ff | Can u be mine? (part.7)

Can u be mine? Part.7

Author: hyesungiie (@hyerikimelf)

Author menyukai part ini dan seterusnya XD… sellamat membacaaa*llemparbias

“huh? Sungguh, kau bukan hyung yang baik! Hahaha!”

“dengar! Jika aku bukan hyung yang baik aku akan membiarkan rae bersama kibum! Padahal rae sudah tdk nyaman”

“lalu?”

“heeissh! Baboo-yaa!”siwon melempar ponsel beserta tempatnya, dan untungnya berhasil aku tangkap “gunakan otakmuu sungmin-aaa!”

“Neo-Yaaa!! Apa kau pikir, selama ini otakku hanya sebagai hiasan di kepalaku? Huh?”

“haha…bukan itu maksudku sungmin-aa! Baiklah, begini. Sekarang kita bicara sebagai namja yg licik oke?” ucapan siwon membuatku tak mengerti, aku mencondongkan badanku agar lebih dekat oleh siwon.

“maksudmu? Kau ingin melakukan apa ke kibum?”

“heiish! Babo! Bukan ke kibum!”

“lalu?” aku semakin terlihat bodoh di hadapan siwon sekarang ini. Ku lihat siwon hanya tersenyum, senyumnya persis seperti kyu yang sedang melakukan ‘kegiatan’nya yaitu menjahili chingunya ketika sedang di kelas, sekarang aku mengerti apa yg siwon maksud dengan ‘namja licik’ “aaa..ckckck..arrasheo! arrasheo! Haha! Babo gateun nae ini! Ahaha!” aku memukul kepalaku, sebagai balasan kenapa begitu bodoh dihadapan chingu yg biasanya lebih bodoh drpd aku. siwon tertawa “haha!! Nae arrasheo Choi Siwon-aah!” aku kembali bersandar dan terlintas beberapa pikiran licik dihadapanku. Tapi kurasa ini tak selicik apa yg siwon maksud tadi.

***

Author POV

@Universitas Inha

Heechul belum juga meninggalkan kelas setelah pelajaran usai, lalu keluarkan ponsel dari tasnya. Semenjak ponselnya tertukar oleh entah siapa, heechul jarang melihatnya lagi “huuuufttt” dia mengembuskan nafas, merasa kesal knp ponselnya bisa tertukar. Akhirnya heechul membuka-buka koleksi foto berniat untuk mencari tahu siapa pemilik ponsel ini dan berusaha untuk mencarinya. heechul melihat seorang yeoja di ponsel itu “sebentar, ini seperti hyeri. Apa ini milik hyeri? Tapi terakhir aku bertemu dengannya. Sepertinya tak mungkin sampai tertukar, kalaupun benar tertukar, pasti dia sudah menyadarinya sejak lama kan?” terus melihat satu-persatu foto di ponsel ini, dan menemukan yeoja lain selain hyeri “seperti aku kenal..aaaaah, benar ini adalah hyorim. Apa ini ponsel milik hyorim? Tapii…” heechul menghentikan aktivitas jarinya “aaaah, aku telfon saja nomor ponselku. Lalu ketika diangkat aku bisa meminta untuk bertemu dan menukarkan ponsel kami lagi kan?” heechul mengangguk-ngangguk lalu mengetik sebuah nomor

Diwaktu yg sama…

Rae, Hyorim dan hyeri sedang berkumpul untuk mkan bersama, karena kebetulan seonsaengnim rae sedang tidak hadir sementara hyorim dan hyeri tidak ada kelas…

“…jinjayoo?” hyorim sangat terkejut disela-sela obrolan mereka

“aaa ,lalu kapan kau akan mengatakannya langsung rae-ya?” ucap hyeri sambil memotong beef salmon kesukaannya

“emmm, mollaaeyo…sudahllaah, jangan bahas ini!”

“Ya. Jika kau diam terus nanti kibum akan tambah sakit hati dengan kau raeee-yaa!” ucap hyorim, hyeri hanya mengangguk-angguk

“nde! Benar sekali, jangan sampai kasusmu sama seperti hyorim dan donghae itu!” ucap hyeri disela-sela acara makannya,

“heeiiisshhh!!! Awas kau, kalau membahas namja babo itu lagi” hyorim menarik piring berisi beef salmon milik hyeri

“Yaaa!!!!” rae membela “jangan ganggu orang ketika makan” hyeri hanya terkekeh karena rae membelanya

“emm…bolehkah aku meminjam ponselmu? Aku belum membayar tagihan pulsaku bulan ini, haha” ucap hyeri

“aaaa, pakailah. Aku tak tau ini milik siapa!” hyorim memberikan ponsel itu

“maksudmu? Ini milikmu kan hyorim-aaah?” tanya hyeri sambil mengambil ponsel itu dan memperhatikannya

“aniyo! Bukan milikku” ucap hyorim sambil meminum milkshake coklat

“mwo?” rae mengambilnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda telfon masuk “Ya! Ya! Eotteokke?” rae terlihat kaget setelah beberapa saat mengamati nomor telfonnya

“aiiish! Rae-yaaa, apa karena kau berpacaran dengan kibum, lalu kau lupa bagaimana cara mengangkat telfon?” hyorim mengejek rae, hyeri tertawa

“aiish!! Aniyooo!! Cepat lihat inii!!” rae memukul kepala hyorim, hyorim yg sedang meminum milkshake’a, jatuh tepat di bajunya

“Yaa!!! Choi Rae ae!! Waeee!!! Lihat tumpah semua seperti iniiii, aiiish!!!” hyorim kesal, rae menutup mulutnya, dan hyeri menghentikkan makannya dan membantu hyorim mengelap bajunya dengan serbet

“mworago rae-yaa?” tanya hyeri halus sambil mengelap baju hyorim, rae memperlihatkan layar ponsel hyorim

“lihat!! Bukannya ini nomormu hyorim?” ucap rae, hyeri dan hyorim melafalkan nomor itu. Lalu hyorim merebut ponsel dr tangan rae, hyeri menutup mulut dengan kedua tangannya

“aiiish!! Yeoboseyoo?” ada nada sedikit membentak di suara hyorim, hyeri dan rae mendekatkan kuping mereka ke ponsel

Heechul kaget begitu mendengar teriakan dr telfonnya “nde, mianhaee kau siapa?” tanya heechul

“mwooo? Kenapa malah kau yg bertanya, harusnya aku yg nanya siapa kau! Dan kau apakan ponselku! Huuhhh!” hyorim kesal

“haha! Apa yg kau maksud dengan kau apakan ponselku? Bukankah kau yang mengambil ponselku?” heechul mulai kesal

“Ya! Pencuri, cepat kembalikan ponselku!!?

“MWORAGOOO!!! Pencuri kau bilaaang!! Ya! Ya! Ya! Siapa kau! Aku yakin, ketika nanti kau tahu siapa aku, kau akan memohon maaf padaku!” ucap heechul mulai emosi. Heechul membereskan tasnya lalu ingin pergi kekantin untuk memakan sesuatu,

“kau pikir kau siapaaa? Huhh! Sampai aku harus memohon maaf kepadamu! Cih!!”

“ahhahaha…liat saja kau yeojaaaa!!!” heechul sampai di kantin karena kelasnya berada disamping kantin, heechul menggunakan syal hijau lemon kesukaannya sambil terus menelfon, lalu mulai memilih roti.

