aku payungi ketika hujan, yg membuatku hampir melupakan yoona, itu semua hyeri, dan hyeri adalah chinguku sejak kecil. Daan… a..ku yg selama ini hyeri bilang sebagai ‘Jongwoonku’

 

Author POV

Drrrt…drrrrt…ddrrt

Yesung sengaja membuat ponselnya silent, sudah 3 hari ini ia tidak keluar kamar

“yesung-ssi” panggil yoona dr luar kamar

“keluar yesung-aah! Kau sudah 3 hari disana” ucap yesung eeomma

“aku belum melihatmu makan” yoona memegang nampan berisi semangkuk nasi, semangkuk sop dan sepiring kecil bulgogi

“pergilah, aku tak butuh makan. Aku tak ingin keluar” seakan ucapan lirih yesung menjawab semua pertanyaan

“ayolaaah, jangan menyakiti dirimu sendiri yesung-aah” ucap eeommanya

“aku tak sedikitpun menyakiti diriku sendiri, kumohon pergilah, aku akan keluar jika sudah waktunya” yesung berhenti bicara “Komohon, aku akan baik-baik saja yoona-ya! Jaga kesehatanmu” lanjutnya. Yesung eeomma dan yoona memutuskan menyerah

Drrrt…ddrrt

Yesung yg tadinya sedang memakai headphone dari ipod cube-nya segera melihat siapa yg mengganggunya, mengambil ponselnya di atas meja. Terdapat 15 missed call dan 7 sms, separuhnya dari hyeri. ponselnya kembali bergetar tertera nama hyeri. Jantungnya berdegup, keringatnya bercucuran, tangannya gemetaran, otaknya berputar 13 kali lipat dari biasanya seakan bingung apa-yang-harus-aku-lakukan-jika-ponsel-ini-berbunyi atau aigo-apa-ini?-malaikat-maut-menelfonku? *haha, tergambarkan abang satu ini gimana ketakutannya*

“yeobseo” ucap hyeri seperti merasa lega, akhirnya telfonnya diangkat juga, suara yesung tercekat, seperti kehilangan pita suaranya

“nde!”

“Ya! Kau kemana saja? 3 hari ini kau tidak masuk kuliah, dan tidak mengangkat telfonku. Ada apa sebenarnya, kau ada dimana?” hyeri berbicara tanpa putus

“m..mwo? a..aku…”

“yesung-aaah, gwencanhayooo?”

“nde”

“aaah, kembalilaaah….bogoshiposoyo, haha” mwo? Yeoja ini merindukanku?

“ada apa sebenarnya?”yesung seperti sudah mendapatkan kembali suaranya

“aiish, kau tak boleh melupakan pesta akhir tahunnya”

“ah, nde..kau benar, dimana kau sekarang?”

“di taman seperti biasa, cepat kesini. Arra?”

“nde” yesung mengambil  jaketnya

“hati-hati” tutup hyeri, lalu menutup telfonnya.

Yesung segera keluar kamar membuat eommanya terlonjak kaget, eommanya membuka mulutnya ingin berbicara sesuatu

“diamlah, kumohon. Aku ingin pergi sebentar”

“ne, hati-hati. Arra?” eommanya terdengar cemas

“nde” yesung segera pergi menggunakan motornya

Yesung melihat hyeri sedang menulis sesuatu di catatannya, Ya! Hyeri-ya! Mianhamnida yesung sedikit membungkuk dari jauh sebagai permohonan maaf, karena ternyata dia yg selama ini membuat hyeri menangis. Hyeri menyebarkan pandangannya, yeoja itu melambaikan tangannya ke arah yesung, kenapa dia terlihat begitu manis? Membuat aku semakin merasa bersalah yesung berjalan menghampirinya segera duduk dihadapan hyeri

“hmm…sepertinya sungmin juga berniat ingin mengisi acara pada pesta akhir tahun nanti” yesung masih menatap hyeri lekat, matanya memerah dan tak sadar ia meneteskan air mata, yesung membuang mukanya sebelum yeoja dihadapannya tau bahwa yesung menangis “Ya! Apa kau juga ingin bernyanyi?” hyeri melihat yesung karena daritd yesung hanya diam “hei, apa kau sakit?” hyeri mendapati mata yesung memerah, hyeri memegang kening yesung, yesung mengalihkannya

“naega gwencanha”

“ouw..baguslah” hyeri kembali sibuk

“bisakah kau ikut denganku?” hyeri mendongak

“kemana?”

“kerumahku” kening hyeri berkerut “mengambil laptopmu, aku masih belum bisa kembali ke kampus”

“ggeuraeyo? Baiklah” hyeri membereskan semua yg dimeja

“lloh, mau kemana?”

“kerumahmu”

“sekarang?”

“aku tak punya banyak waktu yesung-aaah”

“ok! Gajja” mereka pergi

Rae POV

 Aku terus duduk dikursi ini, menunggu namja. Aku yakin kau tau itu siapa, semenjak aku mengusirnya, aku belum melihatnya lagi 3 hari ini. Tak tahukah dia betapa aku merindukannya? Aku terus mengatakan pada kibum kalau aku sedang tak ingin diganggu, sekalian memberiku waktu berfikir cara terbaik untuk memutuskan hubungan dengannya. Semua aku yg mulai, dan aku pula yg harus mengakhiri. Aku memejamkan mata mencoba mengingat bagaimana senyumnya, dan bagaimana kelakuannya yg membuatku begitu mencintainya, Lee Sungmin, namja yg selalu berhasil membuatku terpesona. Pintu disampingku menjeblak terbuka aku berusaha mencari dimana sungmin, sampai pada murid terakhir aku tidak juga melihatnya

“sillyehamnida” aku mencoba bertanya pada yeoja yg td keluar terakhir

“nde”

“bukankah kau sekelas dengan sungmin?”

“ya, benar. Ada apa?”

“kemana dia? Aku belum melihatnya 3 hari ini”

“ooh, lee sungmin itu? Ku pikir dia mengambil mata kuliah tambahan”

“mata kuliah tambahan?” yeoja itu mengangguk “bagaimana bisa? Kita bahkan belum ujian”

“ndee, makalah yg ia serahkan kepada Jungsoo seonsengnim minggu lalu sepertinya sudah cukup untuk menggantikan ujiannya. Dia bahkan mendapat nilai A”

Aigooo sepintar itukah sungmin? “jinjayo? Lalu apa kau tau kelas apa yg ia ambil?”

“akhir-akhir ia seperti tertarik oleh seni drama klasik, ku pikir ia mengambil itu” drama klasik?

“jinja?”

“tapi hanya sebagian kurasa”

“aah, nde..gamsahamnida” aku membungkuk sekilas, kembali duduk

Sebentar…drama klasik? Bukankaaah hyorim dan hyeri mengambil itu? Aiigo, apa jangan-jangan sungmin mengambil sebagian mata kuliah yg sama dengan hyeri agar terus bisa bersama dengannya? Kepalaku menggeleng sekuat-kuatnya tidak percaya kenyataan. Tapi kemana mereka berdua, hyorim pasti sibuk karna dia asisten heechul seonsengnim, hyeri? Dia pasti juga sibuk karena dia ketua panitia acara pesta akhir tahun nanti, aigo! Kenapa aku jadi merasa sendirian seperti ini!

Author POV

yesung segera mengambil laptop hyeri, ia melirik kalung yg tergeletak di kasur. ia mengambil dn menggenggamnya, “akan aku kembalikan ini padamu hyeri, tapi nanti ketika sudah saatnya, dan akan aku kembalikan jongwoonmu, mungkin”

mata yesung eeomma tak berhenti menatap hyeri, hyeri terus menunduk

“b..benarkah kau hyeri?” hyeri mengangguk lemah dari mana ahjumma tau kalau namaku hyeri? Dan kenapa begitu gugup? Yesung eeomma menutup mulutnya, dia segera bangkit lalu pergi meninggalkan hyeri sendirian. Yesung yg memperhatikan mereka dari atas segera turun begitu melihat eommanya pergi

“Ya!” hyeri mendongak “ini laptopmu, mian sangat lama ku kembalikan”

“apa eeommamu baik-baik saja?”

“memangnya kenapa?” hyeri menggeleng

“aniyo, gwencanha” yesung eomma kembali datang membawa senampan teh, dan pastry

“ini, silahkan…hanya ada pastry disini” yesung eeomma duduk tepat dihadapan hyeri

“ini sangat merepotkan, aku hanya sebentar”

“gwencanhaa, makanlah sedikit” yesung eeomma masih memandang hyeri lekat

“bisakah meninggalkan kami sebentar?” ucap yesung, yesung eeomma segera pergi

“Ya! Kenapa ahjumma tahu namaku?”

“hmm…siapa lagi kalau bukan aku yg memberitahu?” yesung meminum tehnya

“mwo? Untuk apa kau memberitahu namaku?”

“nanti ada saatnya kau akan tahu semuanya”

“mwo? Yesung-aah”

“gajja, aku akan mengantarmu pulang” yesung menarik tgn hyeri

“Ya!” hyeri melepaskannya “kau sengaja mengajakku kesini, dan menyisakan berjuta pertanyaan” kening yesung berkerut, yesung kembali menyeret hyeri dan mendorongnya masuk ke mobil “yesung-ssi!”

“mworagooo?”

“jawab aku!”

“apa yg harus aku jawab?”

“kenapa kau memberitahu namaku ke ahjumma! Kenapa dia menangis begitu melihatku! Dan apa maksudmu dengan, ada saatnya kau akan tahu semuanya?” ucap hyeri tanpa putus

“itu hakku kan? Dan ini belum saatnya kau mengetahui semuanya” setelah itu yesung bungkam. Menutup mulutnya rapat-rapat dn membiarkan hyeri mengomel sepanjang perjalanan

***

“MWOYA? Kau ingin pindah dari universitas ini karena Heechul itu juga pindah? Kau gila?”

“aniyo” hyorim menggeleng mantap, hyeri menatap kearah hyorim ngeri

“apa ayahmu sudah tau?” hyorim mengangguk “dia tidak marah?” hyorim menggeleng, lalu tersenyum “ternyata semua benar huhh?”

“mwo? Benar apa?”

“gosip, bahwa kau berpacaran dengan Heechul itu?”

“haha..Binggo! kau sudah mendapatkan jawabannya”

“aigo” hyeri memegang keningnya, lalu kembali menyeruput mocca “sudah berapa lama?”

“mola” hyorim mengedikkan bahu, tiba-tiba ponsel hyorim berbunyi “yeoboseyo—aah heechul-ssi!”

