ff | Can u be mine? (part1)

Assalamualaikum…

Hyeri imnidaa, ud sering baca ff, ini ff pertama yg dipublish. Sbelumnya ud sering bkin cerita yg gagal jadi cerpen (continue story mksudnya). Ff ini pernah di share di facebook dengan judul ‘my only girl’ haha… tp ff ini adalah 92% aku yg buat 8%’a aku dibantu temanku u/ meminta saran, dan sebagian ide cerita…

Happy reading \*o*/ hope u like..

Author: hYesungiie

Cast:

song Hyeri (author)

choi rae ae,

Kim Jongwoon -> Yesung,

lee sungmin,

all member super junior serta beberapa orang lainnya yg menjadi cameo tanpa bayaran -,-

Jeonju, korea selatan, 1999

Kim jongwoon P.O.V

  Saat itu aku sedang berkunjung kerumah teman abeoji di Jeonju. Cuacanya sedang buruk, akhir-akhir ini sering terjadi badai hujan. Jam menunjukkan pukul 1.35 siang, abeoji memaksa ingin pulang ke seoul nanti malam. Padahal, aku msh kangen dengan temanku ketika kami belum pindah ke seoul. Song Hyeri namannya, kami sangat dekat, bahkan aku rasa aku mulai tak bisa jauh darinya.Tadi pagi aku memberinya kalung…

-flashback-

“Hyeri-yaa” panggilku lembut

“mwooo? Hey, Kim Jongwoon!! Kallau kau hanya ingin menggangguku, pergi sana. Omeoni sudah memarahiku 2 kali karena aku belum menyelesaikan tugas sekolahku” omelnya

“Yaa!! Aku memanggilmu dengan lembut Hyeri-yaa, knp jawabmu begitu” kesalku, langsung aku membelakangi Hyeri karena kesal dengannya. Ku intip sedikit dr balik lengan, Hyeri menghentikkan aktivitasnya dn mengelus punggungku

“hmm..kau marah? Mianhae..” ucapnya, aku tau Hyeri tak bisa melihatku ngambek “ada apa?” sambungnya, aku kembali menghadap Hyeri, kukeluarkan kalung dari dlm kantong uang recehku, ada inisialku Jw. Bahkan dikalung itu juga ada nama aku dan Hyeri, entah kenapa, aku suka memberi inisial disemua benda kesayanganku.

“whooaaaa!!! Indahnyaa, apakah ini untuk yeojachingu-mu di seoul? Whooaaaa..warnanya kuniiing. Yaaa! Kau curang, memberikan untuk yeojachingu-mu dengan warna kesayanganku!!”

“andweee!!!! Yeojachingu? Ini untuk mu babo!” ku hantam pipinya dengan kantong uang recehku

“aiissshh!!! Ne, ne.. araasheo, lalu untuk apa?”

“Hyeri-yaa!! Dengar..” kuhentikkan ucapanku, ku taruh kalung itu di telapak tngnnya dibawah, dan tgnku diatas “aku tak bisa lg selalu ada disisimu. Aku tak bisa lg melindungimu, jika itu benar-benar terjadi ingat kalung ini, genggam kalung ini maka aku akan ada disampingmu, aku akan memukul mereka semua yg berusaha menyakitimu. Arra?”

   Hyeri hanya diam, lalu kupakaikan kalung itu

“jika kau bs ada disampingku ketika aku genggam kalung ini, lalu bagaimana caranya agar aku bs ada disampingmu ketika kau membutuhkanku?”

Ku keluarkan 1 lagi kalung berwarna merah, “bisa tolong pakaikan?” pintaku

“aniiyoo!”

“waee”

“kau begini seperti kita akan berpisah dlm waktu lama”

“bukankkah memang ingin berpisah? Nanti malam aku akan kembali ke seoul, ingat? Cepat pakaikan!” Hyeri langsung memakaikan kalung itu padaku

“bisakkah kau tidak melepasnya?” tanyanya

“ne..”

“kapanpun? Dimanapun?”

“Ne..Neee!!! kau ini!”

