FF | Photograph

ff-photograph

Author: Hyesungiie

Cast: Kim Jongwoon, Choi Siwon, Jung Saeri

Length: One Shot

Genre: romantic, family, angst

Disclaimer: Kim Jongwoon dan Choi Siwon milik Tuhan, orangtuanya dan SME.  BUT,THIS FF BELONGS TO @hyerikimelf arra? And typoo is spreading in this ff

Author POV

“kau harus tetap disini, sampai aku menjemputmu arrasheo?” Saeri hanya diam, Jongwoon pergi menjauh

“oppaa!! Kau tak perlu menjemputku” Saeri menghampiri Jongwoon “aku sudah SMA, dan aku bisa menggerakkan kakiku dengan baik agar bisa sampai ke rumah dengan selamat”

“aku sama sekali tidak meragukan kemampuan kakimu”

“kheunde?”

“aku hanya mengkhawatirkanmu”

“uwaaaaaaaa” Saeri chingudeul berteriak histeris di balik punggung Saeri

“lihat? Oppa membuatku malu”

“kau malu? Untuk apa? mereka kan mengidolakanku bukan dirimu” Jongwoon pergi, dan Saeri masuk ke sekolah

“beruntungnya kaaauuu, itu namjachingumu kaaaan? Tampannyaaaa” ucap teman Saeri

“nae namjachingu? aniya! Dia kakakku bodoh!”

“oppa? kau takut aku mengambil oppamu? Huhh?”

“nde! Lagi pula margamu dengannya kan berbeda, aku tahu Saeri, jangan menyembunyikannya dari kami” akhirnya mereka meninggalkan Saeri

—.—

“ini…hanya 5000 won”

“hei, anak muda! Kenapa kau tak bilang bahwa kami harus membayar?”

“tap.. seharusnya anda sudah tau, untuk membayar fotoku”

“membayar foto yang berisi diriku sendiri? Itu bodoh, aku sudah 38 tahun melihat wajahku sendiri”

“lalu? Anda tidak bisa, pergi begitu saja setelah berfoto selama 5 kali! Dan anda seharusnya tau ditaman ini tidak ada yang gratis tuan”

“ada” jawaban ahjussi itu membuat Jongwoon mengerutkan dahinya “duduk di kursi taman”

“huhh?” Jongwoon tertawa meremehkan “Mwo? kau tidak akan duduk sepanjang hari ditaman ini kan?”

“ya, benar! Aku akan duduk sepanjang hari ditaman ini. Dan tidak akan mengeluarkan uangku sepeserpun!” ahjussi itu pergi

“tapi, tuan…” Jongwoon mengejarnya

“YA!!”

BUKK!!! Hantamannya mendarat sempurna di pipi kanan Jongwoon.

“bocah tengik, jangan coba- coba meremasku ya!” orang itu pergi, Segala aktivitas di taman itu diam sejenak, pria muda lain yang seprofesi sama dengannya membantu Jongwoon untuk bangun

  —.—

“Terkadang, memang ada ahjussi sejenis tadi yang tidak mau membayar”

“arrasheo” ucap Jongwoon sambil meringis, karna pria tadi sedang mengobati luka Jongwoon

“lalu, kenapa kau tetap memaksanya?”

“aku hanya butuh uang”

Pria itu tersenyum kecil “tak ada yg tidak membutuhkan uang”

“tp aku sangat membutuhkannya”

“mwo?”

“perlu kau tau, aku tidak memiliki apapun kecuali seorang yeoja”

“yeojachingumu?”

“mollaa… dia seperti masa depanku” Namja itu kembali tersenyum kecil “siapa tadi namamu?”

“Siwon”

“ah, ya Siwon! Dengar, aku membiayai semua kehidupan kami. Aku menyekolahkannya, aku menyawa apartemen yang agak mewah, untuk tempat tinggalku bersamanya, aku memiliki tanggungan hutang di beberapa warung kecil di pinggir jalan untuk makan”

“mwo?”

“aneh? Benar! Aku…” Jongwoon menghentikkan ucapannya karena dirasa tatapan Siwon sudah cukup tajam, setajam silet *eh “heiishhh!!” Jongwoon menghentakkan kaki lalu berdiri dan dapat dipastikan tatapan tajam milik Siwon sirna “intinya seperti itu! Aku membutuhkan uang untuk keluarga yang amat sangat kecil milikku! Arrasheo? Bukan sepertimu yang bekerja paruh waktu sebagai fotografer hanya karena untuk mengisi waktu luang”

“arrageseumnida” Siwon berdiri

“baik, terima kasih untuk obatnya, dan maaf aku tidak akan mengeluarkan uang untuk itu” Siwon tertawa kecil untuk kesekian kalinya dan menyusul Jongwoon yg bejalan didepannya

*****

“untung ada, namja itu..huuhh, kalau tidak, wajah tampanmu akan berubah menjadi buruk rupa”

“arrasheo”

“siapa tadi kau bilang? Siwon? Huaahhh… pasti dia keren sekali”

“HYAA!!” Jongwoon memukul kecil kepala Saeri “dia hanya memakaikan obat luka dan plester, hanya itu! Kenapa kau sampai memujinya seperti itu? Berlebihan”

“berterima kasihlah pada Siwon, jika tanpanya wajahmu akan menjadi bu…”

“stop..stop..stop! dengar, wajahku akan tetap tampan dengan atau tanpanya luka ini” Jongwoon pergi, membawa jaket kulitnya dan kamera

“oppaaaa!! Kau marah lagi padaku? Huhh?” teriaknya, Jongwoon masih bisa mendengarnya dengan jelas dari balik pintu

“aku tak akan bisa marah padamu, bodoh” lalu pergi

-Three days later in Jongwoon’s apartement-

“Dasar penipu, kau bilang kau sangat membutuhkan uang. Tapi kenapa tinggal di apartemen mewah seperti ini?”

“itu urusanku”

“dan dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli kamera-kamera ini?”