“mwo?” Hyeri berbisik, dia tak habis fikir saudaranya ini ternyata berpacaran dengan dosen termuda! Hyorim menatap mata hyeri nakal lalu kembali menelfon

“arrasheo, sebentar lagi aku kesana—mwo? Aaah benar visaku sudah habis, baiklah akan segera kuurus—oke!—aku sedang bersama hyeri—nde! Arraseho, aku pergi sekarang”

“heechul?” tanya hyeri, disusul anggukan hyorim

“aku harus segera pergi, mianhae hyeri-ya” hyeri terkulai lemas di meja café

“aku ingin tidur”

“mwo?”

“aku ingin cepat tidur dan berharap ketika aku bangun ini semua hanya mimpi” hyeri mengambil mocca-nya dan mendahului hyorim yg masih merapihkan buku-bukunya

“heiiish! Ya!”

—–

Rae sedang makan siang di taman ketika melihat hyeri menggerutu hanya buku dan map-map yg mendengarnya, rae menghampirinya

“mana boleh dia seperti itu? Cihh..gila!”

“ehm…memangnya ada apa dengan dia? Sampai kau bilang dia gila?” kening hyeri mengerut

“rae-ya?” senyum hyeri sumringah “sedang apa kau…” rae tersenyum “sebentar, kau tak lagi marah denganku?” rae menunduk

“waktu itu aku hanya emosi”

“haha…emosimu benar-benar gila choi rae-ae”

“mianhae song hyeri” rae sedikit membungkuk

“ha! Aku bingung kenapa waktu itu kau begitu marah” rae bersemu

“gajja, temani aku makan” rae menyeret hyeri kemejanya “hey, kau tau dimana hyorim?”

“yeoja itu yg tadi kusebut gila”

“mwo?”

“kau tau hubungannya dia dengan heechul seonsengnim?”

“molla, wae”

“mereka berpacaran” bisik hyeri, sukses membuat mata rae membulat dan mulutnya terbuka

“jinja?” mereka terdiam “aaiiish…aku sudah menduga”

“menduga?”

“aku sudah tau kalau heechul dan hyorim sedang dekat,dan lihat..benar saja, mereka berpacaran” hyeri menyipitkan mata, lalu ponselnya berbunyi

“yeobseyo—ooh, sungmin-aah” hyeri melirik rae, lalu menutup telfon dengan tangannya “Ya! Aku terima telfon dulu” rae mengangguk lihat, itu pasti sungmin…aaaah rae-yaa jangan marah lagi dengan hyeri, yeoja ini tak salah,aku yg salah kenapa tdk memberitahunya kalau aku menyukai sungmin ucap rae dalam hatinya, hyeri kembali kemejanya “mianhae rae” rae mengangguk “bagaimana hubunganmu dengan kibum”rae mendongak

“molla..”

“kau mana bisa begitu…membiarkan hubungan kalian tidak jelas seperti ini, kau tak kasihan dengan kibum?”

“huh? Kibumpun sekarang jarang menelfonku, mungkin sibuk” rae mengedikkan bahu

“cepat urus hubunganmu dengan kibum” rae memandang hyeri bingung “aaah…baiklah, aku harus segera pergi”

“oke, terima kasih sudah menemaniku makan siang dengan fakta yg mengejutkan” rae tersenyum “dan aku minta maaf atas pertemuan terakhir kita” hyeri menaruh buku dan mapnya di meja llalu memeluk chingunya

“bogoshipposoyo Choi Rae-ae” rae membalasnya

“nado” mereka melepas pelukannya, hyeri pergi setelah beberapa langkah ia kembali menoleh

“aku hampir lupa, hyorim akan segera pergi meninggalkan kampus ini bersama Kim Heechul”

“MWORAGO?” rae berdiri “ini gila!”

“benarkan? Ini gila, akhirnya kau sadar”

“kapan ia pergi?”

“molla, seperti sehabis pesta pelepasan nanti, baik..aku pergi”

***

 

“mau sampai kapan kau terus bersikap seperti ini?”

“mollaseyo”

“mwo? Molla? Huhh…kau pikir hubungan kita ini permainan?”

“aku tak pernah bilang seperti itu kan?”

“tapi caramu yg mengatakan bahwa kau berpacaran denganku hanya bermain-main yesung-ssi”

“jinjayo? Mianhae, aku tak bermaksud” satu persatu airmata yoona mengalir “aku tak ingin melihatmu menangis”

“klau begitu jangan buat hubungan kita seperti permainan” yoona semakin terisak

“kalau begitu hentikan permainannya” ucap yesung yakin, yoona menutup mulutnya

“yesung-aah” ucap yoona lirih

“kau baik, kau perhatian, kau manis, kau sempurna yoona…” yesung menghentikan ucapannya “tak pantas berpacaran denganku, namja buruk, namja yg hanya bisa membuatmu menangis”

“kau tak pernah seperti ini, sebelum hyeri datang dan masuk ke kehidupanmu dan merusak semuanya”

“hyeri benar, jangan salahkan dia. Salahkan takdir yang tak mau berpihak padaku”

“mwo?”

“sudahlah, kau tak akan tau… mianhae yoona, kau harus mencari namja yg bisa membalas semua sikap sempurnamu… dan jangan menangis karena aku lagi, arrasheo?” yesung pergi meninggalkan yoona yg menangis sejadi-jadinya…

Diwaktu yang sama, hyeri sedang mengatur dekorasi untuk acara pelepasan yg akan diadakan 1 minggu lagi

“Hyaa!! Bukankah pianonya sudah kupesan terlebih dahulu sejak sebulan yang lalu? Kenapa dia membatalkannya begitu saja?”

“molla hyeri-yaa… td ketika aku ingin mengambilnya, ahjussi itu bilang kalau pianonya akan dipakai untuk theater 2 minggu kedepan”

“aigo…sudahllaaaah, pakai piano milikku saja” hyeri menengok ke arah sungmin yang datang entah dari mana -.-

“sungmin-aah”

“itu ide bagus hyeri-yaa” ucap chingu hyeri

“heiiisshh… tetap saja ini pelajaran untukmu, agar tidak teledor” hyeri memukul chingunya dengan map

“mwo? Teledor? Salahkan ahjussi pabo itu yg seenaknya membatalkan”

“ne, ahjussi itu salah. Tapi bukankah aku sudah menyuruhmu untuk memastikannya kemarin huhh?” chingu hyeri hanya diam “Ha! Diam kau sekarang, terlambat untuk berfikir. Cepat, tolong bantu yg lain menyelesaikan dekorasinya. Arrasheo?”

“nde…jeosonghamnida hyeri-yaaa”

“dasar”

“gajja, kau ingin makan?” ucap sungmin setelah chingu hyeri pergi

“aku lapar, tp tak bisa meninggalkan aula kan?”

“aku bawa makanan”

“jinja? Whoaaaa..gajja-gajja kita makan” hyeri terlihat senang karna sebentar lg cacing-cacingnya akan berhenti menggerutu, sementara hyeri duduk disalah satu kursi penonton, sungmin berlari ke mobilnya untuk mengambil makanan.

Rae yang baru saja datang, sangat senang melihat sungmin yg sedang berlari menuju parkiran

“aigo..s..sungmin? ha” rae terlihat sumringah, akhirnya setelah seminggu ini tidak melihat namja yg dicintainya dan sekarang begitu melihatnya semua tertebus. Melihat sungmin yg menggunakan pakaian yg sangat serasi, lalu rae melihat sungmin  yg membawa plastik dan kembali masuk ke aula, rae mengikutinya, ia membuat jarak yg cukup jauh namun masih terlihat, ia melihat sungmin yg memberikan semangkuk ramyon ke yeoja sebentar, seperti pernah melihat yeoja itu dan benar, yeoja itu adalah hyeri omonaaa! Mereka benar-benar, bagaimana bisa aku menahan semua ini, menahan untuk tidak marah melihat namja yg kucintai bersama chingu ku sendiri dan ini sangat menyakitkan! Rae kembali melihat sungmin mengaduk ramyon untuk hyeri dan mereka berbisik setelah itu mereka tertawa bersama aisshh…aku bisa mati karna sesak napas kalau terus berada disini. Dan akhirnya rae keluar. Sungmin yg menyadari rae yg mengikutinya sejak dr parkiran, matanya segera melihat ke arah td rae berdiri

“apa ia sudah pergi?” tanya hyeri, sungmin mengangguk “kau ini” hyeri memukul kepala sungmin menggunakan sumpit

“mwoo?”

“bagaimana bisa membiarkan yeoja yg kau sukai menahan sakit seperti itu huhh?”

“nanti akan ku balas rasa sakit itu hyeri-yaa” mereka kembali makan “lalu bagaimana td ceritamu? Kau bilang rae meminta maaf padamu?”ucap sungmin membuka pembicaraan,hyeri mengangguk “lalu…apa dia cerita kalau dia menyukaiku?” hyeri menggeleng

“aniyo, naah itu yg membuatku khawatir” sungmin menghentikan makannya dn menatap hyeri “kau yakin rae menyukaimu?”

“aiiissshhhh!!!” sungmin memukul kepala hyeri “mulrooon!!!! Waeeee?”

“darimana kau tau?”

“aku sudah bilang, kalau aku yg dengar langsung dari rae, ketika dia sedang berbicara dengan siwon. Puas?”

“arra..arra. sekarang masalahnya adalah kau harus benar-benar meminjamkan pianomu untuk acara ini nanti”

“cih”

“Ya! Sungmin-aaa, kau kan sudah janji tadi” sungmin terus makan “oke, aku akan berhenti membantumu” mendengar itu sungmin langsung tersedak

“HYAAAA!!!” sungmin kembali memukul hyeri, dan hyeri hanya meringis “awas kau! Akan kulaporkan pada yoona kalau kau begitu menyukai yesung!”

“sungmin-aaah” hyeri memelas “oke! Kalau begitu aku akan mengatakan pada siwon, kalau kau mengerjai rae”

“mwooyaaa” sungmin mengambil mangkuk ramyon milik hyeri “awas kau!”

“kembalikaaaan ramyonkuuu!”

“berjanjilah kalau kau akan terus membantuku”

“nde!” hyeri mengangguk semangat

“berjanjilah kau tidak akan mengatakan ini kepada rae dan siwon”

“dan kau harus berjanji tidak akan bilang kalau aku menyukai yesung, arrasheo?”

