ff | can u be mine (part.5)

“Hyorim-aaa!! apa jangan-jangan Yesung itu Jongwoon?” hyeri menutup mulutnya, hyorim terbangun

“mwoo? Hhaha..anieyooo, tdk mungkiin! Jongwoon sudah meninggal di kecelakaan itu kan?”

“ne, tapi…” hyeri mencoba percaya bahwa Jongwoon sudah meninggal, tapi hati kecilnya berkata tidak

“baiklah, aku pulang. Hyeri-yaa, jangan salahkan aku kalau nanti kau aku langkahi. Haha” hyorim pergi, hyeri duduk menatapi sweater itu

“aku harus memeriksanya, semakin banyak sifat Jongwoon yg ada pd yesung. Jika hanya kebetulan, tak mungkin begitu banyak kesamaan” hyeri berbicara sendiri, entah kepada siapa

—– back to yesung house

Yesung POV

Aku membantu omeoni duduk, omeoni memegang keningnya.

“kau tak apa? perlu ku panggilkan dokter Han?” tanyaku, omeoni menggeleng “apa yg omeoni butuhkan?”

“jangan sebut nama itu, arra!” ucap omeoni lembut

“omaaa!! Kenapa dengan Jongwoon?” aku berusaha mengucapkannya dengan lembut juga

“keluar!”

“andweee! Aku akan terus disini sampai ommaa menjawab siapa Jongwoon”

“yesung!!” omeoni memegang dadanya seperti sesak, aku panik

“eomaaa!! Omeoniii!!! Mianhaeee!! Jeongmal mianhaee omaaa! Omma waeyooo?” aku teriak, 2 org pembantu datang “cepat bantu aku, ke mobil! Kita kerumah sakit sekarang!” pembantu itu membantuku menggendong omaa. Setelah berada dirumah sakit, dan menunggu abeoji agar kerumah sakit. Aku menunggu di depan kamar omaa, kumainkan Ponselku, aku buka phonebook, jariku berhenti disatu nama ‘Hyeri’ lalu ku telfon dia

“yeobseyo”ucap hyeri lembut

“hyeri-yaa”

“ne, yesung-shi? Ada apa?”

“andwee, aku hanya ingin menelfonmu”

“haha, kuraeyo? Kau kenapa? Apa kau sakit?” tanyanya dengan nada cemas

“andwee. Apa aku mengganggumu? Apa sudah tidur?”

“anieyoo! Aku masih memeriksa beberapa laporan”

“terlalu sibuk?”

“an-ii, mwoo yesung-aa. Ada apa? cepat ceritakan, suaramu aneh. Apa keluargamu baik-baik saja?”

“nee, kenapa sih kau menanyakan sesuatu yang sudah kau tau”

“maksudmu? Keluargamu kenapa? sakit? apa kau dirumah sakit? Apa kau sudah menghubungi yoona?” yoona? Ahh yaaa,aku hampir lupa dengan yeoja itu ucapku dalam hati

“omeoniku sakit” suaraku mengecil

“mwooo? Sakit apa? bagaimana keadaannya sekarang?” hyeri nyaris teriak, terdengar cemas

“penyakit asmanya kambuh, masih diperiksa dokter”

“lalu kau dirawat dirumah sakit mana? Apa kau dirawat dirumah sakit waktu kau dirawat?”

“mwo? Ah,nee..wae?”

“kuraeyoo? Ne! aku akan segera kesana!”

“mwoo? Kau mau kesini? Heii…aku tak menyuruhmu” tuut..tut..tuut..tut telfon sudah diputus, entah aku harus senang atau merasa merepotkan tapi jujur saja aku senang hyeri akan kesini.

            Beberapa menit kemudian dokter Han keluar dari ruang inap omeoni,

“dokter han? Bagaimana keadaan omaa-ku?”

“seperti yang kau tahu, asma omaa-mu kambuh”

“apa parah? Apa harus dirawat?”

“aku yakin kau tahu, asma omaa-mu sudah akut. Jadiii…”

“harus dirawat” kataku nyaris berbisik

“yap! Kau benar, jaga omaa-mu, sebaiknya kau jangan masuk dulu, biar omaa-mu istirahat. Annyeonghi kyesayo yesung-ah”Dokter han agak menundukan kepalanya

“ne, Annyeonghi kashipshiyo” aku membungkuk, lalu dokter han pergi. Aku kembali duduk

            1 jam kemudian, kudengar suara langkah kaki. Ku arahkan pandanganku ke suara kaki tsb, yeoja sedang datang ke arahku

“yesung-aa!” ucap hyeri dari kejauhan, aku berdiri

“hyeri-yaa”

“bagaimana oma-mu?”

“aku tak menyuruhmu datangkan? Ini sudah malam kau tahu!”

“mwoo? Sepertinya kau tak suka melihatku kesini! Baiklah, aku akan pulang” hyeri berbalik, ku tahan tangannya

“mau kemana? Jika sudah disini, maka tetaplah disini”

“haha” hyeri duduk, dan aku pun mengikutinya

“mau coffee?”

“anieyo! Bagaimana oma-mu? Apa oppa-mu sudah tau?”

“ne, aku sudah menelfonnya. Omma harus dirawat inap beberapa hari disini”

“hei, apa ini rumah sakit langgananmu? Haha”

“mwo? Ah, ndee… waeyo?”

“ini rumah sakit kau dirawat kan?”

“nde, Hankyung adalah adik dari teman abeojiku. Karena sekolah kedokteran Hankyung dibiayai oleh abeojiku, Hankyung mengucapkan terima kasihnya dengan memberikan pelayanan istimewa di rumah sakitnya”

“mwoo? Jadi rumah sakit ini milik Han itu?”

“andwee, bukan miliknya. Hankyung hyung menjadi kepala dokter disini. Yg dimaksud dengan pelayanan istimewa adalah, kami mempunyai kamar khusus jika anggota keluarga kami sakit dan harus rawat inap. Dan dokter Han juga yg mengawasi kesehatan kami disini”

“woow! Great!! Lalu kenapa kau tidak masuk kedalam?”

“omma harus istirahat”

“ne.. apa kau sudah menghubungi yoona?”

“aiiissh kau ini, senang sekali menyebut nama yoona?” lalu hyeri memukul kepalaku “Yaa!!” teriakku

“baboo-aaa! yoona itu yeojachingumu! Kau juga harusnya menghubungi dia lebih dulu, drpd menghubungiku! Aiisssh”

“haha! Biarkan”

“sinii! Kemarikan ponselmu! Akan kuhubungi dia” hyeri merebut ponselku, lalu kurebut lagi

“Yaaa!! Jangan begitu hyeri-yaa!”

“neeoooh!” hyeri memukul lenganku, lalu aku bangun

“mw kemana?”

“ingin membeli sesuatu. Kau mau?”

“baikllaah, belikan aku ddeokbokki !”

“oke! Tunggu disini”

Hyeri POV

“baikllaah, belikan aku ddeokbokki !”

“oke! Tunggu disini” yesung pergi, aku melihat tasnya yg tergeletak di samping kursiku, dan kulihat ponsel dibawahnya

“haha..dia lupa membawa ponselnya” ku ambil ponselnya, lalu aku buka. Tiba-tiba terlintas olehku agar menghubungi yoona, ku cari nama yoona di phonebooknya, kutemukan dengan nama ‘Yoonachingu-ku~’ aku hanya tersenyum dan menelfonnya

“ne, sarang. Kau belum tidur?” yoona tiba-tiba menjawab dr ujung sana

“ahh, yeobseyooo!! Yoona-yaa”

“mwoo? Nuguseyo?”

“aku, hyeri”

“hyeri-yaa? Knp dengan yesung? Kenapa ponselnya ada padamu? Sedang apa kalian! Cepat jawaab!!”

“dengar dulu. Jangan marah pada yesung! Aku hanya ingin memberitahu bahwa yesung omma sedang dirawat dirumah sakit. Datanglah kesini”

“mwooo? Kau tau darimana? Rumah sakit mana?”

“yesung menelfonku tadi, dirumah sakit tempat yesung dirawat dulu!”