-flashback end-

  Jam menunjukkan pukul 11.20 malam, eomeoni sedang menyiapkan makanan yg di masak di rumah Hyeri untuk perjalanan. Dan abeoji sedang bersalaman untuk terakhir kalinya sebelum pergi ke seoul

“Jongwoon! Ayo cepat kami sudah selesai, apa kau sudah siap? Kim ryeowook! Sudah kubilang, Berhenti mencabuti bulu hewan peliharaanmu, kalau tidak akan ku buang kucing ini?” teriak omeoni

“aandweee omeoni!” teriak wookie-hyung

“aa..ne omeoni! Sebentar lg aku turun” teriakku dari lantai atas

“Hyeri-yaa, ingat apa yg kukatakan td pagi?” tanyaku, Hyerii hanya mengangguk lemas “ aku akan sering dtg kesini”

“jangan pernah lupa dgnku, arra?” tanyanya

“ne, bisakah aku minta peluk?”

“yee..”jawabnya lemas, dn kami berpelukan lama. Diam-diam ku kecup kepalanya. Hyeri segera mendorongku

“oppaaa!!! Sudah kubilang jgn sperti itu!” aku hanya senyum simpul. Aku segera turun, diikuti Hyeri. Aku segera masuk mobil disusul ryeowook-hyung, omeoni dan abeoji

“Hyeri-yaa, jgn lupa menelefon kami! Oke?” teriak hyung dr dalam mobil “daan jangan kau hilangkan kalung itu! Jongwoon kecilku pasti akan menangis!” lanjutnya, kusambut dengan memukul lengannya

“Hyerii, selamat tinggal, aku pergi..” ucapku

Author POV

Ketika sudah memberi salam u/ terakhir kalinya keluarga Kim, meninggalkan Jeonju dan keluarga Song. Beberapa jam kemudian langit bergemuruh, petir menyambar, saat itu benar-benar gelap

“appa… tak bisakah kau nyalakan lampu belakang? Cuaca benar-benar buruk” usul ryeowook

“aniiyo! Lampu belakang dan depan sedang rusak”

“jika kau tau keadaan seperti itu, kenapa kita tidak menginap sehari lagi saja disana?” kesal omeoni

“andwee… aku ada rapat yg sangat penting besok, tak bisa ku tinggal”

“baiklah, hati-hati menyetir! Jongwoon, ryeowook sepertinya kalian tidak usah masuk sekolah besok, kita akan sampai di seoul sekitar jam 9 pagi”

Ryeowook bersorak, tapi tidak dengan jongwoon.

Ketika semua sedang terlelap kecuali Ny dan Tn Kim, mobil sedang melaju lambat dijalanan. Truk besar, hilang kendali, Tn Kim tak bisa melihat dengan jelas, ketika lampu truk sudah terlihat, Tn Kim dengan segera membanting setir ke kiri, tapi sayangnya terlambat. Truk melaju amat cepat, tak bisa menginjak rem secara tiba-tiba, Truk dan mobil bertabrakkan. Dikarenakan sedang hujan, jalan menjadi licin. Truk itu guling dan menjatuhkan semua isi muatannya, mobil keluarga Kim terjatuh kesungai. Ny Kim dan ryeowook hanyut, Tn Kim meninggal, dan jongwoon…

Seoul, 13 september 2011

“Raeee-yaa!!!” teriak siwon dr lantai bawah “jika kau ingin pergi ke kampus bersamaku, cepat turun sekarang”

“siwon, tak bisakkah berbicara lembut dengan adikmu, dia baru pulang dari rumah sakit” Ny. Choi membela dari dapur

“sungmin-ah, kau saja yang antar rae. Lagipula bukankkah kalian satu universitas?” tanya siwon, disusul anggukan sungmin yang masih sibuk dengan laptopnya. Siwon dengan sungmin bekerja di satu tempat, sebenarnya mereka seumuran tapi siwon memilih tidak melanjutkan studynya di universitas inha fakultas seni musik klasik bersama sungmin dan donghae “baiklah, sungmin. Aku akan bilang boss kalau tugasmu sudah selesai dan akan menyerahkannya 2 hari lagi, tp tolong antar rae. Dia itu, menyusahkan”

