Super Junior – S.P.Y

naega saranghan S.P.Y.
geunyeoreul jjocha Day and night
japhil deut japhiji anha
geurimjacheoreom butjiman
naega saranghan S.P.Y.
geunyeoreul jjocha Day and night
sumi teok kkeutkkaji cha wa
geunyeoreul gyeonun geu sungan

 

I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway
I got you little runaway

ilsaengildae seuril donneun seutoriga
jigeumbuteo hairaiteu mak dallil geoya jjuk
bonneungeuro kkeokkeun
haendeul geuge dap ilgeol
butjapgo balba bwa maen kkeutkkaji ga bwa

hamjeongeul pihae bwatjande
Little Runaway
nae pomange japhin Baby
geu sonmasi jjarithae igeot cham sarainne

naega saranghan S.P.Y.
geunyeoreul jjocha Day and night
japhil deut japhiji anha
geurimjacheoreom butjiman
naega saranghan S.P.Y.
geunyeoreul jjocha Day and night
sumi teok kkeutkkaji cha wa
geunyeoreul gyeonun geu sungan

goldeu pinggeoreul chajaseo
yeonghwa gateun cheising dallyeosseo
seororeul biutgo nollimyeo
jjotgo jjonneun beullokbeoseuteo
geu kkoriwa-eui gin georireul
jophyeosseumyeon ije meomcheoseo
Now one two one two, Let’s go, go!

Doo Roo Roo Doo
(Go kick it in the butt! Go kick it in the!)
Doo Roo Roo Doo
(Go kick it in the butt! Go kick it in the!)

chinjeorhasin nebigeisyeon mianhajiman
kkeobeorigo jimseung gateun nae
bonneungmaneuro gyesok
ga ga ga ja i giri mattamyeon nan O.K.
geuge namjaya maen animyeon Not O.L.

hamjeongeul pihae bwatjande
Little Runaway
nae pomange japhin Baby
geu sonmasi jjarithae igeot cham sarainne

na, na, na, nareul saranghan Spy girl
deo, deo, deo meolli darana
chimchakhan sonkkeuteul tteona
pyojeoge kkochil ttae neukkyeojyeo
simjangi michin deut ttwigo
meorineun chagawojyeo A-hey

I got you little runaway
I got you little runaway

chimchakhan sonkkeuteul tteona
pyojeoge kkochil ttae neukkyeojyeo
simjangi michin deut ttwigo
meorineun chagawojyeo A-hey

 

via: colorcodedlyrics.com

the impossible love story

Image

The impossible love story

Author: @hyerikimelf

Cast: Kim kibum, Sera and other SJ’s member as support cast

Length: oneshot

Genre: romance, fantassy

Dislaimer: kim kibum adalah milik Tuhan dan orangtuanya. Tapi ff ini adalah 100% BELONG TO ME! And 100% karya aku! Don’t be a plagiat please!!

Annyeong! We meet again!! XD

Cinta bisa terjadi kepada siapa saja kan? Apapun rasa ingin memiliki seseorang secara tulus  disebut cinta kan?

….