“mwooo!!!” hyorim melotot begitu melihat syal hijau lemon “YA!!!! Awas kau!” lalu memutuskan telfonnya

“mworagoo? Wae hyorim-aah?” tanya hyeri, disusul anggukan rae

“anii! Aku menemukan pencuri!!!” hyorim berjalan menghampiri namja yg memakai syal hijau yg sedang memunggunginya

“aiiish!!! Dasar yeoja tak sopan!! Bisa-bisanya sedang menelfon kyeopta namja sepertiku lalu dimatikan begitu saja! Huuuhhh-!!!” heechul marah-marah tiba-tiba

BUK!! “aaaaw!!!” heechul teriak

“YA!! Neooo!!! Aiiiggoo! Senang bertemu denganmuuu pencuri amatir!!!” bentak hyorim, heechul menengok, ketika hyorim melihat hyorim menahan napasnya karena kaget

“OMO!!” jerit rae, hyeri menggigit jarinya

“eotteokheyooo rae-yaa?” hyeri panik

“huuuhhh!!! Neo! Neo! Neo!! Mworagoo? Kenapa kau memukulku! Dan apa yg kau maksud  dengan pencuri amatir huuhhh?” heechul kesal

“a-a-niyo heechul-shi!!” hyorim gugup

“wae? Gwaencanhayo?” heechul sejenak melupakan bahwa td hyorim memukulnya dengan cukup keras

“emm…begini, aku pernah mengalami sesuatu” hyorim mulai kehilangan rasa gugupnya

“ndee…”ucap heechul perlahan

“jeongmal mianhaeyoo heechul-shi!!” hyorim membungkuk

“mworago? W-w-waeee?” heechul bingung “jgn sperti itu hyorim-aah, knp kau tiba-tiba jd lebih sopan?”

“aniyoo…” hyorim menunduk

“cepat lanjutkan ucapanmu tadi”

“ahh?” hyorim kaget “o..ooh, emm begini Kim seonsaengnim…”

“aiiiissh, ada apa denganmu hyorim-aah?”

“aku minta maaf atas pukulanku tadi, aku yakin itu sangat sakit” hyorim berkata perlahan, heechul kemudian kembali merasakan betapa dahsyat(?)nya pukulan hyorim, lalu mengelus rambutnya sendiri

“ndee, gwaencanhaa. Aku pikir kau salah orang kkan?”

“emm..” hyorim menggeleng-gelengkan kepalanya

“mwoo? Jadi kau pikir kau ini pencuri amatir? Aiish”

“emmm…begini, heechul-sshi. Waktu itu ponselku tertukar dan aku mengingat bahwa org yg membawa ponselku itu memakaaiii…” suara hyorim semakin mengecil, lalu menunjuk ke arah syal yg dipakai heechul

“mwo?” mata heechul ikut menbgarah ke syalnya “pencuri itu memakai syal ini juga?”

“aiiisshh” hyorim menepuk keningnya dan terlihat putus asa “apa kau yakin, kau ini dosen?”

“mwo? Wae? Tanya heechul

“kau begitu bodoh” hyorim mengatakannya dengan ikhlas(?), jelas heechul kesal

“YA!!!”

“tunggu..tunggu sebentar” hyorim menahan tangan heechul ketika heechul ingin memukul kepalanya “maksudku adalah mungkin ponsel kita tertukar sewaktu kita tertabrak, dan aku melihat org ltu memakai syal hijau seperti ini, aku yakin tak salah orang” heechul semakiin panas “beneraan inii!!! Percayalah” hyorim memasang muka innocent, dan heechul menyerah

“baikllaaaah, apa ini ponselmu?” heechul mengeluarkan ponselny dr dalam kantongnya, hyorim terkejut

“NDEE!!! Benaar! Ini ponseelkuuu!!!” lalu hyorim membanting ponsel heechul ke dada heechul yg langsung heechul tangkap

“whooaaaa!!!”

“huhhh, jadi sellama ini ponsel kalian tertukar” rae menyusul mereka

“ooh, apa kau mengenal hyorim?” tanya heechul

“kuraeyoo!! Dia ini chinguku!”

“jinja?” heechul menaikkan alisnya “aaaah..heechul imnida, aku dosen termuda disini” ucap heechul sombong

“ciih” hyorim membuang muka, hyeri datang

“aaah, hyeri-yaa” sapa heechul, hyeri membungkuk disusul rae “hei..hei, sudahllaaah aku ini masih muda”

“jadi…” rae menunjuk hyorim dan heechul bergantian

“nee, hyorim ini asistenku!” rae mengangguk

“wow! Ponsel kalian tertukar? Sepertinya kebetulan yg sangat kebetulan! haha” ucap hyeri

“nde, tapi aku yakin, dilain waktu aku akan memperkenalkan hyorim ini sebagai yeojachinguku”

“ciih, jaga omonganmu Kim Heechul-sshi!” hyorim menyikut perut heechul

“aaww!!” heechul kesakitan, disertai tawa ketiga chingu hyorim.

***

Esoknya, pukul 10.22 pagi. Yesung menutupi matanya dengan tangan agar cahaya matahari tak begitu menusuk matanya.

“Yessuuuung-aaah”

“mworaggooo ummaaa!!! Ini masih pagiiii, jangan menambah terik pagi ini ummaaa!!” yesung teriak dr dalam kamarnya, tanpa membuka matanya malah menutupnya dengan bantal

“aiishhh!!! Anak iniii!!! Pagi kau billaang hhuuhhh!!!” yesung omma naik dan mengambil bantal yg menutupi wajah anaknya yg tampan itu “lihat..lihaaat, ini sudah jam 10 siiaaang!!! Mau sampai kapan kau tiduuurr huuhhh!!!”

“aaaiiggoooo!!! Oomeoniiiii!!!! Mworago huhh? Aku libur hari ini, jangan ganggu akuuu” yesung kembali tidur

“heiiishh!! Ya! Ya!” yesung omma mematikan pendingin ruangan di kamar yesung, reflek yesung terbangun

“hhhuuuhhh!! Ndee..ndee…ndee, kenapa omma membangunkanku? Jangan bilang kalau semua ini karena yoona?”

“aniyooo! Cepat mandi dan bantu omma menurunkan barang-barang di atas lemari”

“mworago? Omma ingin pergi? Atau kita ingin pindah?”

“aniii, hanya ingin membuang barang-barang yg sudah tak terpakai”

“jeongmal? Ndeee, arrasheooo!! Aku akan mandi”

“baguslah, setelah selesai datanglah ke kamar omma” yesung omma segera keluar, dan yesung kembali tidur dikasur yg menggoda, yesung omma berbalik “Ya!! Yaaa! PARK YHEESOOONG!!!” memukul yesung menggunakan guling

“nde…nde…ndeee omeooniiii!!” yesung berlari masuk kamar mandi, yesung omma keluar kamar.

Yesung POV

Aku berjalan ke kamar omma, sambil merenggangkan tubuh

“aaah, ahirnyaaa! Palliiii, bantu omma!!” omma memakai celemek dan memegang kemoceng #author: adudduuh mertuaku mw masak apa mw bersih-bersih sihh? Masa make celemek? Hhihi okke back to de stori

Leeteuk: lloh, story bukannya album ke3 boybend gue?