“ooohh… gomawoyo siwon-ah!!!” teriak sungmin, siwon sudah berangkat. Tiba-tiba rae datang dari atas

“oppaa!! Mianhaee, td ada masalah diatas. Nah, ayo berangkat” ajak rae, tanpa melihat sungmin “opp..” rae menghentikkan ocehannya ketika melihat namja yang sedang berkutat dengan laptop ternyata bukan kakanya

“gajja, berangkat sekarang. Jungsoo seonsaengnim sudah menelefonku tadi” sambil menutup laptopnya. “waeyo? Bukankkah tadi sedang buru-buru?”

“sungmin-ssi?”

“neeee..” jawab sungmin dengan nada rendah yang lembut

“sedang apa? tidak pergi ke kantor dengan siwon oppa? Apaa….” Tanya rae dengan nada curiga “kau hanya ingin mengantarku kan? Kau tidak berniat jahat terhadapku kan? Apa kau ada kelas hari ini? App…”

“pssstt!!…” sungmin meletakkan telunjuknya di bibir rae “bisakkah kau tidak berisik? Dengar, td aku membantu siwon untuk menyelasikan tugasnya, lalu dia menyuruhku untuk pergi ke kampus bersama dgnmu”

“benarkah? Benar hanya itu?”

“nee, chag..” sungmin menggigit bibirnya, rae mendengar dengan seksama  “nee, choi rae ae maksudku..” sungmin menunduk malu fiiuh, hampir saja pikirnya

Diperjalanan menuju kampus..

“sungmin! Kita berhenti di café ujung sana ya?”

“ada apa?” tanya sungmin

“aku ingin bertemu dengan chingu-ku” ucap rae, sungmin memicingkan mata menunjukkan eksprisi curiga

“chingu? Yakin hanya chingu? Namja? Yeoja?”

“waeyoo, mau tau saja kkau!” ucap rae sambil terus menyetir mobil

“mwooo!!” geram sungmin lalu menutup mata rae

“aiissshhh!! Neeooh! Kau mau kita mati?” berontak rae atas perlakuan sungmin

“haha!!aku sih tak apa – apa, kan aku mati bersamamu! Itukan tandanya kau dan aku memang untk selamanya hahaha” ucap sungmin dengan wajah aegyeonya

“mwoya?” tanya rae kaget, sungmin baru menyadari apa yg baru diucapkannya

“aa..aniiyoo!” jawab sungmin tanpa meihat rae. Selanjutnya mereka hanya terjebak dalam bisu karena malu.

Lalu rae menghentikan mobilnya di depan café ujung persimpangan jalan, rae membuka kaca di sampingnya, seorang sedang menuju ke arah mereka menggunakan jaket biru gelap dan menggunakan topi dan masker. Sungmin dari kursi belakang clingukan mencari tau siapa yang sedang menghampiri mobilnya aiiish..itu namja atau yeoja? Aiigooo..itu namja? Apa itu namjachingu rae? Ucap sungmin dalam hati. Tiba – tiba seorang itu membuka topi dan maskernya

“Hyeri-yaa! Mian aku terlambat, tadi aku debat dulu oleh namja dibelakang itu!” sambil menunjuk sungmin dibelakang menggunakan jempolnya

“gwaencanhaa…apa ini mobil barumu? Aaaah…akhirnya kau dibelikan mobil juga oleh omma-mu!”

“aniyoo! Ini mobil namja dibelakang itu”

“aaaah…annyeong haseoo!! Hyeri, song Hyeri imnida!” sapa Hyeri sambil menganggukan kepala

“nee!! Sungmin imnida! Cheom boepgesseumnida!” ucap sungmin sumringah, merasa lega bahwa seorang berjaket itu bukan namja

“nee! Kenappa bukan sungmin-shi yang mengemudi? Lalu kenapa kau berada dibelakang?”

“oh..ahahaha aku tak bisa mengemudi dan ini adalah tempat favoritku di mobil”

“eotteoke? Ooh..ne!” Hyeri bingung sambil memandang aneh pada sungmin “rae, aku sudah menaruh lembaran musiknya di mejamu, kalau kau butuh lagi, bilang padaku. Arra?”

