Kibum at Hong Kong Fan Meeting [14P] – From 130912

Sup3rJunior’s Super Show 5 in Malaysia Project Donation

Credit: 金基范吧KibumBar

拍摄:欢欢、小凡
后期:小凡
禁止二改商用以及涂抹LOGO
转载请注明百度金基(起)范吧KibumBar

Reupload and Posted by: uksujusid (www.sup3rjunior.com)
TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS.
DO NOT HOTLINK, MODIFY OR CUT THE LOGO OF THE PICTURES.
Please credit ‘SUP3JUNIOR.WORDPRESS.COM’ as well. Thank you.

130912 Kibum 2

130912 Kibum 1

130912 Kibum 3

Lihat pos aslinya

Iklan

ff | Can u be mine? (part. 11/ End)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran

sebelumnya….

Sungmin menggenggam tangan rae “namanya Choi rae-ae, adik dari Choi siwon” “hey cepat membungkuk” sungmin menyuruh rae

“o..oh ndee” raepun membungkuk

“eomma masih ingat siwon kan? Chinguku, yang eomma selalu bilang bocah tampan, naah dongsaeng dari bocah tampan itu sekarang milikku, kkeke” sungmin terkekeh “eomma, walaupun aku sudah menemukan yeoja yg kucinta, tapi aku tetap mencintai eomma! Tenanglah disana eomma!! Aku berjanji akan membawa keturunan-mu kesini bersama yeoja yang sama” rae memeluknya… aaah indah, ini benar-benar indah, aku benar-benar mencintaimu lee sungmin!

“ahjumma, aku akan menjaga sungminmu…istirahatlah dengan tenang” rae membungkuk disusul sungmin

“hey, aku akan melakukan hal yg pertama kali kita lakukan bersama”

“mwo? Apa itu?”

“mencicipi bibirmu”

———-

16 agustus 2012

 

“dimana saja kau?”

“perlukah kau tau?” yesung menatap keluar jendela

“apa yang ingin kau bicarakan?”

“banyak” hyeri melipat tangannya dimeja dan menatap mata yesung, yang ditatap hanya menghindar “jangan menghindar, bodoh”

“mwo, kau bilang aku apa?” yesung diam “kau ingin menatapku? Tataplah” yesung mendekatkan wajahnya ke hyeri, sampai jarak mereka hanya 5jari, sekarang giliran hyeri yg tersipu malu, ia menjauhkan dirinya agar tdk dilihat oleh yesung “kenapa menjauh?”

“sudah cukup”

“apa yg kau lihat?”

“aku mencari sesuatu dimatamu”

“mwo? Nuguya?” alis kirinya naik

“jongwoon” yesung bersandar

“ini yg ingin kau bicarakan? Kau tak yakin?”

“tidak hanya itu” hyeri mengeluarkan sweater “aku ingin mengembalikan ini, gamsahamnida”

“nde”

“ternyata kau benar-benar jongwoon” yesung tersenyum

“maafkan aku, karna membuatmu cemas 12 tahun terakhir, membuatmu selalu menunduk, dan aku tidak menepati janjiku”

“janji? Kau ingat janjimu?”

“tentu, beberapa bulan ini aku terus berusaha mengingat tentang 12 tahun lalu, dan berhasil”

“jinja?” hyeri menunduk “aku senang jongwoonku kembali”

“jongwoonku?”

“wae? Kau tak suka? Baik akan kupanggil yesung”

“hey, lupakan 12 tahun yang lalu”

“aniyo” hyeri menggeleng

“kau boleh mengingatnya sesekali”

“ok, eemm jika aku melupakan 12 tahun yg lalu itu artinya aku harus melupakan jongwoon? Jongwoon itukan kau!” hyeri terkekeh, disusul yesung

“kau juga boleh memanggilku jongwoon sesekali”

“baiklah, hey..kapan ulangtahunmu?”

“24 agustus”

“aaah, bagus…”

“wae?”

“jongwoon juga 24 agustus” hyeri tertawa kecil

“hey, aku kan jongwoon”

“oke..oke, maksudku, orangtuamu tak ingin benar-benar ‘mengubahmu’ benarkan?” yesung mengangguk

“Hya! Bolehkah aku memanggilmu jongwoon?” yesung menyipitkan mata “menganggapmu jongwoon kecilku yang dulu, boleh?”

“tentu”

“jongwoon-aah” yesung mendengar isakan hyeri

“aiish…jangan menangis”

“diamlah” ucap hyeri “Kim Jongwoon-ssi hiks..hhh.. aku begitu menyukaimu”

“mwo?” yesung mengucapkannya dengan berbisik

“aku menyukaimu sampai saat ini jongwoon-aah, mianhae aku tak pernah mengakuinya secara jujur padamu sampai akhirnya kau pindah ke seoul dan mengalami..” hyeri tak mampu menyelesaikannya

 

Yesung POV

Ini aneh, aku merasa aneh, aku merasa bingung apa yg harus kurasakan..kau mengerti maksudku? Disatu sisi aku senang karena hyeri ternyata sudah menyukaiku sejak kecil sampai saat ini, tapi aku merasa aku adalah yesung yang dirasuki oleh jongwoon, oleh karna itu aku merasa kesal karena hyeri menyukai jongwoon bukan yesung. Aneh? Bingung? Tuh salahin author yg bikin yesung galau sepanjang 11 episot *PLAK!!

“lalu yesung? Bagaimana dengannya?” cih, ini pertanyaan bodoh, hyeri mendongak “aku tak akan memaksamu. Baikllaaah, sudah cukupkah aku menjadi jongwoon?”

“hey, kau menyakitiku! Aku baru saja bertemu jongwoonku, kau malah bicara seperti itu” hyeri kembali menunduk

“Ya!” aku memukul meja dihadapannya “jongwoonmu sudah ada dihadapanmu sekarang, kau masih saja menunduk”

“kau berbeda”

“mwo? Ini lah aku! Jongwoon!!aniyo! yesung!!” hyeri terkekeh melihatku bingung “aaah terserah kau sajalah mau menganggapku apa dan siapa”

“hihi… aku belum selesai tadi,”

“baik, lanjutkan”

“jongwoon-a terima kasih kalungmu, aku merasa selalu memilikimu selama 12 tahun ini, kau benar-benar menjagaku, dan yg terakhir kau memukul orang yg menumpahkan teh ke bajuku ingat?” aku menatapnya kaget, hyeri juga menatapku senyumnya nakal aiisshhhh…

“aku ingat, aku hebatkan bisa menjagamu selama 12 tahun?” hyeri mengangguk

“sebenranya aku kurang suka dengan kalung ini, aku merasa aneh ketika kau memberikannya..dan ternyata benar, kalung ini hal terakhir yg kau berikan lalu kau menghilang selama 12 tahun lamanya..huuft”

“hey, tapi aku kembali kan?” hyeri kembali tertawa kecil

“terima kasih, karna kau sudah mendonorkan darahmu.. saat itu aku malu mengatakannya, untung ada kau..”

“nde. Cheonma” aku ingat, saat itu memang hanya aku yg mempunyai darah AB, eommanya A dan appanya AB, tapi karna appanya mempunyai kanker darah jadinya tidak bisa mendonorkan darah, dan kau tau aku senang akhirnya hyeri mengucapkan terima kasih yg aku tunggu-tunggu saat itu

“aku benar-benar menyukaimu jongwoon-aah, taukah kau aku terus menangis berhari-hari begitu tau keluargamu kecelakaan apalagi begitu tau kau meninggal” yeoja ini kembali menangis, aku tak tahan aku berdiri dan menghampirinya dan memeluknya

“cukup, cukup sampai disitu ceritanya, kau membuatku semakin merasa bersalah” aku memeluk yeoja yg kusayang ini, memeluknya erat aku benar-benar merasa kalau aku tidak bertemu dengannya 12 tahun. Crazy!

“aku tak ingin kembali merasakan itu jongwoon-aaah”

“nde, kau tidak akan merasakannya lagi” ucaapku menenangkannya, ponsel hyeri berbunyi dan aku melepas pelukannya, hyeri menjauh lalu beberapa saat kemudian dia kembali “nugu?”

“eomma”

“gajja, kita pulang”

“aku akan naik bis”

“hey.. ta…” aku belum menyelesaikan perkataanku, hyeri sudah keluar dari café, aku menyusulnya tidak memaksanya agar aku antar, tapi membuntutinya. Hyeri sudah naik bis, dan aku terus berada di samping bis, aku melihat yeoja yg kusayang ini bersandar di kaca tatapannya kosong, aku terus mengikutinya sampai ia benar-benar menutup pintu rumahnya. Hanya memastikan hyeri sampai kerumah dengan aman, itu yang ingin jongwoon rasakan mungkin ketika jongwoon ini dewasa.

 

***

 

Author POV

 

24 agustus 2012

 

“whooaaaa…kenapa jadi hujan begini? Beberapa menit yg lalu terik”

“hyeri-yaaaa” rae menghampirinya menggunakan payung “gajja” dan mereka masuk ke dalam kampus bersama

“hey, aku ingin ke aula”

“melihat pameran forografi?”

“yup!”

“aah, baiklaah”

“kau tak ikut?”

“aku sudah kesana tadi pagi” hyeri dan rae berpisah

 

Sesampainya di aula, ia berdecak kagum melihat hasil karya chingunya yang bergabung di kegiatan fotografi

“ini hebat”

“hya!”

“mwo?” hyeri menoleh “sungmin-aah, mana hasil karyamu?”

“disana, mau lihat?” hyeri mengangguk

“whooaaaa, daebbaaakk ini keren!” hyeri benar-benar berdecak kagum ketika melihat foto milik Sungmin

“foto itu menjadi keren karena yg memotret adalah orang keren..hahaha”

“cih..”hyeri menyikut perut sungmin

“hey, kau tak ingin melihat jepretan yesung?”

Degh! Jantung hyeri berdegup benar sudah beberapa hari ini sejak aku dan yesung bertemu dicafe aku tak menghubunginya bahkan ketika ia telfon aku tak angkat “Ya! Kau mau?” hyeri mengangguk “ini dia”

“waaaw…” hyeri berbisik “luar biasa”

“mwo?”

“haha.. foto ini menjadi luar biasa karena org yg memotret adalh orang yg luar biasa, begitu kan katamu?”

“ha! Kau memujinya”

tak lama, rae datang, hyeri melihat sungmin yg tersenyum girang

“jagiyaa!” teriak sungmin

“hey, aku lapar” ucap rae sambil memegang perut

“oke, gajja kita makan” rae dan sungmin pergi

“Hya! Min-Rae couple pabbo!”hyeri teriak, yg merasa dipanggil segera menengok

“mwoya?” sungmin menunjukkan rasa tak bersalah

“oooh, hyeri-yaaa… kami llupa, kami pergi dullu, kau ingin gabung?” ucap rae, hyeri menggeleng

“pergilah” hyeri tersenyum

“Ha! Jika kau tersenyum kau lebih manis dari rae”

“HYAAAAA! LEE SUNGMIIIN!!!” rae menyeret leher sungmin keluar dari aula “kami pergi hyerii!!” rae teriak, diiringi pekikan dr sungmin.. hyeri kembali melihat hasil foto milik yesung, tiba-tiba ponselnya berbunyi

“yeobseyo?—hyorim? wae?—pabbo!sekarang masih tanggal 23 agustus!—mwo?” sepertinya hyorim menanyakan tanggal, hyeri membuka selembar kalender yg ada di bukunya “aaaahhh…eotteohkkeee?sekarang tgl 24—mianhae hyorim-aah—nde, aku akan segera kesanaa—nee!” hyeri segera ngacir(?) ke rumah untuk mengambil kue yg ia buat untuk anniversary jadian hyorim dengan heechul besok

 

@on the road

“pabboo-yaaaa! Kenapa aku bisa lupa, dan kenapa penanda di kalenderku tidak berfungsi?” hyeri ngoceh di taxi dengan kue tart di sampingnya, ia mengambil ponselnya dan memeriksa kalendernya, “pantas ajaaaa, alarmnya tidak ku pasaaang…aiish” hyeri memukul kepalanya “mwo? Aaah, sekarang tgl 24 agustus! Jongwoon, aah maksudku yesung, aaah siapalah dia, ulang tahun hari ini”

 

@hyorim’s house

“ish…ckckck” hyorim berdecak

“mianhae rim-aah” hyeri terus membungkuk

“sudahlaaah” hyorim menepuk punggung hyeri “kau sudah berusaha” hyeri menatap hyorim dengan raut wajah memangnya-aku-berusaha-apa? hyorim berdiri “dasar! Kim Heechul, entah apa yg kusuka dari namja ini! Selalu terlambat…seperti semua waktuku hanya untuknya saja”

“memang begitu kan?” hyorim nyengir

“jam berapa?”

“8”

“MWOYAAA?” hyeri berdiri, lalu mengambil tasnya

“wae?”

“hari ini ulangtahun jongwoon…”

“yesung?”