“hyeri-yaa! Kenapa yesung menelfonmu bukan menelfonku? Ada apa dengan kalian berdua?” yoona nyari teriak, aku baru sadar dengan menelfon yoona. Tindakanku salah

“aa, mianhaee yoona-yaa. Aku sama sekali tak ada apa-apa dengan yesung-aa, aku mohon jangan marah dengan yesung-aa! Yoona-aa jeongmal mianhaee!” tut..tuut..tut..tutt, telfon diputus aku sangat takut, aku takut dengan cara begini akan membuat mereka bertengkar. Aku kembali menunduk. Beberapa menit kemudian,yesung belum juga datang. Yoona datang menghampiriku

“hyeri-yaa! Kenapa kau masih disini?” aku segera bangun, yoona terlihat sangat marah

“jeongmal mianhae yoona-aa! Aku hanya ingin memberitahumu!” aku membungkuk

“mwoo? Dengar! Jika hubunganku merenggang dengan yesung, akan kubuat kau tidak nyaman di Inha!”

“yoona-aa, dengar aku! Kumohon percayalah. Aku hanya ingin memberitahumu tentang yesung omma! Karena yesung tak mau memberitahumu!”

“maksudmu? Yesung lebih menganggapmu sebagai yeojachingunya dari pada aku begitu? Jadi dia tak mau menelfonku, begitu? Haa!!!” yoona benar-benar marah

“yoona-aa, akku…” sebelum aku menyelesaikan perkataanku, yoona sudah mendorongku

“pergi! Dan jangan sampai aku melihat kalian berdua bersama lagi! Arra!” karena aku merasa sangat bersalah, aku segera pergi dari situ, karena sudah ada yoona yang memang lebih pantas duduk berdua bersama yesung disini. Aku mengambil tasku dan pergi, sebelum pergi aku sedikit menganggukan kepalaku “emm..hyeri-yaa! Hati-hati! Dan gomawo karena sudah mau memberitahuku soal ini” suara yoona tak lagi melengking seperti tadi

“nee, cheonmaneyoo yoona-ya! Beritahu aku ketika yesung omma sudah sadar arra?” aku berusaha tersenyum, dan pergi

Author POV

Hyeri tak benar-benar meninggalkan rumah sakit saat itu juga. Hyeri bersembunyi dibalik tembok di tempat yang lumayan jauh dari yoona. Beberapa lama kemudian yesung datang membawa kantung plastik

“yoona-ya?” yesung terlihat bingung kenapa ada yoona disitu, hyeri dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka katakan karena lorong rumah sakit saat itu sudah sepi “kenapa kau bisa ada disini?”

“emm…hyeri yang menelfonku”

“mwoo?” yesung clingukan mencari sesuatu

“kau cari apa jagiya?”

“hyeri! Dimana dia? Jangan bilang kau mengusirnya”

“mengusirnya? Anieyo! Dia bilang ada urusan mendadak makanya dia menelfonku untuk segera kesini! Hyeri itu benar-benar baik!”

“benar begitu?” yesung terdengar tak yakin, lalu yesung duduk disampng yoona dan mengeluarkan makanan

“oppaa! Kenapa kau membeli ddeokbokki (nasi beras)? Kau tau kan aku tak suka ini”

“ne, aku ingat”

“lalu kenapa kau membelinya?”

“ini untuk hyeri-ya! Mianhae aku tak membelikannya untukmu yoon-aa”

“huuufttt!! Kuraeyoo? Aaa..tak apa, bagaimana keadaan omeoni?” memeluk lengan yesung, ada beberapa bagian tubuh hyeri seperti mengamuk entah kenapa waee? Kenapa begini? Wajar kan? Karena mereka adalah pasangan, kenapa aku begini? Ucap hyeri dalam hati

“aku yakin hyeri sudah memberitahumu kan?”

Hyeri hanya melihat mereka sampai disitu, setelah itu hyeri pulang kerumahnya

***

2 hari kemudian omma yesung sudah boleh keluar dari rumah sakit. Dua minggu setelah itu Ulangan Tengah semester diadakan. Dan ketika hasilnya dibagikan hasil ujian menunjukan bahwa Hyorim menempati nilai posisi tertinggi di kelas drama. Sebagian orang berpendapat nilai Hyorim hanya karena orangtuanya.

@kelas drama

“baiklah, sekarang sudah memasuki semester genap, jadi aku akan mulai memilih siapa yang akan ku jadikan asistenku” ucap Heechul, seluruh murid berbisik-bisik sendiri, menebak siapa yang akan dipilih oleh seonsaengnim mereka yang tampan itu. Heechul membuka daftar nama, dan sesekali melihat daftar nilai “aaahh, ndee…aku tahu”

“aku memilih Song Hyo rim!” hyorim kaget, begitu juga seisi kelas

“mwooyaaa! Kenapa yeoja itu? Apa karena keluarganya penyumbang dana terbesar disini? Cihh” sunny kelihatan tak suka

“anieyo! Itu karena nilainya yang tertinggi diantara kalian semua, dan aku tau dan yakin bahwa hyorim mampu menjadi asistenku!” heechul mengeluarkan senyum manisnya, lalu menatap hyorim tapi hyorim malah membuang muka

“psst!! Chukkaeoo!!” hyeri berbisik disamping hyorim

“hyeri-aa! Dengar! Jangan pernah bahas ini diluar kelas!”

“mwo? Waee? Inikan kabar yang sangat bagus!”

“aiiisshh!!!” hyorim membuang muka

“hyorim, temui aku seusai kelas ini!”

“tapii…” sunny masih tak percaya dengan keputusan Heechul, tapi heechul malah memulai pelajaran

“baik! Kita akan mulai latihan untuk drama akhir tahun!”

“uffftt!!” sunny menggerutu, sementara murid yang lain mulai asik berlatih ekspresi sendiri-sendiri, heechul menghampiri meja hyorim

“mworago?”

“Ya! Kenapa kasar, ingat aku dosenmu!”

“aku masih tak percaya!” hyorim membuang muka “Ya! Kenapa memilihku sebagai asistenmu?” sedikit berteriak, beberapa murid memandang mereka. Heechul membungkukan badannya, dan menaruh telunjuknya dibibir hyorim

“pssstt! Jangan berteriak, bisa didengar chingu-mu nanti” heechul memandang hyorim, jarak mereka begitu dekat, lalu hyorim mendorong heechul dengan bersemangat “aiissshh!!!” memegang dadanya yang didorong oleh hyorim lalu tersenyum. Beberapa lama kemudian kelas drama telah usai, hyeri langsung keluar kelas sementara hyorim menemui heechul.

Dilain tempat diwaktu yang sama, yoona dan yesung sedang makan siang di kantin

“jagiyaa…” yoona memanggil yesung manja, sambil memeluk lengan yesung yg sedang makan

“mworago? Habiskan makananmu!” yesung melepas tangan yoona

“aiishh…sepertinya yesungku sudah berubah” yesung hanya diam memandang makanannya, yoona kesal dan membanting sendok

“mwoo?” yesung nyaris teriak

“kembalikan yesungku! Dan siapa kau? Aiish..aku tak mengenalmu!” yesung masih diam “Ya!Ya!!Yaa!!”

“yoona-yaa! Berhenti menggangguku! Aku tak bisa ketika makan lalu diajak bicara!” kali ini yesung benar-benar teriak, membuat seisi kantin memandang mereka

“yesung-aah!! Siapa kau! Aku ingin yesungku! Namjachinguku yang menyayangiku! Yang selalu mengucapkan ‘saranghaeyoo yoona-yaa’ aku ingin semua itu kembali oppaa!” yesung kembali melanjutkan makannya “yesung oppaaa!!!” yoona teriak amat keras, seisi kantin menengok ke arah mereka

“yoona-yaa! Berhenti menggangguku!” yesung berdiri, mengambil tas lalu pergi. Yoona menyilangkan tangannya dimeja lalu menangis di atas lipatan tangannya, yesung hanya menengok sebentar lalu pergi. Hyeri baru sampai di kantin lalu melihat yoona menangis dan menghampirinya

“yoona-yaa? Waeyo?” ucap hyeri penuh khawatir

“MWOOO!!! Kau senang kan melihatku seperti ini!” yoona teriak

“a..anieyo! aku kira kau sedang bersama yesung, jadi aku mencarinya kesini”

“mau apa kau mencarinya? Song Hyeri! Tak cukupkah dengan seisi universitas ini tau siapa kau? Lalu sekarang kau ingin mengambil yesung dariku? Benar?” yoona terlihat sangat berantakan, mendengar nama hyeri membuat yesung menengok kearah yoona

“aa..anieyo, aku tak punya maksud seperti itu!”