hai!! Apa kabar? Selamat tinggal! Apakah kita akan bertemu lagi? nde! Temui aku dimimpimu!!

~~~~~~~

“kau akan pergi?” kibum mengangguk “sekarang?” kibum kembali mengangguk, sambil mengenakan mantel yang tidak lagi bisa dibilang untuk musim dingin “kim kibum-ssi” kibum mengibaskan tangannya dan pergi, seseorang yang ditinggal kibum pergi masih duduk santai dikursinya, tangannya meremas secangkir expresso panas, seakan enggan beranjak, dan hanya memandang sayu ke arah kibum.

Angin menerpa pipinya, kibum mengalungkan syal ke lehernya

“oppa!” kibum menengok ke arah bawah, tepat seorang anak kecil menarik mantelnya

“kenapa kau ada disini?” kibum jongkok, menggenggam pipi anak kecil itu lalu mengalungkan syal ke leher anak kecil itu “disini dingin, ayo pulang” kibum menggenggam tangan mungil, tapi anak kecil itu melepasnya “wae?”

“aku ingin kesana!” kibum menengok, mengikuti arah telunjuk.

“heiishh!! Ini sudah hampir malam dan sangat dingin, ayo pulang” kibum akhirnya menggendongnya.

Kibum menyapu bahu jalan dari salju yang turun sepanjang hari, kibum menengok ketika di seberang yang cafenya sudah gelap, mengeluarkan bunyi sesuatu. Kibum kembali membetulkan topi rajutan yg ia kenakan untuk mengurangi rasa dingin, seorang yeoja keluar dari café itu menggunakan mantel panjang, menengok ke arah kibum dan tersenyum ‘yeppeo’ pikir kibum. kibum kembali menyapu bahu jalan, yeoja itu menghampirinya

“annyeong” ramahnya, kibum meliriknya, yeoja itu melambaikan tangannya di depan wajah kibum

“nde, annyeong” kibum menghentikkan aktivitasnya

“kau masih sibuk?” kibum memandang bahu jalan yang sudah dekat dengan persimpangan

“tidak juga” kibum kembali mengeruk salju, yeoja itu mengangguk paham

“bukankah percuma mengeruk salju yang terus turun?”

“memang”

“kenapa kau masih melakukannya?”

“karena mendapatkan uang”

“mwo? ahhahahha….” Yeoja itu tertawa sambil memegang topinya, kibum memandang aneh

“nuguya?” pertanyaan itu membuat yeoja itu berhenti tertawa “aku baru melihatmu”

“oh..” yeoja itu menyodorkan tangan pertanda ingin berjabatan “ Sera” kening kibum mengernyit

“Kibum. Kim kibum” sera mengangguk mengerti.

Akhirnya kibum menyelesaikan mengeruk salju sampai persimpangan jalan, kibum menengok ke arah sera yg sedang mondar-mandir membuat jejak kaki lalu tertawa melihat jejak kakinya sendiri ‘begitu manis’ kibum menghampirinya

“aku ingin pulang” sera berhenti dan memegang topinya karena ingin jatuh

“lalu?”

“dimana rumahmu?”

“rumah?” bola mata sera memutar ke arah kiri “bisakah kita ke suatu tempat?”

“kau ingin kemana dimalam sedingin ini?” kali ini kaki kiri sera yg membuat gerakan memutar

Kibum tersenyum nakal “kau ini manis sekali”

“mwo?” sera memandang sepatunya

“arra..arra, kau ingin pergi kemana?”

“bagaimana kalau berjalan-jalan sampai pukul 4 pagi?”

“apa? kau gila?”

“wae” sera mengedikkan bahu

“gajja, aku akan menemanimu hanya sampai pukul 1 pagi arrasheo?” sera mengangguk, kibum berjalan memimpin, sera mengejarnya sambil memegang topinya. Sera berlari kecil untuk mengimbangi langkah kibum, sera melihat mantel kibum yg sudah sobek disana-sini

“kau tidak akan kedinginan kalau mantelmu tidak sobek”

“mwo?”kibum berhenti,

“ouch!” sera menabrak bahu kibum, lalu membenarkan keseimbangannya sambil memegang topi “seharusnya kau beli mantel baru” sera memegang keningnya lalu menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menyadarkan dirinya sendiri…

*****

“kim kibum!” kibum pura-pura sibuk “kim kibum-ssi”

“mwo?” ucapnya halus

“kau jangan tidak mengenalku”

“haruskah kembali mengingatmu?” kibum pergi, yeoja ini memegang lengan kibum