“bukan urusanmu” Siwon menatap tajam ke arah Jongwoon

“annyeoong!! Aku pulaang” dua namja berwajah tampan yg sedang ada diruangan Jongwoon menghentikkan aktivitasnya ketika mendengar suara yeoja, Siwon menatap Jongwoon

“itukah?” tanya Siwon, Jongwoon mengangguk, Siwon berlarian kecil untuk melihat yeoja yg dimaksud Jongwoon, Saeri sedang menenggak air putih “annyeong”

“nde? Nuguya?” Saeri memicingkan mata

“aahh.. Siwon, choi Siwon”

“aiiggoooo… ternyata benar! Kau Siwon? Aku sudah menduga!”

“huh? Apa yg kau duga?” ucap Jongwoon yg duduk disofa

“Aku sudah menduga, kalau Siwon adalah namja baikhati yang rupawan. Ternyata aku benaaar” raut Saeri sumringah

“ya! Jung Saeri! Jangan berlebihan! Jaga sikapmu!”

“ahhaha! Arrasheo! Kim Jongwoon-ssi!”

“ohh..marga kalian berbeda?” pertanyaan Siwon membuat Jongwoon dan Saeri canggung. Saeri dan Jongwoon menyibukkan diri

****

One week latter in park-

 “ooo…oppaa! Ceritakan padakuu” Saeri menggelayut di lengan Jongwoon, berkali-kali Jongwoon melepasnya, tapi tangannya semakin kuat “opppaa!! Aku hampir tidak bisa tidur semalaman, karena memikirkan wajah sempurnanyaa” Jongwoon menatap Saeri

“kau menjijikan nona jung”

“oppaa!” Saeri kesal

“mworagoooo? Kau jauh-jauh dari sekolah datang kesini hanya untuk menanyakan Siwon? Percuma! Kau tidak akan mendapat apa-apa”

“oppaaaa~” ucap manja

“kembali ke sekolah, belajar dengan baik. Dan kelak, jangan menjadi fotografer murahan seperti Jongwoon ini” Saeri memandang oppanya miris, lalu Jongwoon berlari kecil menyebrangi jalan raya untuk menghindari Saeri, Saeri mengejar dan…

*****

2 months later…

“Ya, jung Saeri?” Siwon menyapa Saeri

“mwo? aku tak salah dengar? Siwon oppa?” senyum bahagia, tergaris jelas diwajah Saeri

“kau semakin cantik”

“jinja?” Saeri menyisir rambutnya dengan jari-jarinya, Siwon menatap lekat

“kau sudah menemui Jongwoon?” Saeri menggeleng

“aku hanya ingin kau” Siwon tersenyum kecut

“hey, itu ucapan paling bodoh yang pernah aku dengar. Ingatlah, dia oppamu”

“oppa? Oppa macam apa? bahkan marga kami berbeda. Dia saja yang mendaulat dirinya sendiri sebagai oppaku”

“ya, Jung Saeri! Dengar, sebelum aku kenal baik dengannya, aku sering melihatnya menjadi fotografer sewaan disekitar taman dan kampusku. Dia mengumpulkan uang, demi menghidupi kau. Bahkan aku pernah mengamatinya seharian penuh, dan pada hari itu, aku tidak melihat ia makan. Ia hanya memakan roti dari pelanggan yang puas karena hasil jepretannya yang profesional”

“huhhh? Kau membelanya?”

“aku tidak membelanya, aku banyak belajar dari oppamu, bahwa hidup tak semanis yang kau bayangkan. Oppamu sungguh hebat. Kau! Jangan pernah membuatnya kecewa, dia sangat murung, karena sudah lebih dari seminggu ini tidak bertemu denganmu” Siwon berdiri

“oppa? Kau pergi?”

“aniya, boleh ku ajak Jongwoon kesini?”

“ANDWAEEEE!!!!” Saeri teriak “aku akan sangat membencimu, kalau kau biarkan si pembunuh itu masuk! Dan membiarkan semua nyawa yg ada diruangan ini terancam?”

“Jung Saeri!” Siwon ikut teriak “bukannya aku membela Jongwoon, tapi kumohon jangan panggil dia seperti itu!”

“mwooyaa? Apa aku salah? Huhh? Aku benarkan? Kenyataannya memang, Jongwoon yang membunuh eomma dan appaku!”

“SAERI! Aku tak mau kau berbicara seperti itu di depan Jongwoon!”

“LALU AKU HARUS BAGAIMANA? HUHH? APA KAU KIRA AKU SUKA DENGAN KENYATAAN INI? AKU MENYAYANGINYA!! AKU BAHKAN TAK BISA MELUPAKAN SETIAP DETIK KEBAIKANNYA UNTUKKU! AKU TAHU SEMUANYA! AKU TAHU KALAU DIA MENJADI FOTOGRAFER SEWAAN HANYA UNTUK MENGHIDUPIKU! AKU TAHU!! BAHKAN AKU LEBIH MENGERTI INI SEMUA DARI PADA KAU! AKU MENGENALNYA DENGAN SANGAT BAIK! CHOI SIWON!! BAGAIMANA TIDAK, AKU HIDUP DENGANNYA SEJAK AKU BARU BISA MEMBEDAKAN WARNA HITAM DAN PUTIH!!” Saeri diam sejenak, menahan isaknya “KAU HANYA SEGELINTIR ORANG YANG MEMBUATKU SEMAKIN YAKIN KALAU JONGWOON ADALAH ORANG YANG BENAR-BENAR BAIK! LALU APA DENGAN MERAWATKU DAN MEMBERIKAN SEMUANYA UNTUKKU, AKU HARUS MELUPAKAN KENYATAAN BAHWA DIA ADALAH PEMBUNUH EOMMA DAN APPAKU? HUHH? AKU HARUS MELUPAKAN SEMUA KENYATAAN BAHWA DIA MENHANCURKAN KELUARGAKU HUHHH!!!” ucap Saeri tanpa henti, Siwon tak bergeming “sebaik apapun dia, sebesar apapun yang Jongwoon berikan untukku tak bisa menghapus kenyataan dan tak bisa menebus apa yang dia lakukan!” Saeri menangis ditempat tidurnya, Siwon menghampirinya dan memeluknya “dan dia tak bisa menebus kedua bola mataku yang sudah tak berfungsi lagikan? Aku bukannya ingin berbohong, kalau aku tidak menyayanginya, tapi dengan semua yg ia lakukan, membuatku…” ucapan Saeri teredam dengan airmatanya, Siwon semakin memeluknya