“Ya!! Mana ada pencuri yang mengaku!” yoona teriak, menampar hyeri, lalu mendorong hyeri, hyeri meringis kesakitan. Yesung menengok ke arah mereka, lalu berlari ketika melihat hyeri berada di bawah

“hyeri-ya? Kau tak apa?” yesung membantu hyeri bangun, tak melihat bahwa bibir hyeri berdarah

“aku bisa sendiri” hyeri menunduk menutupi wajahnya “mianhaee yoona-yaa, jika membuatmu marah. Aku hanya ingin tau bahwa kau baik-baik saja” hyeri membungkuk

“Ya! Bahkan sebelum kau datang, aku baik-baik saja!!” Yoona kembali teriak

“YOONA-YAAA!! Bisakah tak mengeraskan suaramu?” yesung membentak

“yesung-aa” yoona kembali berbicara dengan lembut, hyeri masih menunduk

“gajja! Kita pergi” yesung menarik tangan hyeri, hyeri terus menunduk, meninggalkan yoona. Tangan yoona menggepal, emosinya memuncak tapi entah kenapa tak bisa ia luapkan.

***

18 September 2011

Jam menunjukkan pukul 9.23 malam, rae baru tiba dirumah setelah menghabiskan waktu bersama kibum ke toko buku lalu ke beberapa tempat lainnya. Rae menutup gerbang dengan malas-malasan

 “sampai ketemu besookk jagiyaa!” kibum teriak dari dalam mobilnya yang melaju, rae hanya diam, lalu berjalan lunglai ke dalam rumah.

“aku pulaang!” teriak rae lemas, omma-nya menengok dari arah dapur sedang mencuci piring

“rae, sudah makan? Mana kibum? Apa kau tidak mengajaknya masuk?”

“omeoniii!! Jangan sebut nama itu lagi” rae meminum segelas air putih lalu duduk di meja makan dekat omma-nya

“mworago? Waee?” omanya menghentikan aktivitasnya dan menghadap rae “kau ada masalah dengan kibum-ah? Apa dia menyakitimu?”

“anieyooo…”

“lalu?”

“aku tak bisa menceritakannya ke omeonii!”

“waee?”

“yaa…hanya tidak bisaa. Aku ingin menceritakan ini ke seseorang”

“nugu?”

“mollaa” rae meneguk air lagi

“emm…bagaimana dengan hyeri?”

“aku belum melihatnya hari ini di kampus, lagipula dia sedang sibuk. Omeoni tau sendiri kan?”

“aaahh, ndeee.. hyorim?”

“aaahhh…omeonii! Dia sekarang asisten dosenn! Aku yakin banyak hal yg harus dia urusi”

“aiiishhh! Neooo-yaa! Lihat chingu-mu semuuaa mengambil peran di kampusmu! Lalu kau!! Kau bisa apaa! Haaa! Aku ingin kau seperti merekaaa!!” rae omma melempar sarung tangan karet yang ia gunakan untuk mencuci piring tepat ke muka rae

“omeoniii!!!” rae mengambil saputangan karetnya ke meja

“wae..wae..waee!! aiisshh! Buatlah bangga aku dan abeojimu! Arra!”

“ndeee…arrasheoo omeonii!” rae kembali menunduk

“aiish! Apa kau pikir kau ini anak tunggal?”

“mwo?” rae mengangkat kepalanya

“kau masih punya oppa-mu! Choi siwon! Ingat?” rae omma menyipratkan air ke wajah rae, rae sumringah

“apa oppa sudah pulang kerja?”

“mulron! (arti: tentu)” rae omma mengambil saputangan karetnya di meja dan kembali mencuci piring, rae berdiri

“ndeee…aku akan ke atas! Gomawooo omeoniiii” rae memeluk ommanya dan mencium pipinya, lalu mengambil tas dan segera ke kamar siwon

@kamar siwon

Siwon sedang asik telfon-telfonan dengan sahabat baiknya Lee Sungmin

“…whooaaa kau hebat min-aa, cepat selesaikan kuliahmu, dan kita akan menjadi 1 tim yang kuat, hahaa” siwon menyandarkan badannya di kursi didepan laptopnya hanya menggunakan celana panjangnya, memperlihatkan abs-nya yg sempurna

“ndee…ndeee arrasheoo, ahh apa ada rae disana?” tanya sungmin di ujung telfon

“anieyoo, dia sedang pergi dengan kibum dan belum pulang”

“aaahh…baguslaah”

“mwoo? Kau suka jika rae bersama dengan kibum? Apa kau tak suka lagi dengan saeng-ku?”

“aaahh, bukan seperti itu siwon-aah, hanya saja… aku tak ingin mengganggu mereka”

“benar begitu?” siwon meninggalkan laptopnya dan beralih ke kasurnya “Ya! Sungmin-aa, tunggu sebentar, aku ingin mengenakan kaosku dulu” siwon membanting handphonenya ke kasur, dan mengenakan kaosnya. Tiba-tiba, pintu kamarnya terbuka dengan keras, membuatnya kaget

“oppaaaa!!!” rae teriak, sambil memeluk oppa tampannya itu

“aiiish! Kau membuatku kaget, kapan kau pulang? Mana kibum?” tanya siwon berbalik memeluk saeng kesayangannya itu “Yaa! Ada apa kesini? Apa yg kau perlukan?” rae hanya tersenyum “cepaaat…aku mengenalmu sejak kau lahir, kau tak akan membuang waktumu datang ke kamarku jika kau tak punya urusan yg berstatus benar-benar gawat”

“hehe…huaaaahh..oppaa! kau tau sajaa”rae membanting badannya di kasur tepat disebelah handphone siwon. Siwon lupa bahwa tadi ia belum memutuskan telfonnya dengan sungmin, Sungmin dengan jelas mendengar apa yg mereka katakan, bukannya memutuskan telfon, sungmin sengaja menguping hanya karena ingin mendengar suara rae.

“oppaa! Aku ingin mengatakan sesuatu denganmuuu”

“nee, akan aku dengar” duduk di depan rae. Sekarang mereka berdua benar- benar dekat dengan handphone siwon yg masih menelfon sungmin

“kau masih ingat bahwa aku sekarang menjalin hubungan dengan kibum?”

“nee..wae”

“oppaa..akkuuu..”

“apa? cepat katakan”

“aku rasa, aku tak lagi menyukainya” ucap rae sambil menunduk, sungmin yg mendengar pembicaraan mereka kaget, dan menutup mulutnya agar tak berteriak

“mwo? Apa kau sudah berpisah dengannya?”

“an-ii, aku takut mengakatakannya oppaa”

“apa kau menyayanginya?”

“an-ii, sejak kejadian itu aku mulai membencinya karena sikap sombongnya” rae masih menunduk. Dihati sungmin seperti ada banyak bunga bermekaran, sesuatu yang bergejolak, sesuatu yg membuatnya amat senang

“kejadian apa?”

“waktu di dalam lift, ada sungmin yang menjatuhkan buku-bukunya. Kibum bukannya menolong malah mengejek sungmin! Aaahhh, aku tak suka namja seperti ituu oppaaa” sungmin benar-benar bahagia

“ndee, aku mengerti, karena aku benar-benar mengenalmu. Lalu apa kau beniat untuk berpisah dengannya?”

“mollaa…”

“lalu, apa kau menyukai namja lain?” pertanyaan siwon membuat sungmin hampir mati karena penasaran

“ada”….

to be continue..

kallo ada yg baca..ini kallo ada lloh, kalloo adaaa yaaa… jgn llupa comment

ff | can u be mine? (part.4)

“mwo? Kenapa dengan Jongwoon! Jangan salahkan Jongwoon!”