“kibum-ssi! Bukankah kita pernah saling mencintai? Kenapa kau seperti ini?”

“seperti apa maksudmu?”

“seperti tidak mengenalku!”

“jung ahra! Dengar aku! Siapa yang memutuskannya? Ya! Benar, jika aku hanyalah seorang pekerja lepas pengeruk salju. Lalu apa itu masalah? Oh ya! Aku lupa, itu sangat masalah untuk ayahmu! Tapi kau! Kau! Jangan membuat malu aku didepan teman SMAku!”

“dengar aku!”

“andwae!” kibum melepas tangan ahra dari lengannya “aku! Namja! Namja pekerja lepas pengeruk salju! Dan namja ini masih memiliki hati yang bisa disakiti! Dan aku sakit! Karenamu! Jung ahra!” kibum pergi “dan satu lagi! Katakan pada ayahmu, sebenarnya kau ini harus berpacaran dengan namja atau dengan pekerjaannya?” kibum berlari kecil

“annyeong!” kibum melepaskan headphone, lalu mendongak

“sera?” sera mengangguk, sera duduk dihadapan kibum tangan kiri yg daritadi disembunyikkan dibelakang punggungnya ternyata membawa bingkisan

“untukmu kim” kibum sedikit tertawa sambil mengambil bingkisan

“kim? Dari mana asalmu?”

“mwo?”

“apa kau tidak diajarkan bagaimana cara memanggil orang dengan benar?”

“upps! Memangnya tadi aku salah memanggilmu? Namamu kim ki..bum kan?”

“ndee! Benar! Tapi kau seharusnya memanggilku kibum! bukan kim!”

“apa bedanya?”

“mwo?” kibum mengernyit ‘ini aneh’ “kim itu marga. Dan marga dipakai hanya untuk memberi penghormatan atau kepada orang yg lebih tua atau kpd org yg tidak akrab” bibir sera membentuk huruf ‘o’

“apa semua orang memiliki marga? Kenapa aku tidak?”

“kau tidak punya marga?” sera mengangguk

“aha! Bagaimana kalau aku menggunakan margamu! Kim. Kim sera! Aaah tidak terlalu buruk”

“ya!” kibum memukul pelan ke topi milik sera “ kau harus menikah denganku agar kau bisa menggunakan margaku”

“jinjayo? Kalau begitu…. Ayo menikah!”

“mwo?” kibum terbelalak “kau ini! bersikap sok polos atau benar-benar polos sih?”

“wae?”

“sera” kibum memegang puncak kepala sera, dan menatap mata hijau milik sera “kau harus mempunyai rasa saling mencintai untuk bisa menikah! Menikah adalah ikatan suci, kau tidak bis..”

“aigo..aigo..aigo!! cinta? Huh? Aku tidak punya! Ini gunakan mantel ini!!” sera menggeleng-gelengkan kepalanya seakan tak mau mendengar penjelasan kibum

****

Keesokkan malam ditempat yg sama…

Kibum sedang menyeruput mie instan sementara sera bersandar pada kaca minimarket

“kau tidak lapar?” sera menggeleng sambil memutar-mutar telunjuknya di salju “kau sangat menyukai salju?” sera mengangguk, kibum memandangnya dari samping “kenapa?”

“karena salju itu putih” ucap sera sambil menaruh dagunya di lutut, kibum mengusap rambut sera lalu menyelipkan beberapa helai rambut sera ke daun telinga

“hei!”

“mwo?” ucap sera tanpa mengalihkan pandangannya dari salju

“lihat aku” ucap kibum, sera menengok, tepat saat kibum mencium kening sera, sera memegang kening yg tadi dicum oleh kibum

“kau menciumku? Gumawo!” kibum tertawa kecil

“kenapa kau begitu cantik sera-ya!”

“memang aku cantik!” kibum mengelus puncak kepala sera

“boleh aku bertanya?” sera mengangguk “dimana rumahmu?” sera menengok

“mmm….aku tidak punya rumah”

“mwo? lalu selama ini kau tinggal dimana?”

“akuu…. Café maroony’ia”

“oohhh, café itu. Café yg berjarak hanya 2 toko dari restoran tempatku bekerja disiang hari kan?” sera mengangguk “lalu, kau tinggal disana juga?” sera kembali mengangguk “dimana orangtuamu?”

“hmm?” sera menggeleng “aku…tidak punya”

“mwo?”

“aku tidak punya mereka” kibum menunduk

“mianhae” sera menatap mata kibum, alisnya mengerut

“mianhae? Untuk apa? kau tidak bersalah, dan kau tidak melakukan kesalahan” kibum menggeleng

“emm…aku ingin mengajakmu nonton theater besok, mau?”

