ff | Can u be mine? (part. 9)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran -,-

Sebelumnya…

“akhirnya kami memutuskan ingin mengadopsinya menjadi anak kami dann…” appa tdk melanjutkan, eomma memejamkan matanya 

“dan?” aku bertanya

“dan kami mengganti namanya menjadi…” aaah appa, aku menantikan siapa itu “Yesung, Park yesung”

CUBM Part 9 start here^^

Yesung POV

“Yesung, Park yesung” MWO? Hatiku mencelos, jadi… aku tak habis fikir. Bahkan aku tak kuat duduk dikursi, aku terjatuh

“m..mwo? a..aku…” jadi aku jongwoon? “j..jadii a..aku? aniyoo! Ani” aku menutup mulutku dgn tangan, tak percaya, dan benar-benar diluar kepala. Aku memandang kalung itu, ja..jadi aku… aiggoo, sulit dipercaya. Suasana sedingin es, kami semua terdiam hanya terdengar suara tangis eomma.

“nde.. yesung-aah! Dan baju itu, adalah..” … “milikmu, sewaktu kami menemukanmu” ucap appa lirih

“dan aku berniat membuangnya karena aku ingin rahasia ini terus terkubur sampai aku dn appa mati, aku ingin membuang semua tentang jongwoon dan menganggapmu yesung”

Aku tak lagi mendengar suara eomma, kuluruskan otot kakiku yg lemas dn mencoba berdiri, kuraih box ungu dan segera pergi

“yesung!” panggil eomma penuh tangis

“yesung-aah” panggil appa, seakan otakku tak mengenal siapa yesung dan apa yg mereka katakan, aku terus keluar

“yesung-aah, bukankah kau janji tdk akan meninggalkan kami? Yesuuung” tangisan eomma semakin keras, aku masuk ke kamarku dan bersandar di balik pintu

“aigooo” ucapku lirih, aku membanting box ungu, kalungnya keluar aku tak ingin menatapnya “aku yg selama ini hyeri tangisi, bukan! Aku yg selama ini membuatnya menangis, membuatnya menunduk memikirkan jongwoon. Dan semua ingatan ketika aku sakit, dan itu semua adalah aku! Aiisshhh” aku memegang keningku, bukan karena sakit tp karena menganggap ini semua gila! Aku jongwoon! Aku kenangan hyeri! Aku yg ada di foto itu! Aku adalah namja kecil yg berfoto bersama hyeri kecil, itu aku! Aiishhh… sulit dipercaya!! Yang kutemui dikampus, yg aku payungi ketika hujan, yg membuatku hampir melupakan yoona, itu semua hyeri, dan hyeri adalah chinguku sejak kecil. Daan… a..ku yg selama ini hyeri bilang sebagai ‘Jongwoonku’

 

Author POV

Drrrt…drrrrt…ddrrt

Yesung sengaja membuat ponselnya silent, sudah 3 hari ini ia tidak keluar kamar

“yesung-ssi” panggil yoona dr luar kamar

“keluar yesung-aah! Kau sudah 3 hari disana” ucap yesung eeomma

“aku belum melihatmu makan” yoona memegang nampan berisi semangkuk nasi, semangkuk sop dan sepiring kecil bulgogi

“pergilah, aku tak butuh makan. Aku tak ingin keluar” seakan ucapan lirih yesung menjawab semua pertanyaan

“ayolaaah, jangan menyakiti dirimu sendiri yesung-aah” ucap eeommanya

“aku tak sedikitpun menyakiti diriku sendiri, kumohon pergilah, aku akan keluar jika sudah waktunya” yesung berhenti bicara “Komohon, aku akan baik-baik saja yoona-ya! Jaga kesehatanmu” lanjutnya. Yesung eeomma dan yoona memutuskan menyerah

Drrrt…ddrrt

Yesung yg tadinya sedang memakai headphone dari ipod cube-nya segera melihat siapa yg mengganggunya, mengambil ponselnya di atas meja. Terdapat 15 missed call dan 7 sms, separuhnya dari hyeri. ponselnya kembali bergetar tertera nama hyeri. Jantungnya berdegup, keringatnya bercucuran, tangannya gemetaran, otaknya berputar 13 kali lipat dari biasanya seakan bingung apa-yang-harus-aku-lakukan-jika-ponsel-ini-berbunyi atau aigo-apa-ini?-malaikat-maut-menelfonku? *haha, tergambarkan abang satu ini gimana ketakutannya*

“yeobseo” ucap hyeri seperti merasa lega, akhirnya telfonnya diangkat juga, suara yesung tercekat, seperti kehilangan pita suaranya

“nde!”