“entah kenapa. Sadarkah kau ketika kau mengucap nama itu, kepalaku kembali sakit” bentak yesung Hyeri diam menunduk “bisakah tak menunduk! Aku menyuruhmu memberitahuku siapa Jongwoon bukannya menunduk”

“kau masih ingat aku tak bisa dibentak! Dan soal Jongwoon itu urusanmu, aku tak ingin tau”

“ne, itu urusanku lebih tepatnya masalahku..” ucap yesung sambil mengelap air yang ada di muka hyeri dengan handuk kecil, hyeri menepis tangan yesung “tak ada yoona dengar? Tak ada orang lihat? Lagipula aku hanya membantumu”

“hey, darimana kau dapatkan handuk itu?”

“aku pemain basket, ingat?”

“ne” hyeri kembali menunduk

“mian soal tadi”

“mwo?” ucap hyeri sambil mengeringkan laptopnya dengan tangannya

“mian karena aku membentakmu. Aku janji mulai detik ini tak akan membentakmu, dan tak akan membuatmu menunduk murung, arra? ”

“haha…lupakan, sudahlah jangan terlalu anggap serius. Tapii, ku pegang janjimu. Kemarikan handuknya!” hyeri mengambil handuk kecil yesung, saat mengelap muka hyeri melihat inisial ‘y’ di ujung handuknya “apa kau memberi handuk ini nama agar tdk hilang? Haha”

“ne, terkadang seperti itu, tapi entah kenapa aku suka memberi nama pada setiap barangku”

“benarkah? Boleh kugunakan untuk mengeringkan laptop?”

“sepertinya laptopmu akan bermasalah”

“ndee..huft, bagaimana ini. Ada banyak dokumen didalamnya” hyeri kembali menunduk menatapi laptopnya

“fiiuuh!! Aku benci ketika kau mulai menunduk. Dengar..” mengambil laptop hyeri lalu mengangkat dagu hyeri dengan telunjuknya “tataplah terus kedepan, apapun yang terjadi. Jangan pernah menunduk, karena hanya membuatmu terlihat lemah, dan orang lain akan menganggapmu seperti itu! Tatap terus kedepan dan berusaha untuk menghadapi masalah di depanmu! Arra?”

Apa orang ini jelmaan Jongwoon?, aku melihat Jongwoon dimatanya ucap hyeri dalam hati

“jika aku tak mampu menghadapinya? Jika aku tak mampu menatap kedepan?”

“ingat aku, karena aku akan berada disampingmu ketika kau membutuhkanku!”

“ahhahaaa…yesung-aaa. Sudahlah! Ayo bangun”

“aku serius babo! Biar aku bawa laptopmu, akan aku coba untuk kuperbaiki. Kau masih ada kelas?

“anieyoo, aku ingin langsung pulang”
“Yaa!! Ganti bajumu dengan sweaterku! Nanti kau sakit”

“anieyooo! Tak usah”

“menurutlaaaah!!! Ucapanku selalu benar, ingat kata-kataku agar kau cepat masuk kedalam sebelum kau kehujanan? Ternyata benarkan?”

“aaaah…neee, baikllaah”

“gajja” yesung menarik tangan hyeri

“kau mw kemana?”

“mengantarmu ke toilet”

Diwaktu yang sama, rae dan kibum sedang berjalan di pinggir taman kampus

“kau lelah?” kibum bertanya, rae mengangguk lalu memeluk lengan kibum “kau kedinginan?”tanya kibum lagi, tiba-tiba kibum memeluk rae

“oppaaaa!!!”

“pssstt…sudah diiaam!” terus memeluk rae. Orang yg lewat memperhatikan mereka, rae mendorong kibum

“waee? Bukankah tadi kau blg kau kedinginan?”

“kan kau bisa memberikan jaketmu, seperti pasangan pada umumnyaa oppa!”

“andwee!!! Untuk apa jaket? Kalau sudah jelas berpelukan lebih hangat?” ucapan kibum membuat rae tersipu malu

“gajja, kita duduk. Aku punya lolipop untukmu”

“lolipop? Cihh..seperti anak kecil” rae duduk, disusul kibum

“mau tidaaak? Jika tidak ya sudah” kibum menaruh lolipopnya ke dalam tas, tapi direbut rae

“kemarikan!”

“katanya seperti anak kecil?”

“kau kan memberikannya, kenapa aku harus menolak?”

“haha..rae-aa SARANGHAEEEE!!!” kibum teriak, membuat orang yang lewat melihat ke arah mereka, rae memukul dada kibum “hahaha… cepat makan”

Ketika itu, sungmin yang tak sengaja lewat sekitar situ. Melihat rae dan kibum sedang bercanda berdua, sungmin berhenti dan bersembunyi di balik tembok yang cukup jauh dan memperhatikan mereka

“aissh, kau tau apa persamaan kau dengan lolipop ini?”

“anieyo! Apa?”

“kau, dan lolipop sama-sama manis”

“aiiisssshh oppaaaa!!!” rae tersenyum, walaupun ada potongan-potongan kecil lolipop di bibirnya, tiba-tiba kibum mengecup bibir rae dengan lembut. Sungmin terkejut melihatnya, ketika itu juga sungmin berbalik arah. Setelah cukup lama mereka berciuman

“kibum-aa! Ini tempat umum! Apa yang kau lakukan?”

“andweee, aku hanya membersihkan serpihan lolipop di bibirmu”

“aiiisssshhh” rae menunduk malu, dan kibum mengecup puncak kepala rae

“saranghaeyoo rae-aa”

“nee” rae menunduk sambil tersenyum malu

“nee appaa?”

“aiish, kau ini”

“cepaaat, nee apa?”

“NEEEE, NADO SARANGHAEYOO KIM KIBUM-AAA!!!” teriak rae kesal membuat orang yang disekitar melihat ke arah mereka lagi, kibum tertawa bahagia.

Yesung menarik tgn hyeri “hahaa…gajjaa” mereka berjalan,tak beberapa lama kemudian hyeri melihat sungmin sedang memainkan kunci mobil sambil murung

“sungmin? Kau sungmin kan? Chingu-nya rae! Benar tdk?” ucap hyeri, sungmin mendongak

“ne, nugu-ya?”

“hyeri!”

“aaah, hyeri-aa. Apa kabar?oh, kau kenal dengan yesung? Atau kaliaan…?”

“anieyoo!! Kita hanya chingu J”

“chingu..yeojachingu” ucap yesung

“mwoo?” hyeri memukul lengan yesung berkali-kali dengan semangat “yesung-aaa! jaga ucapanmuuuu!!”hyeri memukull lengan yesung lagi, yesung hanya tertawa

“Yaaa! YAAA! Yaaa!!” teriak sungmin

“mwo?” tanya yesung

“berisik! Hey dengar, aku sedang benci orang yang sedang berpacaran!”

“anieyoo!!! Kita tidak berpacaran!” hyeri kesal

“knp bicara spt itu? Ada berapa orang yang kau lihat sedang berpacaran haha?” tanya yesung

“hanya satu! Tapi sangat menyakitkaaan!!! Neomuu apeuudaaa (baca: sangat menyakitkan)” sungmin terlihat kesal, yesung mendekat

“nugu?”

“kau tak perlu tahuu yesung-aaaa!!” sungmin meninggalkan yesung dan hyeri.

“Yaaa!!! Nuguyaaaa sungmin-aa, kau membuatku penasaran!!” teriak yesung

“gajja yesung-a, kita cari tahu sendiri siapa orang itu!” hyeri menarik tangan yesung

“Yaaa!!Yaaa! kau menyukaiku ya?”

“mwo? Waee?”

“kenapa kau memegang tanganku?”

“ciiih!” hyeri membuang (?) tangan yesung

“niih!! Pegang laaah!! Aku tau kau ingin memegangnya kaan?” yesung menyodorkan tangannya, hyeri berlari.

——-

Kibum dan rae masih duduk bersama. Dari kejauhan hyeri melihat kibum mengelus puncak kepala rae

“ra…hemppp” Hyeri berniat berteriak, tapi ditutup oleh yesung

“neo! Mau apa kau? Jangan ganggu mereka!” yesung masih menutup mulut hyeri, hyeri mengelak

“mwooyaaa!!”

