ff | Can u be mine? (part. 10)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran

Sebelumnya…

“bogoshippo” ucap sungmin dengan berbisik pula, rae yakin mukanya berubah warna sekarang, bayangkan namja yg kau sukai memanggilmu dari atas panggung dan menyuruhmu agar naik ke atas lalu mengucapkan bogoshippo. 

“please be my baby..whenever I think about you, I go crazy….” Sungmin kembali bernyanyi diiringi permainan pianonya yang indah kali ini sambil menatap rae dalam..tatapannya sangat menembus setiap bilik dalam organ tubuhnya dan menetap di hatinya, membuat rae sangat lemas karena tatapan sungmin

“cause I want to have you..be my lady…ooh please be my lady I will give you my love and I will never make you regret, I promise…” alunannya terus merendah dan berhenti, lalu apa yg harus aku lakukan? Sungmin berdiri, disambut tepuk tangan riuh. Lalu dia mengeluarkan tissue lalu mengubahnya menjadi setangkai mawar merah merekah yg sangat indah

“rae-ya…” Degh..Degh.. “aku menyukaimu…”

——

mwoooo? Duaaarr..duaarr kau tahu hati ini seperti sedang merayakan perayaan chuseok, benar-benar senang, ramai, aaah semua… tepuk tangan, gemuruh penonton menyambut ucapan sungmin “rae-ya..” aku diam, bukan tak ingin menjawab tp tak bisa menjawab “would u be mine?”

“aigo!” kali ini suaraku terlempar dari tenggorokan, aku mendengar seluruh isi aula ini berteriak histeris seperti menonton film horror, sangat ramai aku terus menatap sungmin, lalu melirik hyeri di bangku penonton dan mereka(hyeri dan hyorim) ikut berteriak sambil tangannya membentuk bentuk ‘v’ “kalian bersekongkol?”

“mwo?” tanya sungmin

“hyeri.. ya kan? Kalian ternyata komplotan” sungmin tersenyum, seisi aula masih ramai mungkin menunggu jawabannku. Kau gila? Aku tak akan menjawabnya disini!

-skip-

author POV

“Hyaa! Acara tadi benar-benar hebat” ucap hyorim ke hyeri dan mereka masih duduk dikursi penonton ketika tirai panggung sudah tertutup

“jinja? Ini hanya konsepku, dan semua panitia yg sebenarnya yg sudah bekerja keras”

“aku keluar” ucap heechul meninggalkan hyorim dan hyeri

“hei..ngomong-ngomong heechul, apa kau benar-benar berpacaran dengannya?”

“hyaaaa! Itu pertanyaan konyol”

“aku serius”

“kemarin malam aku mengajak heechul kerumah”

“mwo? Kau ini! Aissshh, appamu tidak marah?”

“aniyo, appa merasa beruntung aku bisa berpacaran dengan dosen muda”

“maksudmu?”

“appa pikir, kalau aku bisa berpacaran dengan dosen maka aku akan terus terkontrol kan?”

“cih”

“lagipula heechul tidak seperti donghae kan? Apa masalahmu?”

“tidak ada, baik aku pergi” hyeri bangun dan tepat saat itu juga rae datang, mata hyeri hampir keluar, lalu dia berjalan mundur karena tatapan rae yg seakan ingin membunuh lalu hyeri jatuh duduk dikursi yg tadi “r..rae-ya! W..waaee?” rae masih menatapnya

“katakan semuanya” rae berbicara dengan nada seperti sedang mengintrogasi buronan

“m..m..mwo?”

“rae-yaa” ucap hyorim

“cih” kali ini rae bertolak pinggang “kalian berdua saudara yang benar-benar membuatku gila!”

“naega? Wae?” Tanya hyorim

“kau! Ternyata benar kan, bahwa kau berpacaran dengan Heechul sonsengnim?” hyorim menunduk “dan kau!” rae menunjuk hyeri tepat di matanya “ternyata ini rencanamu kan? Semua ini! Iya kan?”

“a..aku, dipaksa rae-yaaa”

“Kau tau aku benar-benar kesal! Nae jeongmal hwaganayo!”