“oke” sungmin

“dan kau harus meminjamkan pianomu” ucap hyeri memohon, dan sungmin hanya menatap hyeri “jebaaaalll” ucap hyeri lagi sambil mengatupkan kedua tangannya

“hahahaha.. baikllaah..baikllaaah”

“aaaaaa…gomawoyoo Lee Sungmin-aaah” sungmin mengusap-usap puncak kepala hyeri

***

 

Seminggu setelahnya… acara pelepasanpun dimulai, hyeri, sungmin datang lebih awal karena ingin menyiapkan semuanya. Rae duduk baris ke-4 dari depan, agar bisa melihat hasil kerja keras chingunya. setelah beberapa lama acara ini berjalan, sesuatu yang mengejutkan terjadi, Sungmin naik keatas panggung menggunakan tuxedo putih dan berjalan ke arah piano, sungmin terlihat mempesona dimata rae. Dan jemari sungmin mulai bermain dengan tuts-tuts menghasilkan kombinasi nada-nada yang indah, alunan musik sangat membuat rae merasa nyaman tak menghiraukan kibum disampingnya, tak peduli apakah kibum menyadari kalau yeojachingunya sedang terpesona

“waiting, wishing that you would come close, come to me now, please take me with you… I have only seen you a few times but you keep coming out in my dreams… I feel like I’m going to tell you, I love you… love… you my love your figure I draw in my dreams”

‘Tuhan, kenapa dia begitu menjadi namja yg sedang jatuh cinta? Apa jangan-jangan…’rae clingukan mencari hyeri, tapi tak ada

“kau mencari siapa?” tanya kibum

“aniyo” rae memaksakan agar tersenyum dan kembali mendengar nyanyian lembut milik sungmin yg tiba-tiba berhenti

“mwoya? Apa jangan-jangan sungmin lupa lirik selanjutnya?” tanya kibum meremehkan

“kibum-aah” ucap rae lirih

“ehm..” sungmin berdiri dan memegang mic “gamsahamnida chingudeull, karna kalian sudah ingin tetap tenang mendengarkan permainan tutsku yang buruk” tawa ringan menyambut ucapan sungmin

“hey, dia bercanda? Permainannya benar-benar indah kan?” tanya eunhyuk yg duduk disamping kibum

“telingamu tidak berfungsi dengan baik ya huhh?” kibum meledek

“…lagu tadi belum selesai ku nyanyikan” ucapan sungmin membuat pertanyaan ‘wae’ dan ‘mwo?’ dikalangan penonton, dan hyeri pun keluar dr samping panggung dan duduk di bangku depan bersampingan dengan hyorim dan Heechul “hey, kalian bercanda? Aku tidak akan bernyanyi lagu ini sendirian” ucap sungmin

“aaaah, itu dia hyeri… ooh ternyata bersama hyorim disana” rae melihat hyeri yg baru datang dan kembali duduk tenang

“dengan segala permintaan maaf, aku mohon Choi Rae ae agar naik keatas panggung” ucap sungmin disusul para penonton yang ber’wae dan ber’ooh-ria. Rae bengong, kibum menengok kearah rae, lalu rae menengok kibbum menggelengkan kepala aku-tidak-tahu atau ini-bukan-salahku

“sekali lagi, saya mohon kepada nona Choi rae-ae agar naik ke atas panggung” mwo? Apa pendengaranku rusak? Siapa yg dia panggil? Kenapa aku? Apa aku melakukan kesalahan sampai dia ingin mempermalukan aku didepan semuanya? Dia gila! Rae masih duduk sampai semua penonton yg duduk didekat rae membujuknya agar naik ke atas panggung

“Ya! Palliii, kau tuli? Cepat naik ke atas” bujuk eunhyuk

“rae-yaaa, palli…”siwon memohon dari bangku didepannya, rae masih memandang kibum

“cepat, naik keatas”

“mwo?”

“aku yakin semua akan baik-baik saja…bahkan bertambah baik” kibum tersenyum

“kibum-aah” rae lirih, dan kibum mendorong rae keluar dr barisan bangku. Dan rae segera naik ke atas panggung secara perlahan

“kau gila?” tanya rae berbisik kepada sungmin yang menjemput rae di pojok panggung, sungmin menggeleng

“bogoshippo” ucap sungmin dengan berbisik pula, rae yakin mukanya berubah warna sekarang, bayangkan namja yg kau sukai memanggilmu dari atas panggung dan menyuruhmu agar naik ke atas lalu mengucapkan bogoshippo. Sungmin menuntun rae agar berdiri disamping pianonya dan sungmin kembali duduk untuk kembali berkutat dengan tutsnya ini gila! Masih bagus aku disuruh naik untuk bernyanyi bersamanya, ini? Aku malah disuruh berdiri disamping pianonya melihatnya dengan jarak sedekat ini, apa dia ingin memberitahuku bahwa dia terlihat sangat tampan dari sini? Kau tahu, aku tak brani menatap ke barisan penonton, tak brani menatap kibum, hyeri, hyorim, Heechul sonsengnim, bahkan siwon oppa yang ikut datang, aku yakin ini mimpi. Ini terlalu gila untuk menjadi sebuah realita

 

“please be my baby..whenever I think about you, I go crazy….” Sungmin kembali bernyanyi diiringi permainan pianonya yang indah kali ini sambil menatap rae dalam..tatapannya sangat menembus setiap bilik dalam organ tubuhnya dan menetap di hatinya, membuat rae sangat lemas karena tatapan sungmin

“cause I want to have you..be my lady…ooh please be my lady I will give you my love and I will never make you regret, I promise…” alunannya terus merendah dan berhenti, lalu apa yg harus aku lakukan? Sungmin berdiri, disambut tepuk tangan riuh. Lalu dia mengeluarkan tissue lalu mengubahnya menjadi setangkai mawar merah merekah yg sangat indah

Rae POV

“rae-ya…” Degh..Degh.. “aku menyukaimu…”

to be continued~

ff | late to loving you

I’m late to loving you

Thor: @hyerikimelf

Cast: Lee donghae, Jang Mi-chi

Genre: romantic, sad(?)

Length: oneshot

 

Taa~daa^^ pertama terima kasih kpd yg terkece admin yg udah mau ngepost ff ini^^ selamat membaca, mianhamnida karena ada beraneka typoo didalam ff ini. cerita yg semrawut menjadikan ff ini begitu nista *apadeh*

Happy read *tebarbunga*

 

-10 september 1998

 

mi-chi POV

“dasar! Bocah bodoh” donghae mendorongku hingga akhirnya lagi-lagi aku masuk ke kubangan “haha! Rasakan!! Jangan ikuti aku lagi! Dasar, monster balon besar” dan dia pun lari

 

“donghae tidak jahat! Dia hanya tidak suka aku ikuti!”

“makanya jangan mengikutinya lagi! Pantas saja kau terus-terusan dibilang bodoh!!” begitu terus ucapan kakak tiriku

 

-15 september 1998

Aku datang… lampu rumahnya sudah gelap. Tentu saja, pestanya sudah usai kurasa. Lagipula sekarang sudah jam 8 malam. Aku melempar bingkisan kecil sampai ke depan pintunya lalu kembali pulang, kerumah ku yang tepat disebelah rumahnya.

“saengil chukkae hamnida, saengil chukkae lee donghae. Diumurmu yang ke 11 tahun. Aku harap kau bisa menyukaiku”

 

Author POV

14 years later..

 

-15 september 2011

“saengil chukkae hamnidaa..saengil chukkae lee donghae-ssi! Diumurmu yang ke 25 tahun aku harap kau bisa mencintaiku” fuuuuhh… michi meniup lilin untuk yang ke 13 kali sejak ulang tahun donghae yang ke 11. Lalu dia tersenyum didepan foto donghae “kau terlihat semakin tampan” beginilah cara michi merayakan ulangtahun namja yg ia sukai selama 13 tahun lamanya, lalu michi bergerak ke arah jendela dan terlihat donghae yang sedang ngobrol dengan saengnya di kamarnya “apa kau masih tidak melihatku?” menatap donghae sendu, “cepatlah..sebelum semuanya terlambat” lalu menutup jendela kamarnya

 

2 hari kemudian dimokpo…

“arra..arra” donghae mengibas-ngibaskan tangannya ke ibunya tanda mengerti “aku sudah besar”

“ohh..tenang saja, jika ia tidak bisa makan juga, ku buat kau menjadi makanan kami” ucap kyu

“heiish” donghae mendorong kyu

“nde! Ikan mengandung banyaaak protein” dilanjutkan oleh eunhyuk, dengan siap donghae menurunkan topinya sampai melewati mata eunhyuk

“hati-hati! Eomma berjanji tak akan berhenti membeli album terbaru kalian, sampai eomma mendapat fotomu”

“haha!! Kerja bagus eomma” donghae mengacungkan jempolnya, hyuk dan kyu masuk kemobil, donghae masih memasukkan tas ke bagasi dan kegiatannya berhenti ketika melihat yeoja keluar dari rumah tepat disebelah rumahnya, yeoja itu mengunci pintu, menengok sebentar ke arah donghae lalu pergi

“ya! Apa kau kehabisan napas karna terlalu lama di darat? Palli!” ucap kyu, donghae menghampiri eommanya

“eomma tau itu siapa?”

“mwo? yang mana?”

“yang baru saja keluar dari rumah sebelah”

“hiish… bodoh! Itu temanmu sejak kecil!”

“mwo?”

“aah.. pallii..pallii kau bisa terlambat” donghae eomma mendorong hae masuk mobil. Disepanjang jalan donghae terus memikirkan yeoja itu. Jika dia teman kecilku setidaknya aku mengingat namanya, atau aku ingat kalau kita pernah main bersama, tp kenapa tidak? Apa aku hilang ingatan?. Ucap donghae dalam hati.

 

Donghae POV

 

2 month later…

Aku meninggalkan kegiatan super juniorku untuk kembali ke mokpo. Bingo! Untuk melihat yeoja itu lagi. Aku duduk di halaman rumah, sesekali memandang langit yang agak berawan

“apa dia tidak keluar rumah? Atau dia belum pulang kerumah?” aku berbicara sendiri entah pada siapa. Samar aku melihat yeoja menggunakan setumpuk baju hangat dan hoodie, semakin dekat..dan YUP! Itu dia, aku segera bangun dari kursi. Dia melihatku, lalu menunduk lagi dan mempercepat langkahnya, aku mendekat ke pagar pendek yg memisahkan rumahku dan rumahnya, dia membuka pagarnya secara terburu. MWO?