Author: huhh? Maksut llo bang(?)

Leeteuk: masa ga tau? Yg gini nh lagunya story..story..story..story naega naega naega naega meonjeo Nege nege nege ppajyeo ppajyeo ppajyeo beoryeo baby *joget sorry”*

Author: cape dehh *getokteukpakepanci* naah..naahh llannjuut# aku menggaruk-garuk rambutku yg sebenarnya ga gatel

“ommaa, knp tiba-tiba ingin bersih-bersih?”

“aniyooo! Pekerjaan omma sedikit berkurang dikantor”

“jinja?”

“naaah, omma ingin ke minimarket sebentar, ingin membeli pengharum ruangan”

“nde? Lalu..aku yg membersihkan ini?” menyebarkan pandangan ke segala ruangan yg berantakan

“ndee…hanya sebentar. Aah..kau turunkan 2 box di atas lemari itu, aku ingin membuangnya” omma membuka celemek dan segera keluar kamar.

“astagaaa!!!” aku menepuk keningku, ketika kulihat box itu lumayan besar “apa omma lupa kalau rumah ini punya gudang? Heiiisshh… bikin kerjaan ajaaa niiihh!! Niatnya mw hemat keringet, mallah jadinya ginii… aaaarrhh!!!” aku mengacak-acak rambutku, aku mencari kursi agar bisa mengambil box itu, lalu aku meraih box yg ada di beberapa inci di atas kepalaku, dan ternyata box itu cukup berat, karena terlalu tinggi aku tak bs mengendalikan diri lalu aku terjatuh dr kursi dan isi yg ada di box itu tumpah keluar “aiiish!!!! Menyusahkaan!” aku berdiri sambil mengusap-usap punggungku lalu menendang box yg membuat punggungku sepertinya memar, akhirnya aku memasukan kembali isi box itu. Box itu berisi buku-buku, tas kecil dan ada box kecil berwarna ungu yg isinya juga keluar. Aku membuka box ungu itu, di dalamnya ada baju, celana, sepatu berukuran kecil yg sangat kotor “kenapa omma menyimpan barang seperti ini?” lalu aku menemukan sesuatu di dasar box ungu itu dan trnyata itu adalah “kalung?” kalung itu berbentuk bulat penuh berwarna merah “ini milik siapa? Apa punya omma? Atau punya appa? Tp knp menaruhnya di tempat seperti ini? Atau ini milik hyung? Tp knp tidak hyung simpan? Atauu… ini milik aku?” sejuta pertanyaan menghinggapi(?) kepalaku berputar-putar menuntut jawaban

“yesuuung? Kau sudah selesai?”

“omma!” aku mendengar suara ommanya samar-samar, lalu dengan cepat memasukan kalung itu ke kantong celanaku dan membereskan isi box ungu dan box besar, lalu kudorong box itu sampai disamping pintu, segera aku menaiki kursi lagi,dan tepat omma datang

“aiiish…boxnya pun blm diturunkan?” dan omma sampai di depan pintu huuufhh..hampir saja

“ndee,  omma mianhaeeeyo” segeraku menurunkan box kedua yg ukurannya agak kecil tapi tetap saja berat “huuaahhh…selesai juga” aku membanting box itu dengan sukacita

“tumpuk box ini diatas box yg besar”

“ingin omma apakan?”

“membuangnya” jawab omma singkat,

“box-box ini apa isinya?”

“tidak penting, hanya barang-barang yg sudah rusak” jawab omma sambil mengelap jendela kamar

“barang apa? bolehku tau?”

“emmm…mixer, microwave daan yg lain” omma masih mengelap jendela dengan prlahan

Mwo? Knp omma berbohong? “mwo? Peralatan membuat kue? Kenapa ditaruh di box? Lalu knp boxnya ditaruh di kamar? Knp tidak diletakkan di gudang?” omma menghentikan aktivitasnya, dan menghadapku

“ada apa? jika tak ingin membantu pergilah”

“ya..aku tak blg ingin membantu omma. Aku hanya bertanya”

“pertanyaanmu aneh, cepat pergi. Aku bisa membereskannya sendiri” omma terlihat agak murung

“baikllaaah, akan aku taruh box ini dibawah. Oke?”

setelah aku menaruh kedua box itu, aku membuka box yg besar, dan aku ambil box ungu, segera menaruhnya di kamar lalu memasukkan kalung itu ke dalm box ungu dan kembali membantu omma,

“wooohhh, cepat sekalii…aaahh, sepertinya omma terburu-buru membereskan kamar ini agar aku tak membantu. Benar begitu bukan?” tanyaku asal lalu duduk di kasur, ruangan ini kembali bersih dan wangi

“kau tak ada kegiatan?”

“aniiyoo, wae?” tanyaku, omma sedang menaruh peralatan make upnya di meja rias

“knp kau berada disini terus?”

“huhh? Sepertinya omma tak suka aku berada disini?”

“bukan seperti itu, ahhh yaa.. bagaimana hubunganmu dengan yoona? Aku melihat sepertinya kalian mulai menjauh” omma duduk di pinggir kasur

“bukan sepertinya tp memang menjauh”

“mwo? Wae? Yoona baik, apa ada yeoja lain?”

Yeoja lain? “aniyoo, hanya bosan berada terus-terusan disampingnya” wuuh..sebelum omma semakin gencar(?) memberiku pertanyaan soal yoona, lebih baik aku keluar “nde! Aku keluar dulu”

“eodi?”

“hanya keluar, bosan berada dirumah” aku menuju pintu

“jangan pulang terlalu larut. Arra?”

“ndee, ommaa”

Aku menuruni anak tangga lalu duduk disofa, “aiishhh, gara-gara tadi jatuh, sekarang punggungku sakit sekaliii. apa yg akan ku lakukan selanjutnya ya?” aku membuka ponsel “aaaahh, baikllaah aku akan ke kampus”

***

Author POV

 Rae terlihat sangat bersemangat, ia baru saja keluar dr kamar ganti untuk berganti pakaian dan segera ingin pergi ke kampus. Rae memakai kemeja pink soft santai dan memakai rok denim 3 jari diatas lutut, dikerahnya ia pakaikan fasmina kecil berwarna peach yg diikat menjadi bentuk pita

“woowww! Aku tak kallah yeppeo dibanding para personil snsd itu, ahhaha” rae bicara sendiri sambil terus memandang cermin “arraaa!! Aku siap berangkat..ihhi” lalu segera turun untuk makan pagi, semua anggota keluarga choi sudah lengkap di meja makan, rae duduk disamping oppa-tampannya.

“llho, apa sungmin-sshi tidak ikut makan pagi bersama kita?” tanya rae

“aniyo” jawab siwon lalu senyum smirk “waee?”

“hiissh..oppa” rae menyikut lengan siwon

“cepat makan dan berangkatlah, sebelum terlambat. Pagi ini kau terlalu lama berdiri didepan cermin” ucap rae omma, rae hanya menunduk melihat jam tangannya

“MWOOO!! Sudah jam 10? AIGGOOO!!!” rae berdiri dan segera pergi

“YA!! Mau kemanaa?” tanya rae appa

“aku terlambat apppaa!!” rae teriak dr luar ruang makan

“ya! Siwon-aah, cepat antar rae” siwon baru saja ingin menyuapi makanannya

“ommaa, aku lapar, salahnya sendiri kenapa begitu lama” siwon kembali menyuapi makanan tapi gagal, karena ommanya menarik tangan siwon

“siwon-aaah!!”