“terserah kau mw panggil dya apa” hyeri ke pintu

“whooa, benar hari ini tanggal 24 agustus! Ppali hyeri-yaaa” hyeri mengangguk lalu berlari “hyaaaaa!!! Fightiiiiing!!!! Aku mendukungmuuu! Kau pasti bisaaa” <-*apasih ini? Brasa mw lomba balap karung-.-* hyeri trus berlari

 

——-

 

Yesung sedang duduk di ayunan, dan mengoyangnya dengan kakinya sesekali, ia menggunakan hoodie dan celana pendek selutunya berwarna putih kakinya dibalut sepatu besar untuk kakinya yg besar *eh bukannya kepalanya yg besar?* sesekali melihat arlojinya dan ngoceh ‘lama sekali’ lalu berdiri dan kembali duduk di ayunan lalu mulai kembali berbisik ‘baiklah, tunggu sebentar lagi’ terus seperti itu sampai waktu tepat pukul 10

“HYAAAAAA!!!!” dia teriak “nae pabooo imnidaaa*nyontek ucapan heechul di SS3D :D*! kenapa aku mau saja disuruh datang oleh yeoja itu! Padahal selama ini aku telfonpun tak diangkat”

 

Yesung POV

Aku kembali melihat arlojiku, awas kau song hyeri! akan kubuat kau tak bisa menjauh dariku lagi setelah malam ini! Aku mendengar suara kendaraan dr arah belakang dan benar, taxi itu berhenti disebrang pantai ini. Dan itu hyeri, dy menggunakan celana jeans dan coat serta sepatu boot semua senada berwana merah, dya datang mendekat lalu tersenyum cih apa itu? Kenapa begitu manis? Ah salaah, dy tersenyum sebagai permintaan maaf karna datang terlambat? Tak berguna, dia tepat didepanku skg, lalu membungkuk

“aku kira kau baru besok malam datang kesini” dia tertawa “jangan tertawa” dia menutup mulutnya

“mianhamnidaaa” membungkuk lagi, aku menepuk kursi ayunan disampingku

“aku memaafkanmu” hyeri mengangguk “ada apa menyuruhku datang kesini?” dia menunduk semenit? Dua menit? 15 menit? Aku menatapnya masih menunduk sesekali melihat deburan ombak dan 30 menit, baiklaaah 30 menit lagi dia sukses membuatku gila

“aku bosan! Aku pulang, pulanglah ini sudah malam” aku kembali pergi

“yesung-ssi!” dia menahanku

“cepat katakan sekarang, aku kedinginan hyeri-yaaa, ini sudah malam.. dan kita di pantai!” jujur aku kesal sekarang, dia malah mendekat kearah ombak dan duduk dipinggir pantai dia memeluk kakinya “mau apa sh?” aku menghampirinya “Ya!” aku menunjuk kepalanya dengan jari telunjukku, dia menengok “ada apa? ada masalah?” sekarang aku jadi ikutan duduk dipinggir pantai -.-

“aku hampir lupa hari ini ulang tahunmu” aku tertegun dan tertawa

“kau ingin mengatakan itu saja lama sekali, lalu?”

“mianhae yesung-ssi, seharusnya setelah 12 tahun tdk bertemu, aku memberikanmu hadiah”

“gwencanhaa” aku mengusap puncak kepalanya

“sebagai gantinya kau boleh meminta hadiah dariku” dia kembali sumringah “tapi jangan terlalu mahal” aku berfikir “apa yg sedang kau inginkan?”

“hmm…huaaahhhh…jika aku katakan kau tak mungkin bisa membelinya hyeri-yaa! Barang-barang yg ingin aku inginkan sangat mahal!”

“jinja?” dia cemberut “huaa, baiklaah kalau begitu apa yg sekarang ingin kau miliki?” binggo! Ini pertanyaan yg kusuka

“hmmm” aku menggaruk-garuk kepalaku yg tdk gatal berpura-pura untuk berfikir, raut wajah hyeri menujukkan cemas “yang aku inginkan dan yang ingin aku miliki adalah” aku diam sejenak membiarkan deburan ombak mengisi backsound musik malam itu *maklumLeadVocal,ngmongnya musikmulu XD* “kau!” fiiuh akhirnyaa

“mwo?” ia bingung

“aku ingin sesuatu bernama Song Hyeri!”

“….” Dia terdiam, kkekeke llucu sekali

“bisakah kau menjadi hadiah yang paling istimewa?”

“…” dia masih diam terus menatapku

“heeeyyy!!! Kau masih menyukai jongwoon kan?” ini pertanyaan konyol, dia mengangguk haha! “oke, would you be mine? Hu’ hh?” nadaku mengancam “ooh maaf salah, bukan would you be mine, tapi kau harus menjadi milikku hyeri-yaa”

“yesung-ssi” ucapnya lirih

“aish” aku mengalihkan pandanganku karena tau dia menangis “ku mohon… berhentilah menangis” aku mengusap air matanya “jebaall”

“terima kasih kau sudah ingin menjadi jongwoonku lagi”

“hahaha… aku akan terus menjadi jongwoonmuu hyeri-yaaaa” dia tersenyum

“jeongmal?” aku mengangguk “gamsahamnidaaaaaa” dia menjatuhkan badannya di tubuhku

“hiaaaaaa, kau ini…jadi ini artinya”

“saranghae jongwoon-aaaa!!”

“hya! Jongwoon hanya untuk selingan” dia melepaskan pelukannya

“oke, saranghae yesung-ssi!” kembali memelukku, dan aku balas memeluknya

“aku tak akan melepaskanmu! Dan aku tak akan menghilangkan diriku lagi, maaf karena sudah membuatmu menangis selama 12 tahun hmm?” aku merasakan kepalanya mengangguk “aku akan membuatmu bahagia”

“janji?” dia melepaskannya, aku mengangguk dan kembali memeluknya

 

Author POV

 

Di menit selanjutnya hyeri dan yesung tiduran di atas hamparan pasir, melepas sepatu mereka dan membiarkan air laut membasahi kakinya, mereka memandang bintang yg terus berkedip ke arah mereka, tangan mereka saling berpegangan erat, yesung sesekali mengecup puncak kepala hyeri…

 

——

 

Hyorim dan heechul sedang mempersiapkan anniversary mereka nanti ketika tepat pukul 12 malam di atas apartemen milik heechul yg beratapkan transparan, ribuan bintang sedang iri memandang mereka

“hya! Awas kau!!” hyorim kesal karena cream tart di peperkan(?) ke wajahnya dan ingin membalasnya

“o-waaeeee?” heechul mengindar

“kau curang chullie!”

“hyaaaa, panggil akku oppa!”

“aniyooo” hyorim ikut memeperkan creamnya

“hya! Hya! Asisten pabo! Lihat kuenya jadi rusak karna kau” heechul memukul hyorim dengan sendok

 

——

 

“cepat tidurlaaah, bidadari tanpa sayapku”

“hya! Kau ini picisan sekali sih”

“haha..mwo?”  rae menutup gerbangnya agar sungmin tidak bisa mengejarnya lalu menjulurkan lidah, sungmin mengirim rae pesan singkat ketika rae sudah masuk rumah

 

From: nae minpink

Saranghamnida~

 

Rae tersenyum dan kembali keluar rumah, lalu melihat sungmin yg masih berdiri didepan gerbangnya, mendekati gerbang dan membentuk sign love dengan menyatukan ujung jari kanan dan kirinya dan bertemu dipuncak kepala.

Sungmin hanya tertawa…

 

 

FINISH!

TAMAT!!

SELESAI!!!

THE END!!!! kkkkkk~~

 

Terima kasih atas kesabarannya…. kesabaran menunggu ff ini, dan kesabaran membaca ff ini wkwk.. enjoy another ff neeee? wkwk

FF | Photograph

ff-photograph

Author: Hyesungiie

Cast: Kim Jongwoon, Choi Siwon, Jung Saeri

Length: One Shot

Genre: romantic, family, angst

Disclaimer: Kim Jongwoon dan Choi Siwon milik Tuhan, orangtuanya dan SME.  BUT,THIS FF BELONGS TO @hyerikimelf arra? And typoo is spreading in this ff

Author POV

“kau harus tetap disini, sampai aku menjemputmu arrasheo?” Saeri hanya diam, Jongwoon pergi menjauh

“oppaa!! Kau tak perlu menjemputku” Saeri menghampiri Jongwoon “aku sudah SMA, dan aku bisa menggerakkan kakiku dengan baik agar bisa sampai ke rumah dengan selamat”

“aku sama sekali tidak meragukan kemampuan kakimu”

“kheunde?”

“aku hanya mengkhawatirkanmu”

“uwaaaaaaaa” Saeri chingudeul berteriak histeris di balik punggung Saeri

“lihat? Oppa membuatku malu”

“kau malu? Untuk apa? mereka kan mengidolakanku bukan dirimu” Jongwoon pergi, dan Saeri masuk ke sekolah

“beruntungnya kaaauuu, itu namjachingumu kaaaan? Tampannyaaaa” ucap teman Saeri

“nae namjachingu? aniya! Dia kakakku bodoh!”

“oppa? kau takut aku mengambil oppamu? Huhh?”

“nde! Lagi pula margamu dengannya kan berbeda, aku tahu Saeri, jangan menyembunyikannya dari kami” akhirnya mereka meninggalkan Saeri

—.—

“ini…hanya 5000 won”

“hei, anak muda! Kenapa kau tak bilang bahwa kami harus membayar?”

“tap.. seharusnya anda sudah tau, untuk membayar fotoku”

“membayar foto yang berisi diriku sendiri? Itu bodoh, aku sudah 38 tahun melihat wajahku sendiri”

“lalu? Anda tidak bisa, pergi begitu saja setelah berfoto selama 5 kali! Dan anda seharusnya tau ditaman ini tidak ada yang gratis tuan”

“ada” jawaban ahjussi itu membuat Jongwoon mengerutkan dahinya “duduk di kursi taman”

“huhh?” Jongwoon tertawa meremehkan “Mwo? kau tidak akan duduk sepanjang hari ditaman ini kan?”

“ya, benar! Aku akan duduk sepanjang hari ditaman ini. Dan tidak akan mengeluarkan uangku sepeserpun!” ahjussi itu pergi

“tapi, tuan…” Jongwoon mengejarnya

“YA!!”

BUKK!!! Hantamannya mendarat sempurna di pipi kanan Jongwoon.

“bocah tengik, jangan coba- coba meremasku ya!” orang itu pergi, Segala aktivitas di taman itu diam sejenak, pria muda lain yang seprofesi sama dengannya membantu Jongwoon untuk bangun

  —.—

“Terkadang, memang ada ahjussi sejenis tadi yang tidak mau membayar”

“arrasheo” ucap Jongwoon sambil meringis, karna pria tadi sedang mengobati luka Jongwoon

“lalu, kenapa kau tetap memaksanya?”

“aku hanya butuh uang”

Pria itu tersenyum kecil “tak ada yg tidak membutuhkan uang”

“tp aku sangat membutuhkannya”

“mwo?”

“perlu kau tau, aku tidak memiliki apapun kecuali seorang yeoja”

“yeojachingumu?”

“mollaa… dia seperti masa depanku” Namja itu kembali tersenyum kecil “siapa tadi namamu?”

“Siwon”

“ah, ya Siwon! Dengar, aku membiayai semua kehidupan kami. Aku menyekolahkannya, aku menyawa apartemen yang agak mewah, untuk tempat tinggalku bersamanya, aku memiliki tanggungan hutang di beberapa warung kecil di pinggir jalan untuk makan”

“mwo?”

“aneh? Benar! Aku…” Jongwoon menghentikkan ucapannya karena dirasa tatapan Siwon sudah cukup tajam, setajam silet *eh “heiishhh!!” Jongwoon menghentakkan kaki lalu berdiri dan dapat dipastikan tatapan tajam milik Siwon sirna “intinya seperti itu! Aku membutuhkan uang untuk keluarga yang amat sangat kecil milikku! Arrasheo? Bukan sepertimu yang bekerja paruh waktu sebagai fotografer hanya karena untuk mengisi waktu luang”

“arrageseumnida” Siwon berdiri

“baik, terima kasih untuk obatnya, dan maaf aku tidak akan mengeluarkan uang untuk itu” Siwon tertawa kecil untuk kesekian kalinya dan menyusul Jongwoon yg bejalan didepannya

*****

“untung ada, namja itu..huuhh, kalau tidak, wajah tampanmu akan berubah menjadi buruk rupa”

“arrasheo”

“siapa tadi kau bilang? Siwon? Huaahhh… pasti dia keren sekali”

“HYAA!!” Jongwoon memukul kecil kepala Saeri “dia hanya memakaikan obat luka dan plester, hanya itu! Kenapa kau sampai memujinya seperti itu? Berlebihan”

“berterima kasihlah pada Siwon, jika tanpanya wajahmu akan menjadi bu…”

“stop..stop..stop! dengar, wajahku akan tetap tampan dengan atau tanpanya luka ini” Jongwoon pergi, membawa jaket kulitnya dan kamera

“oppaaaa!! Kau marah lagi padaku? Huhh?” teriaknya, Jongwoon masih bisa mendengarnya dengan jelas dari balik pintu

“aku tak akan bisa marah padamu, bodoh” lalu pergi

-Three days later in Jongwoon’s apartement-

“Dasar penipu, kau bilang kau sangat membutuhkan uang. Tapi kenapa tinggal di apartemen mewah seperti ini?”

“itu urusanku”

“dan dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli kamera-kamera ini?”

“bukan urusanmu” Siwon menatap tajam ke arah Jongwoon

“annyeoong!! Aku pulaang” dua namja berwajah tampan yg sedang ada diruangan Jongwoon menghentikkan aktivitasnya ketika mendengar suara yeoja, Siwon menatap Jongwoon

“itukah?” tanya Siwon, Jongwoon mengangguk, Siwon berlarian kecil untuk melihat yeoja yg dimaksud Jongwoon, Saeri sedang menenggak air putih “annyeong”

“nde? Nuguya?” Saeri memicingkan mata

“aahh.. Siwon, choi Siwon”

“aiiggoooo… ternyata benar! Kau Siwon? Aku sudah menduga!”

“huh? Apa yg kau duga?” ucap Jongwoon yg duduk disofa

“Aku sudah menduga, kalau Siwon adalah namja baikhati yang rupawan. Ternyata aku benaaar” raut Saeri sumringah

“ya! Jung Saeri! Jangan berlebihan! Jaga sikapmu!”

“ahhaha! Arrasheo! Kim Jongwoon-ssi!”