“mianhamnida..eee…jangan-jangan kau benar-benar marah denganku karna aku dekat dengan sungmin waktu itu?” rae menunduk “NEOOO!” hyeri berdiri dan memukul kepala rae

“YA!” rae berteriak dan membuat hyeri kembali terduduk “jangan-jangan kau sengaja mendekati sungmin” kali ini hyeri yg menunduk

“cukup!” hyeri berdiri dan mendorong rae ketempat duduknya “kalian berdua yg membuatku benar-benar gila”

“mwo?” ucap hyorim dan rae bersamaan

“aku? Lagi? apa salahku?” tanya hyorim

“Kau! Sampai detik ini aku tak habis fikir bahwa kau berpacaran dengan dosen pembimbingku, Kim Heechul! Dan kau memutuskan ingin pindah universitas hanya karna heechul itu juga pindah?” hyorim terkekeh

“sudahlaaahh…” hyorim mengentengkan

“dan kau!” meletakan telunjuknya di kening rae “ternyata kau menyukai sungmin sejak dulu tapi malah berpacaran dengan kibum! Berani bertaruh, kau belum memutuskan hubunganmu dengan kibum kan?” rae diam

“kau ini! Apa harus aku yg mengatakannya? Aku yakin kibum benar-benar marah setelah apa yg terjadi tadi” ucap hyorim, rae mengangguk

“baiklaaah… aku minta maaf” rae menunduk “aku yakin disini hanya aku yang salah” melirik hyeri dan hyorim

“oooh, baiklaaaaah….aku juga meminta maaf” hyeri duduk di depan hyorim dan rae “rae-yaa, sepertinya hanya kita berdua yg salah” hyeri melirik hyorim

“mworago? Apa kesalahanku?”

“hyaaaa!!!” rae memukul ringan hyorim dengan tangkai mawar

“aiigooo! Dasaaaar yeoja pabboooo!!!” hyeri mengacak-acak rambut hyorim. Dan setelahnya mereka hanya tertawa.

—-

“chukkae..” hyeri melirik bucket bunga dihadapannya

“mwo?” lalu yesung menurunkan bucket bunga dan memperlihatkan wajah tampannya “yesung-ssi!” hyeri terlihat senang, lalu mengatur emosi gembiranya agar terlihat sebiasa mungkin “hey, kau tak datang?”

“mianhae” yesung merogoh sakunya

“ini untukku? Atau untuk yoona yg sudah mempersembahkan tarian yg sangat indah tadi?”

“kau bercanda, ambillah”

“woow…gamsahamnidaa” hyeri sedikit mengangguk, yesung masih merogoh sakunya

“ada satu lagi”

“mwo?”

“milikmu yg berharga”

“hmm?” hyeri semakin bingung, yesung memberikan kalung berwarna kuning

“milikmu yg paling berharga kan?” hyeri menutup mulutnya, ia menatap kalung dan yesung bergantian

“i..inii kenapa bisa ada padamu?”

“ceritanya panjang, yg jelas aku menemukannya” yesung bersimpuh dihadapan hyeri, hyeri kebingungan, lalu yesung membuka kancing kemejanya yg semula ia kancing sampai leher. Lalu terlihat jelas oleh hyeri, yesung mengenakan kalung dan yesung mengeluarkan kalung itu dan sangat jelas kalung itu berwarna kuning! hyeri merasa sesak, kalung ini. Kalung yg dibawa ‘mati’ oleh jongwoon.

“j..jongwoon?”

“mianhamnida hyeri-ya, maafkan jongwoon karna telah membuatmu menangis selama ini” hyeri menahan napas, menutup mulutnya, menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yg ia lihat

“aa..a…hhh, yesung-ssi” bulir-bulir jatuh membasahi pipi hyeri, hyeri menggeleng “woon-aah” yesung tersenyum

“terserah kau ingin memanggilku apa”

“bagaimana bisa ini semua…” hyeri menutup mulutnya,

“…aku baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu dan…mianhae” ucap yesung mengakhiri ceritanya

“aigoo” hyeri sudah berkali-kali mengusap airmatanya yg trus mengalir

“bisakah kau menerima ini? Menerima semua ini?”

“pergilah..”

“mwo?”