“ndeee… tunggu sebentar ommaa, paling tidak 1 suap!”setelah menyendok sesuap nasi, siwon menarik jasnya lalu segera keluar untuk mengantar rae “kami pergi dulu ommaaa, appaa” siwon teriak, lalu mengantar rae

“skg bagaimana hubunganmu dengan kibum?” ucap siwon, rae yg daritd hanya menunduk sangat kaget

“m..mwo?”

“aiish, kau ini! Kibum!! Bagaimana dengan kibum?”

“aku ingin segera memutuskannya oppa”

“jinjayo? Hahaha bagusllah” siwon masih fokus menyetir

“sepertinya oppa senang aku begini ya?”

“aniyoo, aku akan senang kalau kau juga senang” siwon mengeluarkan senyum menggoda

“jangan sok tampan kau yaaaa!!!”

“oppamu ini memang pada dasarnya tampan rae-yaa!!”

“aigoo…” rae menepuk keningnya, siwon memeberhentikan mobilnya

“naaah, sudah sampai” ucap siwon, rae dengan sigap membuka seltbeltnya dan merapihkan rambutnya “aiish, kau sudaah kyeoptaa nae saaeng” ucap siwon sambil mengelus puncak kepala rae, rae hanya tersenyum

“saengmu ini memang pada dasarnya kyeopta siwon-sshi!!” ucapan rae membuat siwon ingin mencubitnya, lalu rae dengan cepat masuk ke dalam kampusnya

Rae POV

Aku belari kecil sampai ke dalam kampus dan menuju lorong loker, entah apa yg membuat kaki dan otakku tiba-tiba berhenti. OMO! Aku melihat sungmin bersama… bersama… MWORAGO? Hyeri? Sedang apa mereka?. Aku melihat sungmin tertawa puas bersama hyeri, hyeri menutup mulutnya sambil tertawa dan sungmin beberapa kali mengacak-acak kecil rambut hyeri. Sepertinya mereka sangat akrab, lalu sungmin terlihat berbisik dengan hyeri, hyeri kembali tertawa walaupun ditutupi oleh bukunya. ketika itu juga tanganku lemas seakan tak kuat mengangkat beban se-enteng tas dan buku-bukuku. Binder*ni pada tau binder kan? Itulloooh buku file yg buat ngampus XD*ku jatuh, semua kertas-kertas dan pulpen yg terselip di dalamnya jatuh

BUK!! Suara buku tebalku yg terjatuh cukup keras membuat penghuni(?) lorong loker yg sekarang hanya terisi 5-10 orang melihatku, dan aku sukses menjadi tontonan. Air mataku berlinang dan terus menatap mereka sampai mereka menyadari keberadaanku, aku menghapus air mataku ketika sungmin dan hyeri berlari ke arahku

“rae-yaaa?” teriak hyeri, sungmin berlari. Aku pun pergi dari situ

“raee!” sungmin berhasil menangkap(?) tanganku “wae?” tanyanya lembut. Kulihat hyeri membereskan kertas-kertas yg berserakan, aku melihatnya dengan pandangan tak-usah-berpura-pura-menjadi-chingu-yang-baik-dihadapanku-SONG-HYERI!!. Hyeri memandangku aku membuang muka, lalu ia menghampiriku

“waeyo rae-ya?” tanyanya dengan suara panik, sambil memegang tanganku, aku melepasnya

“ne! gwaencanha song hyeri-sshi!” aku yakin suaraku parau

“aniyoo, kau terlihat sakit rae-yaa… perlu aku antar ke ruang kesehatan?” tanyanya

“AKU SUDAH MENGATAKAN GWAENCANHA SONG HYERI-SSHI!! Seharusnya aku yg bertanya padamu! WAE HYERI-SSHI!! WAEEE?” aku sepenuhnya teriak,

“rae-yaa!! Gwaencanhaayoo?” tanya sungmin, aku melihat raut muka kaget di wajah hyeri, knp dy begitu kaget? Apa karena dy menyadari apa kesalahannya? Aku tak peduli

“NEOO!! Jaga sikapmu! Karena bisa saja ada orang yg tidak suka, dan kau dibunuh olehnya!” aku mengacungkan ibu jariku tepat di depan mata hyeri, aku tau bahwa ini kasar tp saat ini aku berada dititik dimana aku membencinya,

“mwo??” hyeri memandangku polos

“JANGAN MEMPERLIHATKAN WAJAH KONYOLMU ITU SONG HYERI!!”

“RAE-YAAA!!” sungmin teriak, mungkin dia gerah karena aku berteriak dr tadi

“MWORAGO? HUUH? WAE SUNGMIN-AAH, WAEE?”

“bisakah kau tidak BERTERIAK!!!” sungmin mengeraskan suaranya di kata ‘berteriak’ “gajja” #kyu: CUT! CUT! llo pikir ini kebon binatang?

Thor: mwo? Maksut llo?

kyu: ituu appe. Ada gajah dsitu =,=

thor: ya olloo baaang, itu ggajaa!! Bukkan gajah *makanpaku

kyu: hhaa? ape? asah? Apaan yg mao diasah? piso? pisonye wookiie ye?

Teuk: dasar bolot, gajja kyu. Kaya di lagu kita. ggaja ggaja uhsuh gaja *joget

Kyuu: oooh gajjaa!! Bilang dong thoor, ayodeeh llanjut lg

Thor: llah pan drtd jg blg gtu -.- *getokkyupakepsp

*teuknelengajah#

sungmin mengambil buku dan file yg dipegang hyeri dan menariku pergi. Sungmin menarikku sampai ke taman

“kau ini kenapa?” tanyanya

“kenapa? Kau bertanya padaku? Seharusnya kau berikan pertanyaan kenapamu kpd hyeri”

“hyeri? Memangnya ada apa dengan dia? Dia baik-baik saja” mwo? Baik-baik saja? Lihat-lihat.. sekarang namja ini malah membelanya

“aiish, sungmin-aah, kau membelanya?”

“m..mwo? haha.. membela? Untuk apa? memang benar, dia baik-baik saja sampai kau datang”

“ooh, jadi aku yg salah? Tadi kau membela hyeri dan skg kau menuduhku?”

“haha, rae-yaaa? Apa kau salah makan pagi ini?”

“salah makan? Bahkan mulutku bekum kuisi dilewati oleh air”

“naaah, baiklah, sekarang kita makan” sungmin menarikku tp aku melepasnya

“lepaskan aku lee sungmin!! Kau bisa makan dalam kondisi seperti ini?”

“llho, memangnya kondisi kita kenapa? Kondisi kita baik-baik saja, sampai kau merusak pagi ini dengan teriakanmu!”

“mwo? Tadi kau membela hyeri lalu kau menuduhku dan sekarang kau bilang aku pengganggu?” aku benar-benar emosi

“Ya! Ya! Ya! Aku tak membela hyeri, aku tidak menuduhmu dan aku tidak bilang kalau kau pengganggu!”

“cukup! Cukup lee sungmin-aaah! Pergi!”

“mwo?”