“apaa? Kau malah bertanya! Babo-yaa!” memukul kepala hyeri, hyeri menghiraukan dan kembali berteriak

“RAEEE-yaaa!!!” kali ini hyeri benar-benar berteriak, rae dan kibum menengok ke arah hyeri, yesung memukul keningnya sendiri sambil bergumam “astagaa!” rae mengirim isyarat agar hyeri menghampirinya, yesung menarik tangan hyeri

“jangaan! Hyeri-a”

“kenapa sh kau ini!” melepaskan tgn yesung dan berlari menghampiri rae, lalu mereka berpelukan, yesung mengekor dengan lunglai

“yesung-aa” ucap kibum, yesung hanya tersenyum

“mianhae, mengganggu kalian. Yeoja babo ini yang mengajakku” yesung melirik hyeri

 “andwee, gwaenchana!”

yesung hanya tersenyum, tiba-tiba ponsel yesung berbunyi, yesung mengangkatnya

“yeobseyoo, waeyo omeoni?”

“yesung, kau ada dimana? Kenapa tidak ikut pulang bersama yoona?”
“aku sedang berada di kampus”

“untuk apa? kau belum sehat!”

“ommaa! Kalau aku belum sehat, pasti dokter Han tidak memperbolehkan aku pulang”

“cepat, pulang! Kau tak kasihan pada yoona, tadi dy pulang sendirian”

“andwee! Omaa tidak kasihan padaku karena harus selalu berada di dekat yoona” yesung memutus telfonnya

“nugu? Ibumu?” tanya hyeri

“hyeri-ya, kenapa sh kau menanyakan hal yang sudah kau tau?”

“sepertinya disuruh pulang? Pulanglah yesung-shi! Lagipula kau kan baru keluar dari rumah sakit”

“mwo? Kau baru keluar dr rumah sakit? Kau sakit apa?” tanya kibum

“sepertinya ada yg salah dengan kepalaku haha”

“kalau begitu pulanglah”

“ne, aku juga ingin segera pulang. Ada sesuatu yang amat penting” ucap yesung “aku pergi dulu!” menarik tangan hyeri, meninggalkan rae dan kibum ditaman

“Yaa!! Kau yg ingin pulang, kenapa kau mengajakku?” berusaha melepas tangan yesung “RAEEE!!! ANYEONGI GASEYOO!!” teriak hyeri

“NDEEE!! GWAENCANHAAA HYERI-YAAA” rae ikut teriak

“setelah aku mengantarmu ke toilet untuk berganti pakaian, lalu aku akan mengantarmu pulang”

“tidak perlu yesung-aa!”

Beberapa lama kemudian, ketika hyeri selesai berganti pakaian lalu yesung mengantar hyeri kerumahnya menggunakan taxi. Setelah sampai dirumah

“aku pulang! Omeoni?” teriak yesung, yoona turun dari tangga

“yesung-aa! Kau kemana saja?” memeluk yesung, yesung melepasnya

“yoona, aku hanya dari kampus. Lagipula hanya beberapa jam! Tak usah seperti ini, arra?”

“aku hanya khawatir”

“Yaa! Aku lebih tua darimu! Kau tak perlu mengkhawatirkanku” ucap yesung, yoona memasang muka melas “pulanglah, ini sudah sore”

“anieyo, aku masih ingin disini”

“waee? Sepertinya kau nyaman sekali berada dirumahku”

“bukan begitu, tapii..memang iya sh, itu semua karena ada kamu yesung-a”

“nah, kalau begitu sewalah kamar disini! Dan tinggallah dikamar itu”

“oppaaa! Kenapa kau bicara spt ituuu!”

“aku bosan yoona-yaa! Dari 2 hari yang lalu kau terus mengglayutiku!aku bosan” yesung nyaris teriak, lalu naik ke atas meninggalkan yoona di bawah “pulanglah yoona, aku lelah” yesung kembali berkata lembut lalu tersenyum

“saranghaeyo oppa!” yoona menunggu jawaban dari yesung, tapi yesung malah masuk ke kamar ibunya sambil bilang “ne” yoona pulang

“omeoni! Apa sedang sibuk” tanya yesung melihat ibunya sedang berkutat dengan laptop

“anieyo, wae?”

“aku ingin menanyakan sesuatu” yesung duduk di sofa dekat tempat tidur

“silahkan” ramah ibunya

“dimana aku lahir?”

“mwo? Tentu di seoul” jawab ibunya tanpa melihat ke arah yesung

Yesung POV

Entah kenapa aku ingin menanyakan hal ini, sangat aneh. Tapi aku sangat ingin tahu

“apa omeoni kenal Jongwoon? Kim Jongwoon?” omeoni berhenti mengetik di laptopnya lalu menatapku “omeoni kenal?”

“kau dapat dari mana nama itu?” sekarang omeoni duduk menghadapku

“omeoni tahu? Siapa dia?”

“kau tak butuh penjelasan itu”

“waee? Ada sesuatu dengan Jongwoon? Apa dia kakaku? Adikku? Atau musuh keluarga kita? Atau keluarga kita pernah melakukan kejahatan kepada Jongwoon?”

“DARI MANA KAU TAHU NAMA ITU, PARK YESUNG!!” omeoni membentakku sambil berdiri, aku masih duduk

“jawab ommaaa!!”

“kau tak perlu tahu! Sampai kapanpun kau tak perlu tahu! DARI MANA KAU DAPAT NAMA ITUU! JAWAB !”

“OMMAAA!! Aku sudah besar! Aku tahu apa yang harus aku lakukan! Cepat jawab sekarang atau aku tidak akan pernah menjadi Yesung keluarga ini lagi!” aku mulai panas, omeoni tiba-tiba seperti orang yg tak kuat berdiri, badannya di topang oleh meja, ku bantu omeoni “jeosonghamnida omaa!” sedikit kuanggukan kepalaku “aku tak akan seperti ini kalau oma bisa menjawabnya dari awal, ceritakan oma! Aku akan baik-baik saja”

Author POV

Diwaktu yang sama, di kamar hyeri. Hyeri melepas sweater Yesung

“hooaaamh…lelaaahnyaaa” ucap hyeri merenggangkan tangannya, lalu melempar sweater ke kasur, tiba-tiba pintu terbuka

“hyeri-yaa” ucap hyorim lembut

“hyorim? Sedang apa?”

“sepertinya kau lelah dengan kegiatanmu sebagai ketua pelepasan akhir tahun” hyorim masuk kamar, hyeri terlihat kaget

“mwo? Tau darimana kau? Apa yg kau bicarakan dengan donghae, jgn blg kau berpacaran lagi dengannya”

“anieyo! Aku tak mau berpacaran dengan orang yang sudah menjatuhkanku. Rae bilang kau sibuk dengan pelepasan akhir tahun” hyorim duduk di kasur

“ne, rae benar! Kenapa kau tiba-tiba membicarakan ini?”

“a..anieyo! akuu..hanya iri”

“mwoo? Iri?”

“aku ingin menjadi spertimu hyeri-ya, abeoji selalu menganggapku beruntung bisa kuliah di Inha. Abeoji selalu membandingkanku denganmu. Kau tau, aku tak suka”

“hyorim-a, kau hebat bisa masuk Inha lewat jalur beasiswa dengan usahamu kali ini kan? Bahkan aku tak bisa sepertimu”

“aku ingin dikenal banyak orang, hyeri-ya”

“kau sudah dikenal hyorim! Kau cantik, kau pintar. Sebelum kau mengenal donghae, kau luarbiasa, makanya aku tak suka kau berpacaran dengan donghae”

“nee, aku sadar itu! Maksudku, aku ingin menjadi bagian dari kegiatan sosial, kegiatan mahasiswa atau apalaah, yang menjadikanku orang penting”

“haha..hyorim! jadilah dirimu sendiri, jika semua org istimewa, maka smw orang akan mendapat beasiswa, smw org menjadi sombong. Sempurna dikatakan sempurna bila ada yg tidak sempurna, ingat?”