“jebaaall…pergi yesung-ssi” yesung segera pergi, hyeri menutup wajahnya dengan kedua tangannya yg bertumpu pada pahanya, ia menangis sesegukan.

***

Hyeri POV

Aku bercermin menggunakan kalung itu, mataku sembab dan otak ini tak berhenti berfikir.

“yesung itu jongwoon, jongwoon itu yesung? Ternyata selama ini aku benar kan?” hyeri meremas sweater milik yesung ditangannya meraba huruf ‘Y’ “jongwoon juga selalu memberi inisal disetiap barang miliknya kan?” aku kembali mengingat-ingat semua hubungan antara jongwoon dan yesung “aaah, jongwoon menyukai warna merah..dan yesung…” aku kembali mengingat ucapan yesung “aku tak tau, tapi ketika aku melihat warna merah seakan aku ingin memilikinya. Apa itu bisa disebut suka?”airmataku kembali mengalir “dan hyorim juga pernah mengatakannya kan?Ketika ia melihat sweater ini” dan aku kembali mengingat ucapan hyorim “kuraeyoo? Aaa…orang itu seperti Jongwoon saja kan? Woonniie juga seperti itu kan? Semuuaaa barangnya bertuliskan ‘JW’ iya kan?”aku menutup mataku,

“hyeri!”

“hyorim? Sedang apa? kenapa tidak mengetuk dulu sih?” aku melempar sweaternya

“aaah, aku ingin mengambil novel yang waktu itu kau pinjam, apa sudah selesai?”

“nde, ambilah” hyorim mengambil novelnya di rak,

“baiklaaah, aku pulang”

“Ya!” aku mencegahnya, hyorim berhenti

“ada apa?”

“mau mendengar lelucon?”

“haha.. tentu” hyorim kembali menutup pintu, aku menepuk-nepuk kasur agar hyorim duduk “apa leluconnya sangat lucu?”

“neomu!” aku bersiap “yesung, kau tau dia?”

“sure, wae? Kau menyukainya?” aku mengangguk perlahan “aaaaah, gomawoyooo!!”

“bersyukur untuk apa?”

“aku senang melihatmu sudah bisa melupakan jongwoon” aku tertawa kecut “wae?” hyorim memandangku aneh

“dan..ini leluconnya” hyorim mendengarkanku dengan seksama(?) “yesung…hhh..adalaah..jongwoon” suaraku semakin mengecil pada akhir kalimat, kening hyorim mengerut, lalu menggeleng

“ini lelucon yang benar-benar lelucon”hyorim memegang keningku “kau jangan sampai gila hanya karna dia dan yoona sudah berpacaran” aku menggeleng

“kau tak percaya?”

“tentu! Bagaimana bisa kau menyebutnya seperti itu? Jongwoon kan sudah ma..” hyorim belum meyelesaikan kalimatnya yg segera aku potong

“mati?” hyorim mengangguk “apa ada berita yg menyatakan bahwa jasad jongwoon ditemukan? Apa ada fakta yg membuktikan jongwoon mati? Huhh?”

“tidak ada” hyorim menggeleng perlahan

“dan..lihat ini!” aku menunjukkan kalung, sweater milik yesung “kalung ini diberikan yesung kemarin malam seusai pesta akhir tahun” aku mengangkat kalungnya “dan lihat, sweater dan handuk ini! Ada inisial y, persis seperti kebiasaan jongwoon kan? Kau yang bilang sendiri waktu itu, kau ingat?” hyorim kembali mengangguk

“eotteohkke?” hyorim berbisik

“dan tadi, ketika dia mengembalikan kalung ini yg entah bagaimana caranya ada padanya, dia menunjukkan kalung berwarna merah”

“milik jongwoon? Pasangan kalung ini?” aku mengangguk “kau yakin?”

“tentu, bahkan dia yang mengatakkannya sendiri. Orangtuanya mengadopsinya ketika jongwoon masih kecil, ketika jongwoon pingsan tepat didepan rumah mereka” hyorim menutup mulutnya

“aigo, kenapa bisa seperti ini?” dan kami membisu, bingung dengan keadaan ini…bingung apa yg harus aku lakukan,

“hyorim?” hyorim appa masuk kekamarku “apa kalian sedang sibuk?”