“GAAA!!(artinya pergi) AKU MUAK MELIHATMU LEE SUNGMIN!!! PERGI DAN JANGAN PERNAH KEMBALI!!” aku menutup telingaku, dan aku melihat tatapan sungmin yg keheranan

“rae-yaa” sungmin menyebut namaku lembut, berusaha menenangkanku, aku mundur tp sungmin maju

“andwee! Andwee! Jangan mendekatiku! gaaa! Cepaaaat!!!” aku jongkok dan menutup kupingku seakan tak ingin mendengar suara namja yg benar-benar aku sukai, aku menjadi jijik dengannya karena melihat namja ini begitu dekat dengan chingu terbaikku. Aku melihat sungmin berjalan mundur

“ndee, mianhaeehamnida kalau aku mengganggumu rae-shi. Aku pergi” sungmin membungkuk llalu pergi, aku bangun dan seakan ingin teriak ‘sungmin-aah, tetaplah disini’ tapi tak mampu

“lee sungmin-shi mianhae, nae neomu neomu paboyoo!” aku menangis sesegukan, antara kecewa karena melihat hyeri begitu dekat dengan sungmin atau menangis karena sungmin telah pergi dan aku yg mengusirnya “hiks..bogoshipposoyo sungmin-shi hiks, mianhaee…”

TBC-

Huaaa Bt yaaa, tBC muluuuu >< samaaa author jugga XD, author pgn cpet-cpet eppepp ini sellese :D. wish u like this part ya 😀 author sukka part ini, entah kenapa XD pas baca ulang juga jd gregetan sendiri hhaha. Dan ada beberapa diallog gaje yg sengaja thor tarro, soallnya thor uda jenuh XD hhihi. Like and comment yaa^^ mash bersedia baca part sellanjutnya kkan? xiixi

Gomawoo uda mw bacaa ff gembell ini :DD *bowwithstarcast*

Super Junior ‘Super Show 3′ 3D Akan Di Putar di Jakarta dan Bandung

 

 

Super Junior ‘Super Show 3′ 3D siap diputar di Jakarta dan Bandung. Hari ini, Blitz Megaplex mengumumkan detail harga tiket film konser tersebut.

Tiket film konser tersebut dibanderol Rp 75 ribu. Namun pihak Blitz sendiri belum bisa memastikan kapan tiket akan mulai dijual.

“#SuperJuniorSuperShow3D update: Ticket price will be Rp.75.000 for all sites screening it (GI, MOI, CP, PVJ only) on 10-12 Feb,” tulis akun Twitter resmi Blitz Megaplex @blitzmegaplex, Selasa (17/1/2012).

Selain itu, Blitz juga menyatakan belum bisa menginformasikan tentang pemesanan tiket. Menurut pantauan detikHot, ada beberapa fanbase Super Junior yang akan membuka penjualan secara kolektif.

“Untuk #SuperJuniorSuperShow3D tiket masih belum bisa dibeli skrg. Kami akan umumkan minggu depan kapan tiket bisa mulai dibeli,” sambungnya.

Film itu akan diputar selama 3 hari di Jakarta dan Bandung. Meliputi 4 bioskop Blitz Megaplex di Grand Indonesia, Mall of Indonesia, dan Central Park untuk wilayah Jakarta, serta Paris Van Java untuk wilayah Bandung.

 

credit : detik.com

Super Junior WIN GDA !!!

Super Junior Golden Disk Bonsang penghargaan pidato

Ryeowook: ELF terima kasih dan aku mencintaimu. Super Junior orangtua, terima kasih!
Hyukjae: saya akan berterima kasih pertama semua ELF di Korea yang menunggu untuk penghargaan ini lebih daripada orang lain.
CF: saya mendedikasikan penghargaan ini untuk dua nenek di surga. Aku akan mengatakan sesuatu dalam dialek Osaka. * mengatakan sesuatu * (dia bertanya ELF Jepang sampingnya tentang arti dan CF mengatakan sesuatu seperti “Kalian semua indah”)

cr: @ cecap2344; RT-ed oleh @ Daksu20

 

ff | Can u be mine? (part.6)

Author: hyesungiie

“lalu, apa kau menyukai namja lain?” pertanyaan siwon membuat sungmin hampir mati karena penasaran

“ada” jawab rae singkat, hati sungmin yg berbunga tiba-tiba menjadi layu, ada rasa kecewa yang luarbiasa di dalam hatinya

“nuguseyoo?” tanya siwon

“emmm…akku malu oppaa” memukul dada siwon yg bidang

“aiishhh, kau ini! Cepat jawabb! Nuuguuu?”

“apa kau janji tak akan mengatakan ini kepadanya?”

“mwo? Apa aku mengenalnya?” tanya siwon. Sungmin benar-benar lemas bagaimana kalau namja itu yesung? Dia kan begitu sempurna bagi yeoja-yeoja di kampus. Atau jangan-jangan…namja itu kyuhyun? Aahhh…tak mungkin, mreka kan jarang bertemu! Tapi mungkin saja, siapa yang tak kenal kyuhyun di fakultas seni musik modern? Apa lagi mereka satu fakultas!! Huwwaaaa…otteokkeeee ucap sungmin dalam hati

“neee…kau sangat dekat dengannya” mwo? Sangat dekat? Apa kyu sangat dekat dengan siwon? Atau benar-benar namja itu yesung? Aiiisshh sungmin bingung dalam hati

“mwo? Sangat dekat?” siwon ikut penasaran, berfikir sejenak “Yaaa!!! Jangan buat kau penasaran! NUGUUU!!!” siwon kesal sambil mencubit pipi rae, rae hanya meringis sambil terkekeh

“hahaha..kau lucu oppaa! Untung kau ini oppa-ku, kalau bukaan”

“waeeee?”

“kalau bukaaan, aku pasti menyukai namja sepertimu oppaaaa” rae memeluk lengan siwon

“aiiishhh! Rae-yaa! Cepat jawabb!” melepas tangan rae

“emm, kau harus janji, apapun yg terjadi jgn mengatakan hal ini ke dia”

“baiklaaaah” melingkarkan kelingking mereka

“namja ituu…” deggh..deghh..degghh sungmin berharap detak jantungnya tak terdengar, siwon mendekatkan wajahnya untuk menyimak dengan seksama

“Lee..Sungmin!” jawab rae singkat MWOOORAAGOO!!! KURAEYOOO?? Benarkah aku yang disebut? Apa aku salah dengar…hahaha, apa yg dia sebut itu aku? Benar aku? ada bagian dr dalam diri sungmin yg menari-nari sangat bahagia, sungmin menjauhkan telfon dan bergumam “yes..yess” sambil tangannya meninju-ninju ke udara, lalu mendekatkan lagi telfonnya

“…mwooyaaaa?” siwon teriak, sampai omma-nya mendengar dari bawah

“ada apa siwooon?” teriak ommanya dari bawah

“anieyooo omeoniii!!” rae teriak

“rae-yaaa! Kau apakan oppamu?”