“ohh..marga kalian berbeda?” pertanyaan Siwon membuat Jongwoon dan Saeri canggung. Saeri dan Jongwoon menyibukkan diri

****

One week latter in park-

 “ooo…oppaa! Ceritakan padakuu” Saeri menggelayut di lengan Jongwoon, berkali-kali Jongwoon melepasnya, tapi tangannya semakin kuat “opppaa!! Aku hampir tidak bisa tidur semalaman, karena memikirkan wajah sempurnanyaa” Jongwoon menatap Saeri

“kau menjijikan nona jung”

“oppaa!” Saeri kesal

“mworagoooo? Kau jauh-jauh dari sekolah datang kesini hanya untuk menanyakan Siwon? Percuma! Kau tidak akan mendapat apa-apa”

“oppaaaa~” ucap manja

“kembali ke sekolah, belajar dengan baik. Dan kelak, jangan menjadi fotografer murahan seperti Jongwoon ini” Saeri memandang oppanya miris, lalu Jongwoon berlari kecil menyebrangi jalan raya untuk menghindari Saeri, Saeri mengejar dan…

*****

2 months later…

“Ya, jung Saeri?” Siwon menyapa Saeri

“mwo? aku tak salah dengar? Siwon oppa?” senyum bahagia, tergaris jelas diwajah Saeri

“kau semakin cantik”

“jinja?” Saeri menyisir rambutnya dengan jari-jarinya, Siwon menatap lekat

“kau sudah menemui Jongwoon?” Saeri menggeleng

“aku hanya ingin kau” Siwon tersenyum kecut

“hey, itu ucapan paling bodoh yang pernah aku dengar. Ingatlah, dia oppamu”

“oppa? Oppa macam apa? bahkan marga kami berbeda. Dia saja yang mendaulat dirinya sendiri sebagai oppaku”

“ya, Jung Saeri! Dengar, sebelum aku kenal baik dengannya, aku sering melihatnya menjadi fotografer sewaan disekitar taman dan kampusku. Dia mengumpulkan uang, demi menghidupi kau. Bahkan aku pernah mengamatinya seharian penuh, dan pada hari itu, aku tidak melihat ia makan. Ia hanya memakan roti dari pelanggan yang puas karena hasil jepretannya yang profesional”

“huhhh? Kau membelanya?”

“aku tidak membelanya, aku banyak belajar dari oppamu, bahwa hidup tak semanis yang kau bayangkan. Oppamu sungguh hebat. Kau! Jangan pernah membuatnya kecewa, dia sangat murung, karena sudah lebih dari seminggu ini tidak bertemu denganmu” Siwon berdiri

“oppa? Kau pergi?”

“aniya, boleh ku ajak Jongwoon kesini?”

“ANDWAEEEE!!!!” Saeri teriak “aku akan sangat membencimu, kalau kau biarkan si pembunuh itu masuk! Dan membiarkan semua nyawa yg ada diruangan ini terancam?”

“Jung Saeri!” Siwon ikut teriak “bukannya aku membela Jongwoon, tapi kumohon jangan panggil dia seperti itu!”

“mwooyaa? Apa aku salah? Huhh? Aku benarkan? Kenyataannya memang, Jongwoon yang membunuh eomma dan appaku!”

“SAERI! Aku tak mau kau berbicara seperti itu di depan Jongwoon!”

“LALU AKU HARUS BAGAIMANA? HUHH? APA KAU KIRA AKU SUKA DENGAN KENYATAAN INI? AKU MENYAYANGINYA!! AKU BAHKAN TAK BISA MELUPAKAN SETIAP DETIK KEBAIKANNYA UNTUKKU! AKU TAHU SEMUANYA! AKU TAHU KALAU DIA MENJADI FOTOGRAFER SEWAAN HANYA UNTUK MENGHIDUPIKU! AKU TAHU!! BAHKAN AKU LEBIH MENGERTI INI SEMUA DARI PADA KAU! AKU MENGENALNYA DENGAN SANGAT BAIK! CHOI SIWON!! BAGAIMANA TIDAK, AKU HIDUP DENGANNYA SEJAK AKU BARU BISA MEMBEDAKAN WARNA HITAM DAN PUTIH!!” Saeri diam sejenak, menahan isaknya “KAU HANYA SEGELINTIR ORANG YANG MEMBUATKU SEMAKIN YAKIN KALAU JONGWOON ADALAH ORANG YANG BENAR-BENAR BAIK! LALU APA DENGAN MERAWATKU DAN MEMBERIKAN SEMUANYA UNTUKKU, AKU HARUS MELUPAKAN KENYATAAN BAHWA DIA ADALAH PEMBUNUH EOMMA DAN APPAKU? HUHH? AKU HARUS MELUPAKAN SEMUA KENYATAAN BAHWA DIA MENHANCURKAN KELUARGAKU HUHHH!!!” ucap Saeri tanpa henti, Siwon tak bergeming “sebaik apapun dia, sebesar apapun yang Jongwoon berikan untukku tak bisa menghapus kenyataan dan tak bisa menebus apa yang dia lakukan!” Saeri menangis ditempat tidurnya, Siwon menghampirinya dan memeluknya “dan dia tak bisa menebus kedua bola mataku yang sudah tak berfungsi lagikan? Aku bukannya ingin berbohong, kalau aku tidak menyayanginya, tapi dengan semua yg ia lakukan, membuatku…” ucapan Saeri teredam dengan airmatanya, Siwon semakin memeluknya

“paling tidak, biarkan ia menemuimu sebelum ia masuk sel”

“biar! Biarkan ia mati membeku di dalam sel! Orang yang telah membuatku buta, dan membunuh orangtuaku memang harus mati kan? Bahkan mati didalam sel merupakan hal yang masih terlalu bagus kurasa!”

“ssstt!! Hentikan” ucap Siwon lembut “istirahatlah” Siwon menghapus air mata Saeri lembut

“kau? Ingin pergi?”

“aku ada sedikit urusan”

“kau akan kembali lagi kan?”

“tentu” Siwon mengusap rambut Saeri

“kau harus ingat choi Siwon, aku hanya memilikimu”

“tak akan pernah kulupa” Siwon mengecup kening Saeri

****

“dia semakin cantik?” Siwon mengangguk

“serahkan dia padaku”

“aku percaya padamu” Jongwoon mengangguk

“bagaimana denganmu?”

“aku sudah memberikan kesaksian, tapi tetap saja, semua bukti mengarah padaku” Siwon menunduk

“aku percaya, kau tak pernah melakukan hal itu kan?” Jongwoon mengangguk “tapi siapa?” Siwon tertawa kecil, Jongwoon diam “lalu bagaimana jika kau tetap dimasukkan ke sel tahanan?”

“huhh? Apa bedanya dunia luar kalau aku tak bisa bertemu dengan Saeri?”

“iya, tak lebih indah” Siwon menunduk

“bisakah kau menjaganya untukku?”

“nde” Siwon masih menunduk

“dia benar-benar buta?”

“nde” Siwon mengangguk lemah

“aaahhh…eohtteohkke? Aku ini benar-benar bodoh”

“aniyaa, ini bukan salahmu hyung! Hanya terjadi diwaktu yang benar-benar tepat”

“apa sudah ada donor mata untukknya?” Siwon menggeleng

“jinja? Aiishhh…jangan membuatku semakin merasa bersalah” mereka tak bergeming “Saeri juga ingin menjadi fotografer, bagaimana ia bisa memfoto jika tanpa mata?” Jongwoon menunduk

—.—

Busan, South korean

“kau yakin ingin pergi sekarang?” seseorang mengangguk “ini terlalu kejam! Kau membiarkan dia menanggung semuanya”

“Kim!” pria lain membuka topinya “dia memPHK ayahku sampai akhirnya kami mati kelaparan! Jung! Membeli kontrakan keluargaku lalu dijadikan toko roti! Sampai akhirnya keluargaku menjadi gelandangan. Sudah cukupkah penjelasanku?”

“ini salah! Aku tau semuanya, ayahmu yg salah, kenapa menyelundupkan gas beracun!”

“itu taktik untuk bertahan hidup Kim kibum!”

“baik jika itu menurutmu, lalu apa kau harus membalasnya dengan seperti ini? mereka tidak tau”

“huhh!! Aku rasa Tuhan memberi jalan untukku balas dendam! Buktinya, kim Jongwoon itu ternyata yg menjaga Jung Saeri. Jung Saeri tertabrak dan Jongwoon dipanggil kepolisian, indah bukan?”

“aku tak sependapat denganmu!”

“terserah!” pria itu membalikkan badannya “gamsahamnida telah membantuku menjebloskan Jongwoon” pria itu meninggalkan kibum

“hyukjae! Kau gila! Ini sudah terlalu gila!”

—.—

“Hei! Bocah ingusan!”

“nde?”

“kau dibebaskan secara bersyarat!”

****

@hospital

“apa kau benar-benar membenciku huhh?”

“NDE! JEONGMAL!!! PERGIII KAUU!!!” Saeri mendorong Jongwoon

“mianhamnida Saeri-yaa, semua ini…sungguh, bukan salahku!”

“jelaskan kepada hakim dan orangtuaku! Aku muak denganmu Jongwoon-ssi!!”

“jebaall…percayallah!!”

“ANDWAEEEE!! ANDWAEEE!” Saeri menutup telinganya, Jongwoon berusaha melepasnya “pergi kau, pembunuh amatir PERGII! SIWON OPPAAAA! OPPAAA! BAWA PERGI NAMJA INI OPPAAA!!” Saeri teriak sejadinya, tp Siwon tidak menggubris

“JUNG SAERI DENGARKAN AKU!!” Jongwoon membentaknya, membuat Saeri meringkuk di ujung ruangan meremas selimut rumah sakit

“oppaaa” Saeri merintih

“ini menyakitkan! Kau tau rasanya? Difitnah, dibenci olehmu, dituduh olehmu” Saeri menutup kupingnya, Jongwoon melepasnya dengan perlahan “kumohon..aku janji hanya untuk kali ini” Jongwoon mengelus rambut Saeri, pipi, leher dan berhenti di bahu “aku menyayangimu, hidup selama 13 tahun membuatku benar-benar mengetahui dirimu. Aku mencintaimu, ingin menikah denganmu. Apa kau tau sejak umur berapa aku merawatmu? 9 tahun benar saat itu kau masih 7 tahun, aku membawa kamera kerja milik ayahku, karena hanya itu yang tersisa. Dan perlu kau tau, kisah keluargaku juga tidak indah. kau tak pernah bertanya kemana eomma dan appaku kan? Rumahku dibom, appa, eomma, hyung semua mati, saat itu aku sedang bermain ditaman, dan aku melihat sendiri semuanya, sangat miris Saeri” Jongwoon berhenti untuk melepas pegangannya di bahu Saeri “sejak saat itu aku tinggal bersama paman, karena tak tahan selalu di cemooh oleh teman, aku pergi di usia 9 tahun, dan aku melihat gadis kecil sedang menangis di dalam mobil yg terbalik, aku membawamu hanya untuk teman bermain, terus bersama dan aku mulai merasa kau adalah tanggung jawabku, dari situ sampai 3 bulan yg lalu aku dengan tulus bekerja menjadi fotografi sewaan, aku berusaha menanggung semuanya, aku rela berhenti sekolah hanya karena kau, aku bisa memakan sepotong roti dan uangnya untukmu. Sadarkah kau aku selalu memberikan apapun yg kau mau? Apartemen mewah, gadget, semua, dan semua butuh pengorbanan kau harus tau”

“lalu? Apa kau ingin aku membalasnya? Ya! Nanti! Aku juga akan menjadi fotografer sewaan dan mengganti semuanya! SEMUA!!”

“ya, jika kau mampu. Maksudku adalah, untuk apa aku memberikan semuanya padahal aku telah membunuh orangtuamu? Apakah kau pernah berfikir, kenapa aku membunuh orangtuamu? Dan mungkinkah anak berumur 9 tahun mampu membunuh 1 keluarga sekaligus? Bagaimana? Orangtuamu kecelakaan mobil, kau hanya beruntung karena selamat” mereka diam Jongwoon memegang tangan Saeri

“oppa, jika aku bisa melihat aku akan melihatnya sendiri apa kau salah atau tidak! Tapi… ini gelap, aku buta! Aku…akuu…. tak bisa melihat apapun”

“apapun?”

“apapun” Saeri terisak, Jongwoon mengangguk

“arrasheo” Jongwoon menggenggam tangan Saeri erat lalu menciumnya dengan lembut lalu mengusapnya “cukup kurasa” Jongwoon melepas tangan Saeri perlahan

“mwo?” Saeri seperti tak rela tangannya dilepas Jongwoon, tangan seari mencari-cari Jongwoon, Jongwoon menghapus air matanya

“aku akan pergi, itu yg kau inginkan tadi kan? Aku akan melakukannya jika itu membuatmu bahagia” Jongwoon mengelus puncak kepala Saeri “dengar, mata siapapun nanti tolong berterima kasihlah untuknya. Dan, kau boleh menggunakan semua kameraku tapi ingat, semuanya harus dibersihkan sebulan sekali. Kau harus hidup bahagia dengan Siwon, saranghae jung Saeri!” Jongwoon membiarkan air matanya mengalir “dan yg terakhir, kau boleh makan ramyeon sesuka hatimu” Jongwoon melepas tangannya dari Saeri

“oppaa! Oppaaa~” Saeri meraba-raba udara mencari Jongwoon “Jongwoon oppaa….eodiseo? oppaa” Saeri menangis terus meraba sampai menabrak kasur “oppaa!! Tinggalkan satu fotomu, selama ini aku tidak punya fotomu, kau dengar aku?” Saeri terus mencari “JONGWOON OPPAAAA!! MIANHAE OPPAA! OPPAA! BOGOSHIPPOO!! OPPAAA! GAJIMAAA!! OPPAAA!!”

“lalu kau ingin pergi kemana?”

“aku ingin mengurus masalah ini dulu, lalu pergi”

“kemana?”

“nanti kuberitahu” Jongwoon menepuk pundak Siwon

“kau akan mengunjungi kamikan?”

“anieyo! Tapi aku akan terus melihat kalian, jaga Saeri arrasheo?”