“nee” hyorim memegang sweater

“gunakan otakmu untuk menjadi famous! Haha”

“jinja?” hyeri hanya mengangguk, hyorim melihat inisial ‘Y’ di sweater “ini bukan punya kau?”

“mwo? Aah..nee, kau tau darimana?apa kau punya sixth sense .haha”

“anieyo, lihat” hyorim menunjuk inisial itu

“Y” hyeri membaca “sebentar” hyeri berdiam “ini punya yesung, handuk kecil tadi juga ada inisial seperti ini”

“kuraeyoo? Aaa…orang itu seperti Jongwoon saja kan? Woonniie (panggilan akrab kea hyukkie, minnie) juga seperti itu kan? Semuuaaa barangnya bertuliskan ‘JW’ iya kan?” hyorim merebahkan badannya di kasur, hyeri menahan napas karena kaget

“Hyorim-aaa!! apa jangan-jangan Yesung itu Jongwoon?”

To be continue..

Hhaha…part ini malah makin gaje.. author ngerasa deh, part ini kesannya buru” banget, jaeongmal mianhae yaaa L

Gomawo sudah mw bacaa J jangan lupa comment kritik n saran..

ff | can u be mine (part.3)

Tittle: Can u be mine? Part.3

Author: hyesungiie

“mwooo?” hyorim nyaris teriak

“hyorim-ah, kau tak apa?”

“a..akku tak apa! donghae-Yaaa!! Aku tak pernah percaya dengan semua perkataanmu! So.. aku tak percaya, bahwa kamu dosen disini!” menunjuk jari telunjuknya tepat didepan mataku

“aiiissshhh!!! Neoo-YAAAA!! Hati-hati dalam bertingkah! Aku bisa memberi nilaimu buruk! Arra!!!”

“mwoo? Eoteokke? Ha! Aku tak peduli” hyorim pergi, tak beberapa lama kemudian hyeri keluar dari kelas

“ada apa? kenapa begitu berisik?” ucap hyeri kepadaku yg membuat hyorim berhenti berjalan, lalu menengok

“hyerii-yaah!!” lagi-lagi hyorim teriak

“hyorim? Donghae-ya? Sedang apa kalian disini?”

“yaa! Aku mencarimu! Ayo pergi! Banyak orang sinting disini”

“hyorim! Tunggu, aku ada urusan denganmu” donghae mengejar hyorim dan hyeri

“aiiisshhh! YAAAA!!!” kesalku, terlihat donghae dan hyeri membungkuk sebelum melanjutkan berlari, lalu mereka masuk ke dalam lift.

Author POV

Sebelum donghae masuk ke dalam lift, hyorim menekan tanda close secepat mungkin tapi terlambat, karena tangan donghae sudah mencegahnya

“hyorim-ah, tak bisakah kita bicara? Sebentar saja” hyorim terlihat sangat terpaksa berbicara dengan donghae. Hyorim melepas tombol close di lift, dan membiarkan donghae masuk. Donghae melirik hyeri

“mwo? Ada yg aneh padaku?”

“cepat katakan donghae-ya” ucap hyorim lembut,

“ndee, aku ingin mengatakannya. Tapii…” melirik hyeri dengan tatapan mengusir

“aaish…arrasheoo!! Kau ingin aku pergi. Benarkan? Nee..nee, aku pergi setelah berada di lantai 3!”

“nde, kita bicara di lantai 5!”

“mau apa? hyeri-ah, kau mw apa di lantai 3?”

“aku ada kelas tambahan bersama rae” setelah lift berhenti di lantai 3, hyeri segera keluar dr lift

“nah, hae-ya. Puas kau!” pintu lift tertutup

“ada apa? cepat bicara” pintu lift kembali terbuka ketika dilantai 4

“aiiisssh, mengganggu” terlihat rae dan kibum di depan lift

“aiiggooooo” seru mereka berdua

“jagiyaaa!! Kita tunggu lift berikutnya ya! Aku tak mau mengganggu mereka!” ucap rae

“haha… apa mereka sedang berpacaran di dalam lift? Haha, aku salah perhitungan. Tadinya aku ingin memakai cara ini. Tapi sepertinya kita berpacaran di gudang saja, biar tak ada yg ganggu jagi!”

“aiiish kau ini” rae memukul lengan kibum

“YAAA!!! Ingin masuk tidak?” bentak donghae

“ayo masuk jagi!” rae menarik tangan kibum

“rae-yaa! Benar kau ada kelas tambahan dengan hyeri sekarang di lantai 3?” tanya hyorim

“ne, waeyo? Kau tau dari mana?” jawab rae

“tadi hyeri bersama kami, sebelum mr. Lee ini datang.” memicingkan mata ke donghae “Lalu kenapa kau naik lift? Ini lift naik” melanjutkan

“aku ingin menemani kibum makan siang, baru kekelas” jawab rae

“apa sekarang kita sedang menunggu pasangan lain agar kita bisa triple date di dalam lift” kata kibum sambil mengarahkan jarinya ke tombol close

“Yaaaa!! Tungguu!!” namja berlari ke arah lift, tapi buku-buku yg dipegangnya jatuh

“oops!! Apa kau tak punya tas profesor Lee?” kata kibum melihat ke arah sungmin yang sedang kesusahan

“mwo? Aah, kibum. Tolong tahan liftnya, aku agak kesusahan disini”

“andweee! Aku tak dibayar untuk menunggumu kan?” kibum ingin menekan tombol close lagi tapi ditahan oleh rae

“apa kau tak dengar sungmin-ah sudah mengatakan tolong?”

“mwo? Kau membela profesor kita ini jagiyaa?” ejek kibum. Sungmin mendongak ke arah kibum mwo? Jagiya? Apa kibum namjachingu rae? Ucap sungmin dalam hati

“Yaaa!! Namja babo! Bisakah cepat sedikit. Apa kau pikir kami membayar uang kuliah untuk menunggumu membereskan buku-bukumu yang jatuh?” ejek donghae, kibum tertawa licik

“Yaaaa!!! Apa kau pikir kau cerdas? Apa kau mampu lulus dengan hanya sekali test dengan Jungsoo seonsaengnim seperti sungmin-ah yang mendapat grade A dalam sekali test? Anieyo! Kalau begitu kau yang babo! Jangan pernah bilang orang lain babo, kalau kau sendiri lebih babo dari orang yang kau ejek dengan ucapan babo!! Arra Mr. Lee?” ucap rae sinis. Sungmin yang sedang membereskan buku begituu… senang rae membelanya

“Yaaa! Ketika kau sedang membereskan buku, seharusnya matamu juga ke buku! Bukan ke rae-ku!” kibum memukul kepala sungmin dengan kertas lembaran musik rae yang digulung

“tak bisakah kau sopan?” rae membela sungmin

“rae-yaaaa!” kibum merengek

“sungmin-ah, boleh ku bantu?”

“andwee! Sudah selesai” sungmin berdiri, dengan buku-bukunya. Tapi sekarang lembaran kertasnya yang merosot dari atas tumpukan buku

“aiiissshhh !!!!” kibum dan donghae kesal

“omoo!! Apa kau tak tau bahwa sekarang sudah ada map di korea, sangat berguna untuk menampung lembaranmu” ucap hyorim lembut. Kibum dan donghae tertawa, rae membungkuk untuk mengambilnya

“biar aku yang bereskan. Kibum-ah tolong tahan liftnya”

“mwoo?” kesal kibum

“ayolaaah, tahan liftnya untukku!”

“aissshh! Lee Sungmin! Kau merepotkan. Ndeee, aku tahan liftnya untuk rae-ku!” rae membereskan lembaran sungmin, lalu masuk kembali kedalam lift

“baik! Sudah selesai, ini sungmin-ah. Bagaimana biar aku yang bawa”

“aaah, gomawoyoo rae-yaa. Kibum! Tolong tekan angka 6”

“6? Haha? Apa kau kurang dengan buku-bukumu itu?”