“Ya! Kau kemana saja? 3 hari ini kau tidak masuk kuliah, dan tidak mengangkat telfonku. Ada apa sebenarnya, kau ada dimana?” hyeri berbicara tanpa putus

“m..mwo? a..aku…”

“yesung-aaah, gwencanhayooo?”

“nde”

“aaah, kembalilaaah….bogoshiposoyo, haha” mwo? Yeoja ini merindukanku?

“ada apa sebenarnya?”yesung seperti sudah mendapatkan kembali suaranya

“aiish, kau tak boleh melupakan pesta akhir tahunnya”

“ah, nde..kau benar, dimana kau sekarang?”

“di taman seperti biasa, cepat kesini. Arra?”

“nde” yesung mengambil  jaketnya

“hati-hati” tutup hyeri, lalu menutup telfonnya.

Yesung segera keluar kamar membuat eommanya terlonjak kaget, eommanya membuka mulutnya ingin berbicara sesuatu

“diamlah, kumohon. Aku ingin pergi sebentar”

“ne, hati-hati. Arra?” eommanya terdengar cemas

“nde” yesung segera pergi menggunakan motornya

Yesung melihat hyeri sedang menulis sesuatu di catatannya, Ya! Hyeri-ya! Mianhamnida yesung sedikit membungkuk dari jauh sebagai permohonan maaf, karena ternyata dia yg selama ini membuat hyeri menangis. Hyeri menyebarkan pandangannya, yeoja itu melambaikan tangannya ke arah yesung, kenapa dia terlihat begitu manis? Membuat aku semakin merasa bersalah yesung berjalan menghampirinya segera duduk dihadapan hyeri

“hmm…sepertinya sungmin juga berniat ingin mengisi acara pada pesta akhir tahun nanti” yesung masih menatap hyeri lekat, matanya memerah dan tak sadar ia meneteskan air mata, yesung membuang mukanya sebelum yeoja dihadapannya tau bahwa yesung menangis “Ya! Apa kau juga ingin bernyanyi?” hyeri melihat yesung karena daritd yesung hanya diam “hei, apa kau sakit?” hyeri mendapati mata yesung memerah, hyeri memegang kening yesung, yesung mengalihkannya

“naega gwencanha”

“ouw..baguslah” hyeri kembali sibuk

“bisakah kau ikut denganku?” hyeri mendongak

“kemana?”

“kerumahku” kening hyeri berkerut “mengambil laptopmu, aku masih belum bisa kembali ke kampus”

“ggeuraeyo? Baiklah” hyeri membereskan semua yg dimeja

“lloh, mau kemana?”

“kerumahmu”

“sekarang?”

“aku tak punya banyak waktu yesung-aaah”

“ok! Gajja” mereka pergi

Rae POV

 Aku terus duduk dikursi ini, menunggu namja. Aku yakin kau tau itu siapa, semenjak aku mengusirnya, aku belum melihatnya lagi 3 hari ini. Tak tahukah dia betapa aku merindukannya? Aku terus mengatakan pada kibum kalau aku sedang tak ingin diganggu, sekalian memberiku waktu berfikir cara terbaik untuk memutuskan hubungan dengannya. Semua aku yg mulai, dan aku pula yg harus mengakhiri. Aku memejamkan mata mencoba mengingat bagaimana senyumnya, dan bagaimana kelakuannya yg membuatku begitu mencintainya, Lee Sungmin, namja yg selalu berhasil membuatku terpesona. Pintu disampingku menjeblak terbuka aku berusaha mencari dimana sungmin, sampai pada murid terakhir aku tidak juga melihatnya

“sillyehamnida” aku mencoba bertanya pada yeoja yg td keluar terakhir

“nde”

“bukankah kau sekelas dengan sungmin?”

“ya, benar. Ada apa?”