*****

5 month later…

“anyeonghaseo!” Siwon mendongak

“anyeonghaseo, Nuguseyo?”

“kim kibum!”

“choi Siwon, apa yg anda inginkan?”

“hmm…bisakah saya duduk di sofa yg menurut saya nyaman?” Siwon mengangguk “maaf mengganggu anda, tuan choi” ucap kibum, Siwon duduk di depan kibum. Kibum mengeluarkan klip plastik dari kantong jasnya

“apa ini?”

“bukti kecil yg menyelesaikan semuannya”

“maksudmu?”

“sebelumnya aku meminta maaf karena baru keluar sekarang, karena mengumpulkan bukti otentik sangat sulit”

“kau bicara apa?”

“kim Jongwoon!” Siwon membisu, seketika itu juga tubuhnya membeku

“aku adalah kim kibum, tangan kanan Lee hyuk jae. Tapi kurasa…” Siwon mengambil klip plastik “lee hyukjae adalah dalang dari semua ini. keluarga kim, keluarga jung semua yg membunuhnya adalah kakak dari hyukjae, untuk balas dendam. Lalu hyukjae melaporkan bahwa kim Jongwoon adalah pembunuhnya karena Jongwoon adalah anak dari keluarga yg kakak hyukjae bunuh, hyuk dan kakakknya ingin keluarga kim mati secara permanen”

“mworago? Kau tangan kanan hyukjae, lalu kenapa kau memberi tau semuanya kepadaku?”

“karena tuduhan hyuk kepada Jongwoon sudah kelewat batas, dia memfitnah. Menyalahkan Jongwoon yang tidak tau masalahnya. Aku benci ini, dan aku memutuskan untuk beralih dari hyuk”

“kemana dia sekarang?”

“mollaseyo”

“mwo?”

“ada fotokopi passport disana, kau bisa melacaknya” kibum berdiri “tugasku selesai, mianhae aku tidak bisa membantumu tuan choi, karena sekali lagi aku tegaskan bahwa mengumpulkan bukti sangat sulit” kibum menggeleng, lalu pergi setelah membungkuk. Siwon masih tidak percaya apa yg didengarnya…

*****

1 year later….

“cepat katakan!” Siwon hanya tersenyum

“ini sudah setahun yg lalu kan? Kenapa kau ini?”

“aku berjanji dengan… untuk berterima kasih kepada siapapun yg memberikan matanya untukku”

“arrasheo..arrasheo, tunggu disini nona choi” Siwon memberikan Saeri surat “kita baca bersama, aku belum membukannya sejak surat ini diberikan suster padaku. Saeri membukanya perlahan, lalu terjatuh sesuatu dr dalam surat itu, foto namja sedang bermain komputer mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih memakai kacamata

“mwo? Jongwoon oppa?” ucap Saeri gemetar, lalu melihat Siwon. “ini dirumah, ketika dia ingin mencetak hasil fotonya” Saeri membaca suratnya

‘Ta-daa!! Ini aku, kim Jongwoon!! Kau membaca surat ini dengan mataku sekarang! Terasa sangat nyaman menjadi bagian dari dirimu jung Saeri! Ahh tenang, aku tidak menuntutmu untuk berterima kasih seperti yg kusuruh kan? Mengingat kejadian saat ini, mana mungkin kau melakukannya. Hei! Dengar, Siwon telah berhasil membersihkan namaku, jadi sekarang aku mati dengan bebas, bukan sebagai tahanan. Ucapkan terima kasihku untuknya..

 

Jung Saeri, kau tahu? Ketika aku berumur 18 tahun aku baru menyadari bahwa marga kita yang berbeda berarti kita tidak mempunyai hubungan darah. Lalu setahun kemudian aku berfikir, bagaimana jika aku menikahimu. Aku rasa Kim Saeri tidak terlalu buruk, tapi… ahh..jika kau membaca ini masih dengan rasa bencimu, aku..minta maaf… jeongmal mianhae Saeri.. tak tahukah kau betapa sedihnya aku ketika kau menginginkan aku pergi menjauh darimu, dan sangat menyakitkan ketika kau memanggilku pembunuh. Ku kulangi, jangan ucapkan kata itu lagi. Atau, kau akan ku terror sepanjang hidupmu!!

 

Ingat!  gunakan mata ini dengan baik. Kau ingin menjadi fotografer kan? Hasil fotomu pasti bagus!sekali lagi ku Ingatkan! gunakan mata ini dengan baik!! jangan dipakai untuk menangis! Arrasheo? Berbahagialah seperti cinderella. Aku menyayangimu…

 

Kim Jongwoon’

“apa yg dilakukan namja ini? apa dia bercanda?” Saeri menangis, Siwon memeluk Saeri

“ingat, jangan gunakan mata ini untuk menangis”

“kau tau dimana ia dimakamkan?” Siwon menggeleng. Saeri kembali melihat foto Jongwoon “oppaaaa~ bogoshippo ooppaaa! Jeongmal bogishippo Jongwoon oppaa” Saeri meraung sejadinya, Siwon kembali memeluk Saeri erat…

FIN-

ff | Can u be mine? (part. 10)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran

Sebelumnya…

“bogoshippo” ucap sungmin dengan berbisik pula, rae yakin mukanya berubah warna sekarang, bayangkan namja yg kau sukai memanggilmu dari atas panggung dan menyuruhmu agar naik ke atas lalu mengucapkan bogoshippo. 

“please be my baby..whenever I think about you, I go crazy….” Sungmin kembali bernyanyi diiringi permainan pianonya yang indah kali ini sambil menatap rae dalam..tatapannya sangat menembus setiap bilik dalam organ tubuhnya dan menetap di hatinya, membuat rae sangat lemas karena tatapan sungmin

“cause I want to have you..be my lady…ooh please be my lady I will give you my love and I will never make you regret, I promise…” alunannya terus merendah dan berhenti, lalu apa yg harus aku lakukan? Sungmin berdiri, disambut tepuk tangan riuh. Lalu dia mengeluarkan tissue lalu mengubahnya menjadi setangkai mawar merah merekah yg sangat indah

“rae-ya…” Degh..Degh.. “aku menyukaimu…”

——

mwoooo? Duaaarr..duaarr kau tahu hati ini seperti sedang merayakan perayaan chuseok, benar-benar senang, ramai, aaah semua… tepuk tangan, gemuruh penonton menyambut ucapan sungmin “rae-ya..” aku diam, bukan tak ingin menjawab tp tak bisa menjawab “would u be mine?”

“aigo!” kali ini suaraku terlempar dari tenggorokan, aku mendengar seluruh isi aula ini berteriak histeris seperti menonton film horror, sangat ramai aku terus menatap sungmin, lalu melirik hyeri di bangku penonton dan mereka(hyeri dan hyorim) ikut berteriak sambil tangannya membentuk bentuk ‘v’ “kalian bersekongkol?”

“mwo?” tanya sungmin

“hyeri.. ya kan? Kalian ternyata komplotan” sungmin tersenyum, seisi aula masih ramai mungkin menunggu jawabannku. Kau gila? Aku tak akan menjawabnya disini!

-skip-

author POV

“Hyaa! Acara tadi benar-benar hebat” ucap hyorim ke hyeri dan mereka masih duduk dikursi penonton ketika tirai panggung sudah tertutup

“jinja? Ini hanya konsepku, dan semua panitia yg sebenarnya yg sudah bekerja keras”

“aku keluar” ucap heechul meninggalkan hyorim dan hyeri

“hei..ngomong-ngomong heechul, apa kau benar-benar berpacaran dengannya?”

“hyaaaa! Itu pertanyaan konyol”

“aku serius”

“kemarin malam aku mengajak heechul kerumah”

“mwo? Kau ini! Aissshh, appamu tidak marah?”

“aniyo, appa merasa beruntung aku bisa berpacaran dengan dosen muda”

“maksudmu?”

“appa pikir, kalau aku bisa berpacaran dengan dosen maka aku akan terus terkontrol kan?”

“cih”

“lagipula heechul tidak seperti donghae kan? Apa masalahmu?”

“tidak ada, baik aku pergi” hyeri bangun dan tepat saat itu juga rae datang, mata hyeri hampir keluar, lalu dia berjalan mundur karena tatapan rae yg seakan ingin membunuh lalu hyeri jatuh duduk dikursi yg tadi “r..rae-ya! W..waaee?” rae masih menatapnya

“katakan semuanya” rae berbicara dengan nada seperti sedang mengintrogasi buronan

“m..m..mwo?”

“rae-yaa” ucap hyorim

“cih” kali ini rae bertolak pinggang “kalian berdua saudara yang benar-benar membuatku gila!”

“naega? Wae?” Tanya hyorim

“kau! Ternyata benar kan, bahwa kau berpacaran dengan Heechul sonsengnim?” hyorim menunduk “dan kau!” rae menunjuk hyeri tepat di matanya “ternyata ini rencanamu kan? Semua ini! Iya kan?”

“a..aku, dipaksa rae-yaaa”

“Kau tau aku benar-benar kesal! Nae jeongmal hwaganayo!”

“mianhamnida..eee…jangan-jangan kau benar-benar marah denganku karna aku dekat dengan sungmin waktu itu?” rae menunduk “NEOOO!” hyeri berdiri dan memukul kepala rae

“YA!” rae berteriak dan membuat hyeri kembali terduduk “jangan-jangan kau sengaja mendekati sungmin” kali ini hyeri yg menunduk

“cukup!” hyeri berdiri dan mendorong rae ketempat duduknya “kalian berdua yg membuatku benar-benar gila”

“mwo?” ucap hyorim dan rae bersamaan

“aku? Lagi? apa salahku?” tanya hyorim

“Kau! Sampai detik ini aku tak habis fikir bahwa kau berpacaran dengan dosen pembimbingku, Kim Heechul! Dan kau memutuskan ingin pindah universitas hanya karna heechul itu juga pindah?” hyorim terkekeh

“sudahlaaahh…” hyorim mengentengkan

“dan kau!” meletakan telunjuknya di kening rae “ternyata kau menyukai sungmin sejak dulu tapi malah berpacaran dengan kibum! Berani bertaruh, kau belum memutuskan hubunganmu dengan kibum kan?” rae diam

“kau ini! Apa harus aku yg mengatakannya? Aku yakin kibum benar-benar marah setelah apa yg terjadi tadi” ucap hyorim, rae mengangguk

“baiklaaah… aku minta maaf” rae menunduk “aku yakin disini hanya aku yang salah” melirik hyeri dan hyorim

“oooh, baiklaaaaah….aku juga meminta maaf” hyeri duduk di depan hyorim dan rae “rae-yaa, sepertinya hanya kita berdua yg salah” hyeri melirik hyorim

“mworago? Apa kesalahanku?”

“hyaaaa!!!” rae memukul ringan hyorim dengan tangkai mawar

“aiigooo! Dasaaaar yeoja pabboooo!!!” hyeri mengacak-acak rambut hyorim. Dan setelahnya mereka hanya tertawa.

—-

“chukkae..” hyeri melirik bucket bunga dihadapannya

“mwo?” lalu yesung menurunkan bucket bunga dan memperlihatkan wajah tampannya “yesung-ssi!” hyeri terlihat senang, lalu mengatur emosi gembiranya agar terlihat sebiasa mungkin “hey, kau tak datang?”

“mianhae” yesung merogoh sakunya

“ini untukku? Atau untuk yoona yg sudah mempersembahkan tarian yg sangat indah tadi?”

“kau bercanda, ambillah”

“woow…gamsahamnidaa” hyeri sedikit mengangguk, yesung masih merogoh sakunya

“ada satu lagi”

“mwo?”

“milikmu yg berharga”

“hmm?” hyeri semakin bingung, yesung memberikan kalung berwarna kuning

“milikmu yg paling berharga kan?” hyeri menutup mulutnya, ia menatap kalung dan yesung bergantian

“i..inii kenapa bisa ada padamu?”

“ceritanya panjang, yg jelas aku menemukannya” yesung bersimpuh dihadapan hyeri, hyeri kebingungan, lalu yesung membuka kancing kemejanya yg semula ia kancing sampai leher. Lalu terlihat jelas oleh hyeri, yesung mengenakan kalung dan yesung mengeluarkan kalung itu dan sangat jelas kalung itu berwarna kuning! hyeri merasa sesak, kalung ini. Kalung yg dibawa ‘mati’ oleh jongwoon.

“j..jongwoon?”

“mianhamnida hyeri-ya, maafkan jongwoon karna telah membuatmu menangis selama ini” hyeri menahan napas, menutup mulutnya, menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yg ia lihat

“aa..a…hhh, yesung-ssi” bulir-bulir jatuh membasahi pipi hyeri, hyeri menggeleng “woon-aah” yesung tersenyum

“terserah kau ingin memanggilku apa”

“bagaimana bisa ini semua…” hyeri menutup mulutnya,

“…aku baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu dan…mianhae” ucap yesung mengakhiri ceritanya

“aigoo” hyeri sudah berkali-kali mengusap airmatanya yg trus mengalir

“bisakah kau menerima ini? Menerima semua ini?”

“pergilah..”

“mwo?”

“jebaaall…pergi yesung-ssi” yesung segera pergi, hyeri menutup wajahnya dengan kedua tangannya yg bertumpu pada pahanya, ia menangis sesegukan.

***

Hyeri POV

Aku bercermin menggunakan kalung itu, mataku sembab dan otak ini tak berhenti berfikir.