“paling tidak, biarkan ia menemuimu sebelum ia masuk sel”

“biar! Biarkan ia mati membeku di dalam sel! Orang yang telah membuatku buta, dan membunuh orangtuaku memang harus mati kan? Bahkan mati didalam sel merupakan hal yang masih terlalu bagus kurasa!”

“ssstt!! Hentikan” ucap Siwon lembut “istirahatlah” Siwon menghapus air mata Saeri lembut

“kau? Ingin pergi?”

“aku ada sedikit urusan”

“kau akan kembali lagi kan?”

“tentu” Siwon mengusap rambut Saeri

“kau harus ingat choi Siwon, aku hanya memilikimu”

“tak akan pernah kulupa” Siwon mengecup kening Saeri

****

“dia semakin cantik?” Siwon mengangguk

“serahkan dia padaku”

“aku percaya padamu” Jongwoon mengangguk

“bagaimana denganmu?”

“aku sudah memberikan kesaksian, tapi tetap saja, semua bukti mengarah padaku” Siwon menunduk

“aku percaya, kau tak pernah melakukan hal itu kan?” Jongwoon mengangguk “tapi siapa?” Siwon tertawa kecil, Jongwoon diam “lalu bagaimana jika kau tetap dimasukkan ke sel tahanan?”

“huhh? Apa bedanya dunia luar kalau aku tak bisa bertemu dengan Saeri?”

“iya, tak lebih indah” Siwon menunduk

“bisakah kau menjaganya untukku?”

“nde” Siwon masih menunduk

“dia benar-benar buta?”

“nde” Siwon mengangguk lemah

“aaahhh…eohtteohkke? Aku ini benar-benar bodoh”

“aniyaa, ini bukan salahmu hyung! Hanya terjadi diwaktu yang benar-benar tepat”

“apa sudah ada donor mata untukknya?” Siwon menggeleng

“jinja? Aiishhh…jangan membuatku semakin merasa bersalah” mereka tak bergeming “Saeri juga ingin menjadi fotografer, bagaimana ia bisa memfoto jika tanpa mata?” Jongwoon menunduk

—.—

Busan, South korean

“kau yakin ingin pergi sekarang?” seseorang mengangguk “ini terlalu kejam! Kau membiarkan dia menanggung semuanya”

“Kim!” pria lain membuka topinya “dia memPHK ayahku sampai akhirnya kami mati kelaparan! Jung! Membeli kontrakan keluargaku lalu dijadikan toko roti! Sampai akhirnya keluargaku menjadi gelandangan. Sudah cukupkah penjelasanku?”

“ini salah! Aku tau semuanya, ayahmu yg salah, kenapa menyelundupkan gas beracun!”

“itu taktik untuk bertahan hidup Kim kibum!”

“baik jika itu menurutmu, lalu apa kau harus membalasnya dengan seperti ini? mereka tidak tau”

“huhh!! Aku rasa Tuhan memberi jalan untukku balas dendam! Buktinya, kim Jongwoon itu ternyata yg menjaga Jung Saeri. Jung Saeri tertabrak dan Jongwoon dipanggil kepolisian, indah bukan?”

“aku tak sependapat denganmu!”

“terserah!” pria itu membalikkan badannya “gamsahamnida telah membantuku menjebloskan Jongwoon” pria itu meninggalkan kibum

“hyukjae! Kau gila! Ini sudah terlalu gila!”

—.—

“Hei! Bocah ingusan!”

“nde?”

“kau dibebaskan secara bersyarat!”

****

@hospital

“apa kau benar-benar membenciku huhh?”

“NDE! JEONGMAL!!! PERGIII KAUU!!!” Saeri mendorong Jongwoon

“mianhamnida Saeri-yaa, semua ini…sungguh, bukan salahku!”

“jelaskan kepada hakim dan orangtuaku! Aku muak denganmu Jongwoon-ssi!!”

“jebaall…percayallah!!”

“ANDWAEEEE!! ANDWAEEE!” Saeri menutup telinganya, Jongwoon berusaha melepasnya “pergi kau, pembunuh amatir PERGII! SIWON OPPAAAA! OPPAAA! BAWA PERGI NAMJA INI OPPAAA!!” Saeri teriak sejadinya, tp Siwon tidak menggubris

“JUNG SAERI DENGARKAN AKU!!” Jongwoon membentaknya, membuat Saeri meringkuk di ujung ruangan meremas selimut rumah sakit