“aiishh, omeoniii!!! Badanku tak lebih besar dibanding badan, abs, dan otot dilengannya. Kalaupun aku meninjunya, maka tanganku lah yg akan sakit” rae keluar kamar,berdiri diatas anak tangga, ommanya hanya tersenyum. Siwon menarik tgn rae ke dalam kamarnya

“cepat jelaskan sejak kapan kau menyukai sungmin?” sungmin memasang telinganya lebar-lebar

“sejaaakk, aku sekampus dengannya”

“aiiishhh, itu berarti 2 tahun yg lalu?” rae mengangguk, sungmin kembali girang “lalu kenapa kau tk bilang langsung”

“oppaa! Aku ini yeojjaa!”

“llau kenapa? knp kau menerima kibum sebagai namjachingumu?”

“aku memang agak menyukai kibum, tapi aku tak suka dengan kelakuannya yg sgt tak sopan di depan siapapun selain aku, aku tak suka dengan namja seperti itu oppaaa”

“aaaah, aku tau sekarang..” siwon menyebar pandangan ke segala ruangan dn berhenti di HPnya yg berada di sebelah rae. Hpnya menyala, ada SMS masuk, begitu siwon agak mendekatkan wajahnya ke hpnya, dia bisa membaca nama ‘Sungmin’ di layar Hpnya, dan ada durasi yg terus berjalan di bawah nama ‘Sungmin’ matanya terbelalak tak percaya apa yg baru dilihat Aiish aku tak ingat, aku tadi sedang menelfon dgn min-aa ucapnya dlm hati, siwon menepuk keningnya

“wae oppa?” tanya rae, siwon ngambil Hpnya

“andweee, cepat keluar! Sudah selesai kan ceritanya? Aku ingin menelfon rekan kerjaku” mendorong rae keluar

“aiiisshhh oppaaaa!! Jgn-jgn kau ingin menelfon sungmin yaaa!!!”

“andweee! Lihat, aku sedang bekerja, ketika kau masuk kamarku” siwon menunjuk laptopmya yg terbuka

“ndeeee…aku percaya” rae memeluk oppa tampannya itu dan sedikit jinjit lalu mencium pipi siwon “gomawooo oppaa!! Aku lega sekarang, ingat janjimu yaaa” rae kembali memeluk siwon

“neee, gwenchanaaa my lovely saeeeng!! Haha” siwon memeluk rae dengan tangan kirinya, tangan kanannya memegang HP dan menjauhkannya dari mereka agar tak begitu didengar sungmin

“oke, aku pergi! Ingat!!” rae pergi dengan nada mengancam, lalu masuk ke kamarnya. Siwon memastikan rae sudah benar-benar masuk kekamarnya, llalu menutup pintu kamarnya dengan segera, ia kembali menelfon

“bhahahahhaa!!! Aku bahagiaaa siwon-aa!!” teriak sungmin

“ndee..ndeee…oettoeke? aku tidak melanggar janjiku dengan rae kan?”

“mwoo? Maksudmu?”

“aiish, jika kau mendengarnya dari awal, kau mendengar aku berjanji untuk tdk memberitahumu!”

“ooh, ndee…arrasheooo won-aa! Kau tak melanggarnya, haha!! Terima kasih untuk tdk mematikan telfonmu! Jika tidak, aku hampir gila ketika melihat rae sedang bermesraan dengan namja itu”

“nee, lalu bagaimana selanjutnya?”

“mollaa…tapi aku menjadi lebih tenang sekarang”

“maksudmu?”

“aku tahu bahwa rae juga menyukaiku, itu membuatku jauh lebih tenang!”

“aku punya firasat kau punya sebuah rencana”

“haha..”

“Yaa!!Ya!!Yaaa! awas jika kau menyakiti saeng-ku! Akan ku buat nyawamu pergi jauh meninggalkanmu”

“aiissshhh!! Tak akan siwon-aa! Aku begitu menyayanginya”

“jinjayo? Baiklah, aku harus menyelesaikan tugasku! Ya! Jangan bilang rae soal hal ini!”

“aku mengerti! Selamat bekerja siwon-aaah!! gomawoyooo!” sungmin terdengar sangat gembira

“aiishh!! Aku benci dengan orang yang sedang jatuh cinta sepertimu LEE SUNGMIN!!!” siwon mematikan telfonnya, sungmin hanya tertawa.

Diwaktu yg sama

@yesung house

Yesung sedang di kamarnya bermaksud untuk melihat laptop hyeri yg sepertinya rusak “waw!!” yesung terkejut begitu membuka battery laptopnya yang ternyata basah kuyup, yesung bangun dari kursinya berniat untuk mengambil hair dryer untuk mengeringkan laptop hyeri. Lalu mulai mengeringkannya, setelah beberapa menit yesung rasa sudah kering lalu memasangnya dan mencoba menyalakan laptop hyeri dan bisa, yesung bergumam “untung hanya basah, syukurlaaah” yesung mengarahkan kursor ke document berniat untuk memeriksa apa dokumen-dokumen hyeri masih utuh, ternyata masih ada. Lalu yesung ingin melihat koleksi foto hyeri, hyeri terlihat cantik di beberapa fto di situ, lalu yesung melihat beberapa folder dan tertarik pada folder bernama ‘12 years ago—‘ ketika yesung ingin membuka, ommanya teriak

“yesung-aa!!”

“ndee..ommaa”

“cepat kesini”

“ndeee, tungguu sebentar” lalu yesung memasukan flashdisknya dan memindahkan folder ’12 years ago—‘ yang ada di laptop hyeri ke flashdisk miliknya dan ingin membukanya lain kali, lalu segera keluar dan menuruni anak tangga, menghampiri ommanya “wae omma?” yesung duduk di ruang makan sambil mengambil snack dr kulkas

“kau apakan yoona?”

“mwo? Memangnya dia kenapa?” yesung terus makan

“yesung-aa!! Jawab omma” omma yesung membentak, tiba-tiba yoona keluar dr toilet

“llho? Pertanyaan omeonii yg salah! Memangnya apa yang kulakukan pada yoona?”

“YESUNG!” teriak omma yesung

“ommaaa!! Itu benar, harusnya omeoni nanya apa yang yoona lakukan dengan orang lain bukannya apa yg aku lakukan pada yoona! Lihat, jika aku sudah melakukan sesuatu dengan yoona, yeoja itu tak akan bisa berdiri seperti sekarang!” berhenti memakan snack lalu menunjuk yoona

“yesung-aa” ucap yoona lembut

“yesung! Bisakah kau sopan sedikit dengan yoona? Bisakah kau lebih perhatian dengan yoona? ”

“nde yesung, bisakah kau perhatian seperti omma-mu?”

“naah, yoona! Jika kau pikir omma-ku lebih perhatian dibanding aku, lebih baik kalian berpacaran saja sepertinya akan lebih cocok!” ucap yesung sambil menunjuk yoona dan ommanya bergantian. Lalu menaruh snack di kulkas dan naik keatas masuk ke kamarnya menghiraukan teriakan ommanya, kembali melihat foto hyeri di laptop hyeri. Beberapa lama kemudian yoona masuk

“sung-ah” yoona berbisik

“mworago?”

“nugu?” yoona masuk dan melihat ke laptop yg menampilkan foto hyeri

“Ya! Aku tak menyuruhmu untuk masuk! Dan aku tak mengizinkanmu masuk” yesung terlihat marah

“apa itu hyeri?”

“ne! wae?” ucap yesung seperti menentang, menutup laptop “apa yg akan kau lakukan selanjutnya setelah hari ini?”