“yesung itu jongwoon, jongwoon itu yesung? Ternyata selama ini aku benar kan?” hyeri meremas sweater milik yesung ditangannya meraba huruf ‘Y’ “jongwoon juga selalu memberi inisal disetiap barang miliknya kan?” aku kembali mengingat-ingat semua hubungan antara jongwoon dan yesung “aaah, jongwoon menyukai warna merah..dan yesung…” aku kembali mengingat ucapan yesung “aku tak tau, tapi ketika aku melihat warna merah seakan aku ingin memilikinya. Apa itu bisa disebut suka?”airmataku kembali mengalir “dan hyorim juga pernah mengatakannya kan?Ketika ia melihat sweater ini” dan aku kembali mengingat ucapan hyorim “kuraeyoo? Aaa…orang itu seperti Jongwoon saja kan? Woonniie juga seperti itu kan? Semuuaaa barangnya bertuliskan ‘JW’ iya kan?”aku menutup mataku,

“hyeri!”

“hyorim? Sedang apa? kenapa tidak mengetuk dulu sih?” aku melempar sweaternya

“aaah, aku ingin mengambil novel yang waktu itu kau pinjam, apa sudah selesai?”

“nde, ambilah” hyorim mengambil novelnya di rak,

“baiklaaah, aku pulang”

“Ya!” aku mencegahnya, hyorim berhenti

“ada apa?”

“mau mendengar lelucon?”

“haha.. tentu” hyorim kembali menutup pintu, aku menepuk-nepuk kasur agar hyorim duduk “apa leluconnya sangat lucu?”

“neomu!” aku bersiap “yesung, kau tau dia?”

“sure, wae? Kau menyukainya?” aku mengangguk perlahan “aaaaah, gomawoyooo!!”

“bersyukur untuk apa?”

“aku senang melihatmu sudah bisa melupakan jongwoon” aku tertawa kecut “wae?” hyorim memandangku aneh

“dan..ini leluconnya” hyorim mendengarkanku dengan seksama(?) “yesung…hhh..adalaah..jongwoon” suaraku semakin mengecil pada akhir kalimat, kening hyorim mengerut, lalu menggeleng

“ini lelucon yang benar-benar lelucon”hyorim memegang keningku “kau jangan sampai gila hanya karna dia dan yoona sudah berpacaran” aku menggeleng

“kau tak percaya?”

“tentu! Bagaimana bisa kau menyebutnya seperti itu? Jongwoon kan sudah ma..” hyorim belum meyelesaikan kalimatnya yg segera aku potong

“mati?” hyorim mengangguk “apa ada berita yg menyatakan bahwa jasad jongwoon ditemukan? Apa ada fakta yg membuktikan jongwoon mati? Huhh?”

“tidak ada” hyorim menggeleng perlahan

“dan..lihat ini!” aku menunjukkan kalung, sweater milik yesung “kalung ini diberikan yesung kemarin malam seusai pesta akhir tahun” aku mengangkat kalungnya “dan lihat, sweater dan handuk ini! Ada inisial y, persis seperti kebiasaan jongwoon kan? Kau yang bilang sendiri waktu itu, kau ingat?” hyorim kembali mengangguk

“eotteohkke?” hyorim berbisik

“dan tadi, ketika dia mengembalikan kalung ini yg entah bagaimana caranya ada padanya, dia menunjukkan kalung berwarna merah”

“milik jongwoon? Pasangan kalung ini?” aku mengangguk “kau yakin?”

“tentu, bahkan dia yang mengatakkannya sendiri. Orangtuanya mengadopsinya ketika jongwoon masih kecil, ketika jongwoon pingsan tepat didepan rumah mereka” hyorim menutup mulutnya

“aigo, kenapa bisa seperti ini?” dan kami membisu, bingung dengan keadaan ini…bingung apa yg harus aku lakukan,

“hyorim?” hyorim appa masuk kekamarku “apa kalian sedang sibuk?”

“aniyo, ahjussi” jwabku

“rim-aah, gajja kita pulang, apa kau ingin tetap disini?”

“aniyo appa, aku akan segera turun” hyorim appa mengangguk lalu segera keluar, hyorim berdiri, dan menggenggam tanganku “hyeri-yaa”ucapnya lirih

“mwo?”

“mungkin tindakanmu selama ini yg membuat jongwoon kembali sebagai yesung”

“mwo?”

“mungkin Tuhan memang tidak suka jika kau melupakan jongwoon” hyorim tersenyum “lagipula kau menyukai yesung kan?” aku mengangguk “jadikan ia kekasihmu sebelum terlambat”

“kau gila?”

“hey, bahkan kau tidak memberitahu kepada jongwoonkan kalau kau begitu menyayanginya bahkan sampai 12 tahunpun berlalu” aku menunduk dan tersenyum

“kau benar”

“aaaah…kalian keren sekali, setelah 12 tahun berpisah sekarang dipertemukan kembali” hyorim semakin erat menggenggam tgnku “baiklah, aku pulang.. aku akan pindah ke Universitas lain, jangan cari seseorang untuk menggantikan posisiku diantara kau dan rae, oke?”

“ofcourse, yeoja pabbo!” hyorim terkekeh, mengambil novel dn berjalan menuju pintu

“dan doakan aku dan heechul semoga cinta kami sesempurna cinta yg kau miliki untuk jongwoon, arrasheo?” aku mengangguk, dan hyorimpun pergi

—-

Author POV

Sungmin memandang sungai didepannya, ia membuka kancing jaketnya agar bebas tertiup angin, ia bersenandung kecil ditemani suara kendaraan dan klakson mobil di jembatan penyebrangan tepat diatasnya, orang yg ia tunggu akhirnya datang bersama yeoja pujaannya. Ia menatap rae lekat namun rae hanya menunduk

“untuk apa bertemu disini? Apa anak perpustakaan lebih menyukai suara bising dari pada ketenangan yg ada di café atau restoran?” sungmin hanya bersmirk

“jaga ucapanmu! Ini adalah tempat eommaku mati tertembak dan mayatnya belum ditemukan sampai sekarang” kibum menatap ke hamparan sungai

“apa yg ingin kau bicarakan?”

“aku ingin membicarakan apa yang menjadi pertanyaanmu”

“baguslah, jadi?”

“aku menyukai rae!”

“aku tahu, bahkan sejak kau berbicara dengan hyeri tentang rencanamu”

“jinja?”

“nde, aku terus mengikutimu!”

“kau ini payah” kening kibum berkerut “membiarkan namja lain menyukai yeojamu dengan ikhlas*emgadakataikhlasdikorea?*”

“aku akan membayarnya sekarang” kibum maju

“mwo?”

BUK!! Kibum meninju sebelah kiri sungmin, membuat bibirnya sedikit berdarah

“kibum-ssi!” rae teriak

“itu untukmu karna kau menyukai yeojaku!”

BUKK!! Kibum meninju sebelah kanan sungmin dan bibirnya benar-benar berdarah

“HENTIKAAAAN!!!” rae memegang lengan kibum, kibum melepaskannya dengan halus

“itu untukmu karna kau membuat rae berpaling dariku!” sungmin mengelap darahnya

BUKK! Kibum meninju perut sungmin

“kibum-ssi, jebbaaal” rengek rae

“hentikan, atau akan kubuat mati dia” ucap kibum dengan nada mengancam, rae menjauh

“mianhae sungmin-ssi” ucap rae

“gwen..canhaa” ucap sungmin terbata

“yg itu karna kau membuatku malu dihadapan semua chinguku saat acara kemarin karna kau mengatakan cinta ke rae!”

BUKK!! Kibum meninju perut sungmin lagi, membuat sungmin terhuyung.. rae tak henti menangis

“itu karna kau membuat rencana konyol dengan hyeri untuk rae”

BUKK!!! Kibum menyikut punggung sungmin yg terhuyung dan membuat sungmin jatuh ke tanah

“dan itu untukmu karna kau sering membuatnya menangis” sungmin mencoba untuk berdiri, rae ingin membantunya tapi dicegah oleh kibum. Sungmin berhasil berdiri wajahnya bersimbah darahnya sendiri, ia bersandar pada motornya

“cukupkah?” tanya sungmin mengatur nafasnya, kibum mengangguk

“mianhamnidia” kibum membungkuk, dibalas oleh sungmin “kau sekarang lebih payah dariku” sungmin tersenyum

“jinja?”

“lihat, aku akan menyerahkan rae sekarang! Jaga dia, awas jika aku menemukan rae menangis karnamu” sungmin mengangguk lemah

“aku berjanji, aku akan menjaganya dengan amat baik, karna rae adalah nyawaku” kibum tersenyum, raepun ikut tersenyum dibalik tangisannya

“aku pergi” kibum memandang rae “terimakasih karna sudah ingin menjadi yeoja yg kusayangi” kibum memeluk rae sebentar

“cheonma, dan terimakasih karna sudah membalas kejahatan sungmin yg ia lakukan padaku” kibum tersenyum, ia pergi dengan mobilnya meninggalkan rae dan sungmin yg masih tergopoh, rae mendekati sungmin “sakit?” tanya rae, sungmin mengangguk, rae mengeluarkan saputangan untuk mengelap darah

 “sungmin-aah”

“ne?”

“kau benar-benar jahat”

“mwo?”

“kau menghilangkan diri, membuat aku dan hyeri bertengkar, membuat aku merasa kehilanganmu, benar-benar kehilanganmu, membuat aku sangat merindukanmu”

“jeongmal?” goda sungmin

“aiisshh”rae menekan saputangan di luka sungmin dan membuat sungmin mringis kesakitan

“ssshhhh…itu artinya semua sesuai rencana”

“cih, aku pikir kau benar-benar menyukai hyeri”

“aniyoo” sungmin menatap sungai “kau tau, tak ada yang bisa menggantikanmu disemua bagian dalam hidupku”sungmin menatap rae

“jinja?” rae menunduk

“hey, would u be mine?”

“mwo? Untuk apa menanyakannya lagi?”

“karna belum terjawab” rae menunduk

“tentu,”rae tersenyum, disusul sungmin

“lihatlah ke sungai” sungmin menghadapkan rae ke sungai “annyeonghaseo eomma” sungmin membungkuk, rae mengikutinya walau dengan kebingungan “eeomma tadi lihat? Aku berantem dengan namja demi mempertahankan yeoja yg aku cinta” sungmin menatap rae, rae menunduk malu “seperti kata eomma kan? Aku masih ingat kau harus mempertaruhkan dirimu untuk yeoja yg benar-benar kau cintai, dan aku melakukannya eeomma… yeoja itu ada disampingku sekarang” sungmin melirik rae lagi dan rae membalasnya, lalu sungmin menggenggam tangan rae “namanya Choi rae-ae, adik dari Choi siwon” “hey cepat membungkuk” sungmin menyuruh rae

“o..oh ndee” raepun membungkuk

“eomma masih ingat siwon kan? Chinguku, yang eeomma selalu bilang bocah tampan, naah dongsaeng dari bocah tampan itu sekarang milikku, kkeke” sungmin terkekeh “eeomma, walaupun aku sudah menemukan yeoja yg kucinta, tapi aku tetap mencintai eeomma! Tenanglah disana eeomma!! Aku berjanji akan membawa keturunan-mu kesini bersama yeoja yang sama” rae memeluknya… aaah indah, ini benar-benar indah, aku benar-benar mencintaimu lee sungmin!

“ahjumma, aku akan menjaga sungminmu…istirahatlah dengan tenang” rae membungkuk disusul sungmin

“hey, aku akan melakukan hal yg pertama kali kita lakukan bersama”

“mwo? Apa itu?”

“mencicipi bibirmu”

to be continued~

ff | Can u be mine? (part. 9)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran -,-

Sebelumnya…

“akhirnya kami memutuskan ingin mengadopsinya menjadi anak kami dann…” appa tdk melanjutkan, eomma memejamkan matanya 

“dan?” aku bertanya

“dan kami mengganti namanya menjadi…” aaah appa, aku menantikan siapa itu “Yesung, Park yesung”

CUBM Part 9 start here^^

Yesung POV

“Yesung, Park yesung” MWO? Hatiku mencelos, jadi… aku tak habis fikir. Bahkan aku tak kuat duduk dikursi, aku terjatuh

“m..mwo? a..aku…” jadi aku jongwoon? “j..jadii a..aku? aniyoo! Ani” aku menutup mulutku dgn tangan, tak percaya, dan benar-benar diluar kepala. Aku memandang kalung itu, ja..jadi aku… aiggoo, sulit dipercaya. Suasana sedingin es, kami semua terdiam hanya terdengar suara tangis eomma.