“nde! Nde! Nde! Aku mau..aku mau” sera sangat senang, sambil memegang topinya, kibum tersenyum melihat tingkah sera

“arra..arra, aku jemput kau didepan café jam 2 siang” sera seketika diam dan kembali duduk

“mwo? siang? A..aku tidak bisa. Aku..” sera terlihat gugup

“neo? Gwencanhayo?” kibum memegang tangan sera yg terlihat sedang mengerutkan mantelnya

“aku..aku bekerja disiang hari, t..tidak bisa keluar”

“kau bisa minta izin”

“andwae! Andwae!!” sera menggeleng semangat

“biar aku yg bilang dengan bossmu”

“andwae! Andwae! Kau tau, hyukjae itu… dia boss yang kejam, dia tidak akan mengizinkan jika ada pekerja yang akan pergi disiang hari”

“aaa…gwencanhayoo!! Aku bisa mengatasinya”

“andwae!” sera teriak, membuat kibum kaget “andwae, kim kibum! aku tak mau membuatmu dimarahi oleh hyukjae itu”

“hmm? Kau mencemaskan aku yaaa” kibum menggoda sera “kau menyukai aku yaaa? Iya kaaan?”

Blush! Wajah sera memerah, sera menggeleng sambil memegang topinya

“kau bohong!”

“dari mana kau tahu?”

“buktinya kenapa kau menghampiriku setiap kau pulang bekerja? Kenapa kau memberi mantel untukku? Dan sekarang kau mencemaskan aku… kau menyukaiku kaan” kibum mencubit pipi sera, sera menggeleng, menghindari tatapan mata kibum.

*****

“bagaimana? Kau bisa merasakannya sekarang?”

“mungkin sebentar lagi” menunduk

“ketika kau sudah merasakannya, apa yang kau lakukan?”

“menikah dengannya”

“apa kau gila?”

“aku…memang menyukainya sejak dulu, aku terus memandangnya dari jauh, melihat betapa banyak masalah yang ia miliki. Aku ingin menjadi obat untuknya karena tersakiti oleh nona jung ahra. Dan aku…ingin memakai marga kim itu”

“andwae!!” berteriak

“wae? Bukankah kau bilang cinta bisa dimiliki oleh siapa saja? Kenapa aku tidak!” berteriak lebih kencang

“KARENA KAU BERBEDA!!”

“APA? AKU MEMPUNYAI HATI!”

“TIDAK!”

“AKU BISA MENCINTAINYA!”

“ANDWAE!! ITU TIDAK BOLEH TERJADI, DAN TIDAK BISA TERJADI!!”

“WAAEE? WAEEE?” menangis

“KARENA KAU BERBEDA SERAFFINE!!!”
“KENAPA AKU BERBEDAA?”

AAAAAAAAAAA~ seraffine berteriak seperti menahan sakit

******

Seoul, 9.34 PM

“kau menunggu siapa?” kibum menghiraukan ahra “kau membeli mantel baru? Ini sangat hangat” ahra mengelus lengan kibum, kibum kembali merapatkan kerah mantelnya “aku..melihatmu, dengan yeoja” ucap ahra berhati-hati

“bukan urusanmu” kibum mendorong tangannya lebih dalam kedalam saku

“dia pasti yg memberikan ini kan?” ahra mengelus mantel kibum lagi

“dia…yeojachinguku”

“mhwo? hh..hhh” ucap ahra seakan tak percaya, kepulan asap keluar dari mulutnya bertanda sangat dingin

“pergilah. Ini sangat dingin”

“kenapa kau tidak bilang kepadaku?”

“itu tak lagi urusanmu”

“kibum-ssi! Aku masih menyayangimu”

“jika benar, kau tidak akan membuat org yg kau sayangi malu” kibum berjalan beberapa langkah dan kembali bersandar

“itu kesalahpahaman! Kau harus percaya padaku!”

“apa dengan aku percaya padamu kau akan berhenti menggangguku?” ahra diam “arra! Aku percaya denganmu! Kau puas?” ahra menggeleng

“siapa dia? Siapa yeoja yang berhasil mengambil kibum dariku”

“bukan urusanmu ahra!”

“arrsheo! Kau berpacaran dengannya untuk mengobati luka dariku kan?” ahra tersenyum licik, kibum terdiam seakan membenarkan ucapan ahra

“aniya! Aku menyayanginya! Dan kau! Jangan ganggu hubunganku dengannya” kibum benar-benar pergi.

“pabo! Kenapa kau malah pulang kerumah? Bukankah kau tadi menunggu sera?”

******

Sudah 4 malam secara berturut-turut kibum tidak bertemu sera. Kibum selalu menungu sera ditempat biasa mereka bertemu, tapi sera tak kunjung datang. Kibum selalu mencoba melihat ke depan café maroony’ia tapi ia juga tidak melihat sera. Ada rasa kehilangan dalam hati kibum, molla…ini ambigu, kibum merasa kehilangan yeoja yg biasa menemaninnya ketika malam, atau kibum kehilangan sera karena kibum memang benar-benar merasa kehilangan? Kau mengerti?