“oppaaa” Saeri merintih

“ini menyakitkan! Kau tau rasanya? Difitnah, dibenci olehmu, dituduh olehmu” Saeri menutup kupingnya, Jongwoon melepasnya dengan perlahan “kumohon..aku janji hanya untuk kali ini” Jongwoon mengelus rambut Saeri, pipi, leher dan berhenti di bahu “aku menyayangimu, hidup selama 13 tahun membuatku benar-benar mengetahui dirimu. Aku mencintaimu, ingin menikah denganmu. Apa kau tau sejak umur berapa aku merawatmu? 9 tahun benar saat itu kau masih 7 tahun, aku membawa kamera kerja milik ayahku, karena hanya itu yang tersisa. Dan perlu kau tau, kisah keluargaku juga tidak indah. kau tak pernah bertanya kemana eomma dan appaku kan? Rumahku dibom, appa, eomma, hyung semua mati, saat itu aku sedang bermain ditaman, dan aku melihat sendiri semuanya, sangat miris Saeri” Jongwoon berhenti untuk melepas pegangannya di bahu Saeri “sejak saat itu aku tinggal bersama paman, karena tak tahan selalu di cemooh oleh teman, aku pergi di usia 9 tahun, dan aku melihat gadis kecil sedang menangis di dalam mobil yg terbalik, aku membawamu hanya untuk teman bermain, terus bersama dan aku mulai merasa kau adalah tanggung jawabku, dari situ sampai 3 bulan yg lalu aku dengan tulus bekerja menjadi fotografi sewaan, aku berusaha menanggung semuanya, aku rela berhenti sekolah hanya karena kau, aku bisa memakan sepotong roti dan uangnya untukmu. Sadarkah kau aku selalu memberikan apapun yg kau mau? Apartemen mewah, gadget, semua, dan semua butuh pengorbanan kau harus tau”

“lalu? Apa kau ingin aku membalasnya? Ya! Nanti! Aku juga akan menjadi fotografer sewaan dan mengganti semuanya! SEMUA!!”

“ya, jika kau mampu. Maksudku adalah, untuk apa aku memberikan semuanya padahal aku telah membunuh orangtuamu? Apakah kau pernah berfikir, kenapa aku membunuh orangtuamu? Dan mungkinkah anak berumur 9 tahun mampu membunuh 1 keluarga sekaligus? Bagaimana? Orangtuamu kecelakaan mobil, kau hanya beruntung karena selamat” mereka diam Jongwoon memegang tangan Saeri

“oppa, jika aku bisa melihat aku akan melihatnya sendiri apa kau salah atau tidak! Tapi… ini gelap, aku buta! Aku…akuu…. tak bisa melihat apapun”

“apapun?”

“apapun” Saeri terisak, Jongwoon mengangguk

“arrasheo” Jongwoon menggenggam tangan Saeri erat lalu menciumnya dengan lembut lalu mengusapnya “cukup kurasa” Jongwoon melepas tangan Saeri perlahan

“mwo?” Saeri seperti tak rela tangannya dilepas Jongwoon, tangan seari mencari-cari Jongwoon, Jongwoon menghapus air matanya

“aku akan pergi, itu yg kau inginkan tadi kan? Aku akan melakukannya jika itu membuatmu bahagia” Jongwoon mengelus puncak kepala Saeri “dengar, mata siapapun nanti tolong berterima kasihlah untuknya. Dan, kau boleh menggunakan semua kameraku tapi ingat, semuanya harus dibersihkan sebulan sekali. Kau harus hidup bahagia dengan Siwon, saranghae jung Saeri!” Jongwoon membiarkan air matanya mengalir “dan yg terakhir, kau boleh makan ramyeon sesuka hatimu” Jongwoon melepas tangannya dari Saeri

“oppaa! Oppaaa~” Saeri meraba-raba udara mencari Jongwoon “Jongwoon oppaa….eodiseo? oppaa” Saeri menangis terus meraba sampai menabrak kasur “oppaa!! Tinggalkan satu fotomu, selama ini aku tidak punya fotomu, kau dengar aku?” Saeri terus mencari “JONGWOON OPPAAAA!! MIANHAE OPPAA! OPPAA! BOGOSHIPPOO!! OPPAAA! GAJIMAAA!! OPPAAA!!”

“lalu kau ingin pergi kemana?”

“aku ingin mengurus masalah ini dulu, lalu pergi”

“kemana?”

“nanti kuberitahu” Jongwoon menepuk pundak Siwon

“kau akan mengunjungi kamikan?”

“anieyo! Tapi aku akan terus melihat kalian, jaga Saeri arrasheo?”

*****

5 month later…

“anyeonghaseo!” Siwon mendongak

“anyeonghaseo, Nuguseyo?”

“kim kibum!”

“choi Siwon, apa yg anda inginkan?”

“hmm…bisakah saya duduk di sofa yg menurut saya nyaman?” Siwon mengangguk “maaf mengganggu anda, tuan choi” ucap kibum, Siwon duduk di depan kibum. Kibum mengeluarkan klip plastik dari kantong jasnya

“apa ini?”

“bukti kecil yg menyelesaikan semuannya”

“maksudmu?”

“sebelumnya aku meminta maaf karena baru keluar sekarang, karena mengumpulkan bukti otentik sangat sulit”

“kau bicara apa?”

“kim Jongwoon!” Siwon membisu, seketika itu juga tubuhnya membeku

“aku adalah kim kibum, tangan kanan Lee hyuk jae. Tapi kurasa…” Siwon mengambil klip plastik “lee hyukjae adalah dalang dari semua ini. keluarga kim, keluarga jung semua yg membunuhnya adalah kakak dari hyukjae, untuk balas dendam. Lalu hyukjae melaporkan bahwa kim Jongwoon adalah pembunuhnya karena Jongwoon adalah anak dari keluarga yg kakak hyukjae bunuh, hyuk dan kakakknya ingin keluarga kim mati secara permanen”

“mworago? Kau tangan kanan hyukjae, lalu kenapa kau memberi tau semuanya kepadaku?”

“karena tuduhan hyuk kepada Jongwoon sudah kelewat batas, dia memfitnah. Menyalahkan Jongwoon yang tidak tau masalahnya. Aku benci ini, dan aku memutuskan untuk beralih dari hyuk”

“kemana dia sekarang?”

“mollaseyo”

“mwo?”

“ada fotokopi passport disana, kau bisa melacaknya” kibum berdiri “tugasku selesai, mianhae aku tidak bisa membantumu tuan choi, karena sekali lagi aku tegaskan bahwa mengumpulkan bukti sangat sulit” kibum menggeleng, lalu pergi setelah membungkuk. Siwon masih tidak percaya apa yg didengarnya…

*****

1 year later….