“nde.. yesung-aah! Dan baju itu, adalah..” … “milikmu, sewaktu kami menemukanmu” ucap appa lirih

“dan aku berniat membuangnya karena aku ingin rahasia ini terus terkubur sampai aku dn appa mati, aku ingin membuang semua tentang jongwoon dan menganggapmu yesung”

Aku tak lagi mendengar suara eomma, kuluruskan otot kakiku yg lemas dn mencoba berdiri, kuraih box ungu dan segera pergi

“yesung!” panggil eomma penuh tangis

“yesung-aah” panggil appa, seakan otakku tak mengenal siapa yesung dan apa yg mereka katakan, aku terus keluar

“yesung-aah, bukankah kau janji tdk akan meninggalkan kami? Yesuuung” tangisan eomma semakin keras, aku masuk ke kamarku dan bersandar di balik pintu

“aigooo” ucapku lirih, aku membanting box ungu, kalungnya keluar aku tak ingin menatapnya “aku yg selama ini hyeri tangisi, bukan! Aku yg selama ini membuatnya menangis, membuatnya menunduk memikirkan jongwoon. Dan semua ingatan ketika aku sakit, dan itu semua adalah aku! Aiisshhh” aku memegang keningku, bukan karena sakit tp karena menganggap ini semua gila! Aku jongwoon! Aku kenangan hyeri! Aku yg ada di foto itu! Aku adalah namja kecil yg berfoto bersama hyeri kecil, itu aku! Aiishhh… sulit dipercaya!! Yang kutemui dikampus, yg aku payungi ketika hujan, yg membuatku hampir melupakan yoona, itu semua hyeri, dan hyeri adalah chinguku sejak kecil. Daan… a..ku yg selama ini hyeri bilang sebagai ‘Jongwoonku’

 

Author POV

Drrrt…drrrrt…ddrrt

Yesung sengaja membuat ponselnya silent, sudah 3 hari ini ia tidak keluar kamar

“yesung-ssi” panggil yoona dr luar kamar

“keluar yesung-aah! Kau sudah 3 hari disana” ucap yesung eeomma

“aku belum melihatmu makan” yoona memegang nampan berisi semangkuk nasi, semangkuk sop dan sepiring kecil bulgogi

“pergilah, aku tak butuh makan. Aku tak ingin keluar” seakan ucapan lirih yesung menjawab semua pertanyaan

“ayolaaah, jangan menyakiti dirimu sendiri yesung-aah” ucap eeommanya

“aku tak sedikitpun menyakiti diriku sendiri, kumohon pergilah, aku akan keluar jika sudah waktunya” yesung berhenti bicara “Komohon, aku akan baik-baik saja yoona-ya! Jaga kesehatanmu” lanjutnya. Yesung eeomma dan yoona memutuskan menyerah

Drrrt…ddrrt

Yesung yg tadinya sedang memakai headphone dari ipod cube-nya segera melihat siapa yg mengganggunya, mengambil ponselnya di atas meja. Terdapat 15 missed call dan 7 sms, separuhnya dari hyeri. ponselnya kembali bergetar tertera nama hyeri. Jantungnya berdegup, keringatnya bercucuran, tangannya gemetaran, otaknya berputar 13 kali lipat dari biasanya seakan bingung apa-yang-harus-aku-lakukan-jika-ponsel-ini-berbunyi atau aigo-apa-ini?-malaikat-maut-menelfonku? *haha, tergambarkan abang satu ini gimana ketakutannya*

“yeobseo” ucap hyeri seperti merasa lega, akhirnya telfonnya diangkat juga, suara yesung tercekat, seperti kehilangan pita suaranya

“nde!”

“Ya! Kau kemana saja? 3 hari ini kau tidak masuk kuliah, dan tidak mengangkat telfonku. Ada apa sebenarnya, kau ada dimana?” hyeri berbicara tanpa putus

“m..mwo? a..aku…”

“yesung-aaah, gwencanhayooo?”

“nde”

“aaah, kembalilaaah….bogoshiposoyo, haha” mwo? Yeoja ini merindukanku?

“ada apa sebenarnya?”yesung seperti sudah mendapatkan kembali suaranya

“aiish, kau tak boleh melupakan pesta akhir tahunnya”

“ah, nde..kau benar, dimana kau sekarang?”

“di taman seperti biasa, cepat kesini. Arra?”

“nde” yesung mengambil  jaketnya

“hati-hati” tutup hyeri, lalu menutup telfonnya.

Yesung segera keluar kamar membuat eommanya terlonjak kaget, eommanya membuka mulutnya ingin berbicara sesuatu

“diamlah, kumohon. Aku ingin pergi sebentar”

“ne, hati-hati. Arra?” eommanya terdengar cemas

“nde” yesung segera pergi menggunakan motornya

Yesung melihat hyeri sedang menulis sesuatu di catatannya, Ya! Hyeri-ya! Mianhamnida yesung sedikit membungkuk dari jauh sebagai permohonan maaf, karena ternyata dia yg selama ini membuat hyeri menangis. Hyeri menyebarkan pandangannya, yeoja itu melambaikan tangannya ke arah yesung, kenapa dia terlihat begitu manis? Membuat aku semakin merasa bersalah yesung berjalan menghampirinya segera duduk dihadapan hyeri

“hmm…sepertinya sungmin juga berniat ingin mengisi acara pada pesta akhir tahun nanti” yesung masih menatap hyeri lekat, matanya memerah dan tak sadar ia meneteskan air mata, yesung membuang mukanya sebelum yeoja dihadapannya tau bahwa yesung menangis “Ya! Apa kau juga ingin bernyanyi?” hyeri melihat yesung karena daritd yesung hanya diam “hei, apa kau sakit?” hyeri mendapati mata yesung memerah, hyeri memegang kening yesung, yesung mengalihkannya

“naega gwencanha”

“ouw..baguslah” hyeri kembali sibuk

“bisakah kau ikut denganku?” hyeri mendongak

“kemana?”

“kerumahku” kening hyeri berkerut “mengambil laptopmu, aku masih belum bisa kembali ke kampus”

“ggeuraeyo? Baiklah” hyeri membereskan semua yg dimeja

“lloh, mau kemana?”

“kerumahmu”

“sekarang?”

“aku tak punya banyak waktu yesung-aaah”

“ok! Gajja” mereka pergi

Rae POV

 Aku terus duduk dikursi ini, menunggu namja. Aku yakin kau tau itu siapa, semenjak aku mengusirnya, aku belum melihatnya lagi 3 hari ini. Tak tahukah dia betapa aku merindukannya? Aku terus mengatakan pada kibum kalau aku sedang tak ingin diganggu, sekalian memberiku waktu berfikir cara terbaik untuk memutuskan hubungan dengannya. Semua aku yg mulai, dan aku pula yg harus mengakhiri. Aku memejamkan mata mencoba mengingat bagaimana senyumnya, dan bagaimana kelakuannya yg membuatku begitu mencintainya, Lee Sungmin, namja yg selalu berhasil membuatku terpesona. Pintu disampingku menjeblak terbuka aku berusaha mencari dimana sungmin, sampai pada murid terakhir aku tidak juga melihatnya

“sillyehamnida” aku mencoba bertanya pada yeoja yg td keluar terakhir

“nde”

“bukankah kau sekelas dengan sungmin?”

“ya, benar. Ada apa?”

“kemana dia? Aku belum melihatnya 3 hari ini”

“ooh, lee sungmin itu? Ku pikir dia mengambil mata kuliah tambahan”

“mata kuliah tambahan?” yeoja itu mengangguk “bagaimana bisa? Kita bahkan belum ujian”

“ndee, makalah yg ia serahkan kepada Jungsoo seonsengnim minggu lalu sepertinya sudah cukup untuk menggantikan ujiannya. Dia bahkan mendapat nilai A”

Aigooo sepintar itukah sungmin? “jinjayo? Lalu apa kau tau kelas apa yg ia ambil?”

“akhir-akhir ia seperti tertarik oleh seni drama klasik, ku pikir ia mengambil itu” drama klasik?

“jinja?”

“tapi hanya sebagian kurasa”

“aah, nde..gamsahamnida” aku membungkuk sekilas, kembali duduk

Sebentar…drama klasik? Bukankaaah hyorim dan hyeri mengambil itu? Aiigo, apa jangan-jangan sungmin mengambil sebagian mata kuliah yg sama dengan hyeri agar terus bisa bersama dengannya? Kepalaku menggeleng sekuat-kuatnya tidak percaya kenyataan. Tapi kemana mereka berdua, hyorim pasti sibuk karna dia asisten heechul seonsengnim, hyeri? Dia pasti juga sibuk karena dia ketua panitia acara pesta akhir tahun nanti, aigo! Kenapa aku jadi merasa sendirian seperti ini!

Author POV

yesung segera mengambil laptop hyeri, ia melirik kalung yg tergeletak di kasur. ia mengambil dn menggenggamnya, “akan aku kembalikan ini padamu hyeri, tapi nanti ketika sudah saatnya, dan akan aku kembalikan jongwoonmu, mungkin”

mata yesung eeomma tak berhenti menatap hyeri, hyeri terus menunduk

“b..benarkah kau hyeri?” hyeri mengangguk lemah dari mana ahjumma tau kalau namaku hyeri? Dan kenapa begitu gugup? Yesung eeomma menutup mulutnya, dia segera bangkit lalu pergi meninggalkan hyeri sendirian. Yesung yg memperhatikan mereka dari atas segera turun begitu melihat eommanya pergi

“Ya!” hyeri mendongak “ini laptopmu, mian sangat lama ku kembalikan”

“apa eeommamu baik-baik saja?”

“memangnya kenapa?” hyeri menggeleng

“aniyo, gwencanha” yesung eomma kembali datang membawa senampan teh, dan pastry

“ini, silahkan…hanya ada pastry disini” yesung eeomma duduk tepat dihadapan hyeri

“ini sangat merepotkan, aku hanya sebentar”

“gwencanhaa, makanlah sedikit” yesung eeomma masih memandang hyeri lekat

“bisakah meninggalkan kami sebentar?” ucap yesung, yesung eeomma segera pergi

“Ya! Kenapa ahjumma tahu namaku?”

“hmm…siapa lagi kalau bukan aku yg memberitahu?” yesung meminum tehnya

“mwo? Untuk apa kau memberitahu namaku?”

“nanti ada saatnya kau akan tahu semuanya”

“mwo? Yesung-aah”

“gajja, aku akan mengantarmu pulang” yesung menarik tgn hyeri

“Ya!” hyeri melepaskannya “kau sengaja mengajakku kesini, dan menyisakan berjuta pertanyaan” kening yesung berkerut, yesung kembali menyeret hyeri dan mendorongnya masuk ke mobil “yesung-ssi!”

“mworagooo?”

“jawab aku!”

“apa yg harus aku jawab?”

“kenapa kau memberitahu namaku ke ahjumma! Kenapa dia menangis begitu melihatku! Dan apa maksudmu dengan, ada saatnya kau akan tahu semuanya?” ucap hyeri tanpa putus

“itu hakku kan? Dan ini belum saatnya kau mengetahui semuanya” setelah itu yesung bungkam. Menutup mulutnya rapat-rapat dn membiarkan hyeri mengomel sepanjang perjalanan

***

“MWOYA? Kau ingin pindah dari universitas ini karena Heechul itu juga pindah? Kau gila?”

“aniyo” hyorim menggeleng mantap, hyeri menatap kearah hyorim ngeri

“apa ayahmu sudah tau?” hyorim mengangguk “dia tidak marah?” hyorim menggeleng, lalu tersenyum “ternyata semua benar huhh?”

“mwo? Benar apa?”

“gosip, bahwa kau berpacaran dengan Heechul itu?”

“haha..Binggo! kau sudah mendapatkan jawabannya”

“aigo” hyeri memegang keningnya, lalu kembali menyeruput mocca “sudah berapa lama?”

“mola” hyorim mengedikkan bahu, tiba-tiba ponsel hyorim berbunyi “yeoboseyo—aah heechul-ssi!”

“mwo?” Hyeri berbisik, dia tak habis fikir saudaranya ini ternyata berpacaran dengan dosen termuda! Hyorim menatap mata hyeri nakal lalu kembali menelfon

“arrasheo, sebentar lagi aku kesana—mwo? Aaah benar visaku sudah habis, baiklah akan segera kuurus—oke!—aku sedang bersama hyeri—nde! Arraseho, aku pergi sekarang”

“heechul?” tanya hyeri, disusul anggukan hyorim

“aku harus segera pergi, mianhae hyeri-ya” hyeri terkulai lemas di meja café

“aku ingin tidur”

“mwo?”

“aku ingin cepat tidur dan berharap ketika aku bangun ini semua hanya mimpi” hyeri mengambil mocca-nya dan mendahului hyorim yg masih merapihkan buku-bukunya

“heiiish! Ya!”

—–

Rae sedang makan siang di taman ketika melihat hyeri menggerutu hanya buku dan map-map yg mendengarnya, rae menghampirinya

“mana boleh dia seperti itu? Cihh..gila!”

“ehm…memangnya ada apa dengan dia? Sampai kau bilang dia gila?” kening hyeri mengerut

“rae-ya?” senyum hyeri sumringah “sedang apa kau…” rae tersenyum “sebentar, kau tak lagi marah denganku?” rae menunduk

“waktu itu aku hanya emosi”

“haha…emosimu benar-benar gila choi rae-ae”

“mianhae song hyeri” rae sedikit membungkuk

“ha! Aku bingung kenapa waktu itu kau begitu marah” rae bersemu

“gajja, temani aku makan” rae menyeret hyeri kemejanya “hey, kau tau dimana hyorim?”

“yeoja itu yg tadi kusebut gila”

“mwo?”

“kau tau hubungannya dia dengan heechul seonsengnim?”

“molla, wae”

“mereka berpacaran” bisik hyeri, sukses membuat mata rae membulat dan mulutnya terbuka

“jinja?” mereka terdiam “aaiiish…aku sudah menduga”

“menduga?”

“aku sudah tau kalau heechul dan hyorim sedang dekat,dan lihat..benar saja, mereka berpacaran” hyeri menyipitkan mata, lalu ponselnya berbunyi

“yeobseyo—ooh, sungmin-aah” hyeri melirik rae, lalu menutup telfon dengan tangannya “Ya! Aku terima telfon dulu” rae mengangguk lihat, itu pasti sungmin…aaaah rae-yaa jangan marah lagi dengan hyeri, yeoja ini tak salah,aku yg salah kenapa tdk memberitahunya kalau aku menyukai sungmin ucap rae dalam hatinya, hyeri kembali kemejanya “mianhae rae” rae mengangguk “bagaimana hubunganmu dengan kibum”rae mendongak

“molla..”

“kau mana bisa begitu…membiarkan hubungan kalian tidak jelas seperti ini, kau tak kasihan dengan kibum?”

“huh? Kibumpun sekarang jarang menelfonku, mungkin sibuk” rae mengedikkan bahu

“cepat urus hubunganmu dengan kibum” rae memandang hyeri bingung “aaah…baiklah, aku harus segera pergi”

“oke, terima kasih sudah menemaniku makan siang dengan fakta yg mengejutkan” rae tersenyum “dan aku minta maaf atas pertemuan terakhir kita” hyeri menaruh buku dan mapnya di meja llalu memeluk chingunya

“bogoshipposoyo Choi Rae-ae” rae membalasnya

“nado” mereka melepas pelukannya, hyeri pergi setelah beberapa langkah ia kembali menoleh

“aku hampir lupa, hyorim akan segera pergi meninggalkan kampus ini bersama Kim Heechul”

“MWORAGO?” rae berdiri “ini gila!”