“maksudmu?”

“aku tau, kau kesal dengan hyeri karena dia yg pertama aku telfon saat omeoni sakit, lalu kau marah dengannya! Ya kan?”

“mwo?”yoona menunduk

“yoona! Kau tau, aku tak lg begitu menyukaimu” membuat hati yoona begitu teriris, meneteskan air mata “mianhae” suara yesung mulai melemah, lalu mengecup kening yoona “pulanglah! Dan aku ingatkan kpdmu! Jgn berbuat kasar kepada hyeri dn siapapun! Aku tak suka wanita yg kasar” yesung mendorong yoona lembut agar keluar kamar, dan menutupnya perlahan. Lalu mengambil jaket untuk menaruhnya di tempat pakaian kotor, ada sesuatu yg jatuh dari kantungnya, yesung mengambilnya dan membaca perlahan ‘Jongwoon’

“bukankah ini kalung itu? Kalung yang aku temukan di antara kerumunan itu! Aah, Jongwoon ituu! Aku harus segera cari tau siapa Jongwoon, pasti ini kalung miliknya kan? Hmm..” yesung duduk di kasur “sebentar, apa ini Jongwoon yg dimaksud hyeri? Kalau ini Jongwoon yg hyeri maksud, berarti..” yesung merebahkan badannya dn berfikir sejenak “aaahhh, pusiing! Tunggu! Bukannya Jongwoonnya hyeri sudah meninggal karena kecelakaan? Lalu kenapa kalung ini ada disini? Atau ini kalung Jongwoon untuk hyeri?” kembali duduk “Ya! Aku seperti melihat kalung ini! Tapi dimanaa?” berdiri “aaaaarrghhhh!” mengacak-acak rambutnya “Hyerii-yaaaaa!!! Kau buat aku stress! Dan Jongwoon membuat akuu persis seperti orang gila!! Aiisshhh!! Seperti teka-teki semua ini!!” membanting badannya ke kasur dan menutup wajahnya dengan bantal

***

 Waktu baru menunjukkan pukul 6.15 pagi tapi, Hyorim datang lebih awal ke kampus karena ingin memberikan laporan kelas ke Heechul, begitu tiba di depan kelas Heechul mengetuk pintu perlahan, tp tak ada balasan, memutar knop pintu ternyata tak di kunci, mendorong pintu perlahan dan mengintip, ternyata heechul sedang tidur di sofa di ruangannya, hyorim masuk mengendap-ngendap

“Yaa!!! Jangan seperti maling begitu! Kenapa sepagi ini kau sudah datang?” heechul bicara walaupun matanya tetap terpejam lalu memunggungi hyorim

“issshh! Jika sudah bangun, ya bangun, jangan berpura-pura tidur!” ucapan hyorim dihiraukan heechul, hyorim mendekati heechul “apa kau kembali tidur? huuufftt” hyorim duduk di kursi depan meja heechul, beberapa menit kemudian heecul kembali mengubah posisi tidurnya tangan kirinya terjatuh ke lantai, hyorim melirik heechul “cepat sekali dia tertidur” menaruh mapnya di meja “lalu, kalau dia tidur, apa aku harus menunggunya sampai dia benar-benar bangun? Aiissh, namja ini!” hyorim mendekat dan membungkuk ke heechul “aiigo, aku ini neomu-neomu babo! Knp aku baru sadar kalau namja ini tampan sekaliii!!” hyorim berbisik, ketika hyorim berbalik arah, tangannya di tarik dan dia jatuh di pelukan heechul “Yaa!! Heechull! Kim Heempphh..emmpph” suaranya teredam karena dia dipeluk sangat erat oleh heechul, hyorim berusaha melepas pelukan heechul. Heechul melepas pelukannya dan hyorim terjatuh karena mendorong dirinya sendiri “ouuchh!! Ya! Baboo! Apa kau ini benar-benar dosen?”

“ahahaha…ayo bangun!” heechul mengulurkan tangannya, tapi hyorim menepuk tangan heechul

“aku bisa bangun sendiri! Tak bu-tuh bantuanmuu!” hyorim mencoba bangun tapi jatuh lagi

“aiisshh! Ayoooo, aku bantuu” heechul menolong hyorim lagi “ada yg sakit?”

“mulron! Ini semua gara-gara kau!” hyorim memukul kepala heechul

“aiisshh! Jika kau diam saja ketika aku peluk, kau tidak akan jatuh kkan? Lagi pula ada apa datang kesini pagi-pagi?”

“aku ingin menyerahkan laporan kelas kemarin siang”

“begitu?”

“ne” heechul mengambil map hyorim

“kau bekerja dengan baik hyorim, aku tak salah memilihmu sebagai asistenku” heechul mengelus kepala hyorim “hei, apa kau punya namjachingu?”

“mwo? Apa urusanmu? Baik, aku keluar” hyorim membungkuk lalu pergi, heechul menarik tangan hyorim “iiissh! Heechul! Mau apa sihh kau ini?”

“aku sedang bertanya denganmu! Song hyorim-ah! Jawab!”

“anieyo! Aku tak punya!” bergegas pergi, tapi heechul menarik tangannya lagi

“aiisshh! Yaaa!!! Apa sh kau ini? Sepertinya kau sangat menyukai tanganku!”

“haha, lagipula, kau ingin kemana? Ini masih pagi rim-ah. Di kelaspun tak ada orang!”

“terserah apa yg ingin aku lakukan! Apa urusanmu?”

“Ya! Aku ini dosenmu! Dan sebentar lagi akan jadi namjachingumu”

“aiiish!” hyorim mendorong heechul “awas bicara seperti itu lagi!”

“wae! Wae! Wae! Hyorim dengar sepertinya Akuu..” heechul belum menyelesaikan ucapannya, hyorim bergegas pergi pintu terbuka dan heechul mengatakan “sepertinya aku mulai menyukaimu!” hyorim hanya menengok sebentar dan pergi melewati sunny yang masuk ke ruangan heechul. Mata Sunny mengikuti langkah hyorim, menutup mulutnya agar tak teriak karena tak percaya apa yg barusan ia dengar. Heechul menjadi salah tingkah ketika tau sunny mendengar apa yg ia katakan

“errr.. silahkan masuk”

Dilain tempat

@rumah rae

“rae-yaa! Cepaat turuun! Kami semua belum makan karena menunggumu!” siwon teriak dari ruang makan

“psst! Siwon! Jangan ganggu suasana pagi dengan berteriak!” abeojinya baru turun sambil membereskan dasi

“ne, appa” beberapa lama kemudian pintu terbuka

“annyeoong!” sungmin datang “waaaah, aku terlalu cepat datang kesini ya? Mianhaee mengganggu makan pagi kalian”

“aah, sungmin-aa..ayo masuk dan bergabunglah untuk makan pagi bersama kami, lagipula kami juga belum memulainya” ucap appa siwon, siwon memundurkan kursi dan memberi isyarat agar sungmin duduk di sampingnya, sungmin menurut dan duduk disamping siwon

“kenapa belum dimulai?”

“karena putri cantik kami belum selesai mengenakan gaunnya! Haha” kata abeojinya dan di susul tawa oleh 2 namja yg tampan itu, ommanya hanya senyum simpul, beberapa lama kemudian rae turun

“Ya! Ya! Ya! Apa yg kalian tertawakan, pasti aku kan?” sungmin berhenti tertawa dan diam memandang rae “apa kau! Aaaa, pasti kau ingin numpang makan lagi kan Lee sungmin!!”