“cepat katakan!” Siwon hanya tersenyum

“ini sudah setahun yg lalu kan? Kenapa kau ini?”

“aku berjanji dengan… untuk berterima kasih kepada siapapun yg memberikan matanya untukku”

“arrasheo..arrasheo, tunggu disini nona choi” Siwon memberikan Saeri surat “kita baca bersama, aku belum membukannya sejak surat ini diberikan suster padaku. Saeri membukanya perlahan, lalu terjatuh sesuatu dr dalam surat itu, foto namja sedang bermain komputer mengenakan kaos lengan panjang berwarna putih memakai kacamata

“mwo? Jongwoon oppa?” ucap Saeri gemetar, lalu melihat Siwon. “ini dirumah, ketika dia ingin mencetak hasil fotonya” Saeri membaca suratnya

‘Ta-daa!! Ini aku, kim Jongwoon!! Kau membaca surat ini dengan mataku sekarang! Terasa sangat nyaman menjadi bagian dari dirimu jung Saeri! Ahh tenang, aku tidak menuntutmu untuk berterima kasih seperti yg kusuruh kan? Mengingat kejadian saat ini, mana mungkin kau melakukannya. Hei! Dengar, Siwon telah berhasil membersihkan namaku, jadi sekarang aku mati dengan bebas, bukan sebagai tahanan. Ucapkan terima kasihku untuknya..

 

Jung Saeri, kau tahu? Ketika aku berumur 18 tahun aku baru menyadari bahwa marga kita yang berbeda berarti kita tidak mempunyai hubungan darah. Lalu setahun kemudian aku berfikir, bagaimana jika aku menikahimu. Aku rasa Kim Saeri tidak terlalu buruk, tapi… ahh..jika kau membaca ini masih dengan rasa bencimu, aku..minta maaf… jeongmal mianhae Saeri.. tak tahukah kau betapa sedihnya aku ketika kau menginginkan aku pergi menjauh darimu, dan sangat menyakitkan ketika kau memanggilku pembunuh. Ku kulangi, jangan ucapkan kata itu lagi. Atau, kau akan ku terror sepanjang hidupmu!!

 

Ingat!  gunakan mata ini dengan baik. Kau ingin menjadi fotografer kan? Hasil fotomu pasti bagus!sekali lagi ku Ingatkan! gunakan mata ini dengan baik!! jangan dipakai untuk menangis! Arrasheo? Berbahagialah seperti cinderella. Aku menyayangimu…

 

Kim Jongwoon’

“apa yg dilakukan namja ini? apa dia bercanda?” Saeri menangis, Siwon memeluk Saeri

“ingat, jangan gunakan mata ini untuk menangis”

“kau tau dimana ia dimakamkan?” Siwon menggeleng. Saeri kembali melihat foto Jongwoon “oppaaaa~ bogoshippo ooppaaa! Jeongmal bogishippo Jongwoon oppaa” Saeri meraung sejadinya, Siwon kembali memeluk Saeri erat…

FIN-

ff | Can u be mine? (part. 10)

Author: hyesungiie

Genre: romantic, tragedy (dikit), continue

Cast: song Hyeri, choi rae ae, song hyorim, Kim Jongwoon a.k.a Yesung, Lee sungmin,Kim Kibum and other super junior’s  member serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran

Sebelumnya…

“bogoshippo” ucap sungmin dengan berbisik pula, rae yakin mukanya berubah warna sekarang, bayangkan namja yg kau sukai memanggilmu dari atas panggung dan menyuruhmu agar naik ke atas lalu mengucapkan bogoshippo. 

“please be my baby..whenever I think about you, I go crazy….” Sungmin kembali bernyanyi diiringi permainan pianonya yang indah kali ini sambil menatap rae dalam..tatapannya sangat menembus setiap bilik dalam organ tubuhnya dan menetap di hatinya, membuat rae sangat lemas karena tatapan sungmin

“cause I want to have you..be my lady…ooh please be my lady I will give you my love and I will never make you regret, I promise…” alunannya terus merendah dan berhenti, lalu apa yg harus aku lakukan? Sungmin berdiri, disambut tepuk tangan riuh. Lalu dia mengeluarkan tissue lalu mengubahnya menjadi setangkai mawar merah merekah yg sangat indah

“rae-ya…” Degh..Degh.. “aku menyukaimu…”

——

mwoooo? Duaaarr..duaarr kau tahu hati ini seperti sedang merayakan perayaan chuseok, benar-benar senang, ramai, aaah semua… tepuk tangan, gemuruh penonton menyambut ucapan sungmin “rae-ya..” aku diam, bukan tak ingin menjawab tp tak bisa menjawab “would u be mine?”

“aigo!” kali ini suaraku terlempar dari tenggorokan, aku mendengar seluruh isi aula ini berteriak histeris seperti menonton film horror, sangat ramai aku terus menatap sungmin, lalu melirik hyeri di bangku penonton dan mereka(hyeri dan hyorim) ikut berteriak sambil tangannya membentuk bentuk ‘v’ “kalian bersekongkol?”

“mwo?” tanya sungmin

“hyeri.. ya kan? Kalian ternyata komplotan” sungmin tersenyum, seisi aula masih ramai mungkin menunggu jawabannku. Kau gila? Aku tak akan menjawabnya disini!

-skip-

author POV

“Hyaa! Acara tadi benar-benar hebat” ucap hyorim ke hyeri dan mereka masih duduk dikursi penonton ketika tirai panggung sudah tertutup

“jinja? Ini hanya konsepku, dan semua panitia yg sebenarnya yg sudah bekerja keras”

“aku keluar” ucap heechul meninggalkan hyorim dan hyeri

“hei..ngomong-ngomong heechul, apa kau benar-benar berpacaran dengannya?”

“hyaaaa! Itu pertanyaan konyol”

“aku serius”

“kemarin malam aku mengajak heechul kerumah”

“mwo? Kau ini! Aissshh, appamu tidak marah?”