“andwe! Aku ingin mengembalikan buku, dan meminjam beberapa lagi”

“mwoo? Kau sudah terlihat seperti perpustakaan!” ucap donghae, disusul tawa kibum. Lift berhenti dilantai 5

“baikllaaah, ayo turun!” ajak hyorim disusul donghae dan kibum, kibum bingung karena rae tidak mengikutinya, tetapi malah menahan liftnya

“jagiya?” kibum menengok ke belakang, rae masih di dalam lift “sedang apa? ayo turun, bukankah kau ingin aku makan? Lalu ke kelasmu?”

“kau duluan, aku ingin membantu sungmin sampai perpustakaan. Lalu kembali kelantai 5. Aku janji”

“mwooo? Kau meninggalkanku karena kertas dan namja ini?” kibum mengambil lembaran sungmin dr tangan rae

“kibum! Aku tak meminta rae! Bisakah kau mengerti, rae hanya ingin membantu! Arra! Kalau kau tak suka, atau cemburu karena rae membantuku. Pergilah, dan bawa rae!” ucap sungmin kesal,

“aiiissshhh! Yaaa!” kibum melempar lembaran musik dimuka sungmin

“nde, gomawo! Ternyata seperti ini harta orangtuamu membesarkanmu!” ucapan sungmin membuat kibum panas dan ingin memukul sungmin, rae menahan

“kibum-aaaah!!! Jangan lakukan! Nee..neee,aku pergi denganmu. Jangn bertengkar kumohon” ucap rea pada kibum, kibum menarik rae keluar dr lift “mianhaeyo, sungmin-ah” ucap rae pada sungmin, sambil sedikit membungkuk

“nee, gwaencanha” senyum sungmin penuh pesona aiiisshhh dia tersenyum! Itu yang aku suka darimu sungmin-ah, senyum itu ucap rae dalam hati. Kibum dan rae akhirnya memasuki kawasan kantin dan memesan beberapa makanan, dilain sudut ruangan di kantin

“kau mau makan rim-ah”

“anieyo! Cepat katakan yg ingin kau katakan”

“kuraeyo? Baiklah” donghae duduk didepan hyorim

“cepat, aku ingin segera menemui Jungsoo seonsaengnim dan pulang”

“ne. sebenarnya, aku hanya ingin mengatakan saranghaeyo hyorim-ah. Neomu saranghaeyo, walaupun kau pergi berbulan-bulan tanpa kabar untukku!” hyorim hanya diam “aku tau kesibukanmu hyorim-ah, aku bisa mengerti, dan akan terus mengerti. Tapi bisakah…”

“molla!! Gomawo atas kemengertianmu terhadap kesibukanku, tapi donghae-ya…”

“waee..”

“sudah lama aku tak lagi menyayangimu. Berbulan-bulan aku di Amerika agar kau sadar, aku tak menyayangimu seperti dulu, agar kau melupakanku, agar aku tak menyakiti hatimu lebih parah lagi”

“jika seperti itu, kenapa kau kembali ke seoul? Kau membuat hatiku terluka bahkan mengeluarkan banyak darah hyorim-ah! Aku hampir gila karena kau tinggal ke Amerika tanpa kabar, aku hampir mati karena kau menghilang berbulan-bulan hyorim-aaah!! Mengertilah”

“mianhaeyo, jeongmal mianhae donghae-yaa! Ketika aku memutuskan untuk kembali ke seoul aku sudah berjanji akan serius dengan pendidikanku disini. Aku ingin bisa ‘hebat’ seperti hyeri tanpa adanya bantuan karena keluarga kami, keluarga penyantun terbesar disini! Aku tak mau haee-yaa. Jika kau ingin aku mengertimu, tolong mengerti apa yang ku maksud”

“aku mengerti! Sungguh, tapi tak bisakah dengan kita terus bersama? Aku tak akan mengganggu studymu disini. Aku akan memastikan kau ‘hebat’ seperti hyeri. Tapi tolong, teruslah bersamaku”

“justru karena terus bersamamu aku tak bisa seperti hyeri. Kau lihat nilai-nilaiku waktu aku masih menjadi yeojachingumu? Semua ‘D’. abeoji marah, abeoji bilang aku menganggap enteng study disini karena keluargaku penyantun dana terbesar disini. Abeoji terus mengatakan hyeri yang terbaik. Lalu aku diterbangkan ke Amerika untuk melihat beberapa unviersitas seni disana, agar aku keluar dari sini. Agar aku benar-benar belajar dan menyandang Baceloor degree karena kemampuanku”

“jika begitu, kenapa kau tinggal di sana saja agar aku benar-benar melupakanmu! Agar aku tak lagi benar-benar menyayangimu”

“donghae-yaa! Aku kembali ke seoul karenamu”

“mwoo?” donghae kaget dan bingung

“aku tak bisa menghapus namamu secepat itu donghae-ya. Aku ingin menghilangkanmu dengan sendirinya”

“bagaimana bisa kau kembali ke seoul dan diterima kembali disini setelah hasil ujianmu yang D itu?”

“tentu aku belajar babo! Aku benar-benar berusaha, lalu aku mencoba masuk lewat program beasiswa, dan berhasil. Aku senang bisa melanjutkan study disini dengan beasiswa penuh tanpa bantuan orangtuaku seperti tahun lalu. Stelah itu, abeoji membolehkan aku melanjutkan study disini dan agar aku tetap bisa melihatmu”

“kuraeyo? Lalu kenapa kau pilih kita untuk berpisah?”

“agar aku bisa serius dalam belajar ! arra?” hyorim mulai kesal, lalu ponselnya berbunyi

“nugu?” tanya donghae

“aku tak tau, ini bukan milikku”

“mwo? Lalu milik siapa?”

“aku tak tau! Dan..sepertinya sudah selesai, aku pergi” hyorim berdiri lalu berjalan

“hyorim-ah” panggil donghae lembut, menarik hyorim ke pelukannya dan mengecup bibir hyorim, hyorim mengelak tapi tak bisa, lalu donghae berbisik mengatakan “saranghaeyo hyorim-ah” di telinga hyorim. Donghae melepaskan pelukannya

“oppaaa!! Kau tau ini dimana? Aiissh!” hyorim pergi

“baiklah, jika kau berubah. Aku juga..” donghae bergumam entah pada siapa.

Dilain posisi, setelah rae menemani kibum makan, kibum mengantar rae ke kelas…

***

2 hari kemudian Yesung sudah keluar dari rumah sakit

“kau ingin pulang langsung kerumah atau…?” tanya yoona

“andwee! Aku ingin langsung ke kampus” jawab yesung sambil menatap langit yang agak gelap

“mwo? Kau masih sakit sung-ah, lagipula kau lihat sendiri kan? Sebentar lagi juga akan hujan, kita pulang kerumah ya?” ucap yoona dengan lembut

“andweee! Jika kau ingin ke rumahku, pergilah. Aku akan naik taxi ke kampus, arra?”

“yesung-ah, kau belum sembuh benar. Pulanglah, ommamu akan merawatmu”

“hei, jika aku belum sembuh dokter Hankyung tidak akan membiarkan aku keluar dari sini”

“ndee, tappi…”

“sudahlah, kau pulang. Ada beberapa urusan yang penting di kampus setelah beberapa hari tidak kesana”

“oppaa” rengek yoona lembut

“pulanglah, gunakan mobil. Aku akan naik taxi” yesung membukakan pintu mobil dan mengecup kening yoona lalu mendorong yoona agar masuk mobil

“cepat selesaikan urusanmu, lalu pulang, arra!” ucap yoona dari kaca dalm mobil

“ndee, jagiyaaa” senyum yesung, setelah mobil itu berlalu yesung memberhentikan taxi lalu segera naik. Beberapa menit kemudian yesung sampai di kampus, yesung melihat hyeri sedang duduk ditaman berkutat dengan buku dan banyak map terbuka. Yesung menghampirinya

“annyeonghaseo yeppeo yeoja!!” ucap yesung sambil membungkuk

“yesung-ah? Sedang apa kau? Kau sudah keluar dari rumah sakit? Kau sudah baikan?” lalu yesung duduk di depan hyeri

“neee, aku sudah sembuh” jawab yesung singkat “apa ini? Apa kau menjadi produksi kertas? Haha..kenapa begitu banyak kertas disini”

“haha..aaah, ini proposal, susunan acara, bassic acara, dan beberapa laporan lainnya”

“waaah, kau sibuk sekali. Bisakah aku menjadi managermu?”