“Hyaa!!” aku teriak, dia berjalan cepat menuju pintu “Hya! Tunggu!” dia membuka kunci, heiishh… aku akhirnya melompati pagar yang tingginya hanya se pinggangku saja, dan dengan gesit menahan pintu rumahnya “Hey! Kau tak tahu kalau aku memanggilmu sejak tadi?” aku hanya melihat mata kanannya berwarna biru cerah, dan dia mendorong pintunya “Ya! Ya!” BRUK. Dan pintu berhasil tertutup

 

malam harinya aku kembali duduk sambil makan sepotong roti, menunggu yeoja itu keluar. Dan tak lama kemudian, dia keluar. Aku langsung menaruh roti dan melompati pagar, dan menghadang dia tepat didepannya “hey! Kena kau sekarang” dia menunduk, aku mencoba mendapatkan matanya, dia terus mengelak lalu mencoba pergi tapi selalu aku tutupi jalan untukknya “Hey, gunakan pita suaramu! Apa kau membiarkan pita suaramu membusuk?”

“hmm? Apa aku pantas memamerkan suara burukku didepan anggota super junior?” ahh akhirnya…

“siapa namamu?” ia memandangku, kulihat dengan jelas pijar bola mata birunya bahkan mengalahkan cahaya lampu didepan rumahku

“siapa namaku? Kenapa kau tidak mengenalku?”

“mwo?”

“kau lupa ingatan?” aku mengedikkan bahu, dan dia kembali menunduk

 

Michi POV

Sungguh mengerikan! Rutin aku merayakan ulangtahunnya, ternyata dia malah tidak mengenaliku

“uhm..mian kalau aku melupakanmu, tapi sungguh aku benar-benar tak mengenalmu” aku kembali menunduk, malu. Membodohi sikapku selama ini..

“ya yeoja!” dia membentakku, dan aku benci itu

“apa SMent hanya mengajarkan menari dan menyanyi? Sehingga kesopanan tak lagi ada dimata seorang Lee donghae, anggota grup yang diyakini berhasil membawa musik K-pop ke dunia?” aku berjalan mamutar lalu keluar dr halaman rumah

“ini curang, kenapa kau mengenalku tapi aku sama sekali tidak tahu siapa kau”

“hufhh..sungguh mengenaskan dirimu jang michi” ucapku berbisik

“mwo? chi? Nuguya? Namamu? Chi?  Achi? Sachi?” aku kembali mengasihani diriku ketika donghae malah menebak-nebak siapa namaku “riichi? kichi? Kimchi?”

 

Donghae POV

“Richi? Kichi? Kimchi?…haa!!” aku menahan nafas “ohh mianhamnida.. aku tidak bermaksud menyamakan namamu dengan kimchi” aku melihat tatapan yeoja ini, ketika tadi berpijar indah sekarang lebih nyala lagi, bahkan menyilaukan(–“) yeoja itu berjalan meninggalkanku

“HYA! YEOJAA!” dia berbalik

“terserah panggil aku apa! ichi, achi, kochi,richi. Huaatchiii!!” aku kaget, dia bersin. Apa dia sakit, aku tertawa, lucu sekali. Dia mengelap hidungnya dengan sweater yang ia kenakan “atau kau bisa memanggilku dengan yeoja!” dia lalu pergi. Paling tidak, aku sudah tau nama akhirnya adalah –chi. Cih, bodoh! Apa gunanya nama akhiran? Ckck… pabbo!! Aku memukul kepalaku sebagai balasan kenapa begitu bodoh.

 

“Ya! Wae?” saengku datang secara tiba-tiba, melihat aku yg sedang menengok ke arah rumah yg tepat ada di samping rumahku

“aku ini bodoh atau apa..kenapa aku bisa-bisanya tidak mengenali yeoja yg tinggal dirumah itu” donghwa ikut menengok kearah yg sama denganku

“memangnya kenapa?”

“mollaseyo…yeoja dari tetangga sebelah benar-benar memukau, dia lebih terang dari yg sedang berkelap-kelip”

“cihh! Kau tidak mengenalnya?” aku menggeleng “aiishh..kalau begitu kau bodoh” lalu donghwa keluar dari kamar, aku benar-benar bodoh. akhirnya aku keluar rumah, berjalan kesekitar rumahku, mengenakan 2tumpuk kaos dan jaket musim dingin, berjalan di sekitar pantai, mendengar desiran ombak, akhirnya aku duduk di tepi pantai melihat beberapa perahu penangkap ikan yang sudah menepi

“Ya! Lee donghae” aku menahan napas ketika aku tahu, orang yg memanggilku adalah yeoja itu

“kau?” aku menggeser agar yeoja itu bisa duduk disampingku

“apa yang kau lakukan disini?” dia duduk disampingku, baunya sangat kusuka, aku menengok kearahnya

“sudah berapa lama tinggal di mokpo?”

“hmm? Sejak aku lahir” aku kembali melihatnya

“mwo? sejak lahir? Lalu kenapa aku tidak mengenalmu?” dia tertawa kecil “apa ucapanku lucu?”

“sama sekali tidak, bukan ucapanmu yang lucu, tapi kelakuanmu”

“mwo?”

“apa superjunior tidak mempunyai cukup kegiatan, hingga kau bisa berlama-lama di mokpo?”

“aku hanya..” menatapnya lagi, mengaggumi keindahan karya Tuhan “kenapa kau begitu cantik?” aku berdesis,

“mwo? hanya apa”

“aku hanya…” membangunkan lamunanku sebelum terbius terlalu parah ke oleh sesuatu yg yeoja ini punya “hanya merindukan makam appa, merindukan deburan ombak, merindukan mokpo, dan akhirnya aku menemukan sesuatu”

“menemukan apa?” kali ini ia menatapku, sorotan matanya, helaian rambut yang ia biarkan tertiup angin, membuat aku semakin terbius sekaligus membodohi diriku sendiri kenapa aku tak mengenalnya sejak dulu

“aniya” aku menunduk “kenapa kau keluar tengah malam huhh?”

“aku suka pantai, aku suka suasana tenang dan karena aku mencintai mokpo dimalam hari”

“aku juga” kami terdiam

“bagaimana seoul?”

“tak seindah mokpo”

“jinja? Berterima kasihlah kepada seoul yg berhasil membuatmu menjadi super junior”

“selalu… bagaimana dengan kau? Kau pernah kesana? Kau menyukai seoul?”

“tidak, aku tidak menyukai seoul”

 

Michi POV

Karena seoul berhasil membawamu pergi, sehingga aku tak lagi bisa memandangmu tiap hari

“wae?”

“kau tak perlu tahu, baiklah” aku berdiri “aku pulang”

“aku ikut” donghae membuntutiku dari belakang “hey!” panggilnya, aku pura-pura tak mendengar “bisakah kita terus mengobrol seperti tadi?” tidak, tidak bisa. Aku tidak menjawab “hey, bisakah kita pergi bersama besok?” aku diam. Berdegup. Perlahan senyum mengembang di wajahku. Akhirnya…

 

——

 

 

Author POV

“aaaahh…kau terlihat cantik”

“jinjaa?” michi tersenyum malu “gomawo” michi berjalan lebih dulu

“bisakah kau berjalan perlahan? Kau selalu meninggalkanku dibelakang”

“bukan aku yang meninggalkanmu, tapi kau yang terlalu lama. Lagi pula sejak umurku 20 tahun aku tak suka berlama-lama” donghae berusaha menyamakan langkahnya dengan michi “kau tahu, ketika kau bergerak terlalu lama kau akan ditinggal, dan akhirnya akan tertinggal” aku pernah terlalu lama menunggumu lee donghae, terlalu lama selalu berada dibelakangmu, sampai akhirnya kau jera dan selalu mendorongku ke selokan, dan aku tak suka itu, hanya saja saat itu aku terlalu bodoh untuk diam saja ketika terjatuh dan terus terjatuh, makanya sekarang aku tidak mau berada dibelakangmu, aku takut tidak hanya mendorongku ke selokan tapi kau malah mendorongku ke jurang dan aku tak bisa melihatmu lagi, aku takut hal itu. Ucap michi dalam hati

“Yaa!!” donghae teriak, michi berhenti berjalan dan menegok kearah suara berasal “aiisshh kau ini” donghae memegang tangan michi

“mwoya?”

“paling tidak aku harus berjalan sejajar denganmu” michi tertawa, senang. Karena akhirnya donghae bisa melihatnya sekarang “kau ingin memakan ice cream?” michi mengangguk.

 

Michi POV

“kau ingin makan ice cream?” aku mengangguk semangat. Bahkan aku akan tenggak racun jika itu yang akan kau berikan. “ingin kemana lagi setelah ini?”

“mollaseyo, sepertinya kota mungil mokpo sudah semua kita kunjungi selama 4 hari ini” ucapku sambil menjilat ice cream

“ahhahhaha….” Donghae tertawa lepas, aku sering melihatnya tertawa sejak berumur 7 tahun, tapi tak pernah dengan jarak sedekat ini. apa ini? kau tau? Yang didepanku sekarang, seperti malaikat, tapi aku meragukannya karena namja yg didepanku begitu bodoh! Bahkan sampai saat ini ketika kami sudah mengelilingi mokpo selama 4 hari dia belum juga tau siapa namaku! Ehm..mungkin namja ini adalah malaikat yang belum di revisi ulang, sehingga mengganggu kelancaran otakknya dalam berfikir, dan merusak sistem jaringan memory jangka panjangnya. Atau dia adalah satu-satunya malaikat yang tidak mempunyai hardisk dalam ingatannya, ataaauu hardisknya hanya 600MB -.- buruk? Ya..sangat buruk! Bayangkan kami sudah berteman sejak lahir, tapi ia sama sekali tak mengenaliku, nah ini yang ambigu dia tidak mengenalku atau dia melupakanku?. Entahlah dua-duanya terdengar buruk.

 

 

Donghae POV

Setelah 4 hari berjalan bersamanya, ditambah hari ini kami bersama selama kurang lebih 6 jam, hanya memakan ice cream dan bermain di pinggir pantai membuat aku merasa, yeoja itu sudah merasuk menjadi bagian dari tubuhku. Peringkat ke3 setelah Tuhan, appa dan eomma, bahkan berhasil merebut posisi ELF. Aku merasa yeoja itu penting.

“Ya!” aku memanggilnya, aku tak tahu siapa namanya, bahkan sampai detik ini, aku merasa malu jika harus menanyakan siapa namanya, karena dia bilang bahwa kami adalah teman sejak kecil

“mwo?” sahutnya dari dalam halaman rumahnya

“besok aku akan kembali ke seoul”

“arraseho! Bukankah kau pernah bilang kalau super juniormu sedang comeback album ke lima, apa tadi namanya?”

“Mr. simple! Bisakah kau membeli albumku? Ada satu lagu hasil karyaku”

“jinja?”

 

Michi POV

Kau bercanda? Tentu aku sudah membelinya sejak pertama rilis. Aku menyukai karyanya, sangat hebat. Ketika aku tahu salah satu anggota super junior adalah donghae yang aku suka sejak umur 7 tahun, mana mungkin aku bisa tidak peduli dengan super junior? “lalu ?”