“aniyo, appa merasa beruntung aku bisa berpacaran dengan dosen muda”

“maksudmu?”

“appa pikir, kalau aku bisa berpacaran dengan dosen maka aku akan terus terkontrol kan?”

“cih”

“lagipula heechul tidak seperti donghae kan? Apa masalahmu?”

“tidak ada, baik aku pergi” hyeri bangun dan tepat saat itu juga rae datang, mata hyeri hampir keluar, lalu dia berjalan mundur karena tatapan rae yg seakan ingin membunuh lalu hyeri jatuh duduk dikursi yg tadi “r..rae-ya! W..waaee?” rae masih menatapnya

“katakan semuanya” rae berbicara dengan nada seperti sedang mengintrogasi buronan

“m..m..mwo?”

“rae-yaa” ucap hyorim

“cih” kali ini rae bertolak pinggang “kalian berdua saudara yang benar-benar membuatku gila!”

“naega? Wae?” Tanya hyorim

“kau! Ternyata benar kan, bahwa kau berpacaran dengan Heechul sonsengnim?” hyorim menunduk “dan kau!” rae menunjuk hyeri tepat di matanya “ternyata ini rencanamu kan? Semua ini! Iya kan?”

“a..aku, dipaksa rae-yaaa”

“Kau tau aku benar-benar kesal! Nae jeongmal hwaganayo!”

“mianhamnida..eee…jangan-jangan kau benar-benar marah denganku karna aku dekat dengan sungmin waktu itu?” rae menunduk “NEOOO!” hyeri berdiri dan memukul kepala rae

“YA!” rae berteriak dan membuat hyeri kembali terduduk “jangan-jangan kau sengaja mendekati sungmin” kali ini hyeri yg menunduk

“cukup!” hyeri berdiri dan mendorong rae ketempat duduknya “kalian berdua yg membuatku benar-benar gila”

“mwo?” ucap hyorim dan rae bersamaan

“aku? Lagi? apa salahku?” tanya hyorim

“Kau! Sampai detik ini aku tak habis fikir bahwa kau berpacaran dengan dosen pembimbingku, Kim Heechul! Dan kau memutuskan ingin pindah universitas hanya karna heechul itu juga pindah?” hyorim terkekeh

“sudahlaaahh…” hyorim mengentengkan

“dan kau!” meletakan telunjuknya di kening rae “ternyata kau menyukai sungmin sejak dulu tapi malah berpacaran dengan kibum! Berani bertaruh, kau belum memutuskan hubunganmu dengan kibum kan?” rae diam

“kau ini! Apa harus aku yg mengatakannya? Aku yakin kibum benar-benar marah setelah apa yg terjadi tadi” ucap hyorim, rae mengangguk

“baiklaaah… aku minta maaf” rae menunduk “aku yakin disini hanya aku yang salah” melirik hyeri dan hyorim

“oooh, baiklaaaaah….aku juga meminta maaf” hyeri duduk di depan hyorim dan rae “rae-yaa, sepertinya hanya kita berdua yg salah” hyeri melirik hyorim

“mworago? Apa kesalahanku?”

“hyaaaa!!!” rae memukul ringan hyorim dengan tangkai mawar

“aiigooo! Dasaaaar yeoja pabboooo!!!” hyeri mengacak-acak rambut hyorim. Dan setelahnya mereka hanya tertawa.

—-

“chukkae..” hyeri melirik bucket bunga dihadapannya

“mwo?” lalu yesung menurunkan bucket bunga dan memperlihatkan wajah tampannya “yesung-ssi!” hyeri terlihat senang, lalu mengatur emosi gembiranya agar terlihat sebiasa mungkin “hey, kau tak datang?”

“mianhae” yesung merogoh sakunya

“ini untukku? Atau untuk yoona yg sudah mempersembahkan tarian yg sangat indah tadi?”

“kau bercanda, ambillah”

“woow…gamsahamnidaa” hyeri sedikit mengangguk, yesung masih merogoh sakunya

“ada satu lagi”

“mwo?”

“milikmu yg berharga”

“hmm?” hyeri semakin bingung, yesung memberikan kalung berwarna kuning

“milikmu yg paling berharga kan?” hyeri menutup mulutnya, ia menatap kalung dan yesung bergantian

“i..inii kenapa bisa ada padamu?”

“ceritanya panjang, yg jelas aku menemukannya” yesung bersimpuh dihadapan hyeri, hyeri kebingungan, lalu yesung membuka kancing kemejanya yg semula ia kancing sampai leher. Lalu terlihat jelas oleh hyeri, yesung mengenakan kalung dan yesung mengeluarkan kalung itu dan sangat jelas kalung itu berwarna kuning! hyeri merasa sesak, kalung ini. Kalung yg dibawa ‘mati’ oleh jongwoon.

“j..jongwoon?”

“mianhamnida hyeri-ya, maafkan jongwoon karna telah membuatmu menangis selama ini” hyeri menahan napas, menutup mulutnya, menggelengkan kepalanya seakan tak percaya dengan apa yg ia lihat

“aa..a…hhh, yesung-ssi” bulir-bulir jatuh membasahi pipi hyeri, hyeri menggeleng “woon-aah” yesung tersenyum

“terserah kau ingin memanggilku apa”

“bagaimana bisa ini semua…” hyeri menutup mulutnya,

“…aku baru mengetahuinya beberapa minggu yang lalu dan…mianhae” ucap yesung mengakhiri ceritanya

“aigoo” hyeri sudah berkali-kali mengusap airmatanya yg trus mengalir

“bisakah kau menerima ini? Menerima semua ini?”

“pergilah..”

“mwo?”

“jebaaall…pergi yesung-ssi” yesung segera pergi, hyeri menutup wajahnya dengan kedua tangannya yg bertumpu pada pahanya, ia menangis sesegukan.

***

Hyeri POV

Aku bercermin menggunakan kalung itu, mataku sembab dan otak ini tak berhenti berfikir.