“kemana dia? Aku belum melihatnya 3 hari ini”

“ooh, lee sungmin itu? Ku pikir dia mengambil mata kuliah tambahan”

“mata kuliah tambahan?” yeoja itu mengangguk “bagaimana bisa? Kita bahkan belum ujian”

“ndee, makalah yg ia serahkan kepada Jungsoo seonsengnim minggu lalu sepertinya sudah cukup untuk menggantikan ujiannya. Dia bahkan mendapat nilai A”

Aigooo sepintar itukah sungmin? “jinjayo? Lalu apa kau tau kelas apa yg ia ambil?”

“akhir-akhir ia seperti tertarik oleh seni drama klasik, ku pikir ia mengambil itu” drama klasik?

“jinja?”

“tapi hanya sebagian kurasa”

“aah, nde..gamsahamnida” aku membungkuk sekilas, kembali duduk

Sebentar…drama klasik? Bukankaaah hyorim dan hyeri mengambil itu? Aiigo, apa jangan-jangan sungmin mengambil sebagian mata kuliah yg sama dengan hyeri agar terus bisa bersama dengannya? Kepalaku menggeleng sekuat-kuatnya tidak percaya kenyataan. Tapi kemana mereka berdua, hyorim pasti sibuk karna dia asisten heechul seonsengnim, hyeri? Dia pasti juga sibuk karena dia ketua panitia acara pesta akhir tahun nanti, aigo! Kenapa aku jadi merasa sendirian seperti ini!

Author POV

yesung segera mengambil laptop hyeri, ia melirik kalung yg tergeletak di kasur. ia mengambil dn menggenggamnya, “akan aku kembalikan ini padamu hyeri, tapi nanti ketika sudah saatnya, dan akan aku kembalikan jongwoonmu, mungkin”

mata yesung eeomma tak berhenti menatap hyeri, hyeri terus menunduk

“b..benarkah kau hyeri?” hyeri mengangguk lemah dari mana ahjumma tau kalau namaku hyeri? Dan kenapa begitu gugup? Yesung eeomma menutup mulutnya, dia segera bangkit lalu pergi meninggalkan hyeri sendirian. Yesung yg memperhatikan mereka dari atas segera turun begitu melihat eommanya pergi

“Ya!” hyeri mendongak “ini laptopmu, mian sangat lama ku kembalikan”

“apa eeommamu baik-baik saja?”

“memangnya kenapa?” hyeri menggeleng

“aniyo, gwencanha” yesung eomma kembali datang membawa senampan teh, dan pastry

“ini, silahkan…hanya ada pastry disini” yesung eeomma duduk tepat dihadapan hyeri

“ini sangat merepotkan, aku hanya sebentar”

“gwencanhaa, makanlah sedikit” yesung eeomma masih memandang hyeri lekat

“bisakah meninggalkan kami sebentar?” ucap yesung, yesung eeomma segera pergi

“Ya! Kenapa ahjumma tahu namaku?”

“hmm…siapa lagi kalau bukan aku yg memberitahu?” yesung meminum tehnya

“mwo? Untuk apa kau memberitahu namaku?”

“nanti ada saatnya kau akan tahu semuanya”

“mwo? Yesung-aah”

“gajja, aku akan mengantarmu pulang” yesung menarik tgn hyeri

“Ya!” hyeri melepaskannya “kau sengaja mengajakku kesini, dan menyisakan berjuta pertanyaan” kening yesung berkerut, yesung kembali menyeret hyeri dan mendorongnya masuk ke mobil “yesung-ssi!”

“mworagooo?”

“jawab aku!”

“apa yg harus aku jawab?”

“kenapa kau memberitahu namaku ke ahjumma! Kenapa dia menangis begitu melihatku! Dan apa maksudmu dengan, ada saatnya kau akan tahu semuanya?” ucap hyeri tanpa putus

“itu hakku kan? Dan ini belum saatnya kau mengetahui semuanya” setelah itu yesung bungkam. Menutup mulutnya rapat-rapat dn membiarkan hyeri mengomel sepanjang perjalanan

***

“MWOYA? Kau ingin pindah dari universitas ini karena Heechul itu juga pindah? Kau gila?”

“aniyo” hyorim menggeleng mantap, hyeri menatap kearah hyorim ngeri

“apa ayahmu sudah tau?” hyorim mengangguk “dia tidak marah?” hyorim menggeleng, lalu tersenyum “ternyata semua benar huhh?”