“ne! kau mau bareng ke kampus? Cepat naik!”

“aan-ii, aku ada urusan sebentar! Lagipula aku tak mau ganggu kalian berdua” sindir Hyeri

“ahhaha!! Bagus..sangat bagus, haha gomawo Hyeri”

“aiisshh kau ini!” kesal rae lalu melempar tempat tissue ke sungmin

“haha! Nee! Aku tau, baiklah hati – hati dijalan, sampai bertemu di kelas tambahan!”

Lalu rae segera melaju menuju kampus, dan Hyeri masuk ke café..

Hyeri P.O.V

  Tak ingin membuang waktu, langsung kulangkahkan kakiku ke café. Menyusahkan sekali rasanya menjadi ketua panitia untuk acara pelepasan akhir tahun, kau tahu? Harus mengenal beberapa org dari berbagai fakultas. Aku sendiri ada di fakultas drama klasik, sekarang aku ingin bertemu dengan seorang yg berada di fakultas musik modern dan dari yg kutahu suara namja ini benar – benar memukau, ku sebar pandanganku ke seisi café. Kuhentikan pencarian ketika menemukan namja itu, aku berjalan menghampirinya. Namja itu benar – benar eeerr.. tampan! Rambutnya berantakan berwarna coklat keemasan.

“annyeong haseoo” sapaku sambil sedikit membungkuk, dia menoleh, tersenyum dan hanya menganggukan kepala “apakah anda Yesung-shi?”

“ne, neoh..nuguseyo?”

“aaaa…cheoneun Hyeri imnida”

“oooh, Hyeri-yaa..silahkan duduk, aku menunggumu drtd” segera aku duduk dan melepas jaketku dan ku taruh bawaanku yg bnyak di samping kursi

“oh ahaha, joesonghamnida tadi ada sedikit urusan didepan sana”

“santai sj, anggap kita sudah kenal lama. Lagipula kita hanya berbeda 2 tahun kan?”

“ne” aku hanya menunduk memikirkan sesuatu, merasa seperti aku dan Yesung-shi memang sudah kenal lama, tp bagaimana mungkin?

“lalu bagaimana dengan pesta akhir tahunnya?”

“aah, pesta? Ya, aku ingin memikirkan itu. Tapi Kim seonsaengnim menyuruhku untuk membicarakan hal ini denganmu, apa kau tau knp?”

“aiissh, kim heechul! Namja itu benar – benar membuatku kesal! Dia blg apa lg?”

Aih, namja ini. Sangat tidak sopan! Kupukul tangannya yang memegang cangkir

“kau ini! Menyebutnya spt itu, walaupun dia dosen baru tetap sj kau hrs menghormatinya!” kesalku

“hahaha… kau tau, umurnya baru 23 tahun!! Seumuran denganku”

“mwooo? Kuraeyoo? Aish! Sok tahu!” jawabku sambil membuang wajah

“Yaak! Aku memang tau, Dia itu dulu kuliah di Seoul National University akademik college of art and design bersamaku, dy mengambil semester singkat dan lulus dgn predikat cum laude, dan skg heechul itu, menjadi dosen muda!kudengar penjelasannya dgn senang hati, suaranya benar – benar lembut, tak bs kubayangkan ketika sdg bernyanyi.

“lalu kau? Knp pindah kesini?”

“disuruh oleh ibuku!”

“ibu?”

“ne, ada apa? apa aneh?”

“haha, baru ku tau masih ada namja di zaman skg yg mw menuruti ibunya”

“tentu,” jawabnya singkat

“okke,lupakan masalah Kim seonsaengnim, skg ki..” belum selesai ku berbicara dy sudah memotong

“tolong, bisakah tidak menyebut kim?” pintanya dengan ekspresi yg aneh antara benci dan memelas

“wae? Aku malah suka menyebut kim” aku menunduk,sedih sekaligus senang bs menyebut

Kim lg semenjak 12 tahun yg lalu. Sangat menyakitkan kehilangan seorang yg kau sayangi, hanya kalung ini yg selalu membuatku sadar bhwa jongwoon selalu ada disini, dihatiku. Tiba – tiba,