“yesung itu jongwoon, jongwoon itu yesung? Ternyata selama ini aku benar kan?” hyeri meremas sweater milik yesung ditangannya meraba huruf ‘Y’ “jongwoon juga selalu memberi inisal disetiap barang miliknya kan?” aku kembali mengingat-ingat semua hubungan antara jongwoon dan yesung “aaah, jongwoon menyukai warna merah..dan yesung…” aku kembali mengingat ucapan yesung “aku tak tau, tapi ketika aku melihat warna merah seakan aku ingin memilikinya. Apa itu bisa disebut suka?”airmataku kembali mengalir “dan hyorim juga pernah mengatakannya kan?Ketika ia melihat sweater ini” dan aku kembali mengingat ucapan hyorim “kuraeyoo? Aaa…orang itu seperti Jongwoon saja kan? Woonniie juga seperti itu kan? Semuuaaa barangnya bertuliskan ‘JW’ iya kan?”aku menutup mataku,

“hyeri!”

“hyorim? Sedang apa? kenapa tidak mengetuk dulu sih?” aku melempar sweaternya

“aaah, aku ingin mengambil novel yang waktu itu kau pinjam, apa sudah selesai?”

“nde, ambilah” hyorim mengambil novelnya di rak,

“baiklaaah, aku pulang”

“Ya!” aku mencegahnya, hyorim berhenti

“ada apa?”

“mau mendengar lelucon?”

“haha.. tentu” hyorim kembali menutup pintu, aku menepuk-nepuk kasur agar hyorim duduk “apa leluconnya sangat lucu?”

“neomu!” aku bersiap “yesung, kau tau dia?”

“sure, wae? Kau menyukainya?” aku mengangguk perlahan “aaaaah, gomawoyooo!!”

“bersyukur untuk apa?”

“aku senang melihatmu sudah bisa melupakan jongwoon” aku tertawa kecut “wae?” hyorim memandangku aneh

“dan..ini leluconnya” hyorim mendengarkanku dengan seksama(?) “yesung…hhh..adalaah..jongwoon” suaraku semakin mengecil pada akhir kalimat, kening hyorim mengerut, lalu menggeleng

“ini lelucon yang benar-benar lelucon”hyorim memegang keningku “kau jangan sampai gila hanya karna dia dan yoona sudah berpacaran” aku menggeleng

“kau tak percaya?”

“tentu! Bagaimana bisa kau menyebutnya seperti itu? Jongwoon kan sudah ma..” hyorim belum meyelesaikan kalimatnya yg segera aku potong

“mati?” hyorim mengangguk “apa ada berita yg menyatakan bahwa jasad jongwoon ditemukan? Apa ada fakta yg membuktikan jongwoon mati? Huhh?”

“tidak ada” hyorim menggeleng perlahan

“dan..lihat ini!” aku menunjukkan kalung, sweater milik yesung “kalung ini diberikan yesung kemarin malam seusai pesta akhir tahun” aku mengangkat kalungnya “dan lihat, sweater dan handuk ini! Ada inisial y, persis seperti kebiasaan jongwoon kan? Kau yang bilang sendiri waktu itu, kau ingat?” hyorim kembali mengangguk

“eotteohkke?” hyorim berbisik

“dan tadi, ketika dia mengembalikan kalung ini yg entah bagaimana caranya ada padanya, dia menunjukkan kalung berwarna merah”

“milik jongwoon? Pasangan kalung ini?” aku mengangguk “kau yakin?”

“tentu, bahkan dia yang mengatakkannya sendiri. Orangtuanya mengadopsinya ketika jongwoon masih kecil, ketika jongwoon pingsan tepat didepan rumah mereka” hyorim menutup mulutnya

“aigo, kenapa bisa seperti ini?” dan kami membisu, bingung dengan keadaan ini…bingung apa yg harus aku lakukan,

“hyorim?” hyorim appa masuk kekamarku “apa kalian sedang sibuk?”

“aniyo, ahjussi” jwabku

“rim-aah, gajja kita pulang, apa kau ingin tetap disini?”

“aniyo appa, aku akan segera turun” hyorim appa mengangguk lalu segera keluar, hyorim berdiri, dan menggenggam tanganku “hyeri-yaa”ucapnya lirih

“mwo?”

“mungkin tindakanmu selama ini yg membuat jongwoon kembali sebagai yesung”

“mwo?”

“mungkin Tuhan memang tidak suka jika kau melupakan jongwoon” hyorim tersenyum “lagipula kau menyukai yesung kan?” aku mengangguk “jadikan ia kekasihmu sebelum terlambat”

“kau gila?”

“hey, bahkan kau tidak memberitahu kepada jongwoonkan kalau kau begitu menyayanginya bahkan sampai 12 tahunpun berlalu” aku menunduk dan tersenyum

“kau benar”

“aaaah…kalian keren sekali, setelah 12 tahun berpisah sekarang dipertemukan kembali” hyorim semakin erat menggenggam tgnku “baiklah, aku pulang.. aku akan pindah ke Universitas lain, jangan cari seseorang untuk menggantikan posisiku diantara kau dan rae, oke?”

“ofcourse, yeoja pabbo!” hyorim terkekeh, mengambil novel dn berjalan menuju pintu

“dan doakan aku dan heechul semoga cinta kami sesempurna cinta yg kau miliki untuk jongwoon, arrasheo?” aku mengangguk, dan hyorimpun pergi

—-

Author POV

Sungmin memandang sungai didepannya, ia membuka kancing jaketnya agar bebas tertiup angin, ia bersenandung kecil ditemani suara kendaraan dan klakson mobil di jembatan penyebrangan tepat diatasnya, orang yg ia tunggu akhirnya datang bersama yeoja pujaannya. Ia menatap rae lekat namun rae hanya menunduk

“untuk apa bertemu disini? Apa anak perpustakaan lebih menyukai suara bising dari pada ketenangan yg ada di café atau restoran?” sungmin hanya bersmirk

“jaga ucapanmu! Ini adalah tempat eommaku mati tertembak dan mayatnya belum ditemukan sampai sekarang” kibum menatap ke hamparan sungai

“apa yg ingin kau bicarakan?”