“kau tidak menawarkan diri untuk mengantarku sampai kestasiun?” dia ingin aku mengantarnya?

“baiklah” aku masuk begitu saja kedalam rumah, ingin segera menyalakan kembang api yang dari tadi meluap-luap.

 

 

——-

 

Akhir Mei 2012 di Mokpo…

 

Author POV

Donghae turun dari mobil setelah terakhir kali menginjak mokpo pada september taun lalu dan setelah konser tur dunianya berakhir, ia memutuskan untuk kembali ke mokpo. Mengunjungi makam ayahnya dan tentu saja melihat gadis yang sudah sangat ia rindukan. Ia terus memandang pintu rumah michi, berharap yeoja yg ia cintai akan keluar. Dengan menggenggam kotak kecil berwarna merah berisikan cincin untuk michi, sebagai tanda pengikat.

15 menit…

 

25 menit…

Akhirnya, ia jera, ia memutsukan untuk mengetuk pintu rumanya.. sekali…dua kali—25 kali tetap tak ada balasan

“eodiseo?” donghae gugup, takut sesuatu yang buruk terjadi

“donghae?” ia mendengar suara yeoja, ia harap itu michi

“eomma?” ternyata bukan, donghae menghampiri eommanya memasukkan kotak kecil itu ke saku mantelnya “eomma tau kemana orang yang tinggal dirumah ini?” menunjuk rumah michi “apa mereka pindah rumah?”

“aaahh… mereka masih tinggal disini, wae?” donghae menggaruk kepalanya

“anieyo, aku ada sedikit urusan” lalu mereka saling diam “baik…aku masuk kerumah dulu” donghae masuk kerumahnya

 

Malamnya…ia kembali duduk ditempat ia pertama kali berbicara dengan michi, berharap bisa mengulangnya, kotak kecil berisi cincin ia bawa.

“ooh…ternyata ada ikan yang terdampar disini” donghae berdegup

 

Donghae POV

Aku menengok, dan benar!

“NEOOO!!” aku memeluknya, erat..tak ingin melepasnya “kau kemana? Aku menunggumu seharian…aku mengetuk pintu rumahmu, tapi tak ada. Dan aku menunggu jendela kamarmu menyala” aku melepas pelukanku “kau berhasil membuatku hampir seperti orang yg kewarasannya sudah hilang!” ia tertawa…aku senang melihat tawanya..sungguh

“kau ini! memangnya aku harus selalu berada didalam rumah huhh?”

“memangnya apa yg kau lakukan seharian? Huhh?”

“apa kau pikir aku tak punya kegiatan? Huhh?”

“ya tentu punya, tapi apa kau tidak pulang kerumah? Sewaktu rumah itu berisi kau, rumah itu seperti kosong, apalagi ketika kau tidak ada dirumah, rumah itu persis seperti rumah hantu! kau ini!!”

“ya tentu saja! Rumah itu kan hanya aku yang mengurus!”

“hanya kau?” ini aneh “kemana orangtuamu? Kakakmu? Atau kau tak punya keluarga?”

“ia benar! Aku tak punya keluarga, ibuku meninggal ketika melahirkanku, kakakku? Itu kakak tiriku, dan dia pergi meninggalkanku ketika ayahku dan ibunya mati karena kecelakaan. Dan sejak umur 15 tahun aku mengurus rumah itu sendiri, pantas kan kalau rumah itu seperti rumah hantu” mwo? hatiku teriris… saat ini aku kembali tak yakin kalau aku dan dia adalah teman sejak kecil. Jika benar, kenapa aku sama sekali buta tentang dirinya.

 

Aku mendorong kotak kecil berisi cincin semakin dalam di mantelku, meragukan diriku sendiri dan belum mampu menjawab ‘apa aku pantas menikahi yeoja yg bahkan aku tak tau siapa namanya, apa aku pantas menikahi yeoja yg bahkan aku tak tahu sama sekali kehidupannya, dan latar belakang keluarganya, apa aku pantas?’ jawabannya pasti tidak, tapi aku belum menjawabnya karena aku benci jawaban itu. Aku mencintainya, dan ingin menjadikan dia istriku, dan ingin mengubah apapun marganya menjadi ‘Lee’

“kenapa kau diam? Apa otakmu baru bisa digunakan huhh?” dia duduk

“mianhae…” ucapku lirih, aku duduk disampingnya

“gwencanha” dia tersenyum… “lalu…? Apa yang membawamu kesini?”

“kau” ucapku singkat, raut wajahnya menunjukkan kebingungan

“naega?” aku mengangguk

“Ya, yeoja” panggilku, aku mengeluarkan kotak cincin itu “kau tahu, saranghae” tepat ketika aku membuka kotak kecil dan menunjukkan sesuatu yg indah didalamnya

 

Author POV

Michi memalingkan wajah, sambil tersenyum kecil

“jinja?”ucapnya ketika kembali menatap donghae, donghae mengangguk kecil “kalau begitu kita sama” lanjut michi

“mwo?”

“nado saranghae lee donghae ssi” bahkan rasa ini jauh lebih besar dari yang kau miliki untukku, aku yakin itu. Karena rasa ini ada sejak aku berumur 13 tahun dan tetap ada sampai sekarang ucap michi dalam hati, tapi michi malah menjauhkan kotak cincin dr hadapannya seakan tak sama apa yg diucapkannya

“jinja?” donghae sumringah, donghae merengkuh michi kepelukannya “ayo menikah, dan pergi ke seoul, aku akan mengenalkan kau dengan keluarga super juniorku disana. Aku tak ingin berpisah denganmu lagi” aku melepas pelukannya “kau tahu, aku tak ingin apa yg kurasa td siang kembali lagi! Kau harus tetap berada disampingku! Arrasheo?” michi mengangguk, dan kali ini michi yg memeluk donghae aku ingin terus seperti ini. benar. Aku ingin terus bersamamu, seperti ini entah sampai kapan. Ini adalah harapanku ketika kau ulangtahun lee donghae-ssi. Saranghae donghae-ssi ucap michi dalam hati sambil terus memeluk donghaenya, seakan tak ingin melepasnya, melepas sesuatu yg ia kagumi selama 13 tahun lamanya…

 

 

——–

 

 

“pagi nyonya Lee” donghae berdiri tepat didepan rumah michi, michi tersenyum “bunga untukmu”

“jinjaa? Aiishhh…neomu yeppeo”

“yeppeo? Huhh? Kau bohong, tak ada yg lebih cantik dibanding kau” michi tertawa renyah “mau kemana hari ini?”

“aku adalah seorang pekerja lepas, kau tahu?” donghae mengangguk

“perlu kuantar?” mereka berjalan beriringan di halaman rumah

“tidak perlu, tuan Lee” ucap michi mengelus pipi donghae “kembali ke seoul, aku tahu hari ini kau sedang merencanakan sesuatu untuk album ke6mu”

“huhh? Kenapa kau sangat ingin aku kembali ke seoul?”

“hey, bernyanyi dan superjunior bukan pilihan! Itu adalah takdir, pergilah. Nanti aku akan ke seoul”

“mwo? kau ke seoul? Untuk apa? tidak perlu”

“huhh? Wae?”

“kau adalah gadis mokpoku! Kau hanya perlu ada disini, dan harus ada ketika aku kembali ke mokpo arrasheo?” michi mengangguk “baik, aku akan mengantarmu”

“ohh, sungguh tak perlu. Teman kerjaku banyak terus membicarakan kau, aku cemburu”

“jinja?” michi mengangguk

“aku berangkat! Kau! Cepat selesaikan urusanmu di seoul dan cepat kembali, aku akan sangat merindukanmu” donghae tersenyum, michi mengecup bibir donghae sebentar lalu pergi. Ia merasa sangat senang, akhirnya penantian 13 tahunnya tidak sia-sia dan berbuah sangat manis….

 

2 hari kemudian…

Donghae kembali turun dari mobil, turun tepat didepan rumah michi. Ia melihat michi sedang mengelap kaca luar, donghae mengendap-ngendap dan memeluk michi secara perlahan dari belakang

“annyeonghaseo!” bisik donghae, michi menengok

“aiishhh! Mengagetkanku saja!” michi menyipratkan hae air “sedang apa disini? Huhh? Hanya untuk membuatku terkejut? Huhh?” michi berbalik, dan donghae kembali melingkarkan tangannya dipinggang michi

“kau! Terlalu cantik untuk menjadi seorang gadis yg hidup sendirian” michi tersenyum “kau sudah makan?” michi mengangguk “jeongmal?” kembali mengangguk “baguslah” donghae merapatkan kepala michi ke dadanya yang bidang “bogoshippo”

“uhmm…nado” donghae mengecup bibir michi

“jeongmal saranghae nona Lee” hae kembali mengecup bibir michi, agak lama dan saling membalas terbuai ke dalam ciuman hangat “jangan pernah pergi, arrasheo?” michi tersenyum lalu melepas pelukan “kau masih memakai jas? Pulanglah, ganti pakaianmu”

“hei..” donghae mengeluarkan kotak cincin “maukah kau memakai cincin ini?” michi tertawa kecil “simpan senyuman yg selalu membuatku merasa terbunuh! Cepat jawab!” michi tertawa

“nanti akan kujawab”

“nanti? Kapan?”

“umm… 5 hari lagi” donghae mengernyitkan alisnya

“kenapa 5 hari lagi?”

“hari spesial” lagi-lagi donghae merasa seperti orang bodoh yg tidak tahu apa-apa tentang kekasihnya

“ulangtahunmu?” michi mengedikkan bahu, lalu mendorong donghae

“cepaaat…ganti pakaianmuuu!!”

 

 

——–

 

 

“annyeoong, nona Lee!” michi menengok

“ada apa tuan Lee?”

“memotong rumput”

“tidak bekerja?” michi menggeleng

“kau? Bagaimana super junior?”

“tadi aku menelfon hyung, dan semua baik-baik saja” donghae bertumpu pada pagar rumahnya “kau terlalu cantik untuk memotong rumput” michi tertawa “perlu aku bantu?”

“aniyaa!! Kau terlalu istimewa untuk memotong rumput” donghae tertawa, perasaannya sangat senang.

“hei! Apa kau dapat undangan pernikahan?” pertanyaannya membuat michi terkejut, dan diam sejenak lalu kembali memotong

“tidak ada. Wae?”

“ohh… mau datang bersamaku?” michi kembali diam, cemas? Donghae tidak melihatnya karena michi memunggungi donghae

“kapan? Temanmu ketika sekolah?”