“benarkan? Ini gila, akhirnya kau sadar”

“kapan ia pergi?”

“molla, seperti sehabis pesta pelepasan nanti, baik..aku pergi”

***

 

“mau sampai kapan kau terus bersikap seperti ini?”

“mollaseyo”

“mwo? Molla? Huhh…kau pikir hubungan kita ini permainan?”

“aku tak pernah bilang seperti itu kan?”

“tapi caramu yg mengatakan bahwa kau berpacaran denganku hanya bermain-main yesung-ssi”

“jinjayo? Mianhae, aku tak bermaksud” satu persatu airmata yoona mengalir “aku tak ingin melihatmu menangis”

“klau begitu jangan buat hubungan kita seperti permainan” yoona semakin terisak

“kalau begitu hentikan permainannya” ucap yesung yakin, yoona menutup mulutnya

“yesung-aah” ucap yoona lirih

“kau baik, kau perhatian, kau manis, kau sempurna yoona…” yesung menghentikan ucapannya “tak pantas berpacaran denganku, namja buruk, namja yg hanya bisa membuatmu menangis”

“kau tak pernah seperti ini, sebelum hyeri datang dan masuk ke kehidupanmu dan merusak semuanya”

“hyeri benar, jangan salahkan dia. Salahkan takdir yang tak mau berpihak padaku”

“mwo?”

“sudahlah, kau tak akan tau… mianhae yoona, kau harus mencari namja yg bisa membalas semua sikap sempurnamu… dan jangan menangis karena aku lagi, arrasheo?” yesung pergi meninggalkan yoona yg menangis sejadi-jadinya…

Diwaktu yang sama, hyeri sedang mengatur dekorasi untuk acara pelepasan yg akan diadakan 1 minggu lagi

“Hyaa!! Bukankah pianonya sudah kupesan terlebih dahulu sejak sebulan yang lalu? Kenapa dia membatalkannya begitu saja?”

“molla hyeri-yaa… td ketika aku ingin mengambilnya, ahjussi itu bilang kalau pianonya akan dipakai untuk theater 2 minggu kedepan”

“aigo…sudahllaaaah, pakai piano milikku saja” hyeri menengok ke arah sungmin yang datang entah dari mana -.-

“sungmin-aah”

“itu ide bagus hyeri-yaa” ucap chingu hyeri

“heiiisshh… tetap saja ini pelajaran untukmu, agar tidak teledor” hyeri memukul chingunya dengan map

“mwo? Teledor? Salahkan ahjussi pabo itu yg seenaknya membatalkan”

“ne, ahjussi itu salah. Tapi bukankah aku sudah menyuruhmu untuk memastikannya kemarin huhh?” chingu hyeri hanya diam “Ha! Diam kau sekarang, terlambat untuk berfikir. Cepat, tolong bantu yg lain menyelesaikan dekorasinya. Arrasheo?”

“nde…jeosonghamnida hyeri-yaaa”

“dasar”

“gajja, kau ingin makan?” ucap sungmin setelah chingu hyeri pergi

“aku lapar, tp tak bisa meninggalkan aula kan?”

“aku bawa makanan”

“jinja? Whoaaaa..gajja-gajja kita makan” hyeri terlihat senang karna sebentar lg cacing-cacingnya akan berhenti menggerutu, sementara hyeri duduk disalah satu kursi penonton, sungmin berlari ke mobilnya untuk mengambil makanan.

Rae yang baru saja datang, sangat senang melihat sungmin yg sedang berlari menuju parkiran

“aigo..s..sungmin? ha” rae terlihat sumringah, akhirnya setelah seminggu ini tidak melihat namja yg dicintainya dan sekarang begitu melihatnya semua tertebus. Melihat sungmin yg menggunakan pakaian yg sangat serasi, lalu rae melihat sungmin  yg membawa plastik dan kembali masuk ke aula, rae mengikutinya, ia membuat jarak yg cukup jauh namun masih terlihat, ia melihat sungmin yg memberikan semangkuk ramyon ke yeoja sebentar, seperti pernah melihat yeoja itu dan benar, yeoja itu adalah hyeri omonaaa! Mereka benar-benar, bagaimana bisa aku menahan semua ini, menahan untuk tidak marah melihat namja yg kucintai bersama chingu ku sendiri dan ini sangat menyakitkan! Rae kembali melihat sungmin mengaduk ramyon untuk hyeri dan mereka berbisik setelah itu mereka tertawa bersama aisshh…aku bisa mati karna sesak napas kalau terus berada disini. Dan akhirnya rae keluar. Sungmin yg menyadari rae yg mengikutinya sejak dr parkiran, matanya segera melihat ke arah td rae berdiri

“apa ia sudah pergi?” tanya hyeri, sungmin mengangguk “kau ini” hyeri memukul kepala sungmin menggunakan sumpit

“mwoo?”

“bagaimana bisa membiarkan yeoja yg kau sukai menahan sakit seperti itu huhh?”

“nanti akan ku balas rasa sakit itu hyeri-yaa” mereka kembali makan “lalu bagaimana td ceritamu? Kau bilang rae meminta maaf padamu?”ucap sungmin membuka pembicaraan,hyeri mengangguk “lalu…apa dia cerita kalau dia menyukaiku?” hyeri menggeleng

“aniyo, naah itu yg membuatku khawatir” sungmin menghentikan makannya dn menatap hyeri “kau yakin rae menyukaimu?”

“aiiissshhhh!!!” sungmin memukul kepala hyeri “mulrooon!!!! Waeeee?”

“darimana kau tau?”

“aku sudah bilang, kalau aku yg dengar langsung dari rae, ketika dia sedang berbicara dengan siwon. Puas?”

“arra..arra. sekarang masalahnya adalah kau harus benar-benar meminjamkan pianomu untuk acara ini nanti”

“cih”

“Ya! Sungmin-aaa, kau kan sudah janji tadi” sungmin terus makan “oke, aku akan berhenti membantumu” mendengar itu sungmin langsung tersedak

“HYAAAA!!!” sungmin kembali memukul hyeri, dan hyeri hanya meringis “awas kau! Akan kulaporkan pada yoona kalau kau begitu menyukai yesung!”

“sungmin-aaah” hyeri memelas “oke! Kalau begitu aku akan mengatakan pada siwon, kalau kau mengerjai rae”

“mwooyaaa” sungmin mengambil mangkuk ramyon milik hyeri “awas kau!”

“kembalikaaaan ramyonkuuu!”

“berjanjilah kalau kau akan terus membantuku”

“nde!” hyeri mengangguk semangat

“berjanjilah kau tidak akan mengatakan ini kepada rae dan siwon”

“dan kau harus berjanji tidak akan bilang kalau aku menyukai yesung, arrasheo?”

“oke” sungmin

“dan kau harus meminjamkan pianomu” ucap hyeri memohon, dan sungmin hanya menatap hyeri “jebaaaalll” ucap hyeri lagi sambil mengatupkan kedua tangannya

“hahahaha.. baikllaah..baikllaaah”

“aaaaaa…gomawoyoo Lee Sungmin-aaah” sungmin mengusap-usap puncak kepala hyeri

***

 

Seminggu setelahnya… acara pelepasanpun dimulai, hyeri, sungmin datang lebih awal karena ingin menyiapkan semuanya. Rae duduk baris ke-4 dari depan, agar bisa melihat hasil kerja keras chingunya. setelah beberapa lama acara ini berjalan, sesuatu yang mengejutkan terjadi, Sungmin naik keatas panggung menggunakan tuxedo putih dan berjalan ke arah piano, sungmin terlihat mempesona dimata rae. Dan jemari sungmin mulai bermain dengan tuts-tuts menghasilkan kombinasi nada-nada yang indah, alunan musik sangat membuat rae merasa nyaman tak menghiraukan kibum disampingnya, tak peduli apakah kibum menyadari kalau yeojachingunya sedang terpesona

“waiting, wishing that you would come close, come to me now, please take me with you… I have only seen you a few times but you keep coming out in my dreams… I feel like I’m going to tell you, I love you… love… you my love your figure I draw in my dreams”

‘Tuhan, kenapa dia begitu menjadi namja yg sedang jatuh cinta? Apa jangan-jangan…’rae clingukan mencari hyeri, tapi tak ada

“kau mencari siapa?” tanya kibum

“aniyo” rae memaksakan agar tersenyum dan kembali mendengar nyanyian lembut milik sungmin yg tiba-tiba berhenti

“mwoya? Apa jangan-jangan sungmin lupa lirik selanjutnya?” tanya kibum meremehkan

“kibum-aah” ucap rae lirih

“ehm..” sungmin berdiri dan memegang mic “gamsahamnida chingudeull, karna kalian sudah ingin tetap tenang mendengarkan permainan tutsku yang buruk” tawa ringan menyambut ucapan sungmin

“hey, dia bercanda? Permainannya benar-benar indah kan?” tanya eunhyuk yg duduk disamping kibum

“telingamu tidak berfungsi dengan baik ya huhh?” kibum meledek

“…lagu tadi belum selesai ku nyanyikan” ucapan sungmin membuat pertanyaan ‘wae’ dan ‘mwo?’ dikalangan penonton, dan hyeri pun keluar dr samping panggung dan duduk di bangku depan bersampingan dengan hyorim dan Heechul “hey, kalian bercanda? Aku tidak akan bernyanyi lagu ini sendirian” ucap sungmin

“aaaah, itu dia hyeri… ooh ternyata bersama hyorim disana” rae melihat hyeri yg baru datang dan kembali duduk tenang

“dengan segala permintaan maaf, aku mohon Choi Rae ae agar naik keatas panggung” ucap sungmin disusul para penonton yang ber’wae dan ber’ooh-ria. Rae bengong, kibum menengok kearah rae, lalu rae menengok kibbum menggelengkan kepala aku-tidak-tahu atau ini-bukan-salahku

“sekali lagi, saya mohon kepada nona Choi rae-ae agar naik ke atas panggung” mwo? Apa pendengaranku rusak? Siapa yg dia panggil? Kenapa aku? Apa aku melakukan kesalahan sampai dia ingin mempermalukan aku didepan semuanya? Dia gila! Rae masih duduk sampai semua penonton yg duduk didekat rae membujuknya agar naik ke atas panggung

“Ya! Palliii, kau tuli? Cepat naik ke atas” bujuk eunhyuk

“rae-yaaa, palli…”siwon memohon dari bangku didepannya, rae masih memandang kibum

“cepat, naik keatas”

“mwo?”

“aku yakin semua akan baik-baik saja…bahkan bertambah baik” kibum tersenyum

“kibum-aah” rae lirih, dan kibum mendorong rae keluar dr barisan bangku. Dan rae segera naik ke atas panggung secara perlahan

“kau gila?” tanya rae berbisik kepada sungmin yang menjemput rae di pojok panggung, sungmin menggeleng

“bogoshippo” ucap sungmin dengan berbisik pula, rae yakin mukanya berubah warna sekarang, bayangkan namja yg kau sukai memanggilmu dari atas panggung dan menyuruhmu agar naik ke atas lalu mengucapkan bogoshippo. Sungmin menuntun rae agar berdiri disamping pianonya dan sungmin kembali duduk untuk kembali berkutat dengan tutsnya ini gila! Masih bagus aku disuruh naik untuk bernyanyi bersamanya, ini? Aku malah disuruh berdiri disamping pianonya melihatnya dengan jarak sedekat ini, apa dia ingin memberitahuku bahwa dia terlihat sangat tampan dari sini? Kau tahu, aku tak brani menatap ke barisan penonton, tak brani menatap kibum, hyeri, hyorim, Heechul sonsengnim, bahkan siwon oppa yang ikut datang, aku yakin ini mimpi. Ini terlalu gila untuk menjadi sebuah realita

 

“please be my baby..whenever I think about you, I go crazy….” Sungmin kembali bernyanyi diiringi permainan pianonya yang indah kali ini sambil menatap rae dalam..tatapannya sangat menembus setiap bilik dalam organ tubuhnya dan menetap di hatinya, membuat rae sangat lemas karena tatapan sungmin

“cause I want to have you..be my lady…ooh please be my lady I will give you my love and I will never make you regret, I promise…” alunannya terus merendah dan berhenti, lalu apa yg harus aku lakukan? Sungmin berdiri, disambut tepuk tangan riuh. Lalu dia mengeluarkan tissue lalu mengubahnya menjadi setangkai mawar merah merekah yg sangat indah

Rae POV

“rae-ya…” Degh..Degh.. “aku menyukaimu…”

to be continued~

6 Mei 2013. Yesung & wajib militer (penjelasan dari Teuk, Leo & Jongjin)

Clouds INDONESIA

capture-20130505-192628

.

Pesan Leeteuk:

Anggota kami, Yesung, sedang mempersiapkan wajib militer. Aku punya banyak kalimat yang ingin kukatakan padanya untuk memberi semangat. Sejujurnya, sekarang yesung sangat resah, dia bilang tidak tau bagaimana nanti dia akan bertahan hidup (di tempat wajib militer). Aku juga punya pemikiran seperti itu sebelumnya, tapi ketika pertama kali kau datang kesini, kau akan menyadari bahwa semua orang bisa melewati ini. Jadi walaupun Yesung tidak terlihat terlalu baik sekarang, kau akan menyadari bahwa semua orang bisa merasa melewati waktu, waktu akan berjalan sangat cepat. Sebelum masuk wajib militer, Yesung kita bekerja sangat keras dengan jadwal-jadwalnya. Jadi ketika kau datang, kau hanya perlu bekerja keras & belajar, semuanya akan baik-baik saja. Yesung-ah, sit up dan kau akan merasa lebih baik!

cr habipark – via 有志不在年糕 – trans by @ELF_thoughts

.