“sudahlah yesung-ah jangan ganggu”

“mian..bagaimana kalau pindah kedalam, sepertinya akan hujan”

“anieyo, sebentar lagi selesai”

“aiish kau ini, cepat masuk. Sudah berangin begini”

“neee,yesung-ah”

“baiklah, cepat masuk ya, aku masuk duluan. Ada urusan ke lantai2”

“oke” yesung pergi. Berjalan menelusuri koridor kampus, lalu naik lift ke lantai 2 menuju ruangan temannya, Heechul. Sebelum masuk yesung masih bisa melihat hyeri sibuk dengan laptop dan kertas-kertas itu dari tembok lantai 2 yang transparan, Ketika membuka pintu yesung mendengar hujan deras turun

“yesung-ah! Kau sudah sembuh?” ucap heechul dr dalam ruangan, lalu yesung menutup pintu dan berlari menjauh dari ruangan heechul “Yaaa!!! Yeesoooong!!!” teriak heechul, tapi dihiraukan yesung. Yesung terus berlari menuju tangga turun sambil sesekali menengok ke jendela melihat hyeri yang kesusahan membereskan brg-brgnya, yesung melompati 2-3 anak tangga turun. Lalu ketika sampai dibawah, yesung masih melihat hyeri membereskan map-mapnya yg banyak, yesung menghampiri yeoja “hai, boleh ku pinjam payungmu?” lalu tersenyum amat tampan, membuat yeoja itu memberikan payungnya secara sukarela. Yesung kembali lari menghampiri hyeri menembus derasnya hujan

“aiiissshh!! Baboo!! Harusnya kubereskan daritadi! Oouch! Laptopkuu!!” hyeri bergumam, tiba-tiba hyeri berhenti membereskan brg-brgnya karena merasakan tubuhnya tak lagi diguyur hujan, hyeri mendongak. Dilihatnya yesung memayunginya sambil tersenyum

“haha..kan sudah kubilang! Kau ini” memasang muka sombong

“gomawo yesung-ah” hyeri terpaku oleh yesung

“heeeiii!! Nee,aku tau aku tampan, tapi kau bereskan dulu barang-barangmu itu”

“aaah…ndee” hyeri kembali merapihkan brg-brgnya, yesung membungkuk dan mengambil apa yg bisa dy ambil dengan 1 tangannya

“gajja, hujannya benar-benar deras” hyeri bangun lalu mereka berlari masuk ke dalam kampus, yesung memayungi hyeri dan membiarkan dirinya basah kuyup

“fiiuh! Yaaa! Yesung-ah, kenapa kau juga basah kuyup?”

“haha..tak apa, kita sama kan sekarang? Gajja masuk ke lorong loker, ada sesuatu”

Yesung menarik tangan hyeri dan mereka berjalan ke arah lorong loker

“yesung-ah bisa kau lepas tanganku?” tanya hyeri

“ah, ya..aku lupa” yesung berhenti

“wae?” yesung menjauh dar hyeri dan menemui yeoja yang ia pinjami payung, hyeri melihat dari kejauhan dan yeoja itu menganggukan kepalanya sambil terpesona oleh yesung

“nah, gajja”

“mau kmn? Katanya kau punya urusan dilantai2”

“haha, kalau dipikir-pikir kau yg penting untuk saat ini” ucap yesung sambil menatap hyeri aiiisssh! Namja ini, aku seperti sedang bersama dengan jongwoon tapi mana mungkin, ahh…kalung itu hyeri menunduk

“waee?”

“anieyo” hyeri terus menunduk sambil meraba lehernya, tiba-tiba yesung berhenti dan hyeri tertabrak karena yesung berhenti mendadak

“aiisshhh yesung-aa! waeyooo” teriak hyeri sambil memegang keningnya

“wae? Ini lokerku” ucap yesung sambil menunjuk ke lokernya

“Yaaa!!! Keningku sakit tertabrak lenganmuu!” memukul lengan yesung

“jinjayooo? Aaah mianhaeyoo hyeri-yaa” ucap yesung mengelus kening hyeri “masih sakit?”

“Mulron (artinya tentu)!!” memegang keningnya, tiba-tiba yesung mengecup kening hyeri

“apa sudah baikan dengan cara seperti itu” tanya yesung yg berhasil membuat wajah hyeri merah

“Yesuuung-aaaa!!!! Hentikan !”

“memangnya kenapa? Nah, benarkan cara itu ampuh menghilangkan rasa sakit”

“mwooo! Kau bilang kenapa? Kau sudah memiliki yoona!”

Mwo? Benar, aku hampir melupakan dia. Knp ketika berada di dekat hyeri aku lupa apapun tentang yoona ya? Ucap yesung dalam hati

“kuraeyo? Aaa..nee, lagipula dia tak disini kan?”

“iisshh! Neo-yaa!!” yesung membuka lokernya, dan mengeluarkan sweater berwarna merah. Hyeri menatap penuh curiga

“kau suka merah?”

“aku tak tau, tapi ketika aku melihat warna merah seakan aku ingin memilikinya. Apa itu bisa disebut suka?”

“jinja?” hyeri diam dan kembali menunduk

“aiiish, kau ini kenapa! Ada apa di sepatumu? Apa kau sedang mencari sesuatu di bawah sana? Kenapa kau suka sekali menunduk!”

“mollaa, warna itu seperti Jongwoon..” ucap hyeri nyaris berbisik tapi sangat jelas di dengar yesung karena saat itu lorong loker sedang sepi tiba-tiba yesung memegang kepalanya

“aaaaarrgghhh!!!” yesung meringkuk, menahan sakit.

“yesung-aaa, apa penyakitmu kambuh lagi? Apa yg kau butuhkan?” kepala yesung kembali membaik

“a..akku baik-baik saja”

“yesung-aa, kau sakit apa sh?”

“cepat ceritakan!”

“mwo? Eoteokke? Maksudmu?”

“siapa Jongwoon?”

To be continue…

Huuaaa…mianhaeee, jeongmall mianhaee yaa readers nyadar diri deh, part ini aneh, aneh bangeeet. Ada beberapa scene(?) yg gaje bgt dn bkin bingung yaa? Jeongmal mianhaee yaaa *deepbow, dan ada beberapa cast baru yg keluar, mianhae juga untuk itu XD. Makllumllaaah author ini babo bgt haha. Jgn llupa comment itupun kallo ada yg mau baca loL.

But, gomawooo sudah mw membuang-buang waktu u/ baca ff ini J *bowwithcast

Lyric – Super junior Santa U Are The One

You come around to every child in the world

Always on time you’re never late, every year.

How does it feel to work, everyone’s off, no one to help you?

How do you reach us all, it’s for sure, no one does it better.

Chorus:

Christmas is finally here, it’s time to celebrate

Cause you make a better world year after year

Soon you’ll be on your way, spreading joy everywhere.

There’s no one like you, Santa you are the one!

You creep down the chimneys at night, that’s right.

And you always know who has been naughty or nice.

How does it feel to work, everyone’s off, no one to help you?

How do you reach us all, it’s for sure, no one does it better.

Chorus:

Christmas is finally here, it’s time to celebrate

Cause you make a better world ,year after year

Soon you’ll be on your way, spreading joy everywhere.

There’s no one like you, Santa you’re the one!

Thank you santa, thank you ( You are the one!)

Don’t go santa, dont go (You are the one!)

Thank you santa, thank you (You are the one!)

Don’t go santa, don’t go (You are the one!)

Bridge:

I hope you enjoy this song

It’s a gift from everyone

Thank you for all that you have done~

Chorus:

Christmas is finally here, it’s time to celebrate

Cause you make a better world, year after year

Soon you’ll be on your way, spreading joy everywhere. (on your way~)

There’s no one like you, Santa you’re the one! (X2)

You are the one~

Santa, you are the one.

You are the one~

Santa, you are the one.

You are the one.

I said, you are the one.

By: cloudsindonesia.wordpress.com