“5 hari lagi! Benar sekali! hey, kenapa tepat saat kau ingin memberikan jawaban untukku?”

“ahahahha..hanya kebetulan”

“kalau begitu, kita datang bersama?”

“aaahh…jam berapa?

“sekitar, pukul 4 sore”

“aahhh.. andwee, aku harus kerja”

“hmm.. tidak bisa?”

“kau dtang, aku akan menyusul” michi tersenyum ramah, donghae mencubit pipinya

“kalau begitu, kita harus membeli pakaian”

“mwoya? Untuk apa? tidak perlu”

“hya! Hya! Aku ingin kekasih seorang lee donghae, anggota super junior harus terlihat lebih cantik dari yg lain” donghae mengusap rambut michi

“aku pasti akan menjadi yg tercantik saat itu lee donghae-ssi” donghae menggenggam tangan michi erat, seakan tak ingin berpisah

 

 

——-

 

 

5 hari kemudian….

“donghae, pallii! Kita hampir terlambat”

“nee..eomma pergi dulu, aku akan berangkat dengan seseorang”

“mwo? nugu?” donghae mengedikkan bahu “aiishh.. baiklah, eomma berangkat”

“ndee!” donghae memilih jas yg paling bagus, bukan karena ingin menghadiri upacara pernikahan, tapi karena ingin menyematkan cincin di jari yeoja tercintanya, sekaligus berkata kalau ia menyerah dan ingin tau siapa nama yeoja itu. Ia pergi dengan mobilnya, tak lupa membawa kotak cincin dan tak sabar ingin segera bertemu yeojachingunya.

 

Ia memakirkan mobilnya dan segera berjalan ke arah gereja, ia mendengar pastur sedang membacakan isi alkitab tentang pernikahan. Ia berjalan perlahan, menunggu kekasihnya, ketika si pengantin pria sedang mengucap janji suci, ia tersenyum, berfikir. ‘sebentar lagi akan aku bacakan janji itu dan tidak akan mengingkarinya’

 

Akhirnya ia masuk ke dalam gereja dan duduk disamping eommanya

“ya, aku bawa…sebuah cincin sebagai pengikat” Ucap pengantin pria, beberapa lama kemudian, ia melihat pengantin wanita yg menyematkan cincin ke jari pria disusul tepuk tangan dr para undangan, donghae pun ikut bertepuk tangan

“dengan ini, kang gyujung resmi menikahi Jang Michi, semoga Tuhan selalu memberkahi kalian” mwo? michi? Chi? seperti tak asing lalu pengantin membungkuk kepada para undangan, donghae berusaha melihatnya. Michi mengedarkan pandangan, dan menemukan donghae, ia tertegun dan mengangguk sekali lagi.

“mwo?” seketika itu juga seluruhnya seperti berhenti. Ia seakan tak lagi percaya dengan matanya

 

 

——–

 

 

Mata donghae sembab “mianhamnida, lee donghae-ssi” donghae membuang mukanya, air mata tak berhenti mengalir “aku mencintaimu, tapi maaf, aku tak bisa hidup denganmu” michi memegang pipi donghae dan mengarahkan wajah donghae kehadapannya, michi memandangi mata, hidung, bibir milik donghae “kau terlalu sempurna untukku”

“tapi aku benar-benar mencintaimu michi-yaa” michi tersenyum

“aku senang kau bisa mengatakan, kalau kau mencintai michi”

“kau sekarang sudah menjadi kang michi huhh? Tidak buruk, tapi akan lebih baik menjadi Lee Michi” donghae tertawa tp tetap menangis “kau, monster balon besar, hari ini benar-benar cantik dr semua yeoja yg hadir” michi menunduk menyembunyikan air matanya

“mianhamnida donghae-ssi”

“saranghamnida Jang michi” michi tak mampu menjawab

“boleh aku memakaikan cincin ini? menciummu? Dan memanggilmu sebagai nyonya lee untuk yg terakhir?” michi terisak dan mengangguk, dengan gemetar donghae melepas cincin yg ada di jari manis michi dan memakaikan cincin miliknya, lalu mencium tangan michi. Michi terisak “kau benar-benar cantik nyonya lee” mengusap pipi michi lembut, menghapus airmatanya, mendekatkan wajah mereka satu sama lain dan donghae mencium bibir michi lembut, bibir mereka bertautan satu sama lain. Melupakan bahwa michi bukan milikknya….

 

 

 

-Finish^^

 

Gamsahamnidaa sudah mau membaca ff ini^^ mian ya kalau ceritanya ancur, feellnya gga nancep(?) dihati pembaca… thor hanyalah istri yesung yg sederhana#plak I hate silent readers, so COMMENT PLEASE!!!!

ff | Can u be mine? (part.8)

Author: hyesungiie (@hyerikimelf)
Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Hiiaaaa ^^ llangsung baca aja ya

Sebellumnya di avatar*lloh?

Can u be mine? Part.8 start ini here  HAPPY READ yaaaa-
Aku berjalan lunglai menuju kelas hyorim berniat ingin mengajaknya pergi, tapi ternyata dia sedang sibuk bermain monopoli dikelasnya bersama yg sering dibilang seonsaengnim muda disni kim heechul, bagaimana bisa mereka bermain monopoli di dlm kelas?
“hyorim-ah” sapa ku lemas di depan pintu
“eeh.. rae?” heechul menengok ke arahku
“aaah, kau chingunya hyorim kkan? Ggaja, masuk” ajaknya, mereka ini… sperti dirumah saja
“wae rae-yaa?” suara hyorim terdengar begitu panik melihat keadaanku, aku duduk di meja di sampingnya
“nae..hiks..naee” aku kembali menangis
“mwoooragooo? Wae?” hyorim semakin panik, berdiri dan menghampiriku
“….”aku hanya terdiam
“gwaencanhayooo?” tanya hyorim
“bisa kita pergi keluar?” tanya ku
“ndee, mulroon rae-yaa” hyorim mengambil tasnya “aahh, heechul-shi, mianhae permainan ini di hentikan. Aku akan pergi bersama rae, arra?”
“ndee, arrasho.. pergilah”
“ndeeee, aah heechul-sshi, jangan lupa makan” hyorim terdengar sangat perhatian dengan seonsaengnim, aku turun dr meja dan melangkah ke pintu
“neee, my yeoja!” jawab heechul, aku menengok ke arah mereka,
“aiiishhh!! Psssttt!!!” hyorim mengacak-acak rambut heechul. Aaah…mereka seperti menyembunyikan sesuatu.

“…huuaaaahhh, eotteohkkee?” tanya hyorim
“molla…” jawabku lalu menunduk
“aku bingung..”
“mwo?”
“kenapa kau marah…”
“jelas aku marah hyorim-aah, apa maksud hyeri dekat-dekat dengan sungmin!” aku memotong ucapan hyorim
“dengar aku duluuu!”
“nde..” aku menunduk
“kenapa kau marah dengan hyeri, apa hakmu marah-marah dengannya..”
“mwo? Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa hakku? Tentu saja..” aku berdiam, ragu melanjutkan ucapanku. Otakku berfikir keras, seakan tak mampu mencerna pertanyaan apa-hakku-marah-dengan-hyeri. Apa ya kira-kira? Tak mungkin aku bilang kalau aku cemburu dengan hyeri karena dia begitu dekat dengan sungmin, andwe! Aku tak mungkin bilang kalau aku menyukai sungmin padahal aku masih yeojachingunya kibum. Andwe!
“rae-yaa?” tanya hyorim “bisakah kau menjawab?”
“a..aniyo” aku pura-pura sibuk
“kalau begitu, jangan marah lagi dengan hyeri”
“kenapa begitu?”
“Ya! Apa salah hyeri? Dia hanya dekat dengan sungmin”
“mwoo? Hanya! Kau bilang hanya? Hyorim-aah!!”
“aku curiga… jangan-jangaan, kauu…” hyorim menatapku dengan tatapan menuduh lo-yang-nyolong-duit-gue-yaa? *authorOonknpharusduit?*
“ani..ani…aniyooo! kau salah paham” aku mulai gugup
“katakan rae-yaa!!” hyorim mengguncang-guncangkan lenganku
“aiish, aku bilaang kau salah paham”
“nde, kalau begitu aku akan bilang ke hyeri” hyorim bangun
“mworagooo” aku menahan tangannya
“cepat ceritakan..” nadanya mengancam,
“hmm… tapi kau jangan mengatakan hal ini kepada siapapun! Arrasheo?”
“nde,” jwab hyorim singkat
“berjanjilah”aku menyodorkan kelingkingku, lalu hyorim melingkarkan kelingkingnya
“aku berjanji” dia tersenyum sangat manis
“n..na..nae m..me..menyukai es..ehh ess..”
“nugaa?” tanya hyorim penasaran
“sungmin, lee sungmin” aku menjwabnya dengan perlahan dan berbisik berharap tak didengar oleh hyorim
“MWORAGOOOO?” hyorim teriak, membuat seisi kantin menengok ke arah kami, aku menutup mulutnya
“Ya! Rae-ya! Kau tak boleh seperti ituu! Andwee!!”hyorim menggelengkan kepalanya kuat “andwee! Andwee”
“mianhaeyoo,tp itu semua benar” aku menunduk, hyorim menutup mulutnya
“choi rae ae-shi” dia memanggilku lirih, aku semakin menunduk “ bagaimana dengan kibum? Eotteohkke rae-shi? Eotteohkkeee?” air mataku kembali berlinang “rae-shi! Jawab aku!” hyorim mengangkat daguku “bukankah aku sudah berjanji tak akan mengatakan hal ini kpd orang lain? Kau percaya padaku kan?” aku mengangguk “nde! Kalau begitu cepat katakan”
“a..a..aku, tak lagi menyayanginya hyorim-aah” ucapku parau
“m..mwo? apa kibum tau? Lalu apa sungmin tau? Siapa saja yg tau soal hal ini?”
“aniyo, kibum tak tahu, sungmin juga tak tahu”
“aiigooo” hyorim memegang kepalanya
“bukankah kau sudah tau kalau aku tak lagi menyukai kibum, yeoja itu juga sudah mengetahuinya” aku mengelap airmataku
“jangan sebut hyeri dengan sebutan yeoja itu! Arrasheo?”
“kau membelanya?”
“ani! Aku tak membelanya, hyeri memang tak salah”
“mwo? Kau bilang yeoja itu tak salah? Dia mendekati sungmin hyorim-aah” aku mulai kesal
“dia tak bermaksud untuk membuatmu kesal atau cemburu kurasa”
“mwo?”aku mulai menggunakan otakku yg sedari tadi dikuasai oleh gejolak amarah *eeaaathorrrbahasanyaaa*
“dia tak tahu kan bahwa kau menyukai sungmin? Coba kau fikir, untuk apa dia dengan sengaja membuatmu kesal? Apalagi membuatmu cemburu”
“…”otakku berfikir 2x lebih keras dr biasanya, memutar pemikiranku lebih keras. Otakku sekarang berkata ‘ya, hyorim benar’ tp sisi lainnya mengatakan ‘andwe, hyeri salah! Knp dia mendekati sungmin? Mau ia tau atau tidak, itu bukan alasan! Siapa suruh dia mendekati namja?’ dan entah kenapa aku memilih sisi lain dlm diriku
“andwe, knp dia mendekati sungmin? Mau hyeri tau atau tidak kalau aku menyukainya”
“oooh, aku tak habis pikir ternyata begitukah pikiranmu?”
“mwo?”
“dengar aku! Apa tujuan hyeri? Dan knp dia mau menyakitimu?”
“mungkin hyeri menyukai sungmin?”
“kau lupa kalau dia masih begitu menyayangi jongwoonnya?”
“dan kau percaya? Itu sudah lebih dr 12 tahun yg lalu!”
“baik jika itu pendapatmu? Lalu kau pikir, apa hyeri tega menyakitimu? Jika memang benar, hyeri tak salah, karena hyeri tak tau bahwa kau menyukai sungmin”
“aigoo” aku hampir lelah berdebat dengan si otak canggih ini “cukup hyorim-ah! Aku lelah”
“jadi kau mau menerima bahwa hyeri tak salah?” aku membuang mukaku
“ne!” aku bangun “tapi aku sudah malas dengannya”
“ggeurae?”
“hyorim-aah, awas kau kalau mengatakan hal ini kepada orang lain!” aku meninggalkan hyorim sendiri, ketika aku keluar dr kantin aku bertemu seonsaengnim muda itu lalu mataku mengikutinya, ia duduk di depan hyorim bahkan seonsaengnim muda itu mencium kening hyorim walau hyorim balas dengan pukulan di lengan namja itu, dan mereka bercanda. “aku yakin sebentar lagi akan ada berita bahwa mereka berpacaran!”