@Leo_Jeong (sepupu Yesung):

aku mengantar dia dengan baik! Sayangnya aku tidak punya foto hyung (yesung), tapi dia adalah tentara…

Lihat pos aslinya 353 kata lagi

ff | something happen when you sleep

Something happend when you sleep

Author: @hyerikimelf

Length: oneshot

 

Just enjoyed!!

 

 

————-

“aaaah diam, dan pergilah!” sungmin menutup pintu kamarnya

“hyung, dengarkan aku dulu!!”

“andwaee!! Jika kau tak lagi mau mendengar perkataanku, untuk apa aku mendengarkanmu?”

“hyuuuuung!!” kyuhyun meratap dari luar kamar

“diam kau evil permanen!!” sungmin menendang pintu, sampai kyu loncat kaget

“hyaa!! Waaeeee?” tanya yesung yg sedang menghafal lirik lagu barunya

“yesung hyung, tolong aku. Sungminnie marah padaku”

“jangan panggil aku sungminnie! Aku bukan lagi couplemu!!!” sungmin kembali teriak dr dalam kamar

“hyuung andwaeeeee!!!!” kyu menggedor pintu kamar

“sudah cukup kyuuu!! Pergilah!!” *ko lama-lama ini semakin mirip sinetron -.-* aku tidur dimana?”

“bukan urusanku!” sungmin kembali menggedor pintu agar kyu pergi, kyu menyerah dan pergi dari hadapan pintu(?) ia melihat  sofa ruang tamu yg kosong, dan memutuskan akan tidur disana

 

 

~when them sleep~

‘hiaaaahhhh’ arwah sungmin menggeliat keluar dari tubuhnya sambil terus naik ke atas sampai diatas atap apartemen dorm mereka ‘akhirnya bisa tidur sepulas ini’ arwah sungmin terus terbang sampai menabrak sesuatu

‘hyaaaah!!!’ arwah kangin menengok ‘sungmin?’ melihat arwah sungmin masih terpejam ‘bangun-bangun kau!’ memukuli kepala sungmin

‘hyung!’sungmin mengelak ‘jika kau menyuruhku bangun, bangunkan tubuhku! Disana! Kita kan hanya arwah’ sungmin merengut

‘maksudku. Jika tidur lihat-lihat! Jangan sampai menabrak orang’

‘hyung! Mana ada yg ketika tidur bisa sekaligus melihat’ kangin membisu(?)

‘lupakan’ kangin mengibas tangannya

 

~~~~~~~~

 

 

@living-room

Kyu masih terjaga, memandang langit-langit ruang tamu

“hyaaaashh!!!” melempar bantal sofa ruang tamu sembarang arah

“kau belum juga tidur kyu?” tanya eunhyuk keluar dr kamarnya

“bagaimana bisa tidur kalau dalam kondisi seperti ini?”

“wae? Ada apa dengaaan…” eunhyuk meneguk segelas air, kyu memandang eunhyuk intens “ ara..ara, kau pasti diceraikan dengan istrimu” eunhyuk terkekeh sambil lari masuk menutup pintu kamarnya menghindari serangan bantal dari kyu

“YAAA!!! AIIISHHHH!!!” kyu merengut, diam sejenak, membiarkan otaknya berfikir.

 

Akhirnya kyu berjalan ke arah kamarnya sambil bergumam “main game saja, aku yakin lama-kelamaan akan mengantuk, haha!” kyu memutar knop pintu “astaga sungminniie, kenapa tidak dikunci? Bagaimana kalau ada orang jahat masuk lalu menodaimu? Ckck” ucap kyu sambil mencari pspnya. “sepertinya tadi aku taruh dimeja” gumamnya, lalu tempat spidol yg digunakan sungmin untuk menulis lagu berjatuhan dr meja, kyu merapihkannya dan tiba-tiba…

“allgesemnidaaa….balasan karena kau begitu tak patuh dengan suamimu hari ini cho sungmin! Hahaha” kyu tertawa layaknya setan yg memenangkan hadiah lotre. Kyu mendekati sungmin, dan menggambar sesuatu di wajah sungmin secara perlahan. Ia buat lingkaran hitam dengan spidol dimata dan mewarnai ujung hidung sungmin dengan warna merah. Menulis ucapan sumpah serapah seadanya di kedua pipi sungmin “selamat tidur tuan lee” kyu meletakkan spidol ditemoat semula dan membawa pergi psp.

 

 

 

~~~~~~~~~

In their dream….

 

‘jam berapa ini?’ ucap arwah sungmin, sungmin menyipitkan matanya melihat donghae dan eunhyuk sedang bergandengan di ujung atap ‘apa yang kalian lakukan?’

‘mwo? Apa kami telat? Ya! Ini masih sekitar pukul 5 pagi’ ucap donghae menatap kearah matahari terbit

‘sedang apa kau dimimpiku? Ingin mengumpat dan mendorongku ke jurang lagi seperti mimpiku kemarin lusa huhh?’ eunhyuk mulai emosi

‘ya! Kalian yg sedang apa! Aku sedang tak ingin bermimpi! Ingin tidur pulas! Arayo?’ ucap sungmin sambil tiduran

‘kalian ini yaaashhh!’ yesung terlihat memanjat, donghae membantu yesung ‘apa kalian melihat ddangkoma? Dia menjauh dariku tadi’

‘apa hyung? Lari? Ddangkoma?’ tanya sungmin masih dengan mata terpejam

‘hahahaha! Aku membayangkan betapa hebatnya jika ddangkoma bisa berlari meninggalkanmu’ donghae tertawa sambil melipat kedua tangannya di dada

‘aniya’ yesung menggaruk tengkuknya ‘mollayo. Tadi dia menghilang begitu saja ka..’

‘tak mungkin hyung, ddangkoma tak mungkin bisa berlari cepat’ eunhyuk memotong ucapan yesung

‘aku tidak ingin bilang kalau ddangkoma berlari’ ucap yesung

‘kheunde?’ tanya sungmin

‘dia sepertinya terbawa oleh truk sampah -_- ketika aku teriak, mereka malah mengira ddangko kotoran anjing -____-‘ sungmin menahan tawa, eunhyuk membuang muka dan menutup mulutnya, sedangkan donghae sudah tertawa dengan puasnya ‘kaliaaan!’ seketika selubung hitam mengitari yesung

‘huwaaaaaaa’ sungmin teriak

‘d-d-death g-gl-glare’ donghae terbata

‘oppaaaaa andwaeeee!!!!’ seketika rongrongan(?) semut menggelitik telinga mereka

‘n-nugu?’ tanya donghae

‘hyuna? Iu?’ tanya eunhyuk

‘yaa!’ donghae menampar kecil pipi eunhyuk

‘yesung oppaaa!! Chogiii!!’ teriak lagi, selubung hitam yg mengelilingi yesung hilang seketika

‘ddangko? Eodisseooooo?’ yesung melolong(?) panjang seperti sedang dihutan

‘chogii oppaaaaa’ eunhyuk, donghae dan sungmin ikut mencari ddangkoma

‘chogii! Aku sedang berusaha memanjat, aku yakin sebentar lagi sampai oppaa’

‘sebelah mana?’ yesung mengitari atap, dan berhenti ‘ddangkomaaaa!!!!’

‘oppaaaaa!’

‘palii!!!! Sebentar lagi kau sampaiii!!!’ teriak yesung ke arah ddangkoma, eunhyuk, donghae dan sungmin menghampiri yesung dan menengok ke bawah

‘hyaaaaaa!!!’ sungmin kesal, eunhyuk lagi-lagi menahan tawa

‘hyung! Dia masih di lantai satu, dan sekarang kita ada di lantai tertatas yaitu 27!’ ucap donghae frustasi

‘kau pasti bisa ddangkomaa!’ yesung menggepalkan tangannya memberi semangat

‘aku tak yakin’ sungmin menggeleng sama frustasinya

‘bagaimana bisa dia memanjat jika tangan dan kakinya sama rata dengan badannya’ eunhyuk berjalan mundur sambil tertawa ‘aku rasa dia akan sampai ke atas ketika yoona memperlihatkan bulu ketiaknya yg lebat saat SMTOWN ahahahahaha’ eunhyuk kembali tertawa

‘atau saat tumbuh jakun di leher iu!’ donghae lebih terbahak

‘ya!’ eunhyuk memukul kepala donghae, sungmin lelah yg melihat ddangko berusaha memanjat dengan tangan dan kakinya yg bantet, kaya bolu ga di kasih ketek powder eh maksudnya baking powder u.u

‘aku akan turun’ sungmin turun melayang seperti kapas, menggotong ddangkoma dan kembali keatas seperti balon, sungmin meletakkan ddangkoma di permukaan yg rata dan jauh dari kubangan air

‘ddangkomaaaaaaa!’ yesung membuka tangannya seakan ingin merengkuh ddangkoma ke arah pelukannya *apa ini?*

‘oppaaaaaa’ ddangko menggerakkan secenti demi centi kakinya

10 menit kemudian…belum ada sepertengah seperempat jalan yg harus dilewati ddangkoma

‘palii ddangkomaaa! Kau pasti bisa’

‘yaaa!! Sekarang seperti seorang ayah yg sedang menyemangati anaknya yg sedang lomba balap karung -_-a’ ucap donghae

‘heiishhh!!!’ sungmin gerah lalu melempar ddangkoma ke pelukan yesung

‘STRIKEE!!! Lemparan bagus sungmin!’ eunhyuk mengancungkan jempol

‘ya!ya! ini pasti sudah jam setengah delapan!’ donghae teriak sehabis melihat matahari

‘apa?’ ucap sungmin yg menyadarkan dirinya dr kesinetronan hyungnya yg masih berpelukan dengan ddangkoma ‘setenga 8? Hyaaaa!!!!’ sungmin terlonjak

‘kita akan terbang ke singapore jam 10! Hhuwaaaaaa!!’ teriakan eunhyuk membuyarkan pelukan penuh hangat cinta dan kasih sayang(?) milik yesung

‘aku lupa! Gawat’ arwah yesung dan ddangkoma seketika hilang seperti butiran debu(-.-) pertanda yesung sudah terbangun dari tidurnya, begitupun eunhyuk. Arwahnya menghilang seperti terbawa hembusan angin

‘sungmin-ssi! Gaja’ donghae dan sungmin melayang kembali ke kamar mereka, begitupun sungmin

‘m-m-mwoooo?’ sungmin menahan nafasnya ‘dimana tubuhku?’ sungmin melayang mengitari keseluruh penjuru kamarnya, ‘aku tadi tidur di atas kasur, tapi sekarang?’ arwah sungmin melihat namja sedang tertidur di kasur ‘itu aku!’ ketika mendekatkan wajahnya ‘IGE MWOYAAAAAA? kenapa seperti ini? W-w-wajah ini? Kenapa begitu jelek?’ sungmin melihat pakaian tidurnya sama persis seperti yg dipakai sungmin yg sedang tidur ‘pakaian kami sama. Berarti itu aku! Tap-tapi!’ sungmin kembali melihat wajahnya ‘andwae-andwae! Aku tidak mengenalinya. Ini bukan aku. Pasti aku salah masuk kamar’ arwah sungmin menembus pintu dan melihat pakaian tidur yg sama seperti yg ia kenakan ‘itu! Itu aku’ arwah sungmin berlari dan masuk ke tubuh orang yg berbaring di sofa.

 

 

-other side

‘pali! Pali! Hyaaaa!’ arwah kyu membanting psp ‘ini pasti mimpi buruk! Aku kalah bermain starcraft di level 7! Hyaaaa’ kyu menendang-nendang pspnya, seketika juga ia melihat kakinya perlahan mengilang ‘mwo? Mwo? Ya! Kakiku? Apa ini?’ kyu melihat tangannya yg juga menghilang ‘HYAAA!!! Apa aku bangun? Tapi…aku kan arwahnya, akukan belum masuk ketubuhku, dan belum ingin masuk ke tubuhku! Kenapa aku menghilang? Woaaahh! Hya! Hyaa!!’ dan kyu menghilang….

 

~~~~~~~~~

 

 

Sungmin’s room

“hya!” sungmin terbangun “mimpi apa tadi itu?” sungmin menggaruk kepalanya dn berjalan ke arah kamar mandi, begitu bercermin

“KYAAAAAA!!!! IGE MWOYAAAAA?’ sungmin duduk dibawah wastafel menghindari cermin “siapa itu?” sungmin keluar kamar mandi

 

 

Living’s room

“kyu! kyu! Ini sudah jam 8! Bangun!” kangin membangunkan kyu, kyu menggeliat “huh? Tumben kau mudah dibanguni kyu” kangin kembali ke dapur

“apa? Kyu? Kau gila hyung? Aku sungmin!” kangin berhenti

“aku tak mungkin salah membangunkan saengku sendiri bodoh!”

“kenapa aku tidur di sofa?” kyu menggaruk kepalanya, lalu berjalan ke arah kamarnya “bukankah semalam aku yg mengusir kyu dari kamar? Kenapa aku yang….” ucapan kyu berhenti ketika melihat sungmin keluar kamar “w-wajahkuu!!!! SIAPA YANG MENGOTORI WAJAHKUUUU!!!!” kyu teriak

“k-k-kau! Kau? Jika kau kyuhyun, aku siapa?” sungmin menahan nafas

“aku sungmin, dan kau kyuhyun?” ucap mereka bersamaan

“andwaeeeee!!!!!” Seseorang dalam tubuh kyuhyun teriak

 

 

Finish~

 

Terima kasih sudah berkenan untuk membaca ffku^^ maaf kalo kalian nemu typoo. Typoo itu cantik guys ==’ maaf juga kalo ga ngerti sama alur cerita dan inti cerita. Maaf kalo ff ini pendek karena kalo dipanjangin takut tambah ancur J Maaf kalo kalian menemukan kerenyahan comedy yg melewati batas garing ._. mungkin itu kesalahan dari tukang gorengan(?). Then, sejelek, seburuk, senista atau sebaik apapun ff tetap butuh comment^^ so… RCL pleaseeee!!!