“aniyo, ahjussi” jwabku

“rim-aah, gajja kita pulang, apa kau ingin tetap disini?”

“aniyo appa, aku akan segera turun” hyorim appa mengangguk lalu segera keluar, hyorim berdiri, dan menggenggam tanganku “hyeri-yaa”ucapnya lirih

“mwo?”

“mungkin tindakanmu selama ini yg membuat jongwoon kembali sebagai yesung”

“mwo?”

“mungkin Tuhan memang tidak suka jika kau melupakan jongwoon” hyorim tersenyum “lagipula kau menyukai yesung kan?” aku mengangguk “jadikan ia kekasihmu sebelum terlambat”

“kau gila?”

“hey, bahkan kau tidak memberitahu kepada jongwoonkan kalau kau begitu menyayanginya bahkan sampai 12 tahunpun berlalu” aku menunduk dan tersenyum

“kau benar”

“aaaah…kalian keren sekali, setelah 12 tahun berpisah sekarang dipertemukan kembali” hyorim semakin erat menggenggam tgnku “baiklah, aku pulang.. aku akan pindah ke Universitas lain, jangan cari seseorang untuk menggantikan posisiku diantara kau dan rae, oke?”

“ofcourse, yeoja pabbo!” hyorim terkekeh, mengambil novel dn berjalan menuju pintu

“dan doakan aku dan heechul semoga cinta kami sesempurna cinta yg kau miliki untuk jongwoon, arrasheo?” aku mengangguk, dan hyorimpun pergi

—-

Author POV

Sungmin memandang sungai didepannya, ia membuka kancing jaketnya agar bebas tertiup angin, ia bersenandung kecil ditemani suara kendaraan dan klakson mobil di jembatan penyebrangan tepat diatasnya, orang yg ia tunggu akhirnya datang bersama yeoja pujaannya. Ia menatap rae lekat namun rae hanya menunduk

“untuk apa bertemu disini? Apa anak perpustakaan lebih menyukai suara bising dari pada ketenangan yg ada di café atau restoran?” sungmin hanya bersmirk

“jaga ucapanmu! Ini adalah tempat eommaku mati tertembak dan mayatnya belum ditemukan sampai sekarang” kibum menatap ke hamparan sungai

“apa yg ingin kau bicarakan?”

“aku ingin membicarakan apa yang menjadi pertanyaanmu”

“baguslah, jadi?”

“aku menyukai rae!”

“aku tahu, bahkan sejak kau berbicara dengan hyeri tentang rencanamu”

“jinja?”

“nde, aku terus mengikutimu!”

“kau ini payah” kening kibum berkerut “membiarkan namja lain menyukai yeojamu dengan ikhlas*emgadakataikhlasdikorea?*”

“aku akan membayarnya sekarang” kibum maju

“mwo?”

BUK!! Kibum meninju sebelah kiri sungmin, membuat bibirnya sedikit berdarah

“kibum-ssi!” rae teriak

“itu untukmu karna kau menyukai yeojaku!”

BUKK!! Kibum meninju sebelah kanan sungmin dan bibirnya benar-benar berdarah

“HENTIKAAAAN!!!” rae memegang lengan kibum, kibum melepaskannya dengan halus

“itu untukmu karna kau membuat rae berpaling dariku!” sungmin mengelap darahnya

BUKK! Kibum meninju perut sungmin

“kibum-ssi, jebbaaal” rengek rae

“hentikan, atau akan kubuat mati dia” ucap kibum dengan nada mengancam, rae menjauh

“mianhae sungmin-ssi” ucap rae

“gwen..canhaa” ucap sungmin terbata

“yg itu karna kau membuatku malu dihadapan semua chinguku saat acara kemarin karna kau mengatakan cinta ke rae!”