“mwo? Benar apa?”

“gosip, bahwa kau berpacaran dengan Heechul itu?”

“haha..Binggo! kau sudah mendapatkan jawabannya”

“aigo” hyeri memegang keningnya, lalu kembali menyeruput mocca “sudah berapa lama?”

“mola” hyorim mengedikkan bahu, tiba-tiba ponsel hyorim berbunyi “yeoboseyo—aah heechul-ssi!”

“mwo?” Hyeri berbisik, dia tak habis fikir saudaranya ini ternyata berpacaran dengan dosen termuda! Hyorim menatap mata hyeri nakal lalu kembali menelfon

“arrasheo, sebentar lagi aku kesana—mwo? Aaah benar visaku sudah habis, baiklah akan segera kuurus—oke!—aku sedang bersama hyeri—nde! Arraseho, aku pergi sekarang”

“heechul?” tanya hyeri, disusul anggukan hyorim

“aku harus segera pergi, mianhae hyeri-ya” hyeri terkulai lemas di meja café

“aku ingin tidur”

“mwo?”

“aku ingin cepat tidur dan berharap ketika aku bangun ini semua hanya mimpi” hyeri mengambil mocca-nya dan mendahului hyorim yg masih merapihkan buku-bukunya

“heiiish! Ya!”

—–

Rae sedang makan siang di taman ketika melihat hyeri menggerutu hanya buku dan map-map yg mendengarnya, rae menghampirinya

“mana boleh dia seperti itu? Cihh..gila!”

“ehm…memangnya ada apa dengan dia? Sampai kau bilang dia gila?” kening hyeri mengerut

“rae-ya?” senyum hyeri sumringah “sedang apa kau…” rae tersenyum “sebentar, kau tak lagi marah denganku?” rae menunduk

“waktu itu aku hanya emosi”

“haha…emosimu benar-benar gila choi rae-ae”

“mianhae song hyeri” rae sedikit membungkuk

“ha! Aku bingung kenapa waktu itu kau begitu marah” rae bersemu

“gajja, temani aku makan” rae menyeret hyeri kemejanya “hey, kau tau dimana hyorim?”

“yeoja itu yg tadi kusebut gila”

“mwo?”

“kau tau hubungannya dia dengan heechul seonsengnim?”

“molla, wae”

“mereka berpacaran” bisik hyeri, sukses membuat mata rae membulat dan mulutnya terbuka

“jinja?” mereka terdiam “aaiiish…aku sudah menduga”

“menduga?”

“aku sudah tau kalau heechul dan hyorim sedang dekat,dan lihat..benar saja, mereka berpacaran” hyeri menyipitkan mata, lalu ponselnya berbunyi

“yeobseyo—ooh, sungmin-aah” hyeri melirik rae, lalu menutup telfon dengan tangannya “Ya! Aku terima telfon dulu” rae mengangguk lihat, itu pasti sungmin…aaaah rae-yaa jangan marah lagi dengan hyeri, yeoja ini tak salah,aku yg salah kenapa tdk memberitahunya kalau aku menyukai sungmin ucap rae dalam hatinya, hyeri kembali kemejanya “mianhae rae” rae mengangguk “bagaimana hubunganmu dengan kibum”rae mendongak

“molla..”

“kau mana bisa begitu…membiarkan hubungan kalian tidak jelas seperti ini, kau tak kasihan dengan kibum?”

“huh? Kibumpun sekarang jarang menelfonku, mungkin sibuk” rae mengedikkan bahu

“cepat urus hubunganmu dengan kibum” rae memandang hyeri bingung “aaah…baiklah, aku harus segera pergi”

“oke, terima kasih sudah menemaniku makan siang dengan fakta yg mengejutkan” rae tersenyum “dan aku minta maaf atas pertemuan terakhir kita” hyeri menaruh buku dan mapnya di meja llalu memeluk chingunya

“bogoshipposoyo Choi Rae-ae” rae membalasnya

“nado” mereka melepas pelukannya, hyeri pergi setelah beberapa langkah ia kembali menoleh

“aku hampir lupa, hyorim akan segera pergi meninggalkan kampus ini bersama Kim Heechul”

“MWORAGO?” rae berdiri “ini gila!”