Hyeri POV

Aku sedang duduk ditaman, merasa kurang nyaman di dalam karena barusan mendapat masalah dgn rae. Aku hanya terbengong(?) memikirkan kejadian barusan, apa salahku? Jongwoon-aa jebaalll… aku menutup mataku berharap aku bisa melihat jongwoon walaupun itu artinya aku harus kembali ke 12 tahun yg lalu. Aku menutup mataku, jongwoon kecil seperti apa kau sekarang? Pasti tampan, aku membayangkan wajah jongwoon sekarang…
“hyeri-ya!” aku kaget, dan membuka mataku
“yesung-ssi?” entah dr mana, yesung skg berdiri di depanku. Knp tepat sekali ia datang ketika aku ingin membayangkan jongwoon?
“sedang apa kau?” tanyanya, lalu duduk disampingku
“duduk, mau apa kau kesini?”
“hanya duduk? Sambil menutup mata benar? Ya! Aku kan mahasiswa disni”
“nde… emm…yg aku tau hari ini seluruh fakultas seni modern libur”
“lalu kenapa menutup matamu?”
“mengingat 12 tahun yg lalu” aku menunduk
“mengingat sesuatu yg tak mungkin kembali?”
“aku tahu…hanya tak ingin menghapusnya”
“tidak usah di hapus, pasti akan hilang dengan sendirinya”
“huh? Siapa yg akan menghapusnya?”
“naneun!” mwo? Aku menatap mata yesung
“cihh…kau gila”
“ahh, ya…apa kalungmu sudah ketemu?” aku hanya menggeleng “laptopmu tidak rusak, aku sudah memeriksanya”
“ggeurae? Bagus”
“ketika aku masuk kuliah, akan ku berikan padamu”
“nde~ gomawoyoo”
“ahhh, yyaa…apa warna kalungmu? Dan dimana benda itu hilang?”
“kuning, molla…” aku mnatapnya “wae? Kau menemukannya?”
“molla, sepertinya pernah melihat” mwo?
“mwo? Eodii?”
“aku lupa” aku membuang muka “apa kim itu juga punya kalung yg sama?”
“nde,”aku menunduk
“mungkin kalau kalungmu diberi nama bisa ditemukan”
“mwo? Kalung itu memang diberi nama” aku memiringkan badanku menghadapnya
“ggeurae? Nuga?”
“kim jongw…”
“ssst…sst..nde..ndee, aku tahu, tak usah dilanjukan..” kami hanya berdiam beberapa saat “sebentar, knp kalung milikmu diberi nama kim bukan namamu? Lalu, apakah kalung miliknya diberi namamu?” yesung terlihat antusias
“ndee, darimana kau tahu?” aku mulai curiga
“hnya menebak, daan knp seperti itu?”
“emm…agar kita bs saling mengingat” aku mengedikkan bahuku seakan berkata siapa-tahu-kan?

Yesung POV
“ggeuraeyo?”
“nde..” baiklah, aku sudah mempunyai modal untuk mengetahui siapa kim itu sebenarnya. Dan aku sedikit menaruh curiga dengan omma dn appa.
“arrasheo, aku pulang..”
“mwo? Kau kesini hanya untuk duduk ditaman?”
“haha..aku akan bertemu dengan yoona sebentar”
“ggeurae? Aku senang kalau hubungan kalian membaik” hyeri tersenyum
“gomawo atas sesi tanya-jawabnya, haha” aku membungkukan badan sebentar lalu pergi. Aku mengurung niatku untuk bertemu dengan yoona, brani taruhan, pasti dia sudah ada di rumahku

Aaah, benar saja… aku melihat mobil peach teronggok(?) santai didepan rumah
“annyeong, aku pulaang”
“aah, yesung-ssi” jawab yoona, aku segera naik keatas “habis dr mana?”
“kampus”
“untuk apa? kau libur kan?” aku mengangguk
“wae? Sepertinya kau sangat suka mencampuri urusan orang lain yoona-ya” tanpa menunggu jawaban darinya, aku segera masuk ke kamar.
“sebaiknya aku mulai dari mana?” aku berdiri didepan pintu, melihat sekeliling dan dia ingat perkataan hyeri tadi ‘mengingat 12 tahun yg lalu’ aaaahhh…aku ingat ada folder ’12 years ago—’ semoga membantu. Aku membuka laptopku, memasukan flashdiskku dan membuka folder itu… aiggoo, ini benar-benar kenangan. Aku melihat yeoja dan namja yg berfoto bersama sekitar berumur 8 tahun? Dan namja yg agak besar sekitar 12 tahun. Entah, kepalaku terasa pedih, aku menahannya. Mau sampai kapan aku hanya menyerah dengan kepala ini? Ciih, ini benar-benar sakit. Semakin menguatkan hatiku untuk mengetahui siapa kim Jongwoon. Keringatku bercucuran, menahan sakit kepala ini “paling tidak sampai kulihat apa hyeri kecil ini memakai kalung itu” aku mencoba fokus, melihat beberapa foto, kuarahkan kelehernya. Astaga tak ada yg menggunakan kalung. Difoto terakhir, aku melihat namja muda yg menjajarkan kalung berwarna kuning dan merah aku menyipitkan mata, mencoba memaksa penglihatanku yg sedikit kabur, aah itu kalungnya, kalung hyeri. Dan berarti namja ini adalah jongwoon kecil kan? Dan aku melihat kalung merah, astaga aku benar…aku pernah melihat kalung ini, tp dimanaaa… bentuk-ukuran semua sama hanya berbeda warna, atau penglihatanku yg mulai aneh.

Sakit kepala ini menang sekarang, aku menutup laptop dengan kasar, mencabut flashdisk dengan tenaga yg tersisa dan aku membanting badanku ke kasur…

Author POV
rae masih ditaman, tp dengan keadaan emosi yg lebih baik.
“kau tahu sungmin-ah? Aku mempersiapkan hari ini, aku berdandan, aku memakai pakaian favoriteku, agar kau tertarik kpdku. Karena hari ini kibum libur, tp aku malah mengusirmu agar kau tak mendekatiku lagi” rae menutup mukanya dengan tangannya “nae neomu paboyo” rae kembali menangis aku tahu, aku salah…dan kurasa hyorim benar, hyeri tak tahu kalau aku menyukai sungmin kan? Jadi dy berani dekat dgn sungmin. Aku yakin hyeri tak ada maksud untuk menyakitiku kalau dia tahu yg sebenarnya…aku salah, jeongmal mianhae hyeri-yaa, sungmin-aah. Aku terlalu memilih emosiku saat itu…aku ini benar-benar bodoh!! Lalu jika sudah seperti ini, bagaimanaa? Aigooo rae menangis, meratapi kebodohannya…

@ruang heechul
“hyorim-aah!!” heechul membangunkan hyorim yg tertidur di ruangannya tepat di depan komputer, saat itu jam menunjukkan pukul 3 sore “song hyorim-aah” hyorim terbangun, mengucek-ngucek matanya membenarkan penglihatannya
“mwo?” tanya hyorim, heechul merapihkan rambut hyorim “Ya!”
“aku hanya merapihkan rambutmu”
“aku bisa melakukannya”
“cepat pulang, ini sudah pukul 3” heechul memberikan jaket hyorim yg drtd tergeletak disofa
“aniyo! Aku blm selesai mengerjakan tugasku?” hyorim kembali berkutat dengan komputer
“andwee…pulanglah, kau lelah” ucap heechul lembut, memegang tangan hyorim yg saat itu sedang memegang mouse, BLUSH!!! Wajah hyorim memerah, menarik tgnnya lalu mengambil dokumen disamping mouse
“tak bs begitu heechul-aah! Ini tugasku kan? Harus diselesaikan”
“andweyoo hyorim-aah. Lagipula tugasmu hampir selesai” heechul mematikan layar komputer
“Ya! Aku blm menyimpannya, eotteohkkee? Aiiish kau inii! Heechul-aah! Besok siang harus dibagikan, bagaimana kalau aku harus mengulang membuatnya aku tak pu…” heechul menutup bibir hyorim
“ssshh! Ini sudah sore, jangan membuat gaduh” ucap heechul “bagaimana kalau ada yg mendengar, apa kau tak malu org lain mengetahui kau berada diruanganku dijam pulang begini?” heechul mendekatkan wajahnya ke hyorim lalu mengecup bibir hyorim.
Setelah beberapa saat heechul berjalan mundur, hyorim menunduk malu lalu mengambil tas dan jaketnya
“aku pulang heechul-ssi, sudah hampir jam 4” dan mau keluar
“mianhaeyo hyorim-aah” ucap heechul, hyorim berbalik lalu tersenyum manis
“aku akan memaafkanmu, tapi dengan syarat…” heechul bingung
“mwo? Haha..syarat?” hyorim mengangguk “apa?”
“nanti aku katakan, jika sudah saatnya. Baiklah aku pergi” hyorim membungkuk lalu pergi