BUKK!! Kibum meninju perut sungmin lagi, membuat sungmin terhuyung.. rae tak henti menangis

“itu karna kau membuat rencana konyol dengan hyeri untuk rae”

BUKK!!! Kibum menyikut punggung sungmin yg terhuyung dan membuat sungmin jatuh ke tanah

“dan itu untukmu karna kau sering membuatnya menangis” sungmin mencoba untuk berdiri, rae ingin membantunya tapi dicegah oleh kibum. Sungmin berhasil berdiri wajahnya bersimbah darahnya sendiri, ia bersandar pada motornya

“cukupkah?” tanya sungmin mengatur nafasnya, kibum mengangguk

“mianhamnidia” kibum membungkuk, dibalas oleh sungmin “kau sekarang lebih payah dariku” sungmin tersenyum

“jinja?”

“lihat, aku akan menyerahkan rae sekarang! Jaga dia, awas jika aku menemukan rae menangis karnamu” sungmin mengangguk lemah

“aku berjanji, aku akan menjaganya dengan amat baik, karna rae adalah nyawaku” kibum tersenyum, raepun ikut tersenyum dibalik tangisannya

“aku pergi” kibum memandang rae “terimakasih karna sudah ingin menjadi yeoja yg kusayangi” kibum memeluk rae sebentar

“cheonma, dan terimakasih karna sudah membalas kejahatan sungmin yg ia lakukan padaku” kibum tersenyum, ia pergi dengan mobilnya meninggalkan rae dan sungmin yg masih tergopoh, rae mendekati sungmin “sakit?” tanya rae, sungmin mengangguk, rae mengeluarkan saputangan untuk mengelap darah

 “sungmin-aah”

“ne?”

“kau benar-benar jahat”

“mwo?”

“kau menghilangkan diri, membuat aku dan hyeri bertengkar, membuat aku merasa kehilanganmu, benar-benar kehilanganmu, membuat aku sangat merindukanmu”

“jeongmal?” goda sungmin

“aiisshh”rae menekan saputangan di luka sungmin dan membuat sungmin mringis kesakitan

“ssshhhh…itu artinya semua sesuai rencana”

“cih, aku pikir kau benar-benar menyukai hyeri”

“aniyoo” sungmin menatap sungai “kau tau, tak ada yang bisa menggantikanmu disemua bagian dalam hidupku”sungmin menatap rae

“jinja?” rae menunduk

“hey, would u be mine?”

“mwo? Untuk apa menanyakannya lagi?”

“karna belum terjawab” rae menunduk

“tentu,”rae tersenyum, disusul sungmin

“lihatlah ke sungai” sungmin menghadapkan rae ke sungai “annyeonghaseo eomma” sungmin membungkuk, rae mengikutinya walau dengan kebingungan “eeomma tadi lihat? Aku berantem dengan namja demi mempertahankan yeoja yg aku cinta” sungmin menatap rae, rae menunduk malu “seperti kata eomma kan? Aku masih ingat kau harus mempertaruhkan dirimu untuk yeoja yg benar-benar kau cintai, dan aku melakukannya eeomma… yeoja itu ada disampingku sekarang” sungmin melirik rae lagi dan rae membalasnya, lalu sungmin menggenggam tangan rae “namanya Choi rae-ae, adik dari Choi siwon” “hey cepat membungkuk” sungmin menyuruh rae

“o..oh ndee” raepun membungkuk

“eomma masih ingat siwon kan? Chinguku, yang eeomma selalu bilang bocah tampan, naah dongsaeng dari bocah tampan itu sekarang milikku, kkeke” sungmin terkekeh “eeomma, walaupun aku sudah menemukan yeoja yg kucinta, tapi aku tetap mencintai eeomma! Tenanglah disana eeomma!! Aku berjanji akan membawa keturunan-mu kesini bersama yeoja yang sama” rae memeluknya… aaah indah, ini benar-benar indah, aku benar-benar mencintaimu lee sungmin!

“ahjumma, aku akan menjaga sungminmu…istirahatlah dengan tenang” rae membungkuk disusul sungmin

“hey, aku akan melakukan hal yg pertama kali kita lakukan bersama”

“mwo? Apa itu?”

“mencicipi bibirmu”

to be continued~

Iklan

One thought on “ff | Can u be mine? (part. 10)

  1. dianelf 3424 berkata:

    loh, k yesung oppanya di suruh pergi sih ?… ga sabar buat baca part selanjutnya, biar ada moment hyeri sama yesung oppa hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s