“aku ingin membicarakan apa yang menjadi pertanyaanmu”

“baguslah, jadi?”

“aku menyukai rae!”

“aku tahu, bahkan sejak kau berbicara dengan hyeri tentang rencanamu”

“jinja?”

“nde, aku terus mengikutimu!”

“kau ini payah” kening kibum berkerut “membiarkan namja lain menyukai yeojamu dengan ikhlas*emgadakataikhlasdikorea?*”

“aku akan membayarnya sekarang” kibum maju

“mwo?”

BUK!! Kibum meninju sebelah kiri sungmin, membuat bibirnya sedikit berdarah

“kibum-ssi!” rae teriak

“itu untukmu karna kau menyukai yeojaku!”

BUKK!! Kibum meninju sebelah kanan sungmin dan bibirnya benar-benar berdarah

“HENTIKAAAAN!!!” rae memegang lengan kibum, kibum melepaskannya dengan halus

“itu untukmu karna kau membuat rae berpaling dariku!” sungmin mengelap darahnya

BUKK! Kibum meninju perut sungmin

“kibum-ssi, jebbaaal” rengek rae

“hentikan, atau akan kubuat mati dia” ucap kibum dengan nada mengancam, rae menjauh

“mianhae sungmin-ssi” ucap rae

“gwen..canhaa” ucap sungmin terbata

“yg itu karna kau membuatku malu dihadapan semua chinguku saat acara kemarin karna kau mengatakan cinta ke rae!”

BUKK!! Kibum meninju perut sungmin lagi, membuat sungmin terhuyung.. rae tak henti menangis

“itu karna kau membuat rencana konyol dengan hyeri untuk rae”

BUKK!!! Kibum menyikut punggung sungmin yg terhuyung dan membuat sungmin jatuh ke tanah

“dan itu untukmu karna kau sering membuatnya menangis” sungmin mencoba untuk berdiri, rae ingin membantunya tapi dicegah oleh kibum. Sungmin berhasil berdiri wajahnya bersimbah darahnya sendiri, ia bersandar pada motornya

“cukupkah?” tanya sungmin mengatur nafasnya, kibum mengangguk

“mianhamnidia” kibum membungkuk, dibalas oleh sungmin “kau sekarang lebih payah dariku” sungmin tersenyum

“jinja?”

“lihat, aku akan menyerahkan rae sekarang! Jaga dia, awas jika aku menemukan rae menangis karnamu” sungmin mengangguk lemah

“aku berjanji, aku akan menjaganya dengan amat baik, karna rae adalah nyawaku” kibum tersenyum, raepun ikut tersenyum dibalik tangisannya

“aku pergi” kibum memandang rae “terimakasih karna sudah ingin menjadi yeoja yg kusayangi” kibum memeluk rae sebentar

“cheonma, dan terimakasih karna sudah membalas kejahatan sungmin yg ia lakukan padaku” kibum tersenyum, ia pergi dengan mobilnya meninggalkan rae dan sungmin yg masih tergopoh, rae mendekati sungmin “sakit?” tanya rae, sungmin mengangguk, rae mengeluarkan saputangan untuk mengelap darah

 “sungmin-aah”

“ne?”

“kau benar-benar jahat”

“mwo?”

“kau menghilangkan diri, membuat aku dan hyeri bertengkar, membuat aku merasa kehilanganmu, benar-benar kehilanganmu, membuat aku sangat merindukanmu”

“jeongmal?” goda sungmin

“aiisshh”rae menekan saputangan di luka sungmin dan membuat sungmin mringis kesakitan

“ssshhhh…itu artinya semua sesuai rencana”

“cih, aku pikir kau benar-benar menyukai hyeri”

“aniyoo” sungmin menatap sungai “kau tau, tak ada yang bisa menggantikanmu disemua bagian dalam hidupku”sungmin menatap rae

“jinja?” rae menunduk

“hey, would u be mine?”

“mwo? Untuk apa menanyakannya lagi?”

“karna belum terjawab” rae menunduk

“tentu,”rae tersenyum, disusul sungmin

“lihatlah ke sungai” sungmin menghadapkan rae ke sungai “annyeonghaseo eomma” sungmin membungkuk, rae mengikutinya walau dengan kebingungan “eeomma tadi lihat? Aku berantem dengan namja demi mempertahankan yeoja yg aku cinta” sungmin menatap rae, rae menunduk malu “seperti kata eomma kan? Aku masih ingat kau harus mempertaruhkan dirimu untuk yeoja yg benar-benar kau cintai, dan aku melakukannya eeomma… yeoja itu ada disampingku sekarang” sungmin melirik rae lagi dan rae membalasnya, lalu sungmin menggenggam tangan rae “namanya Choi rae-ae, adik dari Choi siwon” “hey cepat membungkuk” sungmin menyuruh rae

“o..oh ndee” raepun membungkuk

“eomma masih ingat siwon kan? Chinguku, yang eeomma selalu bilang bocah tampan, naah dongsaeng dari bocah tampan itu sekarang milikku, kkeke” sungmin terkekeh “eeomma, walaupun aku sudah menemukan yeoja yg kucinta, tapi aku tetap mencintai eeomma! Tenanglah disana eeomma!! Aku berjanji akan membawa keturunan-mu kesini bersama yeoja yang sama” rae memeluknya… aaah indah, ini benar-benar indah, aku benar-benar mencintaimu lee sungmin!

“ahjumma, aku akan menjaga sungminmu…istirahatlah dengan tenang” rae membungkuk disusul sungmin

“hey, aku akan melakukan hal yg pertama kali kita lakukan bersama”

“mwo? Apa itu?”

“mencicipi bibirmu”

to be continued~