“aaaw!!!” secangkir kopi yg amat panas mulus mendarat di bajuku, seorang namja yang menjatuhkannya, lalu pergi “Tak bisakah kau minta maaf tuan?” teriakku, membuat seisi café memandangku

“minta maaf? Minta maaf untuk apa? setelah aku kehilangan kopiku? Tidak akan” namja itu membentakku dengan keras, aku tdk bs dibentak oleh siapapun. Yesung-shi hanya menonton kami, aku? Aku menggenggam erat kalung pemberian jongwoon, entah knp walaupun tak mungkin dy membelaku skg. Yesung-shi tiba-tiba bangun

“hey! Tak bisakah kau meminta maaf? Jelas – jelas kau yg menumpahkan kopinya! Kecuali yeoja ini yg membuatmu tersandung dan, sepertinya tidak” teriak Yesung-shi

“benarkah? Lihat, aku tersandung karena brg bawaanya yg bnyak!”

“jika brg bawaannya bnyak, tak bisakah kau melihat dan berjalan melewatinya lebih hati –hati ?” namja itu terdiam “minta maaf sekarang atau kau, akan ku buat tak bisa mengucapkan sesuatu dr mulutmu!”
“whoaaa..kau membelanya? Siapa dy? Hanya chingu kn? Peduli sekali kau!”

“ne, chingu.. yeojachingu! Dia yeojachingu-ku!

 Mau apa kau? Cpt minta maaf!” mwo? Dy blg aku? Apa? yeojachingu? Hyeri dlm hati

“kuraeeee?” namja itu malah cengengesan

BUK!! Yesung-shi memukul namja itu tepat di matanya,

“ingin lagi?” tanyanya santai, seisi café hanya menonton. Manager café ini keluar dn ikut menonton (-,-)

BUK!! Namja itu membalas pukulan Yesung-shi, darah keluar dr bibirnya

“Yesung-shi !!” teriakku

“tuan tak bisakah anda meminta maaf” pinta manager itu,

“maaf? Tidak akan!” ucap namja itu, membuat Yesung sudah ingin memukulnya lg tangannya yg menggepal aku tahan

“Yesung-ah! Cukup!! Kita pergi dari sini!” aku bawa smw bawaanku lalu kuseret Yesung dan ku dorong namja itu sampai terjatuh. “mianhae seonbaenim!” kubungkukkan kepala ke manager itu, lalu aku dan Yesung keluar dari café.

Yesung P.O.V

“maaf? Tidak akan!” ucap namja itu, ketika aku ingin memukulnya Hyeri menahan tgnku

“Yesung-ah! Cukup!! Kita pergi dari sini!” ucap Hyeri lalu membawa smw brg-brgnya lalu menyeretku dan sempat mengatakan “mianhae seonbaenim!”

Ketika berjalan cepat dengan cukup jauh, Hyeri berhenti di taman

“kenapa sh kau ini? Aku sedang membelamu, kau tahu!”

“membela? Kau membuat kita sperti tontonan gratis tau!” Ucap Hyeri sambil menjatuhkan brg-brgnya ke tanah,lalu duduk dibangku dn dy kelihatan sgt lelah

“apa kau lelah? Baiklah, kita kekampus skg dan akan ku bawa ini” sambil mengambil brg-brg Hyeri

“an-ii! Kita harus ke apotik!” Hyeri mengucapkannya dengan susah payah karena mengatur nafasnya

“knp kau? Apa kau tak biasa melihat org berantem? Apa kau punya penyakit yg serius? Sampai harus ke apotik?”

“kita harus ke apotik untuk membeli obat untuk bibir dan mulutmu, sepertinya sangat parah” Hyeri mendekatkan wajahnya untuk melihat keadaan bibir dan mulutku yg dipukul oleh org tadi. Wajah kami sgt berdekatan, kulihat dengan jelas warna matanya berwarna coklat terang, sangat indah. lalu dia menjauh

“kenapa menjauh? Aku suka posisi seperti tadi” jawabku lalu tersenyum simpul

Author P.O.V

“kenapa menjauh? Aku suka posisi seperti tadi” ucap Yesung lalu senyum simpul, Hyeri melihatnya dengan sangat jelas. Senyum itu, mengingatkan sesuatu yg dia suka ketika 12 tahun lalu

“aiish!! Kau ini! Apa yg kau suka haah!!” Hyeri memukul lengan Yesung dengan bukunya.