“ne, itu benar” ucap sungmin singkat, abeojinya tertawa

“rae! Cepat duduk dan makan” ucap ommanya

“huwaaa! Min-aaah, pergi dari kursiku!”

“mwo?” sungmin clingukan mencari sesuatu “dimana?”

“itu yg kau duduki! Issshh!” menarik baju sungmin “bangun min-ah!!”

“andweee!! Aku nyaman disini!”

“raee! Duduk di samping sungmin sajaa!”

“anieyo!” rae ngambek

“ndee..ndee, silahkan duduk” sungmin bangun dan mempersilahkan kursinya untuk rae sambil membungkuk

“tak perlu seperti itu, sungmin-aa” ucap rae lembut

“gwaencanhaa! Apa yg tidak untukmu? Kurasa tak ada.. jika kau meminta nyawakupun akan kuberikan” sungmin berbisik, tapi siwon mendengarnya dengan jelas, rae menunduk malu

Siwon ber-dehem ria

“ehemm..ehemm gajja, duduk my llovely saeeeng” siwon menyubit pipi rae, rae terus menunduk, sungmin duduk disamping rae, tertawa simpul karena melihat rae tersipu malu. Dan mereka pun makan.

  Setelah beberapa lama mereka makan, akhirnya sungmin dan siwon bergegas pergi ke kantor, dan rae ingin ke kampus. Di halaman rumah, ketika sungmin memasuki mobilnya

“sungmin-aah!” panggil rae lembut

“ne? waeyo?”

“kau tidak kuliah?”

“andwee, hari ini aku tak ada jam kuliah. Makannya aku ke kantor, wae?”

“anieyo”

“aaaaah, kau bohoong! Kau ingin ke kampus bersamaku karena kau kangen denganku kaaan?”

“mwoo? Aiiissshhh!!” rae memukul lengan sungmin dengan bukunya

“rae-yaa!! Berhenti menganiaya sungmin, dan biarkan dia masuk! Kami sudah hampir telat!” siwon teriak dari dalam mobil

“iiissshh!! Sekarang oppakku pun tidak memihakku! Dengar! Jika kau ke kantor dengan namja ini, siapa yg mengantarku ke kampuss? Haaahh!!”

“haha..arra..arra! cepat masuk mobil, sebelum ke kantor kami akan mengantarmu ke kampus” siwon teriak dr mobil, rae masuk ke mobil disusul sungmin. Mereka duduk bersebelahan

“waee! Mw apa kau! Knp kau duduk disampingku?”

“mwo? Kau lupa ini tempat favoriteku?”

“aiiish! Aku tak ingin tau” rae membuang wajahnya dan mengalihkannya ke luar jendela.

Setelah sampai di kampus…

“cepat turun, rae-yaa” ucap siwon pelan, rae malah menunduk

“kau baik-baik saja?” tanya sungmin memegang dahi rae “kau tidak sakit kan?”

Rae menengok ke jendela, ia melihat kibum sedang menghampiri mobilnya

Sungmin P.O.V

Rae menengok ke jendela, ia melihat kibum sedang menghampiri mobilnya. Dulu ketika berada di posisi seperti ini aku sangat cemburu, tapi sekarang tidak lagi. Aku merasa benar-benar tenang, setelah tau rae juga menyukaiku. Kibum semakin dekat, dan menghampiri siwon yg sedang mengutak-atik ponselnya di kursi kemudi

“annyeong haseo!” kibum menyapa siwon, siwon menghentikkan aktivitasnya dan menengok ke arah kibum

“ndee…aaahh kkau pasti kibum!”

“ne. salam kenal siwon-shi” mereka berdua berjabat tangan, lalu kibum menengok ke jok belakang, matanya terbelalak begitu melihat aku dan rae duduk bersampingan “sungmin-a? apa yang kau lakukan di mobil ini?”

“ooh, kau mengenalnya?” siwon bertanya pada kibum

“nde..” jawab kibum singkat

“aaaiish..aku lupa kalian kan satu kampus!” siwon menepuk keningnya “jadi begini, aku dan sungmin bersahabat, dan kami satu kantor”

“mwo? Apakah kalian begitu dekat?”

“nde, mulron” siwon tersenyum ramah, tapi kibum memandangku seperti ingin membunuh

“rae, cepat turun. Kelasmu akan segera dimulai” ucap kibum tanpa melepaskan pandangannya padaku

“sampai bertemu kibum-ah!” ucapku dingin, begitu rae turun. Kulihat dari dalam jendela mobil, kibum menarik tangan rae.

“bisa kita berangkat sekarang sungmin-ah?” tanya siwon

“tentu..” aku terdiam “tapi, sebenarnya aku tak ingin mereka berdua akrab seperti tadi, mereka berpegangan tangan seperti itu”

“Ya! Mereka kan pacaran, ya pantas saja”

“siwon-aa! Kau tak tau apa yang pernah aku lihat diantara mereka berdua! Huh!”

“mwo? Memangnya apa?” ucap siwon sambil terus mengemudi

“aku melihat mereka berciuman won-ah! BERCIUMAAN!!!” tak sadar aku teriak, siwon membalasnya dengan tawa renyah

“waeee! itu wajaaar sungmiiin-aa! Mereka kaan berpacaran!”

“MWOYAAA!! Wajaar! Dan kau tanya kenapa? Aku cemburu! CEMBURU CHOI SIWON!!” teriakku sambil mengguncang-guncangkan jok kursi siwon dari belakang

“Ya! Ya! Ya! Apa yang kau lakukaan!! Kau ingin kita mati!”

“berhenti bicara seperti itu” aku kembali tenang dan menyandarkan tubuhku

“apa yg kau maksud?”

“jangan bertanya ‘waee’ ketika aku mulai bercerita tentang saengmu! Arrasheoo siwon-ah?”
“hahaha..ndee arra..arra, Ya! Bukankah seharusnya kau bisa merasa lebih tenang? Bukannya bertingkah seperti tadi!”

“mworago? Maksudmu?”
“heeiiissh! Kau lupa, kau telah menguping pembicaraanku tadi malam? Dan aku yakin kau dengar kalau rae juga menyukaimu! Aku rasa itu sudah cukup membuatmu berhenti bertingkah layaknya orang gila!” ucapan itu membuatku diam dan berfikir

“apa kau pikir, rae mau memutuskan kibum demi aku?”

“aku rasa tidak”

“aku juga berfikir seperti itu, lalu bagaimanaaa?” aku kembali membanting badanku di jok

“buat saja mereka berpisah!”

To be continue…

Huaaaaa>< pada bosen gga sh bacanyaaaaa? Hihi… author harap tidak,karena hanya readers yg menjadi vitamin buat authooor J yeyeyeee!!! Author suka part ini, karena dr part ini konflik’a mulai timbul(?) dan tolong support authooor yaa semogga bs bkin llanjutan ff ini bagus dr segi cerita dn engga ngegantung XD.

Okeeee…tetaaap yaaa jeongmall jeongmal gomawooo buat readers J dan tetaap diminta u/ mengomentari ff abal ini J kritik dan saran yaaaa