***

Esoknya di Inha, rae berniat ingin meminta maaf dengan sungmin dan menyelesaikan masalahnya dengan kibum. Rae menyipitkan matanya ketika kibum menghampirinya eotteohke? Td keberanianku sudah terkumpul kenapa smwnya jd menghilang? Kibum tersenyum
“kau lama menunggu? Mian ya”
“gwencanha” rae balas tersenyum, kibum menarik rae masuk ke kampus, lagi-lagi rae melihat sungmin dan hyeri tertawa bersama dihadapan keduanya ada laptop dn beberapa map yg terbuka apa yg mereka lakukan? Mengerjakan tugas? Tidak mungkin, mereka kan beda fakultas, aiggoo rae melihat sungmin menatap kearahnya, sungmin tersenyum tp rae malah membuang muka, mereka sampai di loker
“kibum-ah” sapa rae lemah
“nde! Wae? Gwencanhayo?” tanya kibum rae hanya menggeleng
“ada sesuatu yg harus kukatakan” kibum menghadapnya sekarang
“katakan rae-ya”

Rae POV
Andwe..aiish tp aku ingin mengatakannya, hyorim dn hyeri benar, sebelum kibum bertambah sakit, semua ini harus diselesaikan. Aku menggigit bibirku entahlah, sering kulakukan ketika aku sedang cemas, aku menunduk otakku berfikir dua kali lipat lebih keras dr biasanya
“rae?” tanya kibum lagi, dan aku memutuskan
“aniyo oppa!” aku kembali ke lokerku hanya bengong memikirkan betapa bodohnya aku, kenapa tidak langsung kukatakan? Ciih paboo! Aku memukul kepalaku. Aku mendengar suara 2 orang yg kukenal, aku menengok kearahnya, dan benar itu sungmin dn hyeri, mereka ingin ke loker milik hyeri, aku mendengar jelas apa yg mereka katakan
“nde..rencanamu bagus sungmin-aah” ucap hyeri smbil membuka lokernya
“Ya! Aku mengancamu, awas kalau kau beritahu ini kepada org itu. Arra?”
“arraso sungmin-ssi! Hihi”
“baguslah, baik aku mendukungmu penuh agar acara nanti sukses”
“neee, gwencanaa” mwo? Acara? Acara apa? acara pelepasan akhir tahun? Memangnya sungmin panitianya? Untuk apa sungmin membantu hyeri? Jangan..jangaan, aku menatap mereka seperti tatapan membunuh jangan..jangan sungmin menyukai hyeri, aigoo. Aku membanting lokerku, hyeri dn sungmin menengok kearahku
“rae-ya! Gajja!” huuuft…untunglah kibum mengajakku pergi dr sini, aku bisa gila!

Author POV
“Ya!” hyeri menyenggol lengan sungmin “kau jahat”
“aku hanya ingin membuatnya benar-benar menyukaiku hyeri-yaa”
“tdk begini caranya, dy jd marah denganku. Kau taukan aku dengan rae teman baik sejak SMA”
“aku akan menebusnya nanti”
“menebus? Dengan apa?”
“aku janji akan membuat hubungan kalian membaik setelah akhir tahun nanti”
“Ya! Masiih lamaaa”
“aisshh, hanya tinggal 4 bulan lagi” sungmin menatap rae yg menjauh matanya seakan berbicara liat-saja-nanti
“kau yakin cara ini berhasil?”
“nde” jawab sungmin penuh keyakinan
“kenapa kau memilihku?”
“karna kau chingu terbaikknya”
“maksudmu?”
“ssshhh…akan lebih sakit rasanya ketika melihat namja yg kau sukai dekat dengan chingu terbaikmu kan?” ucap sungmin sambil meremas dadanya *kea di MV its’u itu lloh*
“knp tdk hyo?”
“karena ada heechul”
“mwo?”
“aku bertaruh, sepertinya mereka berpacaran”
“aniyooo! Hyo itu adalah asisten heechul-ssi”
“lihat saja, mereka terus bersama. Aku yakin itu pasti terjadi hyeri-yaa”

Yesung POV
Aku tak bisa menunggu, tak bisa menahan siapa sebenarnya jongwoon. Agak aneh memang, bayangkan, untuk apa aku memikirkan bahkan mencari tau siapa itu jongwoon yg baru kenal aniyo, bukan bahkan kau mengenalnya saja tidak. Tapi sejak aku ‘kenal’ jongwoon itu kepalaku sakit ketika sedang membicarakannya, aneh kan? Aku menghembuskan nafas sambil berdoa agar kepala ini mw diajak negosiasi agar tidak sakit. Aku pergi ke kamar omma sambil membawa box ungu dan kedua kalung itu dan aku sudah menyetak foto namja yg sedang menjejerkan kalung itu.
“sillye, eomma, appa” tanpa mengetuk, aku masuk kekamar mereka
“nde” jawab appa, omma sedang memakaikan dasi appa “aah, ada apa yesung-ah?”
“appa..omma, bolehkah aku mengetahui sesuatu?”
“apa itu?” tanya omma ketika melihat kotak ungu
“sebelumnya, aku ingin bertanya”
“nde..” tanya omma
“siapa Kim Jongwoon?” aku melihat omma dan appa kaget “jebaall, jangan terus menghindar, aku ingin mengetahui semuanya” kuusahakan agar suaraku masih normal
“kau tak mengetahuinya” jawab omma
“omma, kumohon” aku membungkuk sampai ke lantai*kea pas terakhir waktu oppadeul nyanyi highway romance di MuBank*
“yesung-aah” appa menarikku keatas “jangan seperti ini, segitu pentingkah jongwoon?”
“aku yakin kau mengetahuinya appa” appa menunduk, omma menutup mulutnya. Aku tak ingin membuang-buang waktu, ku buka box ungu, dan mereka bertambah kaget
“dimana kau temukan itu? Bukankah sudah kubuang?”
“di box sewaktu omma menyuruhku untuk menurunkannya, aku mengambilnya”
“untuk apa? itu sesuatu yg tdk penting”
“tidak penting? Kalau tdk penting knp omma tdk membuangnya dari awal? Knp omma berbohong dengan mengatakan box itu berisi perlatan memasak? Knp omma menyimpannya? Lagipula ini baju anak kecil yang sangat kotor, sepertinya omma menyimpan baju ini lebih dari 10 tahun. Dan kalung ini! Kedua kalung ini persis sama hanya berbeda warna dan nama..” aku membalik kalung itu “lihat yg berwarna merah song hyeri dan yg kuning Kim jongwoon”
“khende? Apa hubungannya dengan kau? Itu milik org lain kan?”
“dengarkan aku omma!” … “kalung merah ini ada didlm box ungu bersama baju kotor itu, dan kalung yg kuning adalah milik hyeri. Song hyeri dia adalah chinguku di kampus”
“APA HUBUNGANNYA DENGANMU YESUNG-AAH!!” omma menangis, lihat? Kalau ini tak ada hungungannya denganku knp omma sampai menangis?
“omma! Kalau aku tak ada hubungannya dengan semua ini, KENAPA KALUNG MERAH INI ADA DI BOX UNGU YG OMMA SIMPAN? KENAPA KALUNG MERAH INI BERTULISKAN NAMA CHINGUKU! KENAPA KEDUA KALUNG INI ADA DIFOTO MASA LALU MILIK HYERI? DAN KENAPA SETIAP AKU MEMBICARAKAN TENTANG JONGWOON BERSAMA HYERI KEPALAKU TERASA SAKIT! WAE OMMA! WAEEE?” aku mengeluarkan segenap tenagaku, omma terlihat rapuh, appa menopangnya
“cukup yesung-aah” ucap appa
“cukup? Aku bahkan belum mengetahui apapun appa! Aku yakin ada sesuatu yg kalian sembunyikan dariku!”
“KAU TAK PERLU MENGETAHUINYA!!” omma kembali berteriak, appa menidurkan*eeiits jgn yadoong yaaa (lirikhyukjae)* omma di kasur, karena omma terlihat pucat
“sudah puas? Yesung?” aku memandang lirih ke omma, dan aku menyerah, aku segera keluar,
“yesung-ah!” panggil omma, aku menengok, appa menampilkan(?) wajah bingung menatap omma “apa ketika kau tau semuanya kau tidak akan meninggalkan kami?” mwo? Apa omma ingin memberitahu semuanya? Aku mengangguk “kau berjanji?”
“aku janji” aku duduk di kursi, appa menunduk
“14 tahun yg lalu omma divonis oleh dokter bahwa omma tdk akan bs hamil, karena omma keguguran dan rahimnya diangkat, 2 tahun kemudian…” appa berhenti sejenak dan kembali menunduk “ketika appa baru saja pulang dari kantor, appa melihat namja kecil,begitu kotor..”
Aku memotong pembicaraan appa “dan namja kecil itu memakai kalung berwarnah merah?” dan appa mengangguk
“nde, Namja kecil yg tampan berjalan lalu sampai akhirnya pingsan tepat di samping mobil appa ketika appa ingin memakirkan mobil, appa membawanya masuk, dan namja kecil itu bercerita bahwa keluarganya mati karena kecelakaan…” nafasku sesak, berarti namja itu jongwoon? Aku kembali mengingat ucapan hyeri ketika menjengukku “…mobil keluarga Kim kecelakaan daan..hiks” lalu kepalaku sperti berputar, aku merasa aku sedang berada di mobil yg sedang kacau ada suara teriakan, dan aku merasa aku berteriak “oomeoniiiii…” lalu aku kembali duduk di kamar omma sekarang, kepalaku sedikit pusing tp msh bisa kukendalikan
“kecelakaan mobil? Apa itu jongwoon? Lalu dimana dia sekarang? Atau jongwoon itu hyung?” sebentar bukankah hyeri bilang jongwoon mati di kecelakaan itu?
“akhirnya kami memutuskan ingin mengadopsinya menjadi anak kami dann…” appa tdk melanjutkan, omma memejamkan matanya
“dan?” aku bertanya
“dan kami mengganti namanya menjadi…” aaah appa, aku menantikan siapa itu “Yesung, Park yesung”

Tbc-

I hate silent readers jgn llupa komen kallo bisa like 😀