Kibum kembali menunggu sera ditempat biasa setelah 8 hari tidak bertemu, kibum berlari-lari kecil ditempat untuk menghangatkan tubuhnya, tangannya ia masukkan ke dalam saku mantel, sisa syal yang tidak di kelung ke lehernya bertebaran ke udara pertanda angin berhembus kencang malam itu. Samar-samar kibum melihat yeoja keluar dari dalam café, kibum menyipitkan matanya dan senyum tersungging di bibirnya. Sera berjalan lunglai, sambil memegang topi fedora coklat yg biasa ia gunakan, kibum berlari kecil kearah sera ketika melihat sera terjatuh di jalan

“sera! Gwencanhayo?” kibum membantu sera berdiri dan membersihkan dengkul sera

Sera bersandar dibahu kibum, sambil menggenggam segelas kecil kopi panas, kibum merangkulkan mantel ke bahu sera jadi sekarang mereka berada dalam satu mantel

“ada apa denganmu?” sera diam, memandang lampu lalu lintas yg berkedip-kedip, kibum memgang tangan sera, dan menatap sera dari samping “kau kemana saja? Aku…” sera mendongak karena kibum tidak menyelesaikan ucapannya

“aku apa?” sera kembali melihat lampu “apa kau ingin bilang, kau merindukanku?” sera terkekeh

“bogoshippeo” ucap kibum singkat, sera menutup wajahnya dengan kedua tangannya

“kau membuatku maluu” kibum mendengar jelas suara sera walau suara sera sedikit teredam, kibum tertawa

“kau ini manis sekaliii” kibum mengusap puncak kepala sera “ahh, cepat ceritakan, kemana saja kau selama ini?”

“aku sakit” mengurut kakinya. Kibum melihat kaki sera ada sebuah garis merah panjang, kibum memandang sera khawatir

“siapa yg membuatmu begini?”

“kau tak perlu tahu, lagi pula ini sudah baikan”

“jeongmal?” sera mengangguk semangat

“semua rasa sakit hilang, ketika aku bertemu denganmu”

“jinjayo?” kibum merengkuh sera kedalam pelukannya, dan mencium bibir sera. Sera seperti menolak, tapi kibum menahan belakang kepala sera, bibir mereka bertautan agak lama, lalu kibum melepasnya “kau tahu, ini pertama kalinya begitu takut kehilangan seseorang, seperti yang aku rasakan sekarang” sera menatap mata kibum

“matamu indah kibum. emm..benarkah? bukan karena aku adalah pelampiasan karena kau sakit hati dengan ahra?” ucap sera perlahan

“aniya” ucap kibum perlahan, sera tersenyum. Kibum mendekat ke telinga sera “sa-rang-hae” ucap kibum dengan mengeja, sera tersenyum kecil

“jinjayo?” sera mengucapkannya dengan berbisik, kibum mengangguk “gam-sa-hamnida” kibum mengangguk, mengelus pundak sera “kibum-ssi” sera menepuk pundak kibum

“mwo?” ucap kibum berbisik

“nado” ucap sera dengan berbisik juga, kibum tertawa puas lalu memeluk sera

“jangan pergi lagi, arrasheo?” sera hanya diam

*****

“andwaee oppaaa!!”

“mwo? aigooo..aku baru dengar kau memanggilku oppa!”

“jinjayo?” sera melempar bola salju dengan semangat, kibum menahannya dengan lengannya

“yaa!!” kibum kembali melempar bola salju dn terkena kepala sera

“oppaa!!!” kibum berlari duduk di pinggir jalan, tertawa melihat sera yg membersihkan topi dan jaketnya yg terkena bola salju “kau curang! Ayo bermain lagi!”

“istirahat! Aku lelah!”

“hyaaa!! Ayo bermain!! Kita harus terus bermain..terus” kibum terkekeh melihat gesture sera

“kau mahkluk dari mana sih? Begitu lucu”

“hahaha..” sera tertawa sambil memegang topinya “ayo!! kita harus terus bermain terus…terus…terus”

“waeee?” ucap kibum sambil tertawa tertahan

“karena waktuku tidak banyak lagi” tawa kibum berhenti seketika, sera membekap mulutnya, lalu menggeleng