“benarkan? Ini gila, akhirnya kau sadar”

“kapan ia pergi?”

“molla, seperti sehabis pesta pelepasan nanti, baik..aku pergi”

***

 

“mau sampai kapan kau terus bersikap seperti ini?”

“mollaseyo”

“mwo? Molla? Huhh…kau pikir hubungan kita ini permainan?”

“aku tak pernah bilang seperti itu kan?”

“tapi caramu yg mengatakan bahwa kau berpacaran denganku hanya bermain-main yesung-ssi”

“jinjayo? Mianhae, aku tak bermaksud” satu persatu airmata yoona mengalir “aku tak ingin melihatmu menangis”

“klau begitu jangan buat hubungan kita seperti permainan” yoona semakin terisak

“kalau begitu hentikan permainannya” ucap yesung yakin, yoona menutup mulutnya

“yesung-aah” ucap yoona lirih

“kau baik, kau perhatian, kau manis, kau sempurna yoona…” yesung menghentikan ucapannya “tak pantas berpacaran denganku, namja buruk, namja yg hanya bisa membuatmu menangis”

“kau tak pernah seperti ini, sebelum hyeri datang dan masuk ke kehidupanmu dan merusak semuanya”

“hyeri benar, jangan salahkan dia. Salahkan takdir yang tak mau berpihak padaku”

“mwo?”

“sudahlah, kau tak akan tau… mianhae yoona, kau harus mencari namja yg bisa membalas semua sikap sempurnamu… dan jangan menangis karena aku lagi, arrasheo?” yesung pergi meninggalkan yoona yg menangis sejadi-jadinya…

Diwaktu yang sama, hyeri sedang mengatur dekorasi untuk acara pelepasan yg akan diadakan 1 minggu lagi

“Hyaa!! Bukankah pianonya sudah kupesan terlebih dahulu sejak sebulan yang lalu? Kenapa dia membatalkannya begitu saja?”

“molla hyeri-yaa… td ketika aku ingin mengambilnya, ahjussi itu bilang kalau pianonya akan dipakai untuk theater 2 minggu kedepan”

“aigo…sudahllaaaah, pakai piano milikku saja” hyeri menengok ke arah sungmin yang datang entah dari mana -.-

“sungmin-aah”

“itu ide bagus hyeri-yaa” ucap chingu hyeri

“heiiisshh… tetap saja ini pelajaran untukmu, agar tidak teledor” hyeri memukul chingunya dengan map

“mwo? Teledor? Salahkan ahjussi pabo itu yg seenaknya membatalkan”

“ne, ahjussi itu salah. Tapi bukankah aku sudah menyuruhmu untuk memastikannya kemarin huhh?” chingu hyeri hanya diam “Ha! Diam kau sekarang, terlambat untuk berfikir. Cepat, tolong bantu yg lain menyelesaikan dekorasinya. Arrasheo?”

“nde…jeosonghamnida hyeri-yaaa”

“dasar”

“gajja, kau ingin makan?” ucap sungmin setelah chingu hyeri pergi

“aku lapar, tp tak bisa meninggalkan aula kan?”

“aku bawa makanan”

“jinja? Whoaaaa..gajja-gajja kita makan” hyeri terlihat senang karna sebentar lg cacing-cacingnya akan berhenti menggerutu, sementara hyeri duduk disalah satu kursi penonton, sungmin berlari ke mobilnya untuk mengambil makanan.

Rae yang baru saja datang, sangat senang melihat sungmin yg sedang berlari menuju parkiran

“aigo..s..sungmin? ha” rae terlihat sumringah, akhirnya setelah seminggu ini tidak melihat namja yg dicintainya dan sekarang begitu melihatnya semua tertebus. Melihat sungmin yg menggunakan pakaian yg sangat serasi, lalu rae melihat sungmin  yg membawa plastik dan kembali masuk ke aula, rae mengikutinya, ia membuat jarak yg cukup jauh namun masih terlihat, ia melihat sungmin yg memberikan semangkuk ramyon ke yeoja sebentar, seperti pernah melihat yeoja itu dan benar, yeoja itu adalah hyeri omonaaa! Mereka benar-benar, bagaimana bisa aku menahan semua ini, menahan untuk tidak marah melihat namja yg kucintai bersama chingu ku sendiri dan ini sangat menyakitkan! Rae kembali melihat sungmin mengaduk ramyon untuk hyeri dan mereka berbisik setelah itu mereka tertawa bersama aisshh…aku bisa mati karna sesak napas kalau terus berada disini. Dan akhirnya rae keluar. Sungmin yg menyadari rae yg mengikutinya sejak dr parkiran, matanya segera melihat ke arah td rae berdiri

“apa ia sudah pergi?” tanya hyeri, sungmin mengangguk “kau ini” hyeri memukul kepala sungmin menggunakan sumpit

“mwoo?”