   Yesung dan Hyeri berdiam sejenak, entah apa yg mereka pikirkan. Lalu Hyeri melihat jam tangannya dan bangun “ayo ke apotik skg, 1 jam lagi aku ada kelas”

“ne, biar aku yg bawa barang-brg menyusahkanmu ini, lebih baik langsung ke kampus tak usah ke apotik”

“aniiyo! Kau harus segera mengobati bibir dan mulutmu itu!”

“apa? eemm…apa yg kau dapat setelah melihat keadaan bibir dan mulutku dengan jarak sedekat tadi?” ucap Yesung membuat Hyeri benar-benar menundukkan kepalanya “ayo jawaaabb!! Aaaahh, aku saaangat ingin tau” Yesung meledek sambil membenturkan lengannya ke lengan Hyeri “Hyeri-yaa…waaahh mukamu sangt meraaah!! Ahaha” ucap Yesung lagi sambil menatap wajah Hyeri yang menunduk, Hyeri berjalan smbil menunduk “hey, jawabb” Yesung mengejar Hyeri sampai mereka berada di depan apotik. Yesung duduk di kursi yg disediakan, Hyeri membeli betadine, alkohol, kapas dan plester lalu menghampiri Yesung yg sedang membuka paperbag milik Hyeri “hey, kau fakultas drama ya? Knp dialog drama berantakan sekali disini?”

“bisakah tidak membuka sesuatu yg bukan milikmu?”

“aaaaa…kau marah? Mianhaee”

“mrh knp? Bibir dn mulutmu harus di berikan alkohol terlebih dulu, stelah itu dipakai betadine dn gunakan plester ini, arra?”Hyeri menaruh semua itu di meja “pakailah skg”
“andweee!aku tdk bisa, tolong pakaikan”

“aiisshhh”Hyeri membuka tutup alkohol dan betadine lalu meneteskan ke kapas secara terpisah

“bagaimana dgn pestanya?mian hari ini tidak membahasnya sama sekalli, malah aku yg menyusahkanmu, gomawoo Hyeri-yaa sudh mw mengobatiku” ucap Yesung, Hyeri hanya mengangguk sambil mengobati Yesung.

****

Akhirnya, mereka naik bus menuju ke kampus bersama. Beberapa menit kemudian mereka sampai di kampus, terlihat sangat ramai dan ada Kim Kibum, murid fakultas seni tari modern yang berdiri di bangku taman, dan disamping bawahnya ada rae sedang menarik-narik baju kibum seperti sedang mencegah. Hyeri dan Yesung menghampiri kerumunan itu

“…jadi bagaimana denganmu rae? Apa kau mau?” ucap kibum disela-sela pidatonya(?)

“kibum-ahh, cepat turuuun!! Aiish kau ini, lihat mereka, apa kau tak malu?” kata rae yg terus menarik baju kibum dr bawah

“malu? Cepat jawab rae-yaa!!” kibum teriak semakin nyaring

“ada apa sh?” tanya Hyeri, Yesung hanya mengedikkan bahu

“kibum-aaah!!!” teriak Yesung dr belakang yg membuat anak yg menonton menengok ke arah Yesung “kau gila? Jika kau ingin berjualan, atau kau ingin berunjuk rasa, jangan disini. Didepan gerbang kampus sana!”

“aiiisshhh… neooh!!”

“permisi, aku ingin nanya…” ucap Hyeri sambil menyentuh punggung anak perempuan didepannya

“aaaah…kau pasti ingin menanyakan apa yg kibum lakukan kn?” ucap org itu, disusul anggukan penuh semangat oleh Hyeri, org itu berbisik dikuping Hyeri

“kibum meminta rae sebagai yeojachingunya”

to be continue…

Iklan

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.