“mwo? waktumu tidak banyak lagi? Apa maksudmu?” kibum mendekati sera, selangkah kibum maju, selangkah pula sera berjalan mundur, sera menggeleng “apa maksudmu?”

“a..akuu hanya…” sera terjatuh “ouch” kening kibum mengernyit

“gwencanhayo?” tanya kibum tapi tidak melakukan apapun hanya menatap sera

“nde! Nde! Gwencanha” sera berusaha berdiri tegap sambil memegang topinya, lalu terjatuh lagi

“sera!” kibum membentak sera, sera diam membeku “apa maksudmu? Jawab!”

“itu..itu salah paham, aku hanya..” kibum menarik sera lalu mendekapnya

“kau bisa berdiri?” sera mengangguk ragu, kibum melepas dekapannya, sera kembali terjatuh, kibum mendengar sera meringis kesakitan “katakan semuanya, apa yang terjadi. Ada apa denganmu”

“ayo bermain lagi”

“mwo?” kibum memandang sera aneh “ayo pulang, aku akan menggendongmu”

“andwae! Andwae!!” sera berusaha berdiri, lalu kibum menggendong sera dipunggung, “turunkan aku, aku bisa berjalan sendiri” air mata kibum berjatuhan entah kenapa, sera mengelak, lalu terjatuh. Sera terjatuh, wajahnya menengok kearah kiri, wajah kanannya tertutup oleh rambutnya, sera dapat merasakan dinginnya salju di seluruh tubuhnya, kibum bersimpuh

“ada apa sebenarnya?” kibum membangunkan sera, sera menunduk “apa kau punya penyakit parah? Atau kau akan pindah dari sini?” sera menggeleng

“a..aku tidak bisa mengatakannya” kibum melihatnya, melihat sera meneteskan air mata, kibum mengelap air mata sera

“katakan semuanya, sebelum terlambat” sera menggeleng “aku ingin terus bersamamu! Sungguh! Sera!” sera masih menggeleng, lalu sera memeluk kibum erat. Sangat erat. Kibum benar-benar menangis “aku menyayangimu sera! Tulus!

“nado oppa! Nadoo”

“Kumohon! Jangan pergi secepat ini. apa yg terjadi” sera masih membisu…

*****

2 hari setelahnya, kibum tak lagi bertemu dengan sera. Rasa takut membayangi kibum. tapi rasa itu hilang ketika kibum melihat sera

“oppaaaa!!!” sera berlarian sambil berteriak, kibum tersenyum, rasa takutnya lenyap, ketika sampai, sera memeluk kibum “aigoooo!! Bogoshippeo oppaa!!”

“kau terlihat sangat ceria”

“jinjayoo?” kibum mengangguk, sera memegang topinya sambil tersenyum malu, kibum mengecup pipi sera, lalu mengambil topi sera dan mengecup puncak kepala sera. “oppa” ucap sera sambil membeli isyarat agar menunduk

“mwo?” ucap kibum. sera mengecup bibir kibum, kibum tertawa

“saranghaeee” kibum kembali tertawa…

*****

3 days latter…

tiap malam kibum menunggu sera, tiap malam pula sera tak lagi keluar dari cafenya, siang itu pukul 2.00 PM, kibum pulang cepat karena hari itu adalah hari terakhir sebelum natal. kibum menghampiri café maroony’ia tempat sera bekerja dengan perlahan, mendorong kotak kecil berisi cincin untuk sera ke dalam saku mantelnya, kibum tersenyum sendiri membayangkan ekspresi sera. Kali ini, kibum benar-benar ingin membagi marga kim-nya untuk sera.. tulus..

kibum mengintip dari pintu luar, lalu berdiri di depan café itu. Pemilik café, hyukjae memberi salam kepada tamu yg lebih tua. Kibum membeku begitu melihat sosok yang ia sayangi sedang duduk diatas koper, menggunakan topi fedora coklat yg biasa ia gunakan, ia begitu cantik seperti biasa, tapi dalam versi berbeda. Kibum meraba kaca yg membatasinya dengan sera, air mata menetes dari bola matanya. Kibum menengok begitu mendengar suara hyukjae

“ya! Tuan Lee! Ternyata anda sekejam ini”

“mwo?” ucap hyukjae bingung

“kenapa anda, menggunakan manusia secantik ini sebagai hiasan di café anda!”

“apa? Bocah tengik! Itu hanya mannekin! Kau gila!” hyukjae masuk ke dalam café.

“m-mannekin?” kibum menggeleng, ia bersimpuh dan membaca tulisan

“hai!! Apa kabar? Selamat tinggal! Apakah kita akan bertemu lagi? nde! Temui aku dimimpimu!!

-seraffine

“Seraffine? Sera?”

FIN-