“bagaimana bisa membiarkan yeoja yg kau sukai menahan sakit seperti itu huhh?”

“nanti akan ku balas rasa sakit itu hyeri-yaa” mereka kembali makan “lalu bagaimana td ceritamu? Kau bilang rae meminta maaf padamu?”ucap sungmin membuka pembicaraan,hyeri mengangguk “lalu…apa dia cerita kalau dia menyukaiku?” hyeri menggeleng

“aniyo, naah itu yg membuatku khawatir” sungmin menghentikan makannya dn menatap hyeri “kau yakin rae menyukaimu?”

“aiiissshhhh!!!” sungmin memukul kepala hyeri “mulrooon!!!! Waeeee?”

“darimana kau tau?”

“aku sudah bilang, kalau aku yg dengar langsung dari rae, ketika dia sedang berbicara dengan siwon. Puas?”

“arra..arra. sekarang masalahnya adalah kau harus benar-benar meminjamkan pianomu untuk acara ini nanti”

“cih”

“Ya! Sungmin-aaa, kau kan sudah janji tadi” sungmin terus makan “oke, aku akan berhenti membantumu” mendengar itu sungmin langsung tersedak

“HYAAAA!!!” sungmin kembali memukul hyeri, dan hyeri hanya meringis “awas kau! Akan kulaporkan pada yoona kalau kau begitu menyukai yesung!”

“sungmin-aaah” hyeri memelas “oke! Kalau begitu aku akan mengatakan pada siwon, kalau kau mengerjai rae”

“mwooyaaa” sungmin mengambil mangkuk ramyon milik hyeri “awas kau!”

“kembalikaaaan ramyonkuuu!”

“berjanjilah kalau kau akan terus membantuku”

“nde!” hyeri mengangguk semangat

“berjanjilah kau tidak akan mengatakan ini kepada rae dan siwon”

“dan kau harus berjanji tidak akan bilang kalau aku menyukai yesung, arrasheo?”

“oke” sungmin

“dan kau harus meminjamkan pianomu” ucap hyeri memohon, dan sungmin hanya menatap hyeri “jebaaaalll” ucap hyeri lagi sambil mengatupkan kedua tangannya

“hahahaha.. baikllaah..baikllaaah”

“aaaaaa…gomawoyoo Lee Sungmin-aaah” sungmin mengusap-usap puncak kepala hyeri

***

 

Seminggu setelahnya… acara pelepasanpun dimulai, hyeri, sungmin datang lebih awal karena ingin menyiapkan semuanya. Rae duduk baris ke-4 dari depan, agar bisa melihat hasil kerja keras chingunya. setelah beberapa lama acara ini berjalan, sesuatu yang mengejutkan terjadi, Sungmin naik keatas panggung menggunakan tuxedo putih dan berjalan ke arah piano, sungmin terlihat mempesona dimata rae. Dan jemari sungmin mulai bermain dengan tuts-tuts menghasilkan kombinasi nada-nada yang indah, alunan musik sangat membuat rae merasa nyaman tak menghiraukan kibum disampingnya, tak peduli apakah kibum menyadari kalau yeojachingunya sedang terpesona

“waiting, wishing that you would come close, come to me now, please take me with you… I have only seen you a few times but you keep coming out in my dreams… I feel like I’m going to tell you, I love you… love… you my love your figure I draw in my dreams”

‘Tuhan, kenapa dia begitu menjadi namja yg sedang jatuh cinta? Apa jangan-jangan…’rae clingukan mencari hyeri, tapi tak ada

“kau mencari siapa?” tanya kibum

“aniyo” rae memaksakan agar tersenyum dan kembali mendengar nyanyian lembut milik sungmin yg tiba-tiba berhenti

“mwoya? Apa jangan-jangan sungmin lupa lirik selanjutnya?” tanya kibum meremehkan

“kibum-aah” ucap rae lirih

“ehm..” sungmin berdiri dan memegang mic “gamsahamnida chingudeull, karna kalian sudah ingin tetap tenang mendengarkan permainan tutsku yang buruk” tawa ringan menyambut ucapan sungmin

“hey, dia bercanda? Permainannya benar-benar indah kan?” tanya eunhyuk yg duduk disamping kibum

“telingamu tidak berfungsi dengan baik ya huhh?” kibum meledek

“…lagu tadi belum selesai ku nyanyikan” ucapan sungmin membuat pertanyaan ‘wae’ dan ‘mwo?’ dikalangan penonton, dan hyeri pun keluar dr samping panggung dan duduk di bangku depan bersampingan dengan hyorim dan Heechul “hey, kalian bercanda? Aku tidak akan bernyanyi lagu ini sendirian” ucap sungmin

“aaaah, itu dia hyeri… ooh ternyata bersama hyorim disana” rae melihat hyeri yg baru datang dan kembali duduk tenang

“dengan segala permintaan maaf, aku mohon Choi Rae ae agar naik keatas panggung” ucap sungmin disusul para penonton yang ber’wae dan ber’ooh-ria. Rae bengong, kibum menengok kearah rae, lalu rae menengok kibbum menggelengkan kepala aku-tidak-tahu atau ini-bukan-salahku

“sekali lagi, saya mohon kepada nona Choi rae-ae agar naik ke atas panggung” mwo? Apa pendengaranku rusak? Siapa yg dia panggil? Kenapa aku? Apa aku melakukan kesalahan sampai dia ingin mempermalukan aku didepan semuanya? Dia gila! Rae masih duduk sampai semua penonton yg duduk didekat rae membujuknya agar naik ke atas panggung

“Ya! Palliii, kau tuli? Cepat naik ke atas” bujuk eunhyuk

“rae-yaaa, palli…”siwon memohon dari bangku didepannya, rae masih memandang kibum

“cepat, naik keatas”

“mwo?”

“aku yakin semua akan baik-baik saja…bahkan bertambah baik” kibum tersenyum

“kibum-aah” rae lirih, dan kibum mendorong rae keluar dr barisan bangku. Dan rae segera naik ke atas panggung secara perlahan

“kau gila?” tanya rae berbisik kepada sungmin yang menjemput rae di pojok panggung, sungmin menggeleng

“bogoshippo” ucap sungmin dengan berbisik pula, rae yakin mukanya berubah warna sekarang, bayangkan namja yg kau sukai memanggilmu dari atas panggung dan menyuruhmu agar naik ke atas lalu mengucapkan bogoshippo. Sungmin menuntun rae agar berdiri disamping pianonya dan sungmin kembali duduk untuk kembali berkutat dengan tutsnya ini gila! Masih bagus aku disuruh naik untuk bernyanyi bersamanya, ini? Aku malah disuruh berdiri disamping pianonya melihatnya dengan jarak sedekat ini, apa dia ingin memberitahuku bahwa dia terlihat sangat tampan dari sini? Kau tahu, aku tak brani menatap ke barisan penonton, tak brani menatap kibum, hyeri, hyorim, Heechul sonsengnim, bahkan siwon oppa yang ikut datang, aku yakin ini mimpi. Ini terlalu gila untuk menjadi sebuah realita

 

“please be my baby..whenever I think about you, I go crazy….” Sungmin kembali bernyanyi diiringi permainan pianonya yang indah kali ini sambil menatap rae dalam..tatapannya sangat menembus setiap bilik dalam organ tubuhnya dan menetap di hatinya, membuat rae sangat lemas karena tatapan sungmin

“cause I want to have you..be my lady…ooh please be my lady I will give you my love and I will never make you regret, I promise…” alunannya terus merendah dan berhenti, lalu apa yg harus aku lakukan? Sungmin berdiri, disambut tepuk tangan riuh. Lalu dia mengeluarkan tissue lalu mengubahnya menjadi setangkai mawar merah merekah yg sangat indah

Rae POV

“rae-ya…” Degh..Degh.. “aku menyukaimu